
Ana yang akan keruangan adiknya dikagetkan dengan orang yang terus saja mengikutinya, tadi dirinya menyuruh Jack untuk pulang saja, dan menjaga rumah.
Namun dirinya sama sekali tak takut biarkan saja orang itu mengikutinya, dia tak akan pernah takut biarkan saja, ya biarkan saja.
Ana melihat belanjaannya dengan cepat Ana, hemm sepertinya akan seru bila ditimpuk mengubakan ini, ya pasti akan membuat orang itu kabur, Ana berlari kearah lorong lain, dan orang itu ikut berlari dan tak menemukan Ana, namun Ana bisa melihatnya, ya melihatnya dia yang sedang mencarinya.
Orang itu makin mendekat dan makin mendekat, dengan cepat Ana langsung menimpukan belanjaanya kearah kepala orang itu, bahkan beberapa apel bergelinding.
"Stop Ana stop sakit "
Saat mendengar suarannya Ana langsung memberhentikan pukulannya " kau Roger kenapa kau mengikutiku dan mau apa kau tiba-tiba saja melakukan itu, sungguh aku tidak menyangka ya kau menjadi seorang penguntit lihat orang-orang melihat kita seperti itu apakah kau tak malu "
Roger langsung menyatukan tangannya meminta maaf pada orang orang yang menjaga keluargannya karena telah menganggu tidurnya.
Roger segera menarik Ana lebih jauh, namun Ana dengan cepat melepaskan cekalan itu "lepaskan aku tak mau dipegang oleu mu, apa yang ingin kau bicarakan tak usah pegang pegang "
"Baiklah baiklah maafkan aku, sungguh aku minta maaf, aku ingin minta maaf tentang kejadian tadi sore, sungguh aku tak tau kalau kau sedang di peluk oleh Jack, Aku tidak tahu sungguh aku minta maaf nanti aku akan meminta maaf pada Jack juga, maafkan aku ya Ana jangan marah padaku aku tidak sengaja"
"Ya sudah kau hanya ingin minta maaf saja kan, sudah sekarang kau pergi aku ingin ke kamar adikku. Jadi kau tidak usah ikut. Kau pulang saja kasihan Sean di rumah sendirian apakah kau tega meninggalkannya begitu saja, ayah macam apa kau"
__ADS_1
"Sean sedang berkemah dengan teman-temannya, katanya kegiatan pramuka jadi dia tak ada di rumah, kau tidak usah khawatir Sean baik-baik saja dan dia tidak akan kenapa-napa disana banyak gurunya, banyak temannya aku juga sudah menelponnya dan dia baik-baik saja tidak kenapa-napa jadi ayo aku antar ke ruangan Inara takutnya kau takut dengan lorong-lorong seperti ini "
"Begitu ya kamu membebaskannya begitu saja, seharusnya kau ke sana mengeceknya mengecek keadaannya. Aku tidak perlu diantar olehmu. Aku berani aku bukan perempuan penakut seperti pacarmu, jadi lebih baik kau cari dulu saja pacarmu yang sekarang masih menghilang. Jangan ke sana kemari dong kalau apa apa tuh "
"Tidak karena dia sudah selingkuh maka aku melepaskannya tapi nanti jika dia ketemu aku akan menganggapnya sebagai keluarga, tapi tidak untuk menjadi pasangan. Ayo aku antar kau ini ya kenapa tak mau aku antar "
"Tidak mau karena aku tidak mau diantar oleh pacar orang lain dan nanti malah menambah masalah dan menjadi fitnah di luar, karena aku tidak mau terlibat dalam hubunganmu dan juga Puja yang sudah rumit ditambah lagi dengan aku yang tiba-tiba saja masuk bisa menjadi makin rumit kan aku tak sudi "
"Tenang saja setelah Puja ketemu aku akan langsung memutuskannya, kau tidak akan terlibat dengan pacar orang karena aku hari ini sudah memutuskannya sepihak, karena mau bagaimana lagi dia tidak ada di sini dan nanti setelah dia muncul maka aku akan mengatakannya langsung "
"Ahh entahlah aku tak suka dengan kata kata mu yang menganggap semuanya itu mudah, aku tak suka, pokoknya kau menganggap semuanya gampang "
Ana segera membuka pintu dan ada Abian dan juga Cio yang sedang mengobrol tanpa banyak bicara Ana langsung menyimpan buah buahan itu dan duduk disamping sang adik memegang tangannya.
