Berbagi Suami

Berbagi Suami
Siapa ya dia jangan jangan


__ADS_3

Mereka yang sudah berpisah dan berjalan berdua berdua kembali, Abian dan juga Inara mereka sedang berjalan jalan disekitar mall itu sambil Inara yang memakan es krimnya.


"Kamu beneran gak mau Bi "


"Engga sayang aku gak mau aku gak mau es krim yang tadi aja aku makan udah kenyang mau ditambah sama es krim bisa bisa perut aku buncit "


"Gak akan dong Bi, ini kan cuman makan es krim aja bukan makan yang lain"


Abian menghadap kearah Inara dan meneliti wajah Inara "kamu ini ya kalau makan nelepotan banget sih sayang, lihat"


Abian membersihkan bibir Inara mengunakan tangannya tak mungkin kan kalau mengunakan bibirnya bisa di cibir mereka berdua.


Saat mereka sedang saling tatap tiba tiba ponsel Abian berdering, Abian segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelfon.


"Sebentar ini mamih telfon "


Inara hanya mengangguk saja dan kembali memakan es krimnya yang hampir saja meleleh.


"Kenapa mih "


"Bi kamu ke butik lagi ya. Tadi temen Mamih bilang katanya Inara suruh cobain lagi bajunya. Apakah udah pas atau belum. Nanti kalau misalnya masih kegedean bisa dikecilin lagi, yah cepetan ya kalian kesana "


"Ya udah deh mih Abian sama Inara sekarang pergi ke butik, sekarang kita berdua akan kesana mumpung lagi diluar dan deket juga dari butik kan, mamih mau titip apa nih biar sekalian aja gitu mih "


"Enggak deh mamih nggak mau apa-apa, udah kalian buruan cepet ya ke sana jangan tunda-tunda lagi, jangan jalan-jalan dulu. Pergi dulu ke butik baru kalau udah dari butik boleh deh jalan-jalannya gimana kalian ya "


"Iya mih sekarang kita pergi kok, ya udah Abi matiin dulu ya mih, "


"Iya sayang "

__ADS_1


Setelah sambungan itu terputus Inara segera menatap ke arah Abian " Kenapa Mamih emangnya kenapa kita harus kebutik ada apa nih Bi "


"Katanya kamu disuruh cobain bajunya udah pas atau belum , yaudah kita kesana ya sayang, biar pulangnya gak kemalem juga kan, ayo ayo "


"Aku males ah ketemu sama anak ibu butik itu nyebelin, aku gak mau ah bisa gak sih bajunya dibawa aja kerumah dan aku cobain dirumah bisa ya bisa kan "


"Gak bisa dong sayang, udah ayo kita kesana aja, kalau misalnya dianterin kerumah nanti bolak balikan lebih baik ayo kita pergi aya sekarang ya, ayo ayo "


"Yaudah deh ayo awas aja kalau kamu malah terima terima aja kalau dia perhatiin kamu awas aja, akau akan marah sama kamu dan gak akan maafin kamu "


"Nggak akan ayo kamu aja koj yang cobain bajunya, aku nggak cobain, dan aku juga waktu itu udah tolak dia kok aku nggak mau gitu aja dia layanin sama dia. Jadi dia tiba-tiba pasangin dasi sama aku, udah kamu jangan cemburu aku gak akan berpaling sama siapa pun, ayo sekarang kita pergi sayang "


Dengan malas malasan Inara mengikuti Abian, memang dirinya engan untuk pergi kesana karena memang sangat menyebalkan perempuan itu, rasannya pengen banget mengetok kepalanya dan membukakan matanya lebar lebar kalau yang sedang dia perhatiin itu adalah calon suami orang.


**


Ana segera berlari dan melihat Roger yang masih sedang tidur dengan perlahan Ana mengambil ponselnya dan menjauh dari Roger.


