Berbagi Suami

Berbagi Suami
Menyebalkan sekali ya ternyata


__ADS_3

Ana melemparkan sebuah koran kearah Livia, Ana melihat semua barangnya sudah pada tempatnya.


"Bagaimana kau masih tak percaya padaku, aku sudah bilangkan kalau perusahaan mu dan juga rumah mu diambil alih oleh Adam, dan aku baru tahu, kalian sudah menikah ya kalau memang kalau sudah manikah kenapa kau mengincar terus pacar adik ku, sudah punya suami, suami yang mungkin akan setia atau akan seperti adikku dimadu"


Livia mengelengkan kepalanya " tidak tidak aku sama sekali tidak pernah menikah dengan dia, aku tidak pernah menikah dengan laki-laki lain mana mungkin aku menghianati Abian, tidak aku sama sekali tidak menikah dengan dia, tidak aku tidak menikah dengan siapa-siapa ini pasti kau kan yang membuatnya"


"Untuk apa aku membuatnya tidak ada gunanya capek-capek buat kayak gitu buat bohongin kamu aja gitu, emang faktanya kalau Adam sudah mengaku kalau kalian sudah menikah jadi aku sudah tahu sekarang kau selingkuh ya dari suamimu tercinta, ya ampun aku tak menyangka kau bisa menikah dengan laki-laki brengsek itu bagaimana rasanya menikah dengan dia"


"Tidak aku sama sekali tak menikah dengan dia Ana, diam kau jangan bicara terus jangan bicara "


"Tapi aku punya mulut aku mau bicara gimana dong bebas dong ini rumahku, bukan rumah mu jadi aku bebas mau berbicara atau pun tidak, hebat sekali ya kau ingin merebut pacar orang tapi kau sudah bersuami. Apakah kau tak malu dengan publik. Kau menusuk adikku hanya karena laki-laki dan ternyata kau sudah punya suami ya ampun citramu sebagai anak konglomerat itu hancur malu tidak sih"


"Diam Ana aku bilang diam, kau jangan bicara terus aku tak suka kau bicara terus aku tak suka diam, aku sama sekali tak menikah dengan Adam. Aku sama sekali tidak menikah dengan laki-laki itu mana mungkin aku menikah dengannya, aku akan terus setia pada Abian. Aku tidak akan mungkin menghianatinya jadi kau diam jangan membuatku panas"


"Kau akan setia pada Bian sedangkan Abian akan menikah dengan adik ku, ya ampun kau kasihan sekali berjuang sendirian, apa lagi kau perempuan kasihan sekali biasanya kan yang berjuang itu laki-laki ya biasanya sih tapi sekarang aku baru lihat perempuan yang berjuang, harusnya berjuang itu sama-sama kayak adik aku sama Abian. Bukannya kayak kamu sendirian. Kasihan banget sih mendingan udah balik aja sama suami kamu yang setia banget tuh"


"Diam Ana aku bilang diam, kamu jangan banyak bicara aku tak suka keluar kau Ana, keluar kau jangan ada disini "


"Baiklah istrinya Adam aku akan keluar bay bay "


Ana langsung keluar dan menguncinya kembali, sedangkan Livia dia makin menangis melihat berita itu, dia menyobek nyobek koran itu dan menghamburkannya.


"Sialan Adam kau malah menghianatiku kau malah membuat namaku jelek. Awas saja saat aku sudah bisa kabur di sini akan aku habisi kau berani-beraninya melakukan ini padaku, awas saja aku tidak akan main-main Adam aku akan menghabisimu aku akan menghabisimu" teriak Livia sambil memukul mukul lantai.


**


"Nona ada apa didalam kenapa dia sangat histeris "


"Biasalah Adam melakukan permainannya dan membuatnya rugi, kasian sekali ya "


"Hebat juga Adam bisa melakukan permainan ini nona, dia menipu semua orang dengan mengatakan kalau dia sudah menikah dengan Livia "


"Ini bagus aku tak perlu cape cape membuatnya makin tertekan karena Adam sudah membuatnya tertekan, biarkan saja "


"Iya nona jadi mengurangi kerjaan kita, "


"Iya, kau masih ingatkan kata-kata aku Roger jangan dibiarkan terlalu seenaknya masuk rumah ini, dia sudah terlalu dalam mengetahui tentang apa yang aku lakukan jika dia ingin masuk ke rumah ini harus aku yang keluar dulu ke rumah dan aku emang mengizinkannya, kau jangan pernah mengizinkan dia masuk aku tak suka "


"Siap nona aku juga sudah memberitahu anak buah yang lain dan penjaga jaga depan juga "


"Baguslah ayo kita kerumah sakit, aku ingin melihat keadaan adik ku "


"Baik mari nona "


Ana segera berjalan terlebih dahulu di ikuti oleh Jack.


**

__ADS_1


"Ayo Nana kita pulang, kau betah sekali di sini cepat ayo kita pulang l, masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan. Jangan seperti ini enak-enakan diem gak kerja gak melakukan apa apa, ago cepat "


Nana yang sedang mengobrol segera mengalihkan pandangannya dan berdiri " enak sekali apa kalau bicara saya kan dibawa sama bapak ke sini, suruh ikut bapak lalu setelah saya ikut dan saya suruh di sini temanan Nara. Bapak malah marah-marah sama saya bilang kalau saya gak kerja, kalau gini saya gak usah ikut aja deh dari tadi, malah nyalahin saya bapak ini gimana sih mau saya kasih jurus baru"


"Ini rumah sakit ini rumah sakit jangan jadi preman jangan jadi preman, nanti ya jadi premannya ayo kita pulang kamu harus membereskan semua pekerjaan kamu yang numpuk itu, ayo pulang pulang pulang , kamu ini ngerumpi aja kerjaannya cepet cepet "


"Kalau bukan bos udah di pitesin kepalanya "


"Saya bukan ayam ayo pulang "


"Yaudah Nara aku pulang ya, biasa punya bos rempong kayak ginilah nanti aku main lagi, kita ngobrol ngobrol ya , nanti aku akan datang sendiri gak akan sama om om rempong kayak dia, dadah "


Nana langsung berjalan kearah Cio dan menuntunya "ayo pulang pak berisik banget sih, kalau memang gak niat aja saya gak usah ngajak, saya gak mau tau kerjaan harus bapak bantuin "


Setelah yakin mereka keluar dengan dumalan Nana, Abian segera mendekati sang kekasih.


