
Sedangkan Inara sekarang sedang foto prewedding bersama kalian, karena sebentar lagi mereka akan akan menikah dan bersatu Tak akan ada yang bisa memisahkan mereka berdua.
"Bagaimana Bang apa sudah bagus fotonya "
" Udah Bos sudah bagus semuanya jadi gimana kapan mau dicetak nih"
"Sesuai jadwal aja Bang Ini udah beres kan foto-fotonya gak akan ada lagi foto susulan "
"Kalau udah beres semuanya nanti saya kabari ya bos, kalau mau ada yang diganti langsung telepon aja Bos saya siap kok "
"Siap kami permisi dulu ya "
"Baik bos hati hati dijalan "
Inara dan juga Abian keluar dari dalam studi dan masuk kedalam mobil.
" Sayang kenapa tidak di luar saja kita fotonya Kenapa harus di ruangan seperti ini dan memakai gambarnya saja "
"Bi udah mepet banget, kalau cari tempat harus pergi kesana kemarin. Kamu kan banyak kerjaan aku nggak mau bikin Kerjaan kamu makin menumpuk dan nanti saat kita nikah kamu sakit . Aku nggak mau itu terjadi jadi kita di foto di studio aja. Enggak apa-apa aku nggak masalah kalau untuk foto-foto di tempat lain kita kan bisa lakuin nanti setelah bulanan madu"
"Perhatian banget sih calon istri aku, iya deh aku percaya aku nurut sama kamu nanti kita foto-foto lagi ya, pas udah nikah, aduh aku udah gak sabar pengen bulan madu deh "
"Nikah aja belum kamu udah pengen bulan madu, kamu ini ada ada aja deh Bi kalau bicara "
" Ya udah kita bulan malam Jujur aja yuk Nanti nikahnya"
"Kamu jangan macam-macam ya. Aku nggak mau kamu tuh kalau bicara ya suka seenaknya aja"
"Maaaf sayang aku cuma bercanda, kamu lapar enggak kita makan dulu ya aku tahu kamu pasti lapar "
Belum juga Inara menjawab Abian sudah berhenti dan memarkirkan mobilnya didepan cafe dan membukakan pintu untuk Inara.
"Ayo sayang kita makan "
Inara hanya mengangguk saat mereka akan masuk mereka dihadang oleh Cio "ada apa Cio " tanya Abian.
" Apakah aku boleh berbicara dengan Inara sebentar saja. Aku tidak akan macam-macam , tapi aku hanya ingin berdua saja"
" Kenapa harus berdua kenapa aku tidak boleh mendengarnya apa yang ingin kalian bicarakan. Apa yang kau ingin bicarakan dengan calon istriku di sini saja di hadapanku kau berbicara dengannya"
__ADS_1
" Tolong sekali ini saja Abian dan sampai kapanpun aku tidak akan berbicara lagi pada Inara ini terakhir kalinya dan aku tidak akan mengajak Inara bicara lagi kalau bukan hal penting"
Abian menatap Inara dan menganggukkan kepalanya "baiklah jangan jauh jauh aku akan mengawasi disini "
Inara perlahan mengikuti Cio dan saling berhadapan dengan Cio " Jadi apa yang ingin kau bicarakan Cio sampai kau ingin berbicara hanya berdua denganku saja ku saja "
"Aku ingin bertanya satu hal padamu. Apakah kau yakin akan menikah dengan Abian. Apakah kau sudah yakin tidak ada lagi rasa ragu lagi pada Abian, kau tahu sendiri kan Abian itu bukan laki-laki yang cukup dengan satu perempuan saja. Apa kau yakin akan membina rumah tangga dengannya. Apakah kau tidak berpikir nantinya kau akan seperti dulu lagi seperti apa yang Adam lakukan, dia pun tak cukup dengan satu perempuan Awalnya dia baik padamu tapi akhirnya dia menghianatimu "
"Kenapa kau berkata seperti itu Cio. Bukannya kau adalah temannya Abian .Kenapa kau malah menjelek-jelekkan nya di depanku, Seharusnya kau dukung dia kenapa malah seperti ini Apa yang terjadi padamu kenapa"
"Ya makanya dari itu aku temannya Abian aku tahu dia, dia tidak cukup dengan satu perempuan saja dia akan cepat bosan sekarang mungkin dia akan hanya denganmu saja, tapi nanti Saat dia sudah merasa bosan denganmu dia akan pergi darimu sama seperti Adam. Apakah kamu mengerti aku memberitahumu supaya kau sadar dan jangan gegabah untuk melakukan sebuah pernikahan dengan sangat cepat seperti ini"
" Aku tidak menyangka Cio kau akan melakukan ini aku kira kau akan mendukung Abian tapi nyatanya kau malah seperti mengadu domba aku dan dia, Aku yakin dia akan menjadi suami yang baik aku yakin dia bisa berubah dan akan cukup satu perempuan saja. Karena aku tahu dia sangat mencintaiku aku tahu dia tak mungkin menyakitiku karena dia sudah tahu aku pernah disakiti jadi dia takkan mungkin melakukan itu. Cio Seharusnya kau mendukungnya kenapa malah seperti ini"
"Aku selalu mendukung dia apapun yang dia mau aku dukung, tapi untuk yang satu ini aku sulit mendukungnya, karena aku tahu tabiat Abian seperti apa aku tahu Abian yang sebenarnya kau dan dia baru kenal beberapa tahun bahkan belum sampai 2 tahun kan kalian kenal, sedangkan aku sudah bertahun-tahun mengenal dia jadi aku tahu watak dia yang sebenarnya. Aku hanya memberitahu saja , tidak untuk mengadu domba kalian berdua tidak ada aku tak terpikirkan sampai situ"
