Berbagi Suami

Berbagi Suami
Kebiasaan salah


__ADS_3

Roger dan Ana sudah ada ditkp, masih dalam pencarian banyak tim pencari disana, bahkan sekarang Roger dan Ana naik keperahu dan membantu mencari juga.


"Kenapa bisa sampai sulit sekali menemukan Puja pak "


"Iya ini kamu sedang menyelam kebawah mencari kedasar dasar namun tidak ada, dan kami juga sekarang akan lebih memperluas lagi pencarian "


"Baiklah saya berharap banyak pada kalian, tolong cari Puja sampai ketemu pak "


"Akan kami usahakan "


Ana dan Roger segera turun dari perahu dan membiarkan para tim pencari lagi mencari keberadaan Puja.


"Bagaimana kamu sudah percayakan pencarian tak segampang apa yang kamu fikirkan kamu sudah lihatkan begitu sulitnya mencari keberadaan orang yang tenggelam, apakah Puja bisa berenang "


"Iya sangat sulit sekali, Puja itu pintar berenang ya cukup bisa lah kalau hanya berenang biasa, tapi kalau dalam keadaan luka-luka aku tak yakin dia bisa, apa lagi dia tidak pakai sabuk pengaman kan saat di mobil, bisa saja dia keluar dari dalam mobil dan terluka atau terbentur, kita kan tidak pernah tahu aku menjadi makin khawatir saja dengan Puja kalau begini "


"Sudahlah kau doakan saja yang terbaik untuk Puja semoga saja dia cepat-cepat ditemukan. Semoga saja semuanya akan baik baik saja "


"Ya Ana sekarang aku akan pasrah saja menunggu bagaimana akhir dari Puja, aku akan menerima apa pun yang terjadi nanti,"


"Baiklah selalu semangat " sambil memberikan senyum terbaiknya.


Roger yang melihatnya langsung melongo, dengan cepat Ana mengalihkan pandangannya dan pergi dari hadapan Roger yang masih menatapnya.


"Cantik " gumam Roger.


Tiba tiba saja sekelebat Puja datang dihadapan Roger ,"sadar Roger Puja sudah menghilang kau jangan aneh aneh seperti ini, kau harus kuat dengan berbagai godaan yang ada, jangan sampai diri mu ini tergoda oleh perempuan lain, jangan sampai menduakam Puja, jangan sampai kau malah menyakitinya, kau harus mengakhiri dulu kisah mu itu sebelum mencintai yang lain, jangan sampai jangan pokoknya "


Roger langsung menyusul Ana yang sudah ada didalam mobil, dan langsung mengendarainya untuk pulang kerumah mungkin.


"Roger kau bisa mengantarkan aku terlebih dahulu kekantor, aku ada kerjaan setelah itu kau pulang lah kerumah terlebih dahulu jangan tunggu aku "


"Boleh apakah kau yakin pulang sendiri aku bisa menunggumu pulang, bagaimana apakah kau mau, aku bisa tenang saja aku tak ada kerjaan lain, sambil menunggu kabar Puja "

__ADS_1


"Tidak perlu lebih baik kau pulang saja aku pun akan pergi kerumah sakit nanti, aku harus melihat keadaan Cio "


"Apakah begitu penting keadaan Cio bagimu "


"Ya memangnya kenapa "


"Tidak kau sangat begitu peduli pada Cio apakah kalian dulu pernah ada hubungan spesial diantara kalian berdua, aku hanya bertanya saja "


"Aku sama Cio ada hubungan spesial. Tentu saja tidak kami hanya berteman dan pertemanan itu tak sengaja terjadi karena kami yang cocok dan sama-sama nyaman akhirnya berteman. Kenapa tidak dan akhirnya pertemanan kita berlanjut sampai sekarang"


"Bagaimana kalau dari rasa nyaman itu kalian bisa sampai berjodoh atau menikah"


"Itu tak masalah kami sudah berteman lama tak akan banyak yang berubah. Kalau kami menikah sama-sama saja kan kenapa kau bertanya seperti itu"


