Berbagi Suami

Berbagi Suami
Melihat Lukisan Mona Lisa


__ADS_3

Inara dengan masih mengantuk, membuka seluruh penglihatannya, melihat kesekitar "sepi banget ya, kemana ya Bian"


Dengan malas malasan Inara pergi kekamar mandi dan membersihkan dirinya dan saat sudah selesai segera keluar dari kamarnya dan menatap kesekitar mencari Bian yang tidak ada..


"Kemana sih pagi pagi gini "


Inara segera berjalan kebelakang dan ternyata ada sebuah kolam renang dan Bian sedang ada didalam sana sepagi ini.


"Bi kenapa kau berenang se pagi ini apa tak dingin, cepat keluar "


"Tidak Nara, aku tak kedinginan, marilah kesini sayang "


"Tidak aku tak mau ah, masih pagi tau dingin "


"Yaudah sini bantu aku naik sayang rentangin tangan kamu "


Nara dengan patuh merentangkan tangannya kearah Bian namun bukannya membawa Bian keatas kembali malah dirinya yang terjatuh byurrr.


Inara jatuh dan Bian segera megangkat Inara dan tersenyum padanya "bagaimana dingin gak sekarang "


"Ihh nyebelin kau Bi, kok malah aku yang kejebur, dingin tau"


"Gak apa apa dong, biar kita bereng bersama sama "


"Engga Bi, aku mau naik aja aku kedinginan, ayo turunkan aku Bian "


Namun Bian sama sekali tak menurunkannya, berjalan kearah pinggir kolam dan mendudukan Inara disini


"Kamu jangan kemana mana ya sayang, duduk disini tunggu aku berenang sebentar lagi nanti kita akan masuk sama sama "


Inara hanya mengangguk sambil melihat Bian berenang kesana kemari bulak balik tak ada lelahnya.


**


"Sandi ayo ikut saya ada yang ingin bertemu dengamu " ucap sipir sambil membuka sel.


Dengan patuh dan tanpa banyak bicara Sandi keluar dan menemui orang itu, seorang perempuan cantik duduk dihadapannya.


"Siapa kau " tanya Sandi.


"Duduklah dulu, apakah kau tak punya sopan santun "


Dengan santai Sandi duduk dan menatap perempuan itu, perempuan itu langsung membuka kaca matanya dan menatap Sandi.


"Aku mempunyai pekerjaan untuk mu dan aku akan membayarmu apakah kau mau "


"Baiklah, tapi kau siapa "


"Kau tak usah mengetahui siapa aku, kau hanya perlu menuruti perintahku, nanti setiap minggunya kalau kau beres melakukan pekerjaanmu, anak buah ku akan mengirimkan mu uang imbalanya "


"Apa yang harus aku lakukan untuk mu cantik "


"Aku ingin kau membuat hidup Adam Putra menderita didalam sel ini jangan biarkan dia hidup tenang walau sehari pun. Apakah kau bisa melakukan itu untuk ku "


"Adam Putra, ?? Apakah dia s Adam cupu yang kasusnya kdrt itu, benarkan itu "

__ADS_1


"Ya itu, laki laki itu kdrt dan tukang selingkuh, kau bisa kan membantuku "


"Tentu asal ada uang nya saja "


Perempuan itu langsung memberikan amplop coklat dan menyimpannya dihadapan Sandi.


"Bagaimana apakah cukup atau kurang"


Sandi segera mengambilnya dan tersenyum senang "Tidak ini banyak dan aku terima kerja sama itu "


"Baiklah semoga harimu menyenangkan " perempuan itu langsung melenggos pergi meninggalkan Sandi yang sedang tersenyum senang.


Dan sipir kembali membawa masuk Sandi kedalam selnya, tak lupa sandi menyimpan amplop uang itu dengan aman agar sipir tak tau.


"Bagimana nona apakah mau Sandi membantu nona " tanya Jack pada Ana.


Ya perempuan yang tadi pergi menemui Sandi adalah Ana, dia tau Sandi ya dari Jack.


"Tentu sudah, dan dia berbaik hati akan membantuku membuat hidup Adam Putra menderita sepenuhnya, tinggal ibunya saja yang belum aku kasih pelajaran lagi, kalau ada uang kita bisa melakukan apa saja Jack"


"Tapi nona jika ibunya lebih baik biarkan saja dulu, kalau dia melakukan ulah kembali baru nona lakukan sesuatu"


"Kenapa apakah kau kasian dengan dia, "


"Ya bukan begitu nona dia sudah tua, sudahlah biarkan saja, pasti tak akan bisa melakukan apa apa dia "


"Baiklah. Ayo kita pulang"


Jack hanya mengangguk dan membukakan pintu belakang lalu menutupnya kembali dengan pelan dan dirinya menyusul untuk segera masuk kedalam kemudi.


