
"Ada apa kau kemari apakah kau tak malu datang kemari kerumahku"
"Aku mempunyai rencana baru apakah kau mau mendengarnya"
"Baiklah apa "
"Jadikan aku asisten mu biar aku lebih leluasa masuk keluar kantor Abian agar aku pun bisa memantau dengan lebih leluasa aku bisa mendekatinya bagaimana"
"Baiklah aku akan terima, aku ingin melihat bagaimana kau bisa mendekati mantan istri mu yang sok cantik "
"Baik aku akan membuktikannya tenang saja "
"Segeralah bersiap besok aku akan pergi ke kantor Abian Kembali jadi kau boleh ikut"
"Siap aku akan mempersiapkan semuanya "
**
Sedangkan dirumah Inara, dia mengantarkan pacarnya untuk pulang, maksudnya sampai depan rumah saja tak sampai ke apartemennya.
Abian memeluk Inara sebentar lalu melepaskannya. "aku pulang dulu ya haciw "
"Apakah kau sakit Bi "
"Tidak aku baik baik saja, masuklah aku akan pulang sayang, aku baik baik saja, aku besok akan menjemputmu "
"Tidak usah Bi, langsung saja ke kantor aku akan diantar oleh Sandi kau tenang saja aku akan baik-baik saja "
"Oh ya aku baru ingat Sandi aku kan ingin bertanya padanya siapa yang telah ingin mencelakai mu, besok lah aku akan menanyakannya sepertinya sekarang dia sudah tidur atau berjaga ya "
"Iya kau tanyakan besok saja, kalau ada apa apa hubungi aku ya"
"Iya sayang aku pasti akan menghubungi mu "
Inara mengangguk dan berjalan masuk, lalu dirinya membalikan badannya pada Abian, tersenyum padannya.
Mungkin kau adalah laki laki yang tuhan kirim untuk ku, untuk menjagaku dan mencintaiku sampai nanti, aku tak akan pernah meninggalkan mu, aku akan berlari memeluk mu jika ada masalah yang melanda hubungan kita
**
Ana menengok kedalam kamar Sean ternyata dia sudah tidur dengan Arya, syukurlah mereka bisa akur dan bermain bersama sama, tak menyangka dirinya ini, mereka berdua bisa seakrab itu dan bisa langsung bermain tak ada kecangungan sedikit pun.
Ana menutup pintu dan saat berbalik sudah ada Fani "maaf nona saya ingin mengambil Arya."
"Kenapa biarkan dia tidur dengan Sean "
"Apa itu tak apa "
"Tenntu tidak apa-apa kenapa kau sangat khawatir biarkan dia tidur bersama sama Sean agar mereka makin akrab dan bisa berteman untuk selamanya"
"Tapi aku hanya takut Sean akan membenci Arya juga seperti anak yang lainnya setelah mengetahui ayahnya Arya adalah pembunuh "
"Sean tidak mungkin melakukan itu. Dia anak yang pintar dan baik jadi kau tak usah takut jika nanti Sean mengetahuinya dia tidak akan menjauhi Arya, dia bukan anak anak diluar sana yang membenci Arya karena ayahnya seorang pembunuh, percaya padaku Sean anak baik dan pintar "
"Baik nona, aku sangat berterimakasih kau sudah membolehkan anak ku Arya bermain dengan anak mu, terimakasih aku permisi nona "
Ana hanya mengangguk saja, lalu tersenyum sedikit "Sean anak ku, apakah Fani menganggap aku dan Roger suami istri dan Sean anak kami berdua. "
"Bagus juga pemikiran mu Ana "
__ADS_1
Ana membalikan badannya dan melihat Roger ada disana " Aku sedang tidak berbicara denganmu Jadi kau jangan main jawab saja di sini tak ada jaringan untuk berbicara"
"Jaringan, memangnya kita berdua ponsel "
"Anggap saja begitu "
Ana langsung melengos pergi diikuti oleh Roger dari belakang " Kenapa kau mengikutiku pergilah kekamarmu, sana "
"Tidak mau aku ingin bersamamu"
"Mau apa kau bersamaku aku tidur bersama Jack jadi kau jangan macam-macam"
"Jack ada disini ? "
"Tentu "
Dan kebetulan sekali Jack melewati mereka, Ana segera menghampiri Jack dan mengadengan tangannya " Sayang kau ke mana saja sih, aku dari tadi menunggumu. Ayo kita tidur ini sudah malam. ayo masuk kedalam kamar " sambil mengusur tangan Jack masuk dan menutup pintunya dengan keras didepan muka Roger.
