
Saat melihat kekasihnya tertidur Abian membawanya kekamar dan tak sengaja membuat sang pacar terbangun dan akhirnya Abian ikut berbaring disamping kekasihnya.
"Ini jam berapa Bi "
"Emm udah lumayan sore sayang, kamu tadi tidur nyenyak banget, jadi aku tadi mau pindahin kamu ke tempat tidur kayaknya kamu tidurnya gak enak, makanya aku mau pindahin eh malah kebangun maaf ya sayang"
"Iya gak apa apa Bi, aku juga udah lama banget kan tidurnya "
"Hem sayangg "
Abian makin mendekatkan dirinya pada Inara dan makin dekat makin dekat pada akhirnya bibir mereka menyatu, Inara mendorong dada Abian untuk melepaskannya namun Abian malah mengalungkannya.
Akhirnya Inara mengikuti permainan Abian, baru juga Abian akan melakukan lebih malah ada yang menelfonya dengan cepat Abian menyudahi ciuman itu.
"Woy kenapa adik gue gak ada di kantor, gue sekarang ada di kantor loh, tapi kata asisten lo Jonathan kalau kalian berdua gak datang ke kantor, sebenarnya lo bawa adik gue kemana, awas aja lo sampai macam macam sama dia, dimana lo sekarang dari kemarin adik gue gak lo balikin "
"Tenang Ana gue gak apa apain adik lo kok, ini juga gue mau pulang, lo khawatir banget sih gue kan pacarnya "
"Ya pantes lah gue khawatir lo baru pacarnya bukan suaminya jadi gue gak percaya 100% sama lo, sekarang gue tunggu kalian berdua di rumah gue gak akan izin lagi lo untuk bawa adik gue ke mana-mana lagi, kalau mau bawa harus pulangin dia setiap hari, gak boleh kayak gini lo belum nikah sama dia kalau udah nikah gue gak akan atur-atur, sekarang lo pulangnya adik gue, awas aja jangan lama gue gak terima lagi alesan alesan dari lo yang gak bermutu "
"Iya iya gue tau, gue sama Inara belum nikah sekarang kita pulang, nanti lo bisa lihat keadaan adik lo, dia baik baik aja kok gak ada lecet sedikit pun ditubuhnya, udah dulu dong kita mau pulang "
Sambungan langsung di putuskan oleh Ana "pasti Ana marah marah ya "
__ADS_1
"Iya sayang Kakak kamu marah-marah yuk udah kayaknya baju kita juga udah kering, kita pulang sekarang sayang sebelum Ana bakar Aku hidup-hidup di depan kamu"
"Kamu ini yah ada ada aja, kakak aku gak akan sesadis itu, yaudah aku ganti dulu pakaian "
Inara langsung pergi kearah kamar mandi meninggalkan Abian sedirian " pokoknya gue harus cepat-cepat ajak Mami sama papi untuk ke rumah Inara, gue harus secepatnya menikahi Nara dari pada kebablasan gini terus, gak enak dan gue juga gak mau Pacaran lama-lama juga, ya gue harus bilang nanti malam sama Mami sama papi"
Abian segera mengambil pakaiannya dan mengenakannya dengan cepat, sambil menunggu kekasihnya beres memakai pakaiannya Abian melihat berita berita terkini namun tak ada yang menarik.
***
"Ana aku jadi pindah dirumah sebelah kau " ucap Roger sambil membawa kopernya
"Ya udah deh bagus nanti juga Sean aku pulangin kok, kalau dia mau pulang ke rumah kamu, tenang aja aku gak akan macam-macam sama anak kamu kok"
Baru juga Ana akan menjawab ponsel Roger berdering, Roger segera mengangkatnya.
"Ya pak jadi bagaimana apakah sudah ada perkembangan"
"Belum pak kami sudah mencari Nona Puja ke mana-mana, tapi tidak ketemu bahkan kami sudah menyelam, mencari ujung dari sungai ini tapi kamu tidak menemukan nona puja mungkin saja dia sudah dimakan oleh hewan buas"
"Saya minta tolong Pak temukan Puja mau dia mati atau hidup. Tolong temukan dia saya ingin melihat wujud dia jasad dia kalau dia memang meninggal atau tidak peninggalannya lah atau pakaiannya atau apapun itu yang Puja gunakan waktu itu"
"Baik pak akan saya usahan untuk mencari nona puja, selamat Sore "
__ADS_1
Roger langsung mengantongi ponselnya dan menatap Ana kembali " Kenapa kau begitu tak merasa sedih saat Puja tidak ditemukan"
"Untuk apa aku bersedih kehilangan perempuan yang sudah menyelingkuhiku, sudah menduakanku. Biarkan saja mungkin itu sudah waktunya dia mati"
"Jahat juga ya kau, meskipun dia pernah selingkuh dan memang selingkuh dengan Cio tapi dia pernah ada dalam hidupmu yang selalu ada bersamamu, seharusnya kau ingat itu saat kalian dulu pernah bersama jangan saat pahitnya saja kau mengingatnya, saat Puja selingkuh baru kau ingat kalau dia selingkuh dan kau akan membiarkannya begitu saja dia juga manusia dia bukan hewan, dia sudah tanggung jawab mu "
"Iya aku tahu Ana, aku tahu dia Puja tanggung jawab ku, tapi aku pun manusia dapat merasakan rasa sakit dan kecewa dengan apa yang Puja lakukan. Jadi wajar kalau aku bersikap seperti ini kau jangan egois membela satu sisi saja, kau selalu saja membenarkan apa yang Puja lakukan, memang selingkuh itu benar apakah itu hal yang bagus saat berselingkuh"
"Bukan begitu memang selingkuh tidak baik tapi pemicu utama puja selingkuh adalah dirimu aku sudah mengatakan itu beberapa kali, kau sudah tidak memperdulikan nya tidak memperhatikan nya, kau malah sibuk mengejar perempuan lain, makanya Puja Berpaling dengan laki-laki lain. Seharusnya kau intropeksi diri dan lihat dirimu. Lihatlah kalau kau orang yang membuat Puja berselingkuh. Jadi kau jangan menyalahkan Puja saja, kalian berdua itu sama-sama salah. Jadi jangan hanya ingin benar Sendiri Saja"
"Kenapa ayah dan kakak bertengkar apa kalian akan seperti tante Puja yang selalu bertengkar setiap harinya dengan ayah, padahal aku sudah senang kalau ayah bisa akur dengan kakak, tapi ternyata sama saja kalian bertengkar terus "
Setelah mengatakan itu Sean pergi meninggalkan ayahnya serta kakak Ananya.
"Ini gara-gara kau Roger kalau kau tidak keras kepala dan selalu saja begitu mungkin semua ini sudah terjadi"
"Kenapa kau malah menyalahkan ku, kau yang pertama membahas tentamg Puja, lalu kenapa aku yang disalahkan apa salahku, kenapa harus aku yang salah "
"Kau yang salah gara gara kau " Ana langsung pergi mengikutu Sean yang sudah jauh.
"Memang benar laki laki selalu salah, mau pun perempuan yang salah, tetap saja laki laki yang akan disalahkan, perempuan maha benar dan jika dia salah tetap saja akan benar "
Roger segera mengejar Ana yang mengejar sang Anak jadinya kejar kejaran mereka bertiga, seperti sebuah keluarga yang bahagia saja kalau orang lain yang melihatanya, yang tak tau apa apa.
__ADS_1