
Abian segera menghampiri Inara yang dari semalam hanya diam saja "kau kenapa sayang, apa yang sedang mengganggu fikiran mu "
"Apakah aku menghancurkan persahabatan kalian berdua, apakah hadir ku menghanghancurkan kalian "
" Kenapa kau berbicara seperti itu Inara Apa yang kau hancurkan aku dan Cii baik-baik saja kami tidak apa-apa. Tenang saja kau jangan merasa bersalah kami tidak akan apa-apa"
"Tapi apakah kau lihat bagaimana kemarin Cio mabuk dia menyuruh kau melepaskan ku, artinya semua ini gara-gara aku kan Bi, harusnya aku tuh nggak ada diantara kalian berdua harusnya aku tuh gak pernah ada"
" Kenapa kau berkata seperti itu Inara aku dan Abi baik-baik saja aku sudah Merelakanmu, aku sadar tidak baik memperebutkan satu orang perempuan dengan sahabat sendiri" tiba-tiba saja Cio keluar dari kamar dan sudah segar seperti semula lagi.
"Cio apakah kau sudah baik baik saja " tanya Abi yang khawatir.
"Aku baik baik saja Bi, terimasih kalian membantuku kemarin malam "
"Dan untuk Inara jangan merasa bersalah karena pernah ada dalam hidupku dan Abian. Kami senang ada kau dan aku sudah mengaku kalah bahwa hati tidak bisa dipaksakan kau mencintai Abian dan tidak mencintaiku, makannya aku tak akan mengejarmu lagi aku sudah tahu jawabannya darimu Waktu itu waktu kemarin, jadi tak perlu kau merasa bersalah kau tak salah berada dalam kehidupan kami, kalau kau tak ada Abian akan menikah dengan siapa, nanti dia jadi Bujang Lapuk dong "
"Cio kau kalau bicara ya tak bisa disaring "
"Hahaha maaf maaf aku hanya bercanda kenap sih jangan dibawa serius dong, Ya sudah aku pamit pulang dulu ya kalian pokoknya selalu bahagia Jangan lupa nanti undang aku saat kalian menikah"
" Pasti Kami akan mengundangmu, apakah kau kuat pulang sekarang Cio lebih baik kau di sini dulu saja kenapa buru baru pulang. Apakah ada sesuatu hal yang harus kau kerjakan sampai kau ingin cepat-cepat pulang"
"Tidak ada Abi aku hanya ingin memberikan kalian ruang untuk bersama, aku tidak mau mengganggu kalian aku pulang ya aku ingin istirahat kembali menyegarkan tubuhku dan berjalan-jalan ke luar"
"Baiklah hati hati Cio "
__ADS_1
Cio hanya mengangguk dan pergi keluar dari apartemen, mungkin dengan cara melepaskan dan merelakan hatinya akan menjadi tenang dan bahagia seperti semula, lebih baik mencintai dari pada akhirnya sakit hati seperti ini.
**
Puja yang jenuh keluar dari kamar dan yang pertama dirinya lihat adalah Ana, Roger dna juga Sean yang sedang main bola.
"Nereka seperti keluarga kecil saja bukannya Ana sudah berjanji tidak akan mendekati Roger lalu sekarang apa yang dilakukan bermain bersama Roger dan anaknya, apa dia ingin membuat dia seolah-olah menjadi Nyonya di rumah ini apakah yang dia bicarakan waktu kemarin itu hanyalah untuk membuatku tidak membencinya"
Puja yang kesal berjalan kearah taman dan akan menegur Ana, namun Sean tak sengaja menendang bolannya dan mengenai Puja.
