Berbagi Suami

Berbagi Suami
Uang Mas Gak Akan Habis


__ADS_3

Happy reading


Jam setengah 8 malam, ketiga orang yang tak lain adalah pasangan suami istri itu kini sudah berada di mobil. Aisyah dan Zahra juga sudah cantik karena mereka akan makan di restoran nanti.


Aisyah dan Abi duduk di depan, sedangkan Zahra duduk di belakang dengan santainya.


"Mas mau ke restoran mana?" tanya Zahra saat ia belum pernah melewati jalan yang mereka lalui sekarang.


"Restoran X yang baru buka kemarin. Aku ingin merasakan makanan dan juga sensasi restoran baru itu," jawab Abi pada Zahra dan Aisyah.


"Emmm yah aku baru ingat jika kemarin aku diajak Reva buat pergi ke sana tapi aku tolak karena udah ada janji sama anak anak," ucap Aisyah mengingat ajakan Reva kemarin.


"Nah malam ini kita sekalian jalan jalan sekalian makan disana."


Keduanya mengangguk, hingga akhirnya keheningan mulai menghampiri ketiganya. Aisyah dan Zahra tak bisa seleluasa jika hanya berdua dengan Abi.


"Mas gak malu ajak aku? Aku pasti akan merusak makan malam Mas sama Aisyah," ucap Zahra dengan pelan hingga membuat Aisyah langsung menoleh ke belakang.


"Kenapa Mbak Zahra ngomong gitu. Kita ini udah jadi keluarga, Mbak itu istri Mas Abi juga. Masa kita cuma makan berdua," ucap Aisyah dengan senyum manisnya yang membuat Zahra nyaman.


"Mbak takut merusak makan malam kalian berdua."


"Enggak kok mbak."


Abi yang mendengar jawaban Aisyah itu tersenyum, ia pernah berpikir terbuat dari apa hati istrinya ini. Kenapa bisa selegowo ini pada madunya. Karena biasanya istri pertama dan kedua itu jarang akur. Dan juga yang ada menguasai suami mereka agar selalu bersama.


Akhirnya mereka sampai di restoran baru itu, restoran yang sangat besar dan juga tinggi. Dari luar saja interiornya sudah kelihatan jika ini adalah aksen mahal dan berkelas.


Ketiganya masuk ke restoran itu, Zahra yang tak enak itu langsung memilih untuk berjalan di belakang Abi dan Aisyah. Tapi Aisyah malah menariknya agar berjalan di sampingnya.


"Jangan jauh jauh nanti hilang," ucap Aisyah yang tentu saja membuat Abi dan Zahra tertawa. Mereka tahu jika itu hanya gurauan Aisyah aja agar Zahra tidak berjalan di belakang lagi.

__ADS_1


"Iya," jawab Zahra dengan senyum manisnya.


Mereka menuju lantai atas yang merupakan lantai VIP. Pengunjung cukup banyak saat itu, apalagi restoran ini masih baru hingga membuat banyak pelanggan ingin menikmati suasana restoran baru ini.


Sampainya di lantai atas, Abi langsung memilih meja yang berada di tengah ruangan. Lalu memanggil pelayan yang memang tersedia di lantai atas ini.


"Kalian pesan apa?" tanya Abi pada kedua istrinya yang sudah memegang buku menu masing masing.


"Aku ngikut kalian aja. Soalnya gak paham sama bahasanya, dan ya disini mahal mahal ya," ujar Zahra dengan pelan di akhir kalimatnya.


"Tenang aja Mbak, uang Mas Abi gak akan habis walau kita gunain buat belanja di mall sepuasnya," jawab Aisyah tersenyum seraya membalikkan buku menu yang ia pegang.


"Kayak kamu suka belanja aja yank."


"Suka mas, cuma kalau gabut aja gak ngapa ngapain," jawab Aisyah dengan muka polosnya.


