Berbagi Suami

Berbagi Suami
Livia mulai beraksi


__ADS_3

Setelah makan makan yang gagal itu, sekarang sedang ada tamu siapa lagi kalau bukan Livia, bahkan Abian dia masuk kedalam kamar karena tak mau berurusan dengan Livia.


Sedangkan Inara bersama mamihnya Abian mengobrol bersama Livia juga "kamu kenapa bisa tau kalau mamih dan papih udah pulang "


"Ya pasti tau dong tan, masa aku gak tau kalau calon mertua aku pulang pasti aku tau "


"Calon mantu, emang mamih punya anak selain Abian ya, kok mamih gak kasih tau Nara sih " tanya Inara


"Engga sayang anak mamih cuman satu Abian saja, kalian kan akan menikah sebentar lagi, Livi bukannya mamih menolak kamu, tapi Abian sudah mempunyai pasangan dan akan menikah lebih baik kamu mundur dari sekarang, karena Abian tak akan ada minat untuk mempunyai istri dua, jadi tolong ya nak jangan mempersulit hidup kamu, lebih baik kamu mundur dari sekarang"


"Aku gak bisa janji tante, siapa tau tiba tiba Abian ada niat buat punya istri lagi, aku bakal mau kok, aku gak akan pernah nolak kalau Abian mau sama aku, aku pasti mau asal sama Abian "


Saat Inara akan menjawab, Mamihnya Abian segera memeganf tangan Inara biarkan saja dirinya yang menjawab. "Emm tidak mungkin anak mamih seperti ini Livia jadi jangan terlalu berandai andai ya, kamu lebih baik melupakan Abian "


"Emm tante aku ikut keair ya, aku pengen buang air kecil "


"Ya silahkan silahkan "


Livia langsung melenggang pergi meninggalkan Inara dan sebelum pergi tadi dia sengaja sedikit menendang kaki Inara, namun Inara tak menggubrisnya sama sekali.


"Mihh , mamih kenapa sih layanin dia, nyebelin banget tau Livia itu "


"Udah sayangg kamu tenang aja jangan terpancing sama Livia, dia itu cuman mau bikin kamu marah aja ya, kamu tenang aja ya, mamih gak akan mungkin lepasin kamu sayang "

__ADS_1


Dengan sayang Inara langsung memeluk calon mertuanya ini, rasannya senang sekali mendapatkan calon mertua yang sayang padanya, ta seperti yang dulu, tak menerima dirinya sama sekali, yang ada hanya didiamkan dan dihina saja


**


Livia yang hanya pura pura ingin buang air kecil dia mengendap endap masuk kedalam kamar Abian dan melihat Abian yang sedang rebahan, dia langsung memegang punggung Abian.


"Sayang apakah kamu sudah selesai mengobrol dengan Livianya" ucap Abian tanpa melihat kearah belakang siapa sebenarnya orang yang memegang punggungnya.


Abian yang tak mendapat jawaban segera mengalihkan pandangannya ternyata itu Livia dengan cepat Abian langsung beringsut mundur dan bangkit dari tempat tidurnya.


"Apa yang kau lakukan kenapa kau ada disini Livia, kau masuk kedalam kamarku, apakah kau tak punya sopan santun sedikit pun, keluar dari kamarku sekarang Livia "


"Tidak tidak, aku tidak mau jangan usir aku, aku hanya ingin bertemu dengan mu saja, kau ini kenapa sih Abi tak mau bertemu dengan ku, aku hanya ingin bersama mu Bi "


"Tidak tidak aku tidak mau, keluar kau Livia "


Tiba tiba saja Livia menyobek pakaiannya dan juga mengacak ngacak rambutnya, lalu segera berlari keluar dari kamar Abian.


"Dasar gila "


Abian segera mengikuti kemana Livia akan pergi "tolong tante Inara tolong aku, tolong aku "


Livia turun kebawah dengan cepat dan memeluk mamih Abian yang sedang berdiri dan akan melihat keadaan.

