Berbagi Suami

Berbagi Suami
Mencoba mengembangkannya


__ADS_3

Inara segera menghampiri Bian yang sedang membereskan pakaiannya ke dalam koper, dengan sungkan Inara segera menghampirinya dan mengambil kopernya yang terletak di dekat Bian.


" Tuan kita ke sana akan bersama siapa saja "


"Kita hanya bertiga bersama Cio, itu adalah Resort aku dan Cio dulu kami berdua membangunnya, cuman karena aku harus meneruskan sekolah, aku jadi meninggalkan semuanya dan Cio mengurusnya sendiri, tapi karena dia kewalahan akhirnya Resort itu ya seperti sekarang terbengkalai begitu saja dan aku beserta Cio sudah merencanakan kalau kita akan membangun Resort itu dari nol lagi. kami sudah membicarakannya, waktu kau pulang dari rumah sakit "


"Baiklah berarti aku tak usah membawa baju banyak kan tuan kita di sana hanya beberapa hari kan "


"Iya kita di sana hanya beberapa hari. Oh ya kau harus ingat jangan memanggilku tuan saat di hadapan Cio, dia juga harus tahu kalau kita ini pasangan ya meskipun pasangan bohongan, tapi dia juga jangan sampai tau, kalau kita hanya pura pura saja, dia teman Livia takutnya dia membocorkan tentang kita"


"Iya iya tuan tenang saja "


"Kau membawa apa saja di dalam koper mu itu "


"Yang pasti ini adalah barang-barang pribadi ku tuan, kau tak boleh tahu "


"Tapi aku sudah pernah mengetahuinya bagaimana dong. Oh ya kau harua bawa masker ini, aku mempunyai masker wajah yang bagus untuk mu agar kau tetap cantik. Apakah kau benar tidak ada yang terlewatkan kembali "ucap Bian sambil memasukkan masker itu ke dalam koper Inara dan juga bebek-bebekan karet, Inara yang melihat bebek itu mengerutkan keningnya.


"Tidak, barangku sudah segini tuan, aku harus membawa apa lagi "


"Tunggu akan aku ambilkan "


Biar segera berlari dan kembali lagi membawa sepatu yang pernah dirinya belikan untuk Inara, yang membuat ulah itu loh sepatu yang membuat Inara harus naik ke lantai 25 dengan menaiki tangga.


"Ini Kau melupakan sepatu yang aku beri. Kau harus membawanya tidak boleh membiarkan dia tidak dibawa ini ambilah"


Inara segera mengambilnya dan memasukkannya ke dalam koper lalu menutupnya . Semuanya sudah selesai dan Bian kembali duduk lagi dengan senyum manisnya saat Inara akan bangun tiba-tiba saja Bian juga bangun jadi wajah mereka bertabrakan.


"Apakah kau sengaja ingin mencium ku Nara"


"Tidak aku tidak sengaja kok kau bangun dan aku pun bangun, aku tidak sengaja kok "dengan wajah paniknya


"Kau ini lucu sekali, aku hanya bercanda cepat segera tidur besok kita akan berangkat pagi-pagi bersama Cio, kita akan diantar oleh supir ku, aku lelah menyetir dan aku juga tak mungkin menyuruh Cio menyetir " sambil mengacak-acak rambut Inara.


"Ist tuan ini, rambutku berantakan kan "


Inara segera pergi sambil menghentak hentakan kakinya, setelah pintu tertutup Inara tersenyum dan segera menarik selimbutnya.


***


Benar mereka bertiga satu mobil, Inara dan Bian dibelang sedangkan Cio dia didepan dengan pak supir.


Bian yang mengantuk malah tertidur, sedangkan Cio yang ingin memulai pembicaraannya dengan Inara segera mengeluarkan berkas resort.


Cio segera membalikan badannya dan melihat kearah Inara " lihatlah Inara, aku sudah menyusun kembali tentang Resort yang kita akan bangun lagi. Apakah kau ingin melihatnya "


Inara segera mengambilnya dan membuka satu persatu lembaran itu, sedangkan Bian yang mendengar Cio mengajak Inara berbicara segera bangun dan mengambil berkas itu.