"Tapi sepertinya ide untuk menghabiskan uang Mas dengan belanja di mall ide yang baik. Kalian juga harus menyenangkan diri kalian. Jangan cuma kerja aja, mas gak larang kalian kerja tapi Mas gak mau istri istri Mas ini capek gara gara kerja. Lagian uang yang mas cari juga buat kalian bukan," ucap Abi yang dianggukan oleh keduanya.


"The real sultan, istri juga bisa lebih dari satu," batin pelayan itu. Tapi ia kagum dengan para istri yang bisa rukun seperti itu.


Hingga akhirnya karena mereka bingung juga dengan apa yang enak disini. Abi memutuskan untuk membeli semua menu yang ada di restoran ini. Yang membuat Aisyah dan Zahra kaget. Tapi tidak dengan pelayan ini, karena Abi bukan satu satunya orang yang memesan semua menu di restoran baru ini.


"Mas kalau gak habis gimana?" protes Aisyah yang tak suka dengan orang yang membuang buang makanan.


"Gak akan gak habis kok sayang. Kamu tenang aja," jawab Abi.


"Sebaiknya tadi kita hanya pesan berberapa porsi saja agar tidak seperti ini," ucap Zahra yang kini malah mengamati desain hotel mewah ini.


Zahra akui desain dan interior di restoran ini tak main main. Walau terlihat sederhana tapi sangat mewah.


"Uang Mas gak akan habis walau buat beli makanan disini," ujar Abi membalikkan ucapan sang istri tadi yang mengatakan uangnya tak akan habis walau digunakan untuk belanja semua barang di mal.

__ADS_1


"Dasar Mas Abi sombong."


Abi hanya tersenyum melihat wajah istri pertamanya yang sangat menggemaskan. Ingin sekali ia langsung mencium bibir merah ceri itu.


Tapi ia masih sadar jika di sini masih ada Zahra, kalau saja tidak ada pasti sudah membuat Abi langsung menyosor saja bibir istrinya itu walau banyak orang disini.


Tangan Abi menggenggam tangan Aisyah yang ada di bawah meja. Tak terlihat Zahra memang tapi Aisyah tak enak jika ada yang melihat tangan Abi dan Zahra bertaut.


Zahra tak terlalu melihat apa yang dilakukan Abi dan Aisyah. Karena ia sibuk dengan interior dan desain restoran kelas VIP ini.


Tak lama pesanan Abi yang banyak itu datang, Zahra dan Aisyah yang melihat itu terkejut pasalnya makanan yang ada disana banyak. Tak hanya 5 atau 6 hidangan saja tapi lebih dari 10 hidangan.


"Setengah pesanan Anda sedang dibuatkan Tuan dan Nyonya, mohon tunggu sebentar lagi. Silahkan menikmati hidangan yang sudah tersedia," ucap pelayan itu dengan sopan dan ramah.


Bagaimana tidak, jika hidangan yang ada di depannya ini bahkan lebih daripada gajinya 5 bulan. Pelayan itu tak habis pikir kenapa orang kaya bisa semudah ini membeli makanan yang sangat banyak dan mahal.


"Terima kasih, Mbak," ucap Aisyah dengan senyumnya.


"Sama sama Nyonya."


Mereka menikmati makanan yang sudah ada itu dengan tenang, hingga hidangan selanjutnya datang sekaligus dengan dessert sebagai makanan penutup.


Jujur Zahra belum pernah makan sampai seperti ini. Bahkan dulu saat masih pacaran bahkan menikah dengan almarhum suami pertamanya jika ke restoran tak sampai masuk ruang VIP. Dan makan sebanyak ini jujur ia belum pernah.


"Mas, Mbak. Aku ke toilet bentar ya," ucap Aisyah pada suami dan istri keduanya suaminya itu.


"Mau mas anterin sayang?" tanya Abi ya h sudah siap berdiri.


"Gak usah Mas, Aisyah bisa sendiri. Kalian lanjutkan aja makannya," jawab Aisyah pada suaminya.


Asiyah bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju toilet meninggalkan Abi dan Zahra disana.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2