"Tidak usah, biarkan saja dia habiskan waktu dengan laki laki itu, aku akan memisahkannya sebentar lagi "


"Baiklah nona "


Mobil melaju meninggalkan tempat ini, selama perjalanan wajah Ana hanya lurus kedepan dan datar saja. Tak mengecek ponsel atau memainkannya hanya fokus kedepan tanpa mau melakukan apa apa.


**


Sandi yang sudah ada didalam lagi dia menatap Adam yang hanya tertidur membelakanginya. Tiba tiba Sandi mempunyai ide dia memecahkan botol yang ada dihadapannya.


Lalu dengan perlahan lahan menghampiri Adam dan mengunci tangan Adam angat tak bergerak, dengan segaja, Sandi mengoreskan pecahan itu kepaha Adam dan membuat Adam berteriak histeris.


"Suttt kau jangan berisik, nanti sipir kemari diam lah pengecut "


"Lepaskan aku lepas, kau ini sudah gila ya, lepaskan aku tolong kasihani aku jangan seperti ini, aku sama sekali tak membuat masalah denganmu"


"Aku sama sekali tak berminat untuk mengasihanimu "


Kembali Sandi mengores paha Adam dan yang ini cukup dalam membuat Adam kesakitan, namun saat akan berteriak anak buah Sandi membekapnya, dan yang satu lagi berjaga takut ada sipir.


"Sandi cukup ada sipir ada sipir "


Dengan cepat Sandi melepaskannya "jangan sampai sipir tau kalau tidak kau habis "


Sandi bergegas pergi ketempatnya dan menatap sipir yang lewat dan Sandi bernafas lega, Adam ternyata patuh juga.

__ADS_1


Adam yang kesakitan segera bangkit merobek pakaiannya dan mengikatkannya keluka itu. Yang mengeluarkan darah cukup banyak.


"Bagaimana sakit tidak pecundang "


"Berisik kau Sandi, apa salahku, apa kenapa kau lakukan itu padaku, sialan kau dasar laki laki tak punya hati "


"Sama saja, kau juga tak punya hati "


Sandi segera membaringkan tubuhnya dan mentap kearah atap sambil tersenyum senang, uang 10 juta sudah ada ditangannya dan tugasnya sangat ringan sekali.


***


"Sekarang kita mau kemana Bian "


"Kita ke musium ya kita jalan jalan kesana, pasti kau akan senang "


"Musium mana Bian, apakah ketempat lukisan Mona Lisa "


"Ya kau benar kita akan ke musium Louvre, apakah kau senang kalau kesana "


"Ya tentu aku akan senang sekali pergi kesana, aku ingin sekali melihat yang aslinya, lukisan itu sangat bagus dan unik dengan senyumnya yang seperti misterius, aku menjadi penasaran ada apa dengan senyum itu "


"Apakah kau hanya tertarik dengan lukisan itu saja syaang, maksud ku sejarah musium itu apakah kau tak penasan"


"Aku sangat penasaran, apakah kau mau menceritakannya padaku "


"Tentu nanti disana aku akan menceritakannya padamu "


Dengan senang Inara mengangguk dan kembali menatap kearah luar dan menatap sekitar.


Tak lama kemudian mereka sampai dan turun, Inara yang sudah melihat bangunan itu sampai melongo dan tak bisa berkata apa apa


"Ayo sayang kita masuk, jangan melamun seperti itu tak baik "


Bian segera mengandeng tangan Inara untuk membawanya masuk kesana dan sekarang mereka berdua sudah ada dihadapan lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci.


"Kau tau Nara lukisan ini pernah di curi "


"Lalu bagaimana bisa ketemu lagi "


"Ya ceritanya begini Nara, penjahat itu akan menjualnya pada seorang pedangang seni daerah di Florence, tapi pedagang itu tak membelinya malah memberi tahu pihak berwenang sayang, bahwa ada seorang pria yang akan menjuak lukisan Mona Lisa padanya, dan pada akhinya pihak berwenang menangkap orang itu yang sudah menghilangkan lukisan selama 2 tahun, dia dulu bekerja disini dan merupakan imigran dari italia "


"Lalu saat pertama kali yang menjadi tersangka siapa Bian "


"Emm sebentar aku ingat ingat dulu, oh ya Penyair bernama Guillaume Apollinaire serta seniman Pablo Picasso "


"Sulit sekali ya mengucapkan nama itu "


"Haha kau ini ada ada saja, apa lagi yang ingin kau tau tentang musium ini sayang "


"Emmm sudah nanti saja Bi, sekarang kita jalan jalan dulu saja ya, nanti kamu teruskan cerita tentang bangun indah ini, aku sudah sangat tak sabar ingin mengelilingi bangunan ini Bian "


"Baik lah mari "


Mereka segera beriringan berjalan melihat lihat didalam musium itu, sesekali mengobrol ringan dan Bian dengan senang menikmati semua yang dilakukan bersama Nara.

__ADS_1


__ADS_2