Berbagi Suami

Berbagi Suami
Pengen yang baik juga


__ADS_3

Inara yang sudah sampai dirumah Abian segera keluar dari dalam mobil dan memeluk Abian dengan erat "akhirnya kamu datang sayang, sungguh aku sangat khawatir banget sama kamu "


Abian segera melepaskan pelukannya dan melihat leher Inara yang merah bekas cekikan Adam, Abian sungguh marah dengan apa yang dilakukan oleh Adam, namun dirinya harus sabar jangan sampai dirinya membunuh Adam nantinya.


"Ayo masuk sayang, lebih baik kamu nginap dirumah ya sayang janga pulang dulu, nanti kalau Ana tau bisa gawat , "


"Tapi apakah Ana gak akan marah dan curiga "


"Tenang aja biar aku telfon Ana nanti "


Mereka berdua segera masuk sedangkan Sandi entah kemana, dia pergi lagi ketempat persembunyiannya.


Mamih Abian yang melihat Inara yang sudah ketemu langsung menghampirinya dan mengecek seluruh tubuh Inara, namun satu yang menjadi pusat perhatiannya yaitu leher Inara.


"Ini kenapa Nara "


"Mihh jangan ditanya dulu ya Naranya, bisa tolong mamih obatin "


"Iya iya mamih obati Inara sekarang "


Mamih Abian segera membawa Inara duduk sedangkan Abian masuk kedalam kamarnya untuk menelfon Ana dan pada deringan pertama langsung diangkat.


"Mana adik gue, kenapa belum dibalikin juga "

__ADS_1


"Ana sorry banget nih mamih gue pengen Inara nginep di sini, gak papa ya sekali ini aja udah ini gak akan pernah nginep-nginep lagi, besok gue pulangin deh adik lo ya, sekali ini aja tolong lah mamih gue pengen Inara di sini dulu temenin di, mereka lagi ngobrol-ngobrol kok, mereka gak kemana mana kok dirumah, gue pun gak macem macem "


"Nginep emang gak ada waktu besok ya buat ibu lo ngobrol sama adik gue gitu. Ini udah malam ini udah jam 11.00 malam, harusnya adik gue udah dipulangin dari jam 10.00 malam tadi, gue udah bilang kan jangan lebih dari jam 10.00 malam "


"Iya iya gue tahu, tapi sekali ini aja tolong yah Ara nginep di sini, gue janji gak akan apa-apain adik lo, nanti kamar kita pisah kok please dong kali ini aja gue kan sama adik lo juga mau nikah, kali ini gak lagi lagi "


"Yakin gak terjadi apa-apa gak biasanya adik gue nginep di rumah lo, gue kok jadi curiga ya "


"Yakin gak ada yang terjadi kok, lo tanya aja sama Sandi kalau gak percaya, dia kan selalu ikutin Inara pergi, ini beneran mami gue tuh kangen banget sama Inara dan pengen ketemu sama dia pengen ngobrol-ngobrol lebih banyak lagi kan besok kita udah mulai kerja lagi, pasti akan lebih sibuk lagi boleh ya Ana, mamih gue juga mau datang ke rumah tapi dia masih bingung tentang Puja yang hilang l. Kalian kan masih berduka masa iya mami gue datang ke sana dan ngomongin pernikahan gue samain Ara"


"Oke gue percaya tapi nanti besok sore lo harus pulangin adik gue, dengan keadaan baik-baik aja dan gak ada lecet sedikit pun , gue gak mau tahu , awas aja kalau sampai ada lecet gue langsung gak restuin kalian berdua deh "


"Iya iya napa sih gitu amat lu sama gue l, percaya dong gue kan pernah jagain adik lo waktu lo pergi jauh beberapa bulan itu dan gak balik-balik terus pulang-pulang lo bawa pacar orang lagi dan anaknya juga "


Sambungan pun terputus Abian langsung saja turun lagi kebawah, untung aja kan Ana percaya kalau engga habis lah dirinya oleh Ana. Bisa bisa kepalanya akan dipenggal oleh Ana kan.


