Berbagi Suami

Berbagi Suami
Semoga saja tak tau


__ADS_3

"Bagaimana apakah kau bertemu dengan Ana. Apakah kau bertemu dengan dia"


"Maafkan kami Bos kami tidak menemukan nona Ana di manapun dia menghilang begitu saja, dia tak ada di mana-mana Bos kami sudah mengelilingi semua kota bahkan ke kota-kota lain, tapi tak menemukan sedikit pun jejak Nona Ana malahan kami sudah membagikan fotonya pada setiap orang dan memberikan imbalan pada siapapun yang menemukan nona Ana "


"Apakah sesudah itu menemukan satu orang saja apakah sangat sulit menemukan Ana "


"Kami sudah mencarinya kemana-mana tuan, tapi tidak ketemu sama sekali, nona Ana seperti tertelan oleh bumi dia menghilang begitu saja. Bahkan kami sudah mengecek lengkap di internet biodata Nona Ana, tapi tidak ketemu data-data pribadinya sama sekali tidak ada "


" Benarkah aku waktu dulu mengecek namanya masih ada kenapa tiba-tiba tidak ada apa kalian benar mengecek nama Iriana mengecek Nama lengkapnya pula "


"Tentu saya mengeceknya dengan lengkap Tuan, tapi tidak ketemu coba Tuan, coba cek ruan, bukan saja lancang menyuruh tuang tapi biar tuan lebih percaya saja karena memang tidak ada"


Roger segera mengeluarkan ponselnya dan mengecek data Ana dan benar tidak ada "sialan aku kecolongan oleh Ana"


Roger segera masuk dan akan mengabari anaknya namun sudah dicari kekamarnya tak ada "Sean Sean kau dimana "


Namun tak ada , dimana anaknya, Roger terus saja mencari keberadaan sang Anak dan dia melihat ada darah dilantai, Roger terus saja mengikutinya ternyata Sean, dia sedang berjalan sambil memegang kepalannya.


"Sean " teriak Roger berlari dan membawa anaknya kedalam mobil.


"Ayo cepat bawa aku kerumah sakit "


Supir pribadi Roger segera mengangguk dan segera menjalankannya mobilnya.


"Apa yang terjadi kenapa kau sampai jatuh, kenapa dengan mu Sean kenapa "


"Ayah Kepalaku sangat sakit sakit sekali sampai-sampai aku tidak bisa menahan rasa sakit ini, aku sudah tidak kuat Ayah aku tadi mencari Ayah namun tak ada, aku bahkan berteriak namun tidak ada yang menghampiriku makanya aku mencoba untuk berdiri dan mencari Ayah, kepalaku sakit sekali Ayah tolong aku Ayah tolong"


"Iya sayang iya sayang tunggu sebentar ya kita akan sampai, kita akan sampai kerumah sakit, tahan sebentar lagi ya, tunggu kita akan sampai "


Sean hanya mengangguk saja dan badannya semakin lemas, sangat lemas, bahkan untuk sekedar berbicara saja sangat susah dan rasannya ingin sekali memejamkan kedua bola matanya.


**

__ADS_1


Puja yang mendengar suara keributan dia segera keluar dari kamar dan melihat ke sekitar ternyata di sana banyak anak buah Roger yang sedang membersihkan darah dari Sean "ada apa ini apa yang terjadi jenapa banyak darah" ucap Puja seperti tidak tahu apa-apa


"Tuan kecil sepertinya terjatuh nona dan dia sedang dilarikan ke rumah sakit sekarang oleh tuan Roger "


"Apa kenapa bisa "


"Kami juga tidak tahu Nona, tiba-tiba saja Tuan kecil sudah berdarah-darah Mungkin saja dia tergelincir Nona "


"Antar aku kerumah sakit ayo antar aku "


"Baiklah Nona ayo "


Puja segera masuk kedalam mobil dan diam dengan gelisah, semoga saja dia kehabisan darah dan mati, aku berdoa pada mu tuhan kabulkan semua doaku, semoga saja anak itu mati dan tak membuat aku beserta Roger berpisah.


**


Ana dari tadi hanya melamun saja sampai gelas yang dia pegang terjatuh begitu saja, Ana sadar dan segera mengambil gelas gelas pecah itu namun malah tertusuk tangannya.