"Kalian sudah mau berdiskusi kenapa gak bilang dan bangunkan aku "


"Kami hanya tak ingin mengganggumu Bian, Sepertinya kau sangat mengantuk, makannya aku memberikan dokumen ini pada Inara agar dia mempelajari semuanya "ucap Cio masih dengan melihat ke arah Inara.


"Bagaimana Inara " tanya Cio kembali.


"Ya Cio bagus kok, kamu menyusunya dengan sangat rapih "

__ADS_1


"Mereka ini berbicara seperti dunia milih berdua saja " gerutu Bian dalam hatinya.


"Stopp pak " teriak pak supir.


Pak supir segera mengerem sampai sampai orang kepala meteka akan terhantuk.


"Aku dan Inara akan turun disini, ada barangku yang ketinggalan " tanpa banyak Bicara lagi Bian keluar dan membuka pintu Inara dan menuntunya ke sisi jalan. Mobil pun melaju kembali.


Bian segera mengeluarkan ponselnya dan menelfon Jonathan "Hallo Jon kau dimana "


"Aku dikantor bos "


"Kau ambilah barang kesayanganku di apartemen,kunci seperti biasa aku simpan di tempat biasa oke, aku tunggu kau di sini. Aku akan memberikan lokasi aku sekarang berada di mana"


Setelah mengatakan itu dia segera mematikan ponselnya, lalu menggandeng tangan Inara lagi dan mengajaknya berteduh di bawah pohon.


"Barang apa sih tuan sampai ketinggalan. Apakah sepenting itu "


"Tentu itu sangat penting, aku tidak akan bisa tidur kalau tidak ada barang itu "


"Apa itu, coba katakan padaku, aku penasaran barang apa yang sampai membuat tuan tidak bisa tidur, kurasa selama di apartemen tuan tidak pernah memeluk ataupun memegang barang apapun saat tidur "


"Sudahlah kau jangan banyak bicara, nanti juga akan tahu sendiri "


Inara akhirnya diam, tak mau bertanya lagi pada Bian, mereka sudah menunggu 20 menit, 30 menit namun tidak datang datang juga Jon.


"Tuan sampai kapan kita akan berdiri seperti ini terus menerus. Apakah resort nya di sini"


" Kau sangat berisik, biar aku telepon dulu Jo "


Belum juga Bian menelpon Jon sudah datang dengan melajukan mobil yang sangat kencang dan untung saja tak menabrak Inara dan juga Bian. Jon segera keluar dan membawa sebuah bantal berbentuk Doraemon


"Kau lama sekali aku menunggu disini sudah 30 menit lamanya lebih malahan lebih "


" Maafkan aku bos "


"Hanya sebuah boneka "ucap Inara tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat.


Bian tanpa banyak bicara segera menggandeng Inara dan memasukkannya ke dalam mobil, lalu dirinya masuk dan menyetir mobil itu meninggalkan Jon sendirian di sana


"Heyy kalian kenapa meninggalkanku, lalu aku pulang bagaimana "teriak Jon


Inara yang melihat Jon ditinggal sendirian, lalu memukul tangan Bian " apakah kau sudah gila tuan meninggalkan Jon sendirian di sana. Di sana tidak ada satupun kendaraan bagaimana kalau Jon kenapa napa "


"Kenapa aku sangat peduli "


"Aku peduli karena kemanusian, ayo cepat tuan kembali lagi bawa Jon, kasian dia "


Tanpa banyak bicara lagi Biar segera memutar setirnya dan kembali ke arah Jon yang sedang duduk lesehan sambil melamun, entah apa yang dia lamunkan.


Saat melihat mobil Bian datang kembali, Jon segera berdiri dan melambaikan tangannya dengan senyum merekah karena ternyata bosnya tidak jahat.