Ana memencet nomor Jack sambil berjalan keujung pagar " halo Jack apakah kau ada di rumah, dan sedang tak dikantor kan "


"Saya ada di rumah nona ada yang bisa saya bantu nona, akan pulang kapan nona "


"Sepertinya aku akan pulang besok kau bisa bantu aku untuk memberi makan Livia, aku sangat lupa memberi makannya. Kukira aku tidak akan menginap di sini ternyata Roger ingin menginap. Bisakah kamu membantuku"


"Tentu nona aku bisa membantumu. Apakah kau yakin akan menginap bersama Roger. Apakah tidak akan apa-apa lebih baik pulang saja Nona atau perlu saya menjemputmu di mana lokasimu sekarang"


"Tidak usah Jack aku baik-baik saja ini begitu jauh perjalanan ke sini saja 2 jam, belum lagi kau harus naik tangga yang ya ampun begitu panjang sekali. Jadi kau tidak usah menjemputku, aku akan baik-baik saja aku hanya minta tolong kau beri makan Livia dan jangan sampai Inara tahu dia belum pulang kan"


"Baiklah kalau memang keputusan nona begitu saya akan menuruti apa kata-kata nona, iya nona Ara belum pulang dia masih bersama Tuan Abian "

__ADS_1


"Baiklah bagus "


Ana langsung mematikan sambunganya, sedangkan Roger yang bangun dan baru ingat dirinya bersama Ana segera bangun dan mencari Ana kekamarnya namun tak ada.


Roger segera keluar kamar dan melihat Ana yang sedang diam sambil melihat kearah hutan, Roger segera menghampiri Ana dan memeluknya dari belakang.


Ana yang kaget langsung melepaskan pelukan itu, namun Abian kembali memeluk Ana " Apa yang kau lakukan Roger. Bagaimana kalau ada orang yang melihatnya, kau ini main peluk-peluk saja untung saja aku tidak membantingmu dan membuatmu jatuh ke sana"


"Emangnya siapa di sini yang bakal lihat burung, ulat, ularz nggak ada orang di sini cuman ada hewan sama pohon aja. Tenang aja nggak akan ada yang intip-intip kita kok. Emangnya aku nggak boleh ya peluk pacar sendiri"


"Pacar bohongan ya bukan pacar beneran, ya tetep aja aku nggak suka dipeluk kayak gini"


Namun Roger sama sekali tak mau melepaskan pelukannya dia terus saja memeluk Ana, dan Ana sekuat tenaga ingin melepaskannya, namun Roger makin mempererat pelukannya.


Dan pada akhirnya Ana tak memberontak lagi, dirinya pasrah saja dan Roger hanya bisa tersenyum saja dan menyenderkan kepalanya dibahu Ana.


"Indah banget ya tempatnya, kalau nanti kita udah tua kita tinggal di tempat kayak gini ya, kayaknya tuh sejuk banget udaranya juga kan masih bener-bener bagus .Gimana kamu mau nggak tinggal disini sama aku, gimana gimana "


"Gak aku nggak mau tinggal di hutan kayak gini, kalau nanti aku mati gimana atau kamu lebih dulu yang mati deh aku nggak mau ya capek-capek kuburin kamu, dan aku tinggal sendirian di hutan kayak gini, lebih baik aku di kota dan banyak teman jadi kalau nanti mati ada yang bantu"


"Huff nyebelin ya kamu "


"Biarin aja "


"Lihat deh Ana itu orang atau hantu ya, "


Ana makin menajamkan penglihatannya "orang kali ya, tapi kok makin deket ya, kabur"


Ana langsung melepaskan pelukan dari Roger dan masuk kedalam rumah, sedangkan Roger sendiri masih menatap sosok itu, namun saat makin mendekat Roger segera masuk kedalam rumah dan mengunci pintunya, dan menutup gordennya juga takutnya orang jahat, kalau hantu sih tak apa.

__ADS_1


__ADS_2