Ana yang khawatir dengan keadaan Puja segera menghampirnya " Apakah kau baik-baik saja Puja Apakah ada yang sakit"
"Tak usah perhatian padaku, kau mengingkari janjimu katanya kau tidak akan merebut Roger dariku tapi sekarang apa kay malah bermain-main dengan dia dan bermain bola juga dengan anaknya apakah kau ingin menjadi seorang Nyonya disini apakah kau ingin merebut posisi ku "
"Aku sudah bilang kan dari kemarin aku tidak akan merebut Roger darimu aku hanya bermain-main dengan Sean, apa salahnya hanya bermain bola. Kalau kau ingin main ayo ikut tapi kan kau sedang sakit , aku disini bukan bermain untuk Roger tapi aku bermain untuk Sean mengerti itu "
"Tidak ada Roger kami hanya berbicara biasa saja, kau bawa lah pacarmu ini ke dalam kamar kasihan dia kalau lukannya terkena debu nanti malah lama sembuhnya. Sepertinya dia ingin main bersamamu bermain bola dengan anakmu pula, bawa dia ke kamarnya"
"Pergilah kekamar mu Puja "
"Antarkan dia ke kamarnya Roger, sedikit lah lebih perhatian lagi padanya. Mungkin dia butuh dirimu jangan kau seperti itu padannya"
"Baiklah "
Roger membawa Puja kedalam kamar dan mendudukannya ditempat tidur.
__ADS_1
"Roger apakah kau mencintai Ana "
"Kau ingin jawaban jujur dariku atau jawaban berbohong"
"Tentu aku ingin jawaban jujur mana ada yang mau dibohongi. Aku ingin jawaban yang sebenarnya "
"Baik aku akan berkata jujur tapi kau jangan marah padaku dan jangan marah juga pada Ana, dia tidak tahu apa-apa "
" Iya aku tidak akan marah pada dia dan aku sudah tahu jawabannya Kau pasti mencintai dia kan, kau mencintai Anakan, Apakah kau akan mengingkari janjimu padaku dan ayahku untuk menikahiku"
"Ternyata kau sudah tahu jawabannya kalau aku mencintai Ana hebat juga ya kau bisa menebaknya, tenang saja aku tidak akan ingkar tentang hal yang satu itu, namun aku tidak berjanji akan terus mencintaimu dan bisa melupakan Ana, mungkin kami baru bertemu tapi hatiku entah mengapa memilih dia, bukannya aku ingin melukai hatimu tapi aku ingin jujur padamu saja agar saat nanti kita menikah kau tidak merasa dibohongi oleh ku jika kau ingin mundur aku akan terima "
Air mata Puja tanpa diminta keluar, " Apakah secepat itu kau mencintai Ana dan melupakan aku. Apakah bisa secepat itu lalu dengan mudahnya kau berbicara aku untuk mundur enak sekali menjadi dirimu sudah memakai tubuhku dan kau dengan mudahnya berbicara seperti itu mencintai perempuan lain apakah kau sadar dengan apa yang kau katakan padaku"
"Aku pun tidak tahu aku tidak tahu hati ku bisa seperti ini, siapa yang tahu hati ku tiba-tiba saja bisamencintai Ana. Aku tidak berpikir ke sana, makanya aku menawarkan untukmu segera mundur dari pada kau nanti sakit hati, tenang saja aku akan memberikanmu kompensasi aku akan memberikan uang"
"Dasar kau gila hatiku tidak bisa dibeli dengan uang tidak semuanya bisa kau beli dengan uang, meskipun kau kaya semuanya takkan bisa dibeli"
"Lalu aku harus bagaimana"
"Lupakan Ana dan kembalilah pada ku tepati semua janjimu kepada Ayahku. Jika saja Ayahku tidak tertabrak oleh mu. Mungkin dia masih hidup dan aku tidak mungkin terjebak denganmu seperti ini"
"Kakak sedang apa " tanya Sean yang melihat Ana sedang mengintip dikamar Puja.
Ana yang kaget segera mundur dan membawa Sean dari sana, jangan sampai ketauan oleh Roger kalau dirinya sedang mengintip bisa mati nanti dirinya.
__ADS_1
Jadi benarkan Roger mencintai, tidak tidak dirinya harus segera pergi dari rumah ini.