Berbagi Suami

Berbagi Suami
Benarkah sakit


__ADS_3

Ana menyiapkan dirinya untuk keluar dari kamarnya "Ok Ana kamu harus baik baik saja "


Ana keluar dari kamarnya dan menegok kanan kiri ternyata tak ada siapa siapa kosong, Saat Ana akan masuk kedalam mobik tiba tiba saja tangannya di cekal.


"Ada apa Puja " tanya Ana tanpa melihat kearah Puja.


"Aku tadi melihat Roger keluar dari kamarmu. Apa yang sedang kalian lakukan apakah kau akan menghianati kata-katamu sendiri"


"Tanya saja pada pacarmu apa yang dia lakukan di dalam kamarku tak usah bertanya padaku untuk apa"


"Aku tau kalian berciuman dan aku tau semuanya "


Ana langsung membalikan badannya dan berhadapan dengan Puja " dan aku tahu kau selingkuh dengan Cio dan kemarin malam kau bertemu dengan Cio menghabiskan waktu didalam kolam renang, dan kemarinnya lagi saat di club juga menghabiskan waktu berdua kan di dalam kamar yang selalu Cio siapkan untuk bermain dengan pelacur-pelacur di sana bagaimana "


Wajah Puja langsung pucat pasi "apa yang kau katakan aku tidak sama sekali selingkuh dengan Cio kita ini teman kecil, aku hanya mengunjungi nya saja apakah salah aku melakukan itu"


"Tidak ada yang salah cuman permainan panas kalian saja yang membuat teman kecil menjadi teman partner ****, "


Ana langsung masuk kedalam mobil dan meninggalkan Puja yang sedang ketakutan, takut bila Ana akan berbicara pada Roger dengan cepat Ana menelfon Cio.


"Ada apa Puja sayang kau menelepon padaku. Apakah kau masih tak puas dengan yang kemarin"


"Cio gawat"


"Kenapa ada apa "


"Ada yang mengetahui tentang perselingkuhan kita, Ana tahu apakah dia memata-matai kita kenapa dia bisa tahu bagaimana ini kalau dia tiba-tiba saja berbicara pada Roger tentang hubungan kita berdua. Aku sangat takut Cio lakukan sesuatu"


"Sudahlah itu sudah biasa Ana pasti akan tahu dia itu bukan Perempuan biasa, kau tahu kan anak buahnya di mana mana dan mereka akan melaporkan apapun pada Ana tentang orang yang ada di rumahnya, makanya aku waktu itu tanya padamu apa kau yakin akan tinggal di rumah Ana, inilah alasannya aku bertanya seperti itu"


"Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal kenapa baru sekarang kenapa kau waktu itu tak bilang kalau alasannya ini, mungkin saja aku akan pergi dan tak tinggal di sini aku lebih baik tinggal di hotel dari pada di sini dan rahasiaku di ketahui seperti ini oleh Ana "


"Ya sudah yang sudah terjadi biarkanlah terjadi jangan pikirkan apa-apa. Ana tidak akan berbicara pada Roger aku yakin dia tidak akan memberitahu siapa-siapa tentang rahasia kita, karena Ana bukanlah orang yang akan menghancur kan hubungan orang lain. Jadi kau tenang saja seperti biasa saat di hadapan Ana jangan kelihatan kau takut dan jangan membahas lagi tentang ini padanya diam saja "


"Kau yakinkan Cio jangan macam-macam aku tidak mau sampai ketahuan dan membuat Roger malah membenci aku"


"Sayangg "


Puja yang kaget malah menjatuhkan ponselnya saat Roger mendekatinya dan memeluknya.


Roger segera mengambil ponsel itu dan Puja langsung mengambilnya dan mematikan sambungannya.