"Tidak aku hanya ingin tau saja pendapat mu kalau misalkan kalian berjodoh bagaimana itu saja "


"Aku akan menerima semuanya, kita tak pernah tau siapa jodoh kita, jadi saat diawal kita tak boleh menolak menolak saja, bagaimana kalau orang yang kita tolak adalah jodoh kita "


"Ya kau benar, pemikiran mu ternyata luas juga "


Ana langsung pergi dari hadapan Roger, namun Roger masih belum melepaskan penglihatannya pada Ana sampai tiba tiba, Ti tin "heyy jangan melamun dijalan, jalan jalan dong jangan membuat macet seperti ini, cepat jalan jangan diam saja ayo cepat cepat "


Roger yang kaget segera melajukan mobilnya dan pergi dari depan kantoe Ana.


**


"Mih pih, Inara ayo kemari kita makan siang, semuanya sudah siap ayo ayo cepat "


Mereka bertiga segera berjalan kearah ruang makan, tadi Inara dan ayah Abian sudah bertemu dan mengobrol banyak hal, sampai sampai mereka tak ingat dengan Abian yang sedang memasak dan waktu juga sudah menunjukan pukul 2 siang, berarti mereka sudah melewatkan jam makan siang.


"Wah wah anak mamih masak apa nih, kamu kapan sih bisa masak kaya gini "


"Ya iya gitu Abian gitu, ayo ayo duduk cicipi ya masakan Abian ini, oh ya ini resep baru Bian ayo di coba dong "

__ADS_1


"Iya iya mamih cobain "


Abian segera melayaninya dia memberikan nasi dan lauk pauknya pada setiap piring dan diam sambil tersenyum pada mereka, menunggu mereka bertiga menyicipi makanannya.


Saat suapan pertama papih Abian langsung memelotkan matanya dan membukan mulutnya "kenapa pih saking enaknya sampai mulutnua ditutup seperti itu "


Mamih Abian yang penasaran segera mencobannya dan langsung memuntahkannya, tenang saja memuntahkannya pada tissu yang tadi dirinya cepat cepat ambil, sedangkan papihnya dia menelannya saja, takut sang anak marah nanti.


"Kenapa mih dilepehin apa gak enak sampai sampai dibuang gitu "


"Abi anak mamih nu paling ganteng sadunia ieu seer teing uyahna, sakumaha ieu masihannya meni tepika rewas mamih (Abi anak mamih yang paling ganteng sedunia ini terlalu banyak garamnya, segimana ini ngasihnya sampai kaget mamih ) "


"Lah masa sih mih, padahal biasa sedikit "


"Kamu mungkin ngira gula garam ya Bi "


"Yahhh bener mih, Abi lupa sama sih tempat nyimpennya, salah Abi maaf maaf gimana atuh masa Abian gagal buat makan siang buat kalian "


"Tenang Bi, papih akan makan tenang, ayo mih Inara makan yu, kasian Abian udah bikin, dia udah cape bikin buat kita "


"Gak usah pih, udah gak apa apa gak usah dimana Abi pesen aja ya "


"Gak, gak apa apa ayo kita makan "


Mereka bertiga segera memakannya meski menahan rasa yang terlalu gurih ini, Abian jadi terharukan dengan keluargannya ini, yang baik baik dan memakan makanannya.


"Eh eh naha anak mamih teh kalakah ceurik aya naon, naha alim ieu diseepkeun (eh eh kenapa anak mamih malah nangis ada apa, kenapa gak mau ini dihabisin "


"Bukan gitu Abian hanya terharu saja mih, "


"Uhh ah lebay "


Papih Abian melemparkan tempe yang sedang dirinya pegang, lalu langsung pergi meninggalkan ruang makan, "ehh pih belum habis "

__ADS_1


"Habisin aja sama kamu Abi, jangan ada yang tersisa, lidah papih udah kebas pokoknya gak bisa dideskripsikan dengan kata kata, sama kamu aja habisin, papih mundur sampai sini saja "


__ADS_2