"Bos aku disini bosss " teriak Jon


"Ya aku tau, masuklah cepat "

__ADS_1


Jon dengan senang hati segera masuk dan tersenyum senang pada Inara.


***


Mereka bertiga datang larut malam, tapi di depan resort ini sangat gelap. Dan tak ada satupun orang disini " kenapa tak ada yang menyambutku sama sekali " ucap Bian sambil menutup pintu mobilnya.


Inara dan Jon hanya melihat-lihat sekitar saja di sini banyak pohon besar dan sepertinya memang tidak terurus, tapi bangunan ini sangat mewah dan semuanya terbuat dari marmer pokoknya mewah sekali.


"Bian Inara loh ada Jon yah, ayo masuk sepertinya ada sesuatu yang aneh di dalam deh Bi "ucap Cio yang baru keluar dari dalam.


"Memangnya apa " tanya Bian


"Ayo sudah masuk dulu saja "


Dengan patuh mereka masuk, didalam sangat gelap sekali, banyak barang barang antik dan juga patung.


"Disebelah mana sih Cio " tanya Bian kembali.


"Ayo ikut saja "


Sedangkan Inara dia memegang jas Bian dengan erat, sedangkan Jon dia mengadeng tangan Bian yang sebelahnya.


"Lepaskan Jon kau ini seperti perempuan saja" marah Bian sambil menghempaskan tangan Jon


"Bos takut kayaknya tempat ini angker banget, kenapa sih enggak dijual aja "


"Enak aja kau Jon"


Mereka berempat sudah ada di hadapan sebuah meja yang terdapat sebuah ayam bakar utuh, apel dan juga jeruk. Di sana juga ada 2 buah lilin yang menyala namun tiba-tiba saja di hadapan mereka Ada sesosok hantu yang lewat begitu saja.


Mereka berempat tak bisa berkata apa-apa hanya bisa diam membeku, dan tiba tiba muncul angin dan membuat lilin itu padam dan saat mereka berbalik hantu itu sudah ada di belakang mereka.


"Akhhhh " mereka berempat kompak berteriak dan berlari begitu saja meninggalkan hantu itu.


Bian sama sekali tak melepaskan pegangannya pada Inara. Dia terus saja berlari sambil memegang Inara tiba-tiba Cio berhenti di sebuah ruangan dan mengambil kunci yang terdapat di bawah pot, lalu membukanya dan menyuruh mereka semua untuk masuk.


Namun tiba-tiba masalah muncul kembali, pintu itu tiba-tiba terkunci di Cio ya yang kaget segera mencoba membukanya namun sama sekali tidak bisa.


"Sepertinya ada yang ingin bermain main dengan kita " ucap Cio sambil mengusap ngusap dagunya.


"Sudahlah aku lelah, ayo Nara " Bian segera membawa Inara lebih masuk lagi kedalam dan duduk disebuah kursi Bian segera memberikan boneka doraemonnya pada Inara.


"Gunakan lah sebagai bantal "


"Tapi kau,"


"Sudah jangan banyak bicara gunakan saja "


Inara segera menurut dan tertidur dengan Bian juga yang sama sama tertidur, mengunakan tangannya sebagai bantalnya.


Sedangkan Jon dan juga Cio tidur diruangan lain, mereka sama tidur di kursi tak ada pilihan lain, karena memang mereka sudah sangat lelah sekali.


**


Sedangkan orang yang ada diluar ruangan mereka tersenyum dengan senang "beres semuanya, mereka sangat cupu takut dengan hantu, dan percaya saja. Apakah mereka adalah pemiliknya tapi yang mana ya, tampan semua "

__ADS_1


Orang itu segera pergi saat sudah melihatnya aman dan nanti pagi dirinya akan membuka kunci ruangan ini, biarkan mereka semua tertidur dahulu disini. Biar tau rasa tiba tiba saja datang, tak memberi kabar sama sekali.


Kan seharusnya bilang dulu kalau mau kesini, bukannya main datang datang saja. Huuh sungguh tak sopan mereka ini.


__ADS_2