" Iya mungkin aku baru kenal Abian beberapa tahun tidak sepertimu bertahun-tahun, tapi aku yakin Abian tidak akan mengecewakan ku, Abian tidak akan membuat aku disakiti lagi, aku percaya padanya dan sampai kapanpun akan percaya pada Abian. Terima kasih kau sudah memberitahu aku semuanya memberitahu watak Abian yang sebenarnya dan juga mengingatkanku agar tidak disakiti lagi oleh laki-laki manapun aku sangat berterimakasih"
" Yah mungkin ini terakhir kalinya kita berbicara, Aku tidak akan ikut campur lagi urusan kalian berdua. Aku akan doakan semoga kalian bisa bahagia nantinya. Namun jika Abian menyakitimu Aku siap untuk menjadi sandarannya Aku siap Inara "
"Tak perlu menjadi sandaranku, carilah kebahagiaanmu carilah perempuan yang bisa membuatmu bahagia lebih dari diriku, aku masih mempunyai Ana yang bisa mendukungku dan menjadi sandaran ku, aku tidak mau kau malah berpaku dan menungguku untuk disakiti oleh Abian, jadi lebih baik kau carilah perempuan baik-baik yang bisa membuatmu bahagia dan kita bisa bahagia bersama"
"Selamat tinggal"
Inara kembali kepelukan Abian dan Cio hanya bisa mentapnya dari kejauhan dan pergi begitu saja.
Abian membantu Inara duduk dan tadi dia sudah memesankan makanan untuk calon istrinya ini.
"Apa yang Cio katakan padamu apa sebenarnya sampai dia tidak mau aku mendengarkannya"
"Aku tidak akan katakan aku tidak mau kau nanti nya malah bertengkar dengan Cio. Cukup aku saja yang tahu tentang masalah ini Ayo sekarang kita makan"
"Tidak aku tidak akan makan sebelum kau berbicara yang sebenarnya apa yang Cio katakan aku tidak akan bertengkar dengan dia. Ayo biar aku tahu dan aku memperbaiki diriku"
"Cio bilang Kau bukanlah laki-laki yang cukup satu perempuan dan dia bertanya padaku apakah aku tidak ada keraguan sedikitpun padamu, karena dia tahu watak mu yang sebenarnya kau akan cepat bosan denganku dan nantinya mencari yang lain dan akan menyakitiku seperti apa yang Adam lakukan padaku"
"Apakah benar Cio mengatakan seperti itu padamu, kenapa dia begitu "
"Entahlah aku pun tidak tahu itu yang dikatakan Cio kalau kau tidak akan sanggup bertahan denganku ,dengan 1 perempuan saja dan dia menyuruhku untuk mempertimbangkan kembali pernikahan kita. Takutnya nanti aku menyesal katanya dan akan berujung seperti dulu "
__ADS_1
"Lalu Apakah kau akan membatalkan pernikahan kita. Apakah kau percaya pada Cio dan akan melakukan itu"
"Entahlah aku binggung "
"Kenapa seperti itu apakah kau sekarang sudah tidak percaya lagi padaku, kau lihat aku dari dulu mengejarmu Bahkan aku hampiri tak mengejar perempuan selain dirimu bahkan Livia pun aku tolak mentah-mentah. Apakah kau akan mendengarkan apa kata Cio, aku disini berjuang Untukmu Aku disini mengejarmu Inara. Apakah kau begitu saja akan percaya pada Cio dengan ucapannya yang belum tentu terjadi aku ini sudah berubah aku berubah untuk diriku dan masa depanku dan juga untukmu. Apakah kau masih tidak percaya denganku"
Inara hanya tersenyum saja "Dengarkan aku, aku belum selesai berbicara udah nyerocos saja, aku sudah mengatakan pada Cio kalau aku sanggup hidup bersamamu, aku percaya kalau dirimu sudah berubah aku yakin kau akan cukup dengan satu perempuan saja, karena aku sudah lihat perjuanganmu yang sangat besar untukku. Mungkin dia melihat dari sisi masa lalumu tapi aku melihat dirimu yang sekarang , Aku tidak masalah dengan masa lalumu yang ganti ganti perempuan, yang aku itu yang sekarang aku mau kau menjadi dirimu yang sekarang itu saja"
" Syukurlah jika kau percaya padaku aku takut Kau malah percaya pada Ciio dan membatalkan pernikahan kita yang sudah aku damba dambakan dari dulu, Iya dulu aku memang tak bisa hidup tanpa satu perempuan, sekarang aku sudah bertekad dan berjanji pada diriku sendiri bahwa akan menjadi yang menjadi diriku yang baru sampai kapanpun aku tidak melakukan kesalahan yang pernah mantan suami mu lakukan "
"Iya iya aku percaya sekarang cepat makan sepertinya sudah dingin , kau dari tadi berbicara terus sudah kan aku sudah berkata jujur dan aku tidak akan pernah meninggalkan kau , kau juga jangan berbicara apa-apa pada Cio seolah-olah kau tidak tahu saja tentang masalah ini, aku tidak mau pertemanan kalian malah jadi hancur gara-gara aku .Aku tidak mau itu sampai terjadi aku tahu kalian sangat dekat sekali"
"Tidak apa apa makanannya dingin yang terpenting aku tak penasaran lagi dan takut kehilangan mu "
Inara mengangguk dan memakan makanannya bersama dengan Abian yang juga melahapnya sangat lahap sepertinya dia yang lapar bukan Inara deh.