"Mereka kayak Tom and Jerry ya, parah banget tuh ada-ada aja, kayaknya Cio cocok deh sama Nana ya sayang, jadi kalau Cio nyeleweng bisa langsung di pukul sama Nana "


"Iya bener Bi emang cocok banget tapi Nana? udah nolak dari sekarang, kalau dia gak mau sama Cio katanya Cio terlalu Playboy jadi dia gak mau deh "


"Bener juga sih, tapi Cio jamin gak akan bisa selingkuh kalau sama Nana, yang ada kalau dia selingkuh Cio nyawannya hilang dan gak akan ada didunia ini, lagi jamin deh "


"Iya Bi, kamu tadi habis dimana sama Cio "


"Cuman minum kopi aja sayang, udah itu aja "


"Gak sekalian makan sayang "


Abian segera duduk dan memegang tangan Inara, mereka saling tatap namun tiba tiba.


"Lepasin tangan adik gue "


Abian langsung bangkit dan melihat ada Ana " ngagetin aja Ana tenang aja gue gak akan ngelakuin apa-apa kok sama Nara "


"Tetep aja gue harus waspada "


Abi segera mundur dan Ana segera duduk dia melihat figura yang ada gambar anak kecilnya, Ana yang tak mau sang adik malah mengigat lagi anak kecil dalam mimpinya langsung menyimpannya kembali.


Karena dirinya yakin itu adalah gambar anak kecil yang selalu ada dalam mimpi sang adik. "gimana udah baikan belum "


"Udah Ana, kapan aku pulang "


"Nanti aku akan berbicara pada dokter kau tenang saja ya "


"Bagaimana apa Livia sudah ketemu"


"Belum dia masih menjadi buronan sudah kau tidak usah memikirkan perempuan itu, dia tidak akan pernah macam-macam lagi padamu kau hanya perlu memikirkan kesehatanmu sudah aku bilang kan uangan memikirkan dia, dia urusanku dan polisi"

__ADS_1


Inara hanya mengangguk saja dan diam, tak ada pembicaraan lagi diantara mereka hening saja.


**


"Aku ingin langsung pulang saja pak, aku akan mengerjakan pekerjaanku di rumah saja, aku tidak mau mengerjakannya di kantor nanti kalau apa-apa tidak akan ada yang menolongku, aku pasti akan sampai malam, jadi aku tak mau pak "


"Kenapa, kan ada aku "


"Tidak mau, nanti aku malah dimacem macemin kayak kemarin aku gak mau dan gak akan mau sama bapak lagi berdua"


"Ini kita lagi berduakan gimana dong "


"Gak akan karena ini didalam mobil, jadi gak akan kenapa napa ya, aku bisa nendang bapak dan bisa cekik bapak "


"Serem banget main cekik cekik. Jangan galak-galak loh nanti susah dapat jodohnya, biasa-biasa aja netral harusnya tuh perempuan tuh lembut, lemah lembut baik hati dan gak kasar kayak gini, gak apa-apa main pukul main pukul gak boleh kayak gitu no no no no"


"Kalau gak kayak gitu makin banyak laki-laki yang kayak Bapak yang lecehin perempuan, kita tuh sebagai perempuan tuh harus bisa ngelawan dan gak boleh lembut-lembut amat harus kayak laki sedikit dong, kalau ada laki-laki yang kurang ajar toel sedikit atau cium sedikit tonjok hajar kalau perlu sampai ke rumah sakit Pak. Itu adalah pepatah nona Ana seperti itulah pepatahnya"


"Iya tahu deh tahu deh yang didikannya Ana, pasti kayak gini pasti Barbar semua dan gak akan ada yang kalem kayak adiknya, lemah lembut dan penyayang gak akan ada kalau di didik sama Ana yang ada tuh kayak laki sukanya berantem sukanya sana sini tonjok sana sini gores"


"Yaudah kalau udah tau gak usah bicara pak, berisik tau gak sih pak kalau bapak bicara terus saja lagi mikir nih "


"Mikir apa sih "


"Mikir gimana punya pacar "


"Sama saya aja yah gimana "


"Gak saya mundur saya akan mundur dengan secepatnya jika Bapak menawarkan saya menjadi pacar Bapak, saya mundur saya gak kuat saya angkat tangan Pak"


"Emangnya acara uji nyali angkat tangan, emangnya saya hantu "


"Itu bapak nyadar sendiri kalau Bapak emang hantu"


Cio menghembuskan nafasnya dan mengambil nafas sebanyak banyaknya "kenapa pak sesak nafas "


"Iya saya sesak nafas satu mobil sama kamu "


"Hah emangnya saya apa "


"Sumo "


"Badan saya kecil loh "


"Diam "


"Is apaan sih dia yang dari tadi ngomong terus dasar orang aneh harus dimusnahkan "

__ADS_1


"Nana "


"Apa pak "


__ADS_2