
Sean sudah tidur dalam pelukan Ana, dan yang lain juga sudah masuk kedalam kamar Sean
Dari tadi tatapan Ana tak lepas dari Puja, dia menatap tajam pada Puja namun Puja yang memang tidak tahu apa-apa dia tidak memperdulikan itu, toh sudah biasa melihat Ana seperti itu jadi kenapa harus takut.
Puja yang mulai tak nyaman segera pergi keluar kamar Sean dan juga Anna segera turun dari tempat tidur dan menyuruh adiknya untuk menjaga Sean dulu.
Dan puja masuk kedalam kamar mandi, Ana terus saja mengikutinya dan menunggu diluar bilik.
Puja yang baru keluar kaget dan menatap Ana dengan malas, tanpa banyak bicara Puja pergi kearah kaca mencuci tangan dan membersihkan tangannya.
Ana berjalan kearah Puja dan langsung menarik rambut Puja "aww sakit ada apa dengan mu Ana, kenapa tiba tiba menarik rambut ku, sakit tau "
"Apa maksud mu mengancam Sean, apa maksud mu, aku tau semuanya "
"Apaan sih lepaskan, jangan seperti ini, lepaskannn lepaskannn "
"Kau seharusnya tau diri kenapa kau berani melakukan itu, aku sudah bilangkan jangan macam macam pada Sean aku sudah memberikan mu kesempatan, bukan berarti aku membebaskan mu,"
Ana melepaskan tarikan itu dan mendorong Puja sampai kepalanya terbentur tembok "ini adalah peringatan pertama untuk mu, lihat saja sekali lagi kau macam macam dengan Sean dan mengancamnya kembali, aku akan membunuhmu, aku tak akan segan segan, "
__ADS_1
Puja memegang kepalanya dan menatap Ana, sama sekali tak menjawab, " Kau mendengarkan apa yang aku katakan Apakah kurang membuat dirimu terluka"
" Ya aku minta maaf aku melakukan itu karena aku tidak mau berpisah dengan Roger, aku tidak mau kehilangan dia dan kau kenapa kembali lagi bukan kau sudah pergi, aku sudah tenang kau pergi Kenapa kau tiba-tiba kembali lagi apa maumu, kau sudah bilang padaku kalau kau tidak akan merebut Roger"
"Siapa yang akan merebut Roger darimu aku sudah mempunyai Jack dia pacarku, untuk apa aku ngerebut pacar orang lain, aku bukan wanita murahan yang mau dengan pacar orang lain jadi aku tidak akan merebut Rojer mu itu, kalau kamu memang ingin tidak berpisah dengan Rojer maka baik kepada Sean dia adalah anaknya kau harus mencium Sean juga bukan hanya mencintai ayahnya"
"Ya aku tau, kau tak usah memberikan ku saran apa apa lagi, aku sudah dewasa " Puja pergi dan menyenggol bahu Ana.
Ana yang tidak terima menarik kembali rambut Puja. Lalu membawanya kekamar mandi dan masukan kepalanya kedalam kloset.
"Aku sudah berkata baik-baik padamu, tapi kau malah ngelunjak ya, apa sebenernya mau mu Puja. Apa kau ingin aku bunuh sekarang juga"
Ana langsung mengangkat kepala Puja, Puja yang baru mendapatkan nafasnya , menghirupnya dengan banyak.
Ana segera pergi dan meninggalkan Puja sendirian dikamar, Puja langsung mual karena bau yang ada diwajahnya, dibilasnya wajah nya itu dan darah masih mengucur di jidatnya.
"Ana awas saja aku akan membalas semuanya, aku tak akan pernah takut dengan ancaman mu jadi jangan harap aku akan mengalah dan menurutimu kata katamu, lihat saja, kata kata mu tak akan terwujud. "
**
__ADS_1
Roger masih saja menatap Jack "ada apa Roger, apa ada masalah denganku sampai kau menatapku seperti itu "
"Aku ingin bicara ayo ikut aku "
"Baiklah Ara aku tinggal dulu ya "
"Ya Jack aku disini "
Mereka berdua segera keluar dan berdiri didepan pintu " Kenapa kau mengajak Ana kembalian untuk pacaran kenapa. Apa maumu sebenarnya bilang padaku "
"Aku mencintai Ana lalu kenapa kalau aku kembali padanya, apa masalahmu, memangnya kau siapa Ana sampai bertanya seperti itu padaku"
"Aku hanya bertanya jadi jawab saja tak usah banyak bertanya dan seperti mengancam seperti itu padaku "
"Aku tidak mengancam Roger, aku hanya berbicara biasa saja, "
"Aku ingatkan Jack jangan mempermainkan Ana, aku tak akan terimaa "
"Tenang saja aku adalah laki laki yang hanya cinta pada satu perempuan, Ana adalah perempuan yang aku cintai, tak ada yang lain, apakah sudah itu saja yang ingin kau katakan dan tanyakan padaku "
__ADS_1
"Sudah, sudah itu saja, tak ada yang ingin kau bicarakan lagi kan "
Jack tanpa banyak kata segera pergi dan meninggalkan Roger "Aku tak percaya Jack dan Ana berpacaran, "