Berbagi Suami

Berbagi Suami
Kepergian Zahra


__ADS_3

Happy reading


Setelah Abi selesai mengazankan putrinya, Abi langsung melihat dokter yang masih menangani Zahra dengan seriusnya.


Abi memberikan bayinya pada suster dan menunggu Zahra di luar kamar, tak lama dokter selesai melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.


Bukan raut bahagia di wajah sang dokter melainkan kesedihan. Saat dokter itu keluar dari ruangan bersalin itu, Abi langsung menanyakan bagaimana keadaan Zahra.


"Bagiamana keadaan istri saya dok?" tanya Abi pada sang dokter.


"Maaf Tuan Abi. Istri Anda tak bisa kami selamatkan, karena pendarahan dan penyakit kangker yang selama ini beliau derita tak bisa lagi dilakukan operasi," jawab dokter itu yang membuat Abi terdiam. Kenapa bisa Zahra menyembunyikan penyakitnya ini padanya, kenapa tak jujur saja tentang penyakitnya ini.


"Dokter pasti salah kan? Dokter pasti salah, istri saya gak mungkin meninggal. Dia belum puas melihat putrinya," ujar Abi yang tak terima dengan apa yang diucapkan dokter itu.


"Maaf Tuan tapi itulah kenyataannya, Nyonya Zahra sudah meninggal dunia berberapa menit yang lalu."


Setalah mengatakan hal itu dokter langsung meninggalkan Abi disana sendiri. Abi masih melihat Zahra yang sudah ditutupi dengan selimut yang tadi dipakainya itu.


Hatinya teriris melihat itu, Abi memutuskan untuk masuk dan melihat istri keduanya itu.


"Kenapa cepat sekali kamu pergi, Ra?"

__ADS_1


"Bahkan kamu belum menggendong lama tubuh anak perempuan kita," ucap Abi pada jasad sang istri.


"Aku kecewa sama kamu, kenapa kamu menyembunyikannya penyakit kamu ini. Apa kamu belum bisa menerima aku sebagai suami kamu?" tanya Abi pada Zahra. Walaupun hal itu tak akan dijawab oleh Zahra.


Air mata Abi sebagai laki laki jatuh, ia tak bisa membayangkan bagaimana anaknya tanpa ibu kandungnya nanti.


"Aku janji akan menyayangi anak kita, aku akan memberikan apa yang selalu ia butuhkan. Terima kasih sudah mau membawa anak kita ke dunia ini. Putri kita pasti sangat bangga memiliki ibu seperti kamu, Ra. Terima kasih banyak," ucap Abi dengan senyum tipis. Tulus dari hatinya ia sudah mulai menerima Zahra sebagai istrinya. Walau cinta itu tak sebesar cintanya pada Aisyah.


Abi membuka penutup itu kemudian melabuhkan kecupan terakhir kalinya di kening Zahra dengan lembut.


"Mas mencintai kamu sayang."


Abi menatap lekat wajah Zahra dengan lembut kemudian mengelus lembut pipi pucat itu. Abi kembali menutupnya dan meminta para suster untuk menjaga dulu Zahra. Karena ia juga baru ingat jika anak anaknya yang lain juga lahir ke dunia ini.


"Bagaimana Mas? Mbak Zahra baik baik aja kan? Dia dan bayinya selamat kan?" tanya Aisyah dengan muka pucatnya. Melahirkan dua anak itu tak mudah ya wahai kawan kawan.


Abi tak menjawab, ia malah mengambil anaknya kemudian mengazani anak laki laki pertamanya. Setelah selesai ganti yang satunya.


Cups


Cups

__ADS_1


"Terima kasih sudah mau melahirkan dua putra yang sangat lucu ini sayang."


"Iya mas. Mas belum jawab pertanyaan aku loh."


"Zahra sudah pergi meninggalkan kita sayang. Apa kamu juga tahu tentang penyakit Zahra?" tanya Abi pada Aisyah.


Aisyah yang mendengar itu juga syok, kenapa Zahra secepat ini meninggalkan mereka. Padahal Zahra sudah berjanji padanya untuk tetap bertahan hingga anak anak mereka besar dan bisa membahagiakan mereka sebagai orangtua.


"Mas pasti bohong. Mbak Zahra udah janji sama aku kalau dia akan sembuh dan merawat anak anak sampai besar," ujar Asiyah di wajah pucatnya malah ikut menjaga.


"Zahra memang sudah meninggal sayang, dan apa kamu tahu penyakitnya?" tanya Abi dan dianggukkan oleh Aisyah.


Tangisnya tumpah saat ini, ia tak rela jika Zahra meninggalkan mereka semua termasuk juga anak anak mereka dan Abi.


Abi meminta Aisyah untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi seraya memeluk tubuh sang istri yang sangat terpukul itu.


Aisyah menceritakan semua yang ia tahu tentang penyakit kangker usus yang sudah berberapa bulan ini menyerangnya. Hingga Aisyah tak sengaja memergoki Zahra sedang cek up ke rumah sakit sendiri dan ia mendengar kenyataan ini.


Zahra juga meminta Aisyah untuk merahasiakan ini dari Abi. Sebab hal ini pasti akan menganggu pekerjaan Abi dan juga kaish sayang Abi akan selalu tercurah ke Zahra. Begitu kata Zahra yang membuat Aisyah harus menurutinya.


Abi yang mendengar pernyataan Aisyah itu ikut menangis. Walau ia laki laki tapi ia tak malu menangis untuk orang yang ia sayangi.

__ADS_1


Bersambung


Sungguh memilukan.


__ADS_2