"Ada apa dengan mu, sepertiny kau sangat takut sekali, siapa yang sedang kau telfon "


"Tidak ada, sama sekali tak ada itu hanya teman ku, yang waktu itu mengantarku ke sini dia menanyakan kabarku apakah aku di sini nyaman dan baik-baik saja"


"Kenapa kau tiba-tiba saja mematikannya padahal aku ingin berbicara dengannya, bukannya kalian kemarin baru ketemu ya Kenapa dia sudah menanyakan kabarmu lagi apa dia sangat seperhatian itu padamu"


"Bukan begitu aku tadi refleks mematikannya kami kan sudah tidak ketemu lama, makanya dia selalu menanyakan kabarku disini, wajar teman lama kau pasti juga begitu kan dengan temanmu kalau sudah tak bertemu lama sekali. Kami berteman sejak kecil dan berpisah saat aku pindah ke kota yang aku tinggali sekarang, makanya dia tak rela kalau aku sampai pulang lagi ke sana dan ingin selalu menghabiskan waktu denganku"


"Apakah kau bisa mengajaknya dan bertemu denganku aku ingin sekali bertemu dengan teman lama mu itu, ingin tahu saja perawakannya seperti apa "

__ADS_1


"Dia sekarang bekerja nanti aku akan coba bilang padanya, apakah dia bisa bertemu denganmu dan sedikit meluangkan waktu untuk kita bertiga nanti ketemu"


"Baiklah aku akan menunggu waktu itu rasanya sudah tidak sabar ingin bertemu teman lamamu yang selalu perhatian padamu dan selalu mementingkan dirimu di sini dan ingin kau tetap tinggal di sini. Aku ingin tahu sekali seperti apa dia"


"Baiklah "


Roger langsung pergi sedangkan Puja makin pucat saja bagaimana ini kenapa malah menjadi seperti ini.


**


"Inara apakah aku menganggumi "


"Eh Jo tidak ada apa "


"Apakah kau bisa membantuku untuk mengerjakan ini, aku kewalahan sekarang bos tidak masuk "


"Boleh sini aku bantu, Abian tak masuk, kemana dia "


"Dia sakit dan kemarin malam dilarikan ke rumah sakit. Apakah kau tidak tahu kemarin keadaannya cukup parah bos demam Inara. Apakah kau tidak dikabari oleh Abian"


"Mungkin dia lupa karena sakit mana sini biar aku bantu ku kerjakan mana yang belum, mana "


"Apakah kau tidak khawatir dengan calon suamimu sepertinya Kau acuh seperti itu, apakah tidak ada niat untuk pergi ke sana dan menengoknya atau mengurusnya di sana kasihan kan dia sendirian"


"Aku akan membereskan dulu pekerjaanku nanti aku akan menengoknya dan mengurusnya setelah semuanya selesai. Aku tidak mungkin kan meninggalkan pekerjaan begitu banyak padamu kau kan kewalahan, malahan sekarang kau minta bantuan padaku "


"Baiklah ini Inara yang belum tolong ya, satu jam lagi aku akan balik lagi kesini "


"Baiklah "


Inara mengambil berkas itu dan mengerjakannya namun beberapa menit kemudian dia mengambil ponselnya lagi lalu menyimpannya lagi, begitu terus menerus "sudahlah aku kerjakan dulu ini, fokus Nara fokus fokus, kau harus fokus jangan seperti ini, jika memang Abian sakit pasti dia akan menghubungimu, mana mungkin dia tak menghubungi mu, "


**


Cio yang sedang mengecek berkas dikagetkan dengan orang yang masuk kedalam ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu "Puja ada apa kau kemari "


Puja langsung duduk dan menatap Cio " kau tahu Roger ingin berteman denganmu, dia ingin bertemu dengan teman yang selalu perhatian denganku dan ingin mengenalnya. Bagaimana ini apakah aku harus mempertemukan kalian berdua . Aku sengaja tidak menelponmu karena tadi saat kita sedang berteleponan Roger datang dan ponsel terjatuh begitu saja dan aku dengan refleks mematikan sambungan kita aku juga tidak tahu dia mendengarkan percakapan kita atau tidak "


"Ku kita apa, ternyata hanya masalah kecil saja, kau ini ya selalu membuatku kaget "


"Kau malah santai seperti itu bagaimana ini "


