Berbagi Suami

Berbagi Suami
Ada aja


__ADS_3

Siang ini Nara sudah siap akan pergi bersama calon suaminya untuk fitting pakaian, karena tadinya ingin bersama mamihnya Abian tapi dia tidak bisa karena sedang mengurus catering makanan dan juga tempat dan yang lainnya bersama Ana.


Jadi dirinya pergi dengan calon suaminya memang pernikahannya ini dipercepat karena ya situasinya yang sedang aman dan tidak mau menunda-nunda lagi pernikahan mereka berdua.


"Ayo sayang aku bantu masuk ya "


"Makasih"


Setelah Inara masuk Abian pun masuk dan tersenyum melihat kekasihnya yang tetap cantik meskipun tidak berdandan, ya cantik natural sangat cantik


" Bi kita fitting baju di mana sih sebenarnya"


"Di butik temennya Mami sayang, dekat kok dari rumah juga nggak jauh dari sini juga dekat sayang sebentar lagi kita nyampe kok"


"Baiklah Bi "


**


Sedangkan Ana yang sudah selesai menyiapkan tempat dan sekarang tinggal pergi ke tempat catering bersama maminya Abian, tiba-tiba saja saat mereka akan masuk mobil di hadang oleh Roger yang entah dari mana dia bisa datang dan menghadang mereka berdua.


" Ya ampun Ana kamu kok nggak ajak aku sih kamu ningalin ak, kemarin malam kan kita udah janjian kalau kita bakal pergi sama-sama dan urus pernikahan adik ipar , kamu kok gitu tinggalin aku, lihat tan saking malunya takut ketahuan sama tante jadi kayak gini"


"Apaan sih Roger bangun dari mimpi, ayo tan udah cepet masuk aja jangan hirauin dia"

__ADS_1


"Tapi Ana ini kan calon suami kamu masa ditinggalin gitu aja Kasihan dong"


"Nggak bukan Tan ayo masuk tan ayo ayo"


Ana segera membuka pintu untuk ibunya Abian dan saat dirinya akan masuk tiba-tiba Roger memegang tangannya, namun ana segera menghempaskannya dan menatap Roger dengan kesal.


"Jangan pernah berkata seperti itu lagi, aku tidak suka Roger, aku dan kau bukanlah sepasang kekasih ataupun kau calon suamiku karena itu tidak akan pernah terjadi. Jadi kau jangan macam-macam padaku"


Ana langsung pergi dan masuk ke dalam mobil sedangkan Roger dia hanya tersenyum saja dan masuk ke dalam mobilnya dan akan mengikuti Ana ke mana dia pergi, biarin saja dimarahin Ana yang terpenting dia sekarang sudah mengejar Ana mengejar cintanya.


"Kenapa Ana Rogernya didiemin kayak gitu kasihan loh dia, apa kalian lagi ada masalah "


"Tante dia itu cuman tetangga aku aja, jadi buat apa aku berantem dan kita juga nggak punya hubungan apa-apa sebenarnya cuman dianya aja kayak gitu terus. Ana sama sekali nggak punya hubungan sama Roger tan dia tuh nggak tahu lah terlalu pede dan bilang kalau Ana itu calon istrinya"


"Nggak deh tan, karena Ana juga nggak berminat untuk nikah. Jadi ya untuk apa terima dia juga kan dari pada dia sakit hati mending dia cari yang lain aja yang rmang mau berumah tangga dan ya begitulah Tan"


"Kenapa, kamu harus menikah Ana, biar kamu ada temennya "


"Nggak deh Tan, kan belum tentu kita menikah bisa bahagia Ana udah bahagia kayak gini jadi kayaknya itu bukan prioritas Ana "


"Tapi Ana emangnya ada apa, meskipun pernikahan itu belum tentu bisa membuat kita bahagia kita sebagai manusia harus menikah setidaknya nanti kamu saat tua punya teman punya yang mengurus tidak sendirian , emangnya ada masalah apa coba cerita sama tante, siapa tau tante bisa bantu kamu An "


"Gimana ya Tan Ana punya trauma dulu saat Ara hilang orang tua Ana tuh terlalu sibuk sama pekerja kan dan mencari keberadaan Ara ya kembaran Ana Inara, mereka tuh sering berantem nyalahin satu sama lain di depan Ana, bahkan daddy Ana juga suka kasar sama mom di depan Ana, jadi entahlah karena takut kalau suatu saat suami Ana pun akan seperti itu pada Ana dan juga rumah tangganya tuh akan seperti itu seperti orang tua Ana, tidak pernah ada kebahagiaan sama sekali bahkan Ana sebagai anaknya tidak pernah bahagia tinggal disana bersama mereka "

__ADS_1


"Maaf Tante bukannya mau membuka luka lama kamu ya sayang. Jangan nangis ya tante minta maaf" sambil memeluk ana


" Enggak kok Tan nggak apa-apa aku baik-baik aja kok, itu juga udah jadi masa lalu aku. Masa lalu itu nggak bisa aku lupain sampai kapanpun dan ya karena itu luka terdalam buat aku tan "


Ibu Abian makin mempererat pelukannya pada Ana, sungguh dia merasa kasihan dengan keadaan Ana yang seperti ini kalau tahu seperti ini dirinya tidak akan bertanya yang aneh-aneh sampai-sampai Ana malah jadi menangis.


Sedangkan Jack yang menyetir dia hanya ya mendengarkan -nya saja karena dia tahu bagaimana Nona nya dulu saat masih kecil.


Karena mereka tumbuh sama-sama, dan dirinya juga menjadi saksi bisu di antara pertengkaran-pertengkaran kedua orang tua Ana, seringkali nonanya ini pergi ke kamarnya dan menangis di sana menceritakan semua kesakitanmu padanya.


**


Inara dan Abian sudah sampai di butik mereka segera turun Dan disambut oleh pemiliknya"oh ini ya calonnya Abian , ya ampun cantik banget ya udah tante udah siapin beberapa pakaian kamu coba ya sekarang katanya kalian mau cepet-cepet nikah kan makannya fitting bajunya buru-buru banget sampai nggak mau jahit dulu kan pengen langsung aja yang jadi, dan nanti dipasin sama tubuhnya calon istri Abian. Ya udah sekarang coba ya maaf tante buru-buru juga langsung fitting aja biar cepet kan biar nanti kita langsung kecilin pakaiannya kalau kebesaran ya cantik "


Inara hanya tersenyum dan mengangguk saja, masuk ke dalam ruang pakaian ganti dan mencoba salah satu gaun saat dirinya keluar calon suaminya sedang dibantu memakai jas oleh seorang perempuan.


Abian yang sedang dipasangkan dasi sedikit melongok dan langsung maju ke arah calon istrinya"kamu cantik sayang pakai yang ini mau ambil yang ini, tapi tunggu ini terlalu seksi di depannya"


" Tan ada yang lebih ketutup nggak sih ini depannya, dadanya gitu nggak terlalu terbuka kayak gini"


"Ada ada ini coba yang ini Sayang coba yang ini ya ayo kita ganti sama tante dibantuin"


Inara kembali masuk dan mengganti pakaiannya kembali dengan gaun pengantin yang baru, setelah selesai Inara segera keluar dan melihat pemandangan calon suaminya sedang dirayu oleh perempuan tadi, Inara yang kesal segera menghampiri kedua orang itu.

__ADS_1


__ADS_2