
Dua minggu kemudia, Adam sudah sembuh dan malam ini akan diadakan ulang taun perusahannya yang mengharuskan semua datang kesana.
"Aku akan bersama Inara, kau tau dia masih istriku, bagaimana nanti kalau orang-orang tau aku selingkuh dengan mu "
"Kenapa kau menjadi takut, biarlah sebentar lagikan kalian bercerai kenapa menjadi takut "
"Nanti aku yang makin disalahkan, kau taukan Inara melaporkan ku juga"
"Ahh itu pasti cuman akal-akalannya saja untuk membuatmu tunduk padanya, sudah pokoknya kita datang berdua keacara ulang taun itu, titik pokoknya aku gak mau ada penolakan dari kamu " marah Shinta.
"Baiklah aku akan pergi bersama mu "
**
Sedangkan diruangan Bian dia sedang membujuk Inara untuk datang berdua dengannya keacara nanti malam.
"Bian kamu tau kan aku masih menjalani kasus perceraian aku bersama Adam, aku gak mau kamu nanti malah dipersalahkan "
"Dipersalahkan karena apa, aku kan dengan mu belum ada hubungan apa-apa "
"Iya aku tau, tapikan Adam pasti punya berbagai cara untuk menghancurkan aku nantinya, kita ketemu ditempat aja "
"Oke deh semua ini aku lakuin cuman buat kamu aja "
"Makasih Bian "
"Sama-sama , gih cepet pulang dandan yang cantik ya "
"Siap bos " sambil hormat pada Bian.
**
Inara sekarang sudah ada dirumah tepatnya ada didalam kamarnya, memilih milih pakaiannya, dan Iva yang jenuh segera turun untuk menemui Inara.
"Lagi apa kamu Nara "
"Aku lagi bingung nih Va, sekarangkan ulang taun perusahanaan dan aku harus dateng kesana "
"Apa disana ada Adam dan juga selingkuhannya "
"Tentu saja ada, kita kan satu kantor"
"Apakah boleh aku ikut "
"Boleh Va, ayo aku juga berangkat sendiri, "
"Beneran nih "
"Iya beneran masa sih aku bohong sama kamu"
"Yaudah deh aku ikut, ada sesuatu yang belum aku lakuin sama selingkuhan Adam, kamukan udah pernah marahin dia aku sekarang mau kasih dia pelajaran "
__ADS_1
"Kamu mau ngapain Va "
"Lihat saja, aku akan melakukan sesuatu yang pasti kamu sendiri tak akan menyangkannya "
"Tapi awas jangan aneh aneh Va"
"Tenang aja aku gak akan melakukan sesuatu yang merugikan kamu. Ayo sekarang aku bantu kamu bersiap dan memilih pakain yang cocok untuk kamu gunakan "
**
Malam tiba, acara sudah dimulai bahkan Bian sang tuang rumah serta mamih dan papihnya sudah ada disana.
Tinggal Inara saja yang belum datang, dari tadi Bian gelisah mencari Inara, takut takut dia tak datang.
Diluar Inara masih mematung melihat penampilannya ini "apakah aku tak terlalu sexy Va "
"Tentu tidak Nara ini bagus kamu sangat cocok sekali menggunakan pakaian ini, pokoknya aku suka banget dan yang lain juga pasti akan kagum dengan kamu apa lagi pakaian kamu ini pas sekali ditubuhmu"
"Baiklah jika menurutmu ini sudah bagus, ayo masuk " segera mereka berdua bergandengan untuk masuk dan pada saat mereka masuk semua mata tertuju pada Inara, melihat kemolekam serta kecantikan Inara laki-laki matanya langsung tebelalak kagum dan memujanya.
Mata keranjang mereka mulai keluar, bahkan Adam yang ada diujung sana menatap tak percaya Inara bisa secantik itu dan semenarik itu.
"Udah dong Dan jangan diliatin terus " marah Shinta sambil membalikan wajah Adam kearahnya..
Bian yang sedang gelisah langsung mengaga melihat menampilan Inara yang sungguh tak seperti biasanya.
Bian yang melihat semua karyawannya melihat pada Inara segera menghampiri Inara lalu berdiri dihadapan Inara dengan gagah "heyy kalian semua jangan berani-berani menatap Inara seperti anjing kelaparan apa kalian mau ku pecat "
"Ayo Nara kita kesana " ajak Bian.