**


"Gimana Nana apa Ana ada telfon kamu "


"Gak ada pak "


"Coba telfon deh "

__ADS_1


"Ga diangkat angkat pak Cio lebih baik bapak istirahat saja "


"Bagaimana saya mau istirahat yang ada saya gelisah gini, sekarang Roger udah tahu tentang saya dan juga Puja yang berhubungan berselingkuh, mau ditaruh di mana muka saya ini Nana kalau bertemu dengan Roger, saya tuh bilang seperti itu pada Puja akan berbicara pada Roger itu hanya pura-pura saja saya gak akan mungkin lakuin itu mempermalukan diri saya sendiri dihadapan laki laki lain "


"Ya mau gimana lagi pak, namanya juga bangkai sebau baunya bangkai pasti akan ketemu, ini kan sebuah perselingkuhan sesuatu yang seharusnya gak bapak lakuin sama Nona Puja. Emang bapak waktu selingkuh gak mikirin gitu gimana perasaannya Tuan Roger nantinya atau gimana gitu lah perasaan yang lainnya. Oke Bapak digoda oleh Nona Puja tapi kan setidaknya bapak bisa menolak kalau memang Bapak benar-benar tidak mau menjadi selingkuhannya "


"Iya saya terlalu tergoda oleh dia. Ya bagaimana lagi laki-laki seperti saya akan gampang tergoda oleh perempuan yang memberikan dirinya pada laki-laki seperti saya, kamu tahu sendiri kan saya selalu gonta-ganti cewek dan saat Puja memberikan dirinya pada saya melemparkan dirinya pada saya, saya tidak memikirkan kalau dia itu teman masa kecil saya yang terpenting saya puas dilayani oleh dia"


"Ya itulah godaan terbesarnya , harusnya Bapak berubah dan jangan terus-menerus mempermainkan perempuan, kita kan tidak pernah tahu kapan kita akan meninggal sekarang aja Bapak udah dikasih musibah. Masa mau terus kayak gitu aja gak mungkin kan hidup harus ada perubahan gak mungkin di situ-situ aja "


"Iya benar mungkin saya harus cepat berubah nanti saat meninggal saya tidak mau banyak dosa, karena telah banyak mempermainkan perempuan dan telah memakai mereka juga, kamu benar juga ya lalu sekarang apa yang harus saya lakukan kalau bertemu dengan Roger, saya kok jadi takut gini "


"Ya mau gimana lagi pak, jalan satu-satunya ya udah kalau ketemu Tuan Roger Bapak minta maaf aja dan mengakui semua kesalahan bapak yang telah dilakuin sama Nona Puja, aku juga bingung harus apa lagi selain itu, karena memang itu jalan satu-satunya agar hubungan kalian tidak menjadi berantakan "


"Baiklah aku akan melakukan apa yang kamu katakan Nana. Tapi kamu terus coba telepon Ana ya. Aku ingin berbicara dengan dia. Apakah dia sudah mencoba berbicara dengan Roger atau belum, aku sungguh tidak enak hati apa lagi Puja sampai sekarang kan belum ditemukan, masa tiba-tiba kalau misalnya dia ditemukan dan selamat masih hidup dia malah hancur gara-gara Roger sudah mengetahui semuanya"


"Ya udah Bapak nikahin aja nona puja, kan kalian udah kayak suami istri dari awal aku ketemu sama kalian berdua kenapa enggak"


"Dengar ya Nana laki-laki itu selalu ingin mendapatkan perempuan baik solehah pokoknya gak nakal deh, laki-laki nakal pun sama seperti laki-laki baik pengen mendapatkan perempuan baik juga "


"Pak Cio jodoh kan mencerminkan diri kita sendiri jadi gimana dong "


"Sudah sudah kalau berdebat dengan kamu saya malah kalah, udah udah deh tidur tidur tidur kamu tidur aja deh nanti biar saya yang telfonin Ana. "

__ADS_1


__ADS_2