
"Livia kamu baik baik aja kan "
Cio menutup pintunya dan berjongkok dihadapan Livia yang sedang makan "Cio kamu datang, kamu bisa kan tolong aku, bantu aku keluar dari sini, tolong bantu aku keluar dari sini cio, aku ingin keluar aku ingin hidup kembali seperti dulu. Tolong aku, aku janji tidak akan mengusik hidup Inara lagi atau Abian aku janji tolong"
"Aku tidak bisa tiba-tiba menolongmu mengeluarkannya dari sini, yang ada kita akan ketangkap kau tau sendiri kan anak buah Ana itu banyak sekali kau baik-baik saja kan di sini"
"Mana ada aku tidak akan hidup baik-baik di sini, kau lihat keadaanku sangat buruk. Aku ingin hidupku seperti semula lagi. Aku ingin kembali pada kehidupanku yang dulu aku ingin seperti semula lagi, aku ingin hidup seperti semula kembali, apa tidak bisa "
"Aku akan bicara pada Ana akan kubujuk Ana supaya melepaskanmu, kau tenang di sini ya aku akan coba tapi kalau tidak berhasil aku minta maaf. Aku hanya bisa menolongmu dengan membujuk Ana saja aku tidak bisa melepaskanmu yang ada Ana akan marah besar padaku aku tidak mau macam-macam dengannya tidak apa kan "
"Kau tidak akan berhasil dengan cara membujuk Ana, karena aku pun sudah pernah membujuknya namun dia tidak sama sekali melepaskan aku. itu semua akan sia-sia saja kau lepaskan saja ini dariku kau lepaskan, kau cari kunci itu di kamar Ana siapa tahu emang ada di sana, kau bisa kan kau temanku kan Cio. Apakah kau tidak kasihan melihatku seperti ini , aku tersiksa di sini aku ingin lepas. Aku ingin sepertimu yang bebas bisa kemana-mana, aku ingin bekerja kembali aku tidak mungkin seperti ini kau tahu sendiri kan hartaku sudah diambil oleh Adam dan aku harus mengambil hartaku kembali aku tidak mau seumur hidup di sini"
"Iya aku mengerti semuanya, tapi aku tidak bisa gegabah melepaskanmu begitu saja, kau tahu kan di luar sana banyak sekali orang yang menjaga rumah ini, kalau kau kabur denganku tetap saja kau akan ketahuan percuma tahu nggak sih, lebih baik aku akan berbicara dulu pada Ana, jika memang menurut Ana kau di lepaskan maka aku akan membantumu mengambil hartamu kembali dari Adam, tapi kalau Ana menolak aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi"
"Tapi tetep saja tak akan bisa, tolong lebih baik lepaskan saja aku "
__ADS_1
"Tidak bisa maafkan aku "
Cio langsung keluar dari dalam ruangan itu dan pergi menjauhi tempat itu, dia mendengar teriakan Livia, namun Cio tetap pergi meninggalkan Livia mencari Ana dan saat membuka ruangan kerja Ana, Ana ada disana sedang fokus melihat laptopnya.
"Kenapa kau masuk ke ruangan Livia tanpa berbicara padaku"
"Aku tidak sengaja masuk ke sana karena pintunya terbuka makanya aku masuk dan melihat keadaan Livia yang sangat memperingatikan. Kenapa kau menyiksanya seperti itu. Apakah kau tidak bisa melepaskannya. Ya maksudku dia sudah berjanji tidak akan mengganggu lagi Inara. Kenapa kau tidak melepaskannya saja lihatlah keadaannya"
"Aku tidak bisa melepaskan Livia begitu saja dan aku tidak percaya dengan kata-katanya dan kau juga jangan tiba-tiba percaya padanya, hanya karena keadaannya saja aku suka memberinya makan dan aku juga memberikannya pakaian apa lagi, aku baik tidak mengurung dia di tempat yang kecil aku baik memberikannya tempat tidur dan segalanya, lalu apa lagi yang dia butuhkan, dia juga enak kan di sini tidak kerja hanya makan tidur makan tidur, kau jangan percaya dengan tipu muslihatnya dia tidak akan pernah mungkin bisa melupakan Abian dan dia pasti akan merencanakan sesuatu lagi"
"Tetap saja kau menjaminnya namun tiba-tiba dia memuat ulah lagi kau pun pasti tidak akan bertanggung jawab, sudahlah aku tidak mau membahas tentang Livia, aku sudah putuskan aku akan tetap mengurungnya di sana. Jadi kau jangan banyak komentar tentang apa yang aku lakukan, kalau dia tidak melakukan kesalahan padaku aku tidak akan melakukan itu. Jadi terima saja akibatnya kau pulang Ini sudah malam tidak baik Kalau di rumah seorang perempuan malam-malam seperti ini"
Tanpa banyak bicara Cio langsung saja pergi dari rumah Ana. Sudahlah dirinya sudah pusing harus berbicara apa lagi pada Ana, lebih baik langsung lepaskan saja Liivia kasihan dia di dalam sana terkurung.
Dia itu manusia bukan hewan, dia juga ingin bebas seperti yang lain. Ana ini sungguh keterlaluan menghukum orang sampai harus seperti itu, apa lagi tangan Livia sepertinya tidak ada satu.
__ADS_1
Ana dasar ada-ada saja, dia ini tidak punya hati sekali padahal dia sama-sama perempuan, tapi dia tidak memikirkan itu, bagaimana kalau dirinya yang ada di posisi Livia pasti dia juga ingin dilepaskan.
Cio kembali keruangan itu dan dikunci pintu sudah dikunci kenapa begitu cepat, tadi baru saja dirinya masuk namun sekarang sudah dikunci lagi, padahal Ana tadi ada diruang kerjannya dan tidak menelfon siapa siapa.
Cio celingakh celinguk mencari siapa tau ada orang yang telah mengunci ruangan ini, namun tidak ada orang sama sekali.
"Kau mencari ini "
Cio berbalik dan ada Ana dibelakangnya " aku sudah bilang kan kau tidak akan bisa melepaskan Livia sampai kapanpun, dan kau juga tidak akan pernah bisa masuk lagi ke dalam ruangan itu, mungkin tadi memang terbuka namun sekarang tidak akan terbuka lagi dan tidak akan ada yang bisa masuk lagi ke dalam sana, kau tidak akan bisa melepaskan teman baikmu itu, lebih baik kau pulang aku sudah bilang kan dari tadi kau pulang, tapi kau masih ada di sini apakah kau ingin juga dikurang seperti itu ya atau kau ingin aku berbicara pada Nana agar kau tidak diterima oleh Nana dan aku bisa menjauhkanmu dari Nana"
"Kau begitu egois Ana, kau egois sampai-sampai membuat aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi, kau egois Ana, aku tak menyangka kau seegois ini"
"Ya sudah kau sudah tahu aku egois tapi kau tiba-tiba mau melepaskan Livia, apakah kau ingin nyawamu yang melayang apakah kau ingin kau yang mati Iya itu yang kau mau kau sudah tahu aku siapa jadi kau jangan macam-macam dengan ku "
Cio langsung saja pergi marah dan kesal pada Ana bergabung menjadi satu.
__ADS_1