__ADS_1


"Kenapa kamu Livi, ada apa dengan kamu, kenapa pakaian mu berantakan seperti ini, apa ada yang terjadi dengan mu, apa kau baik baik saja "


"Ini ulah Abi tante, aku lagi di kamar mandi tiba-tiba dia masuk dan goda aku, terus dia mau lecehin aku tante l, aku ngelawannya dengan sekuat tenaga, tolong aku tante Abian mau apa-apain aku , lihat Inara ini kelakuan pacar kamu, gimana kelakuannya lihat dia mau macam-macam sama aku, hik hik tante tolong aku tante liat Abian mau macem macem sama aku. tolonh aku tante tolong"


Mamih Abian mengusap rambur Livia dan Abian dia turun dengan tenang, dengan kesal Inara menghampiri pacarnya dan memukul dadanya "apa yang kamu lakukan pada Livia, apa yang kamu lakukan kenapa kamu tega Bi sama aku "


Abian langsung memegang tangan pacarnya yang terus menerus memukul dadanya itu sakit sekali, sungguh itu menyakitkan. "emang kamu percaya sama perempuan itu sayang, kamu udah kenapa aku berapa tahun sih sayang " tanya Abian pada Inara.


Livia yang tak mau kalah, langsung menangis kejer "tante liat, Abian datang dengan rasa tak bersalahnya, padahal dia udah mau lecehin aku tante, tolong tante tolong Livia, Livia takut banget sama Abian "


"Apaan sih kamu Livia aku dari tadi diem loh,kamu tiba-tiba aja datang ke kamar aku dan raba-raba aku, terus kamu sobekin baju kamu acak-acak rambut kamu, tiba-tiba kamu turun aja ke sini dan ngadu yang enggak enggak sama mamih aku, apa kamu emang udah gila banget ya sampai-sampai lakuin itu atau aku perlu jeblosin kamu lagi ke rumah sakit jiwa, biar kamu di sana banyak temannya dan menghayal yang gak gak gitu biar kamu leluasa "


"Aku emang bener bener berkata jujur tan, aku gak bohong Abian emang lecehin aku "


"Udah lah Bi kamu beresin akan masalah kamu sama Livia, aku cape ya, aku pulang sendiri aja, kamu beresin semuanya setelah selesai baru kamu temuin aku, aku pulang dulu ya mih "


Inara langsung pergi dari dalam rumah dan Abian langsung mengejarnya, dirinya tak mau Inara sampai marah dan malah membuat hubungan mereka tak baik baik saja, jangan sampai itu terjadi.


"Sayang sayang dengerin aku dulu jangan main pergi gitu aja dong. Kamu tahu aku, Aku tuh sayang banget sama kamu. Kamu jangan tiba-tiba pergi kayak gini dong sayang jangan tinggalin aku "


"Ihh Abi aku pura pura pergi, aku mau liatin ini sama kamu, aku emang sengaja pasang cctv kecil dikamar kamu, aku pengen liat, kamu lagi apa gitu dikamar "


"Ist kamu mau mesum ya liat liat aku di cctv gitu, kapan kamu masuk kamar dan simpen cctv itu, aku kok sampai gak tau ya sayang, kamu mulai nakal ya "

__ADS_1


"Isst aku lakuin ini tuh buat jaga-jaga aja, takutnya kamu macem macem sama aku, jadi aku pasang CCTV aja di kamar kamu, biar lihat pergerakan kamu tadi siang aku pasang waktu kamu masak aku izin sama Mami buat ke kamar kamu dulu sebentar dan pasang ini, udah ayo kita lihat siapa yang berbohong "


Mereka berdua segera melihat rekaman ini, dan Inara hanya bisa mengeleng gelengkan kepalanya saja atas kelakuan Livia.


__ADS_2