"Aww ada apa ini "


"Entahlah aku pun tidak tahu Ara, aku tiba-tiba saja Ingat kepada Sean pada anak kecil itu , aku merasa khawatir aku merasa ada sesuatu yang terjadi pada Sean apakah seharusnya aku tidak meninggalkannya. Apakah aku harus kembali lagi ke sana "


"Lalu apakah kau akan meninggalkanku lagi Ana, akan pergi lagi ke sana mungkin saja itu hanya pikiranmu saja pasti dia baik-baik saja kan dia masih ada ayahnya dan juga pacar ayahnya "


"Tidak aku tidak akan meninggalkanmu lagi Ara, aku hanya khawatir saja pada dia entah kenapa aku sangat menyayanginya meskipun dia bukan anakku , tapi aku sangat sayang sama dia. Rasa Rasanya ada yang terjadi dengan anak itu, karena aku tahu ayahnya lebih sibuk dengan pacarnya dibandingkan dengan anaknya sendiri, aku hanya khawatir saja Ara dan aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi sampai kapanpun"


Inara yang kasian dengan kakaknya, ingin menawarkan sesuatu yang mungkin saja bisa membuat kakaknya senang kembali "apakah kau ingin aku antar kesana hanya melihat keadaannya saja dari luar bagaimana apakah kau mau "


"Benarkah apakah kau mau menemaniku "


"Tentu aku akan menemanimu, dan ya kau juga seharusnya berpamitan dengan benar jangan tiba tiba saja kau begitu, kasian anak itu, jika ayahnya memang mencintaimu biarkan saja, tapi kau harus ingat ada anak kecil yang mencintaimu dan menunggumu disana, apakah kau mau dia membencimu "


"Benar seharusnya aku berpamitan dengan benar, ayo kita kesana, ayo kita pulang lagi kesana hatiku merasa tak tenang Ara, aku sangat khawatir dengannya "

__ADS_1


"Baiklah ayo Ana, aku akan mengantar mu, tapi harus bersama Jack agar dia yang menyetir aku tak mau kau yang melakukannya aku tak mau kau sampai tak fokus "


"Baiklah Ara ayo kita pergi "


Dengan semangat mereka berdua segera pergi dan berpegangan tangan, menuju mobil dan mengajak Jack juga. Inara sampai lupa mengabari pacar tersayangnya.


***


Puja sudah sampai dan langsung berlari kearah repsepsionis, dan saat sudah mendapatkan kamarnya Puja langsung saja berlari lagi dan masuk kedalam kamar.


Dan tak ada Roger hanya, Sean hanya sendiri dia sudah bangun dan melihat Puja.


"Aku kira kau anak kecil sudah mati. Ternyata kau masih hidup apakah kau sudah berbicara pada ayahmu, kalau saja kau berbicara pada ayahmu aku tidak akan segan-segan membunuh Kakak tersayang mu itu bagaimana"


"Tidak aku tidak berbicara apa-apa pada ayah jangan kau lukai kakak, aku tidak mau kakak kenapa-napa jangan lakikan apa-apa, jangan sentuh kakak aku mohon tante Puja aku tak akan memberitahu ayah, aku tak akan memberi tahunya "


"Baiklah bagus kalau kau tidak akan berbicara pada ayahmu kalau saja Ayah mu sampai marah padaku dan mengusir aku dari rumah. Jangan harap kakak mu itu masih hidup aku akan membunuhnya di hadapanmu, aku tidak main-main aku akan melakukannya agar kau menderita tanp ada kakak kesayangan mu itu"


" Iya iya aku tidak akan bicara aku tidak akan bicara pada ayah aku akan diam tante jangan apa-apa kan kakak ya, Aku akan tutup mulu. Tenang saja Tante Jangan takut tante tidak akan diusir dari rumah asalkan tante tidak mengganggu kakak"


" Baiklah tenang saja itu aman kau hanya perlu diam "


"Puja kau kesini " tanya Roger yang baru datang membereskan administrasinya.


"Iya aku di sini kenapa kau tak memberitahuku kalau Sean kecelakaan. Kenapa kau tidak memberitahu aku ini sebenarnya apa aku ini calon istrimu kan "


" Maafkan aku, aku tadi sangat buru-buru sekali dan takut terjadi apa-apa dengan Sean makanya aku tidak memberitahumu , kau masih calon istriku tenang saja aku tidak membuang mu kok "


"Ya aku tau, aku mengerti, baiklah kalau seperti itu, aku tenang mendengarnya "


"Baguslah, kalau kau masih sakit pulang saja "


"Tidak akan aku disini tak akan kemana mana "

__ADS_1


Puja segera duduk dan menatap Sean, takut takut anak itu akan bicara, bodoh sekali anak itu mana mungkin dirinya membunuh perempuan gila itu, yang ada dirinya terlebih dahulu yang terbunuh.


__ADS_2