Cio segera bergeser untuk memberi Roger tempat duduk, akhinya menjadi hening tak ada suara sedikit pun, sepi sekali seperti dikuburan, Cio dan Roger malah saling pandang dan Abian segera mencoba mencairkan suasana.
"Kenapa kok ini jadi tegang, jangan gini dong ayo ayo bicara dong kita ngobrol ngobrol jangan kayak gini ah gak seru ah, ayo ngobrol ngobrol. "
Masih saja hening tak ada yang bicara dan tak ada yang mau memulai akhirnya Abian diam juga.
__ADS_1
"Kalian boleh pulang biar aku yang menjaga adikku di sini sendiri, aku tidak butuh bantuan kalian jadi lebih baik kalian semua pergi dari sini ya .Aku tidak ingin diganggu dan tidak mau ada siapa-siapa di sini selain aku dan adikku saja silakan kalian pergi ini sudah malam, pintu keluar ada didepan kalian, "
Cio dan Roger segera keluar dari dalam ruangan dan Abian masih diam disana , menghampiri Ana yang masih memegang tangannya Inara.
"Aku akan di sini Ana menunggu Inara "
"Tidak kau tidak usah ada di sini biarkan aku saja yang menemani Nara, aku sudah tidak percaya denganmu kau sudah menghamili adikku dan kalian melakukan hal yang seharusnya tidak kalian lakukan sebelum menikah, aku kecewa dengan kau, aku sudah percaya padamu kalau kau bisa menjaga adikku dan tidak akan menodainya sedikitpun tapi kenyataannya apa kau malah melakukannya"
"Lebih baik kau pulang saja dan aku akan mempertimbangkan tentang pernikahan kalian berdua nantinya, aku menjadi ragu apakah nanti kau akan bisa menjaga adikku, sekarang saja kau bisa merusaknya lalu setelah menikah apa kabar" jelas Ana panjang lebar.
"Tolong jangan seperti ini Ana, aku akan bertanggung jawab mamih papih akan kerumah mu nanti, aku akan bertanggung jawab aku yang salah dan bukan Inara, aku yang salah tolong maafkan aku aku akan secepatnya menikahinya. Setelah dia sembuh aku akan menikahinya aku janji. Aku tidak akan berbohong tolong aku jangan seperti ini"
"Kau buktikan saja namun untuk sekarang-sekarang aku tidak akan menerimamu datang kemari, karena aku ingin menjaga jarak kalian berdua agar tidak terlalu dekat seperti dulu, aku salah telah menitipkan Inara padamu dulu, tapi aku juga harus berterima kasih kau telah menjaganya dengan baik tapi pada akhirnya kau malah menodainya "
"Baiklah Inara sembuh dan pulang ke rumah aku dan Mamiku akan ke sana beserta Papiku, tapi izinkan aku untuk selalu ada di sampingnya saat dia sedang begini tidak mungkin aku tidak ada di sampingnya "
"Satu kali sehari dan hanya 15 menit tidak lama dari itu mau atau tidak sama sekali"
"Baiklah aku ambil 15 menit itu, aku akan datang kemari hanya 15 menit untuk menemui calon istriku saja, aku berjanji tidak akan pernah mengecewa kamu lagi dan mengecewakan Inara lagi"
__ADS_1
Abian segera keluar meninggalkan ruangan itu dan Cio masih menunggunya disana.