**
"Cio Cio, gak biasanya kau datang lagi ke club katanya mau berhenti, tapi sekarang malah datang lagi ke sini ada masalah apa sih sampai Jalan satu-satunya lo ke sini, apa gara-gara perempuan itu yang lagi lo rebutin sama Abian"
"Iya itu lo tau, jadi gak usah gue jelasin lagi Alif "
" Udahlah lupain perempuan itu mungkin dia udah nyaman sama Abian, kalian kan berteman jangan gara-gara satu perempuan kalian malah jadi kaya gini, perempuan banyak di luar sana bukan perempuan itu aja apa sih istimewanya dia sampai harus diperebutin kaya gitu carilah yang lain banyak kok, lo gomong aja sama gue, gue cariin tinggal ngomong aja lo pengennya kayak gimana"
"Lo nggak tahu gimana dia Jadi lo gak tahu rasanya gimana, dia sangat istimewa dan gue nggak mau perempuan yang gimana gimana lagi. Gue cuma pengen dia cuman dia nggak ada yang lain Jadi loh nggak usah capek-capek cari perempuan buat gue karena gue nggak mau , cari aja buat diri lo sendiri Alif, lo aja belum nikah sampai sekarang kan "
"Lah kok jadi gue, gue mah nanti aja gampang lah gue lagi gak mau deket sama siapa-siapa, laki-laki itu gampang nggak kayak perempuan jadi santai aja lah, dulu aja lo nggak gini deh bahkan loh ganti-ganti terus perempuan dan bahagia aja nggak ada beban sedikitpun. Tapi sejak lo kenal Inara lo itu berubah drastis banget tau enggak sih 99% lo berubah"
"Gue juga pengen bahagia kali gue juga enggak mau main-main terus sama perempuan Alif, gue pengen punya istri gue pengen punya anak gue pengen punya sesuatu yang bikin semangat gue tuh naik dan hari-hari gue tuh lebih menyenangkan lagi bersama istri sah gue ,sama milik gue aja nggak dipakai sama orang lain mungkin dulu Gue emang iya brengsek laki-laki yang enggak cukup satu perempuan sama kayak Bian. Tapi semenjak gue ketemu sama dia rasanya dunia gue berubah aja gitu"
"Lo mau berumah tangga apakah akan tahan"
"Iya gue bakal tahan karena gue pengen berubah menjadi lebih baik ,ya kan mungkin lah Lif gue terus gini gini aja, jadi laki-laki enggak benar jadi laki-laki yang kurang ajar dan suka mainin hati perempuan , gue juga pengen berubah jadi baik kali enggak kayak gini terus ,gue enggak mau hancurin terus hati perempuan di luaran sana ,karena gue juga nanti akan punya anak dan gue nggak mau sampai anak gue nanti disakiti oleh laki-laki ,gue pengen berubah dan lo kenapa enggak dukung gue Lif, harusnya lo dukung gue dong, ini malah ungkit-ungkit Masa Lalu gue yang brengsek itu "
"Gue akan selalu dukung lo tenang aja cuman gue minta lo jangan ngerebutin satu cewek aja , banyak kok Perempuan kaya Inara cari aja , jangan buat persahabatan lo sama Abian hancur ingat itu gue cuman Ingatin aja ya, nanti misalnya perempuan itu dapat sama lo emang lo enggak kasihan sama Bian gitu, pikirin ya gue nggak bisa nasehatin banyak tapi gue cuman bisa ingetin aja supaya lo berpikir lagi kalau nanti tiba-tiba kepikiran pengen rebut calon istrinya Abian"
"Tenang gue nggak ada pikiran ke sana dan gue nggak akan mungkin rebut Inara dari Abian, karena gue udah memberikan salam perpisahan sama Inara dan gue juga udah membujuk dia tapi tidak bisa "
Cio segera meminum minumannya lagi langsung dari botolnya dan Alif membiarkannya saja.
__ADS_1