"Nona apa yang akan kita lakukan "
"Menurutmu, sudah kau diam dulu di sini jangan sampai Roger mengetahui yang sebenarnya, nanti kau jangan memakai baju yang biasannya, jangan memakai celana hitam kaos hitam , pakailah jas kemeja saja lah pakai celana bahan dan sepatu pantofel"
"Tapi nona aku tidak mempunyainya"
"Kau tenang saja aku akan menyiapkan semuanya"
"Lalu aku harus tidur di mana nona, aku tidak mungkin kan tidur bersama mu satu ranjang "
"Ya iyalah tidak mungkin kita bukan muhrim kau bukan suamimu aku tidak mau tidur bersama mu"
"Kalau kita menikah"
"Ya tidur bersama lah, kenapa kau menjadi membahas itu tidur dikursi ambil saja bantal dan selimbut mu didalam lemari "
"Terserah kau saja lah, aku mengantuk "
Roger masih diluar menunggu Jack keluar, dia yakin sebentar lagi Jack akan keluar, " Aku tidak akan pernah percaya kalau kalian berdua ada hubungan"
Tiba tiba saja ada yang memegang bahu Roger " Roger kenapa kau berdiri di depan kamar Ana"
"Ara apakah benar Jack dan Ana tidur bersama "
"Apa, Oh iya mereka tidur bersama dan memang sudah biasalah"
"Benarkah tapi kau seperti terkejut "
"Kaena biasanya mereka tidak tidur di rumah ini, Ana selalu pergi bersama Jack ke rumahnya Jack tidur disana , jadi aku kaget saat mendengar kalau mereka berdua tidur di rumah ini begitu ada yang ingin kau tanyakan lagi padaku"
"Kau yakin tak berbohong padaku "
"Tentu aku tak berbohong untuk apa, kau ini selalu mengada ngada deh ah, sudah sudah tidur kau lihat ini sudah jam berapa ayo masuk kedalam kamar mu, jangan sampai kau digigit nyamuk karena terlalu lama diam didepan kamar Ana "
"Hemm baiklah "
Inara bernafas lega, untung saja akn tak ada yang ditanyakan kembali oleh Roger, kalau saja ada mati sudahlah dirinya ini ditanya tanya terus menerus dan harus berbohong pula.
**
Puja sudah bersiap dengan barang barangnya, malam ini juga dirinya akan menyusul Roger kerumah Ana.
__ADS_1
"Apa non yakin "
"Tentu aku yakin Kenapa bibi meragukanku apa Bibi tidak percaya kalau aku bisa pergi sendiri ke sana dan membawa Roger serta anaknya pulang lagi ke sini. Tenang saja aku akan baik-baik saja di sana aku tidak akan pernah kalah dengan Ana, aku tidak mau pacar ku direbut begitu saja oleh perempuan itu yang baru saja datang dalam hidup Roger tidak aku tak mau "
" Nona akan pergi ke sana dengan apa"
"Tenang saja aku akan diantar sopir ke sana dan aku akan menemui teman lamaku yang ada di daerah sana juga, tak usah khawatir padaku bi, aku akan baik baik saja disana tenang ya bi, aku pergi jaga rumah awas jangan memasukan orang asing kembali kerumah seperti apa yang Roger lakukan "
"Baik nona hati hati "
"Hemm "
**
Pagi sudah tiba Inara dan Abian sudah berhadapan di depan kantor, tak menyangak mereka bisa tiba sama sama, padahal tidak janjian sama sekali namun bisa berbarengan.