Cio bangkit dan mendekati Puja " kau tenang saja ada aku disini kenapa kau sangat ketakutan seperti itu, kataku apa biasa-biasa saja jangan menampakan kalau kita memang benar-benar selingkuh . Perlihatkan kalau kita memang teman, teman masa kecil sewajarnya saja tak usah memperlihatkan wajah pucatmu itu nanti yang ada dia malah curiga"


"Tapi bagaimana kalau dia tau bagaimana Cio, bagaimana kalau dia mendengar ucapan kita tadi ditelfon "


"Gak usah khawatir aku yakin dia tidak mendengarnya sudah kau jangan tegang seperti ini cobalah rileks sedikit, malam ini sepertinya aku tidak bisa menemuimu,"


"Kenapa kau mau ke mana bukannya kita sudah berjanji akan makan malam, lalu kamu mau kemana. Apakah kau akan mengajak pacarmu yang lain untuk bersenang-senang dan memuaskanmu"


"Puja pikiranmu itu aku sama sekali tak mempunyai pacar lain selain dirimu, aku ini orangnya setia aku ingin membantu temanku dulu kau tahu Abian pacarnya Inara adiknya Ana aku akan membantunya terlebih dahulu, kita makan malam besok saja jangan membuat Roger curiga dengan kau yang selalu keluar malam dan tak ada di rumah Ana"

__ADS_1


"Apa sih yang akan kalian bicarakan kenapa dia meminta bantuan padamu"


"Dia temanku kita sudah lama berteman sama sepertimu dengan diriku seperti itu pertemanan kami, aku harus membantu dia karena aku tak ingin persahabatan kami hancur. Ini juga aku sedang memperbaikinya agar kami bisa seperti dulu lagi dan tak ada masalah apapun lagi"


"Masalah apa "


"Aku dan dia berebut untuk mendapatkan hati Inara, tapi aku lebih baik mundur dan membiarkan dia bahagia dengan Inara, karena aku tak ingin persahatan aku dan dia hancur hanya karena perempuan "


"Oh jadi kau pernah mencintai Inara ya hemm "


"Heyy jangan cemburu sayang, sekarang tidak lagi sekarang hanya ada kamu, kau ingin menungguku bekerja atau mau pulang "


"Aku akan menunggumu Cio, aku ingin menghabiskan waktu dengan mu, karena malam nanti kita tak bisa bertemu dan melakukan permainan panas lagi "


"Kau makin ketagihan ya "


"Ya karena kau hebat "


"Tunggu aku ya syaang, aku akan membereskan pekerjaan ku dulu "


"Iya sayang Cio "


**


Inara yang sudah membereskan semua pekerjaannya langsung pulang, dan saat diperjalan dia menyuruh Sandi untuk mengantarnya kerumah sakit, namun tiba tiba saja fikirannya berubah.


"Sandi putar balik saja ya, aku ingin langsung pulang saja "


"Baiklah nona "


Saat Inara melihat kearah samping dia melihat Puja bersama Cio "Puja, kenapa dia bersama Cio, apakah mereka saling kenal."


Tiba tiba saja Inara melihat Cio mencium Puja "apa yang mereka lakukan, apa mereka ada hubungan apa mereka menjalin kasih, tapi kan Puja pacarnya Roger "


Mobil maju kembali tadi lampu merah, ternyata tujuan mereka sama, mobil Inara ada dibelakang mobik Cio.


Saat sebentar lagi akan sampai rumah Cio memberhentikan mobilnya, Inara langsung membuka kacanya dan mata Puja serta Inara saling pandang. Puja sampai kaget dan mask kembali kedalam mobil.


"Ada apa Puja "


"Itu tadi Inara, dia melihat kearah kita, bagaimana ini, apakah dia akan memberi tahu Roger "


"Apa Inara melihatnya, yang tadi mobil Inara "


"Ya itu dia, "


"Cepat kau lari dan cegat dia "


Dengan cepat Puja mematuhi kata kata Cio, dia berlari kearah Rumah Ana, sampai sampai membuka sepatunya.


"Sialan seharusnya aku pulang naik taksi saja "

__ADS_1


__ADS_2