Inara segera mengikuti Bian sambil mengandeng tangan Iva, untuk bertemu dengan kedua orang tua Bian.
Inara segera menyalimi keduanya dan Iva juga sama menyalimi keduanya namun mamihnya Bian sedikit jutek pada Iva.
Iva menerimannya dan hanya diam saja, memang dulu dirinya sangat salah sekali.
"Nara aku pamit dulu kesana ya "
"Kemana Va "
"Tuh mau ambil minuman sebentar ya "
"Iya hati hati ya Va "
Iva segera pergi melengos kearah minuman dan berjalan dengan perlahan kearah Adam.
Sedangkan Inara sekarang sedang berhadapan dengan Iriana yang juga ada disini.
"Loh loh, ini siapa Nara apa kakak mu wajah kalian sama sekali " tanya mamihnya Bian dengan heboh
Inara lalu tersenyum "bukan mih, ini Ana, pengacara yang akan membantu kasusku dengan Adam "
__ADS_1
"Iya tante saya Iriana Zhafira wijaya salam kenal tante"
"Saya mamihnya Bian, mertuanya Inara nanti sekaligus ibunya, oh kamu dari keluarga wijaya toh, mamih turut berduka atas meninggalnya orang tua kamu ya sayang "
"Iya makasih tante,apa boleh pinjam dulu Inaranya tante "
"Sialahkan monggo Ana "
Inara segera bergegas mengikuti Ana dan Bian terus saja mengawasi sekeliling takutnya nanti ada yang macam macam dengan Inara.
"Ada apa Ana " tanya Inara langsung
"Besok sidang perceraian mu kita berangkat kesana persiapkan dirimu ya "
"Baik Ana terimakasih banyak "
Ana tiba-tiba memeluk Inara dan mencabut sehelai rambut itu lalu segera mengenggamnya dengan erat.
Iva yang sekarang sudah ada didepan Adam dan juga Shinta segera menyiramkan air itu kewajah Shinta.
"What apa apaan ini " teriak Shinta yang memancing semua mata menatapnya.
Inara dan juga Ana segera melepaskan pelukannya dan pergi kearah keributan itu sama pula Bian dan kedua orang tuanya.
"Apa apaan ini Iva " ucap Adam sambil mendorong Iva cukup keras dan Inara dengan cepat segera menangkap Iva.
"Apakah kau tak apa Iva "
"Aku baik Nara "
Iva kembali maju lalu menampar Adam dengan sangat keras, beralih pada Shinta yang masih berdiri tegak, Iva segera menjambak rambut perempuan itu lalu mendorong wajah Shinta kedalam piring yang berisi pasta.
Shinta sudah menahannya namun tenaga ibu hamil itu sangat kuat. Iva berhasil membuat wajah penuh polesan itu terkena sambal yang full ke seluruh wajahnya.
"Rasakan ini rasakan dasar pelakor kau "
Adam segera memengang tangan Iva cukup keras dan membuat Iva kesakitan. Adan segera berdiri tegak di hadapan Shinta.
Inara yang sudah kesal segera maju menghampiri suaminya bertatapan langsung "apakah kau tak malu ha, sekarang kau lebih mementingkan perempuan itu dari pada istrimu yang sedang hamil. Kamu tadi bisa saja membuat bayi Iva kenapa napa "
"Heh wanita brengsek keluar kau, apakah kau tak malu berpacaran dengan suami beristri 2 " teriak Iva dengan marah.
"Dengarkan kalian Inara, Iva aku tak akan memilih kalian dan melepaskan Shinta, aku tak akan pernah memilih kalian "
"Baiklah kalau begitu " Inara segera melepaskan cincinnya lalu memberikannya pada Adam..
"Besok kau datang ke pengadilan "
Inara segera menarik Iva untuk segera pulang Adam hanya bisa diam membisu dengan semua keadaan yang baru saja dirinya terima..
Setelah sadar Adam segera mengejar Inara dan juga Iva meninggalkam Shinta sendirian.
__ADS_1
"Dasar pelakor "maki yang lain pada Shinta dan Shinta hanya bisa menundukan kepalanya lalu segera pergi meninggalkan ruangan ini.