"Ayo kita kelantai atas sayamg "
"Ayo Bi "
Abian mengandeng tangan pacarnya, namun tiba tiba ada yang menyerobot dan membuat pegangan tangan mereka terlepas begitu saja.
"Upss maaf apakah aku menganggu sesi pacaran kalian, oh ya aku sekarang datang kemari tidak sendirian ayo perkenalkan dulu asisten baru ku "
Adam segera muncul dan menatap kearah Inara dan juga Abian dengan angkuh.
"Livia, Livia apakah kau yakin mempekerjakan seorang Penjahat di kantormu dan menjadikannya asisten padahal aku sudah mencoret namanya untuk tidak di terima di manapun dia melamar pekerjaan, tapi kau masih bisa menerima sampah ini, apakah kau tak takut uang mu habis oleh laki laki ini "
"Hey kalau bicara kau jangan seperti itu aku punya kemampuan makanya aku bisa diterima oleh nona Livia disini, jadi jangan macam macam kau "
"Ow bisa terlihat dari cara dia berbicara sepertinya dia bukan asisten yang baik jadi Livia kau pikirkan terlebih dahulu jika ingin menjadikannya asisten atau kalian memang bekerjasama untuk hal lain"
"Bi sudah ayo kita kelantai atas ayo "
Ajak Inara dengan cepat pafa kekasihnya, Abian hanya menurut saja mengikuti kekasihnya, saat didalam lift Inara baru bisa bernafas dengan lega.
"Kenapa Adam bisa keluar dari penjara ya, dengan secepat ini "
"Sepertinya Livia mengajak kerjasama bersama Adam kau harus lebih berhati-hati apa lagi sekarang dia adalah asisten Livia kau akan lebih banyak berhubungan dengannya sayang "
"Benar juga "
"Apakah kau ingin Sandi selalu ada di sampingmu agar kau tidak khawatir, takutnya aku tak ada dan kau malah diancam oleh laki laki gila itu "
"Tidak usah aku yakin Sandi menjagaku dari kejauhan jangan terlalu mencolok nanti dia akan lebih waspada. Aku ingin tahu Permainan apa yang ingin dia lakukan bersama Livia karena aku sama sekali tidak takut dengan ya"
"Bagus syaang, kau jangan takut dengannya kalau ada apa apa lawan saja. kau jangan pernah kalah dengan mereka, aku akan selalu ada disampingmu, jadi kau tenang saja ya "
"Iya aku pasti akan melakukannya Bi, aku akan melakukannya aku tak akan takut lagi dengan laki laki itu, aku akan melawannya sebisa ku "
**
"Kau lihat sepertinya Inara takut dengan mu Dam "
" Baguslah jadi aku akan lebih leluasa melakukan apapun padanya, kalau dia takut sekali padaku, sekali mengancam ya pasti akan luluh dan pastinya aku akan bisa mendapatkannya lagi dan menghancurkan dia dengan cepat"
" Baiklah lakukan dengan cepat aku tidak mau menunggu lama-lama lagi jangan sampai mereka menikah, aku tidak mau itu sampai terjadi"
" Tenang saja itu semua takkan pernah terjadi sebelum mereka menikah aku yang terlebih dahulu akan menikahi Inara Jadi kau tidak usah takut"
__ADS_1
"Hemm awas saja kalau itu hanya omong kosong saja "
" Tenang saja itu bukan omong kosong. Aku memang akan melakukan itu jadi kau jangan takut dengan apa yang aku lakukan, aku pastikan kau akan menikah dengan Abian, dan aku akan mengancurkan Inara dengan sangat sadis lebih lebih dari yang dulu, aku berjanji akan melakukannya "