Berbagi Suami

Berbagi Suami
Ya yakin saja


__ADS_3

Ana yang akan pulang dikagetkan dengan Roger yang tiba tiba ada dihadapannya " mau apa kau awas jangan halangi jalanku"


"Aku kemari ingin menjemputmu, kau kan calon istriku masa sih aku nggak jemput kamu pulang, ya makanya aku ke sini buat jemput kamu tadi sekalian aku habis pulang dari kantor"


"Ini kan cuman bohongan aja, aku juga lakuin ini buat Sean dan juga Inara bukan buat kamu, jadi please jangan halangin aku, aku mau pulang aku udah capek pengen istirahat dan nggak mau diganggu sama siapapun termasuk kamu"


"Kenapa kayak gitu katanya kamu mau aku buat kamu jatuh cinta sama aku, tapi kenapa sekarang kayak gini aku kan lagi coba deket sama kamu, emang nanti setelah nikah kamu nggak mau ada ada cinta di antara kita, emangnya kamu mau aku aja yang cinta sayang sama kamu, sedangkan kamu gak membalasnya gitu"


"Ya udah mau kemana pulang langsung kan gak kemana mana, aku pengen pulang dan istirahat "


"Ya kita jalan-jalan dulu dong namanya juga pacaran masa tiba-tiba langsung pulang, gak seru dong kalau kayak gitu "


"Ini udah malam pulang aja besok kan ada waktu, cape kalau sekarang harus pergi sana sini "


"Oke deh besok kita jalan-jalan ayo pulang sekarang "


Saat Roger akan menggandeng Ana, Ana menolaknya langsung masuk ke dalam mobil tidak mau bergandengan tangan dengan Roger.


"Akan aku pastikan kau tak akan bisa menolak ku Ana, lihat saja kau tak akan bisa menolaknya"


Roger langsung masuk kedalam mobil dan menjalankannya pergi dari kantor ini.


**


"Bi kok kuenya bantet sih, enak gak ya ini buatan kita "


"Gak apa apa sayang, kita hias dulu aja, masalah enak gak enak jangan difikirin dulu ya "


"Iya, yaudah kamu ya yang hiasa tangan aku masih sakit "


"Iya sayang iya, aku yang akan menghiasannya, tapi kau jangan protes kalau jelek "


"Iya aku tak akan protes "


Abian segera menghiasannya dengan Inara yang menatapnya dari samping, Abian menghias kue itu dengan sangat belepotan.


"Nah udah selesai gak apa apa ya kayak gini, "

__ADS_1


"Emm gak apa apa, ayo bawa kemeja makan Bi, ayo kita cicipi'


Abian langsung membawannya dan memotongnya, lalu menyuapi Inara "bagaimana sayang enak tidak "


"Enak kok, kamu cobain deh "


Abian langsung menyuapkan sepotong kue "wahh enak juga, sini aku suapi lagi "


Saat melihat bibir Inara belepotan Abian mendekatkan wajahnya, makin mendekatinya lalu menjilatnya dengan bibirnya, Inara yang kaget hanya memejamkan matanya.


"Ekhh jangan aneh aneh ya " Abian segera menjauhkan wajahnya dari Inara.


"Ehh Ana pulang, kue mau kue " tawar Abian


"Gak mau kuenya berantakan dan kayaknya bantet deh "


"Ehh tapi rasanya enak loh, "


Ana duduk dan menuomotnya sedikit "ya lumayan lah "


"Hallo semuanya, apa kabar adik adik iparku "


"Iya Nara kau sekarang akan menjadi adik iparku, karena aku dan Ana sudah respi berpacaran dan akan menikah "


Inara memelototkan matannya dan menatap Ana dengan senang "beneran kan Ana gak bohongan "


"Iya beneran Ara, bukan bohongan "


"Gimana kalau nikahnya sama sama aja, dibarengin gitu "usil Abian


"Gak aku gak mau " ucap Ana dengan tegas


"Kenapa Ana " tanya Inara


"Nggak mungkin Ara pernikahan kalian aja sebentar lagi, aku nggak mungkin mendadak semuanya dari gaun pengantin yang lain, yang enggak deh aku juga baru hubungan sama dia kan nggak mungkin tiba-tiba langsung nikah cepet banget kan nggak nanti aja kalian dulu aja "


"Hemm baiklah Ana jika itu yang terbaik buat kalain, aku gak akan maksa kok "

__ADS_1


Mereka hanya saling diam dan tak ada yang berbicara atau membuka pembicaraan sampai Ana tiba tiba pergi.


Inara yang merasa aneh dengan kakaknya segera mengikuti Ana, Abian menoel Roger "lo gimana carannya dapetin hati Ana, gila ya bisa pacaran sama perempuan garang dan akan nikah beneran, gue awalnya berfikir gak akan ada yang bisa naklukin hati Ana, ternyata ada ya lo orangnya ternyata tetangganya sendiri"


"Ya gitu gampang lah dapetin hati dia, gak apa apa yang penting cantik kan, masalah galak gak masalah, karena perempuan itu kebanyakan emang galak tapi di balik itu mereka tuh sayang banget sama pasangannya"


"Iya iya deh yang udah bucin kapan pacarannya tuh "


"Emm baru deh , malahan baru banget, masih anget angetnya nih "


"Kirain udah lama nih "


"Boleh gue abisin ya kuenya, gue laper nih, tadi Ana diajak makan dulu diluar gak mau dia, jadi gini deh kelaparan "


"Ok deh abisin aja sana masih ada kok, masih banyak malahan "


"Sip siplah "


**


Inara duduk ditempat tidur sang kakak "Ana apakah ku benar benar berpacaran dengab Roger dan akan menikah, sejak kapan kalian menjalin hubungan ini "


Ana menghampiri sang adik dan duduk disampingnya "baru saja saat dia mengatakan ingin menikah denganku ya aku terima saja. Bukannya kau ingin melihat aku menikahkan kau ingin mematahkan tentang janjiku yang takkan menikah sampai kapanpun kan"


"Iya aku ingin itu terjadi tapi apakah kau yakin dari hatimu. Apa karena aku saja yang berbicara seperti itu padamu, makanya kau melakukan ini, jika kau terpaksa jangan lakukan Ana aku tidak mau nanti hidup rumah tangga kalian malah berantakan, dan makin menambah traumamu makin besar"


"Tidak sepertinya aku memang sudah yakin, mungkin aku bisa belajar bersama Roger dia juga lebih tua dariku dan pernah menjalani rumah tangga ya mungkin dia bisa lebih dewasa dan bisa membimbingku, "


"Baiklah jika kau memang sudah yakin, tapi jika suatu saat kau tidak yakin lebih baik mundur sebelum semuanya terjadi dan kau terikat pernikahan. Aku tidak mau pernikahan mau berantakan ya, aku ingin kau bahagia bersama pasangan mu"


"Yah pasti jika aku tidak yakin aku pasti akan mundur dan tidak akan melanjutkan hubungan ini"


"Baiklah aku keluar dulu ya kau segeralah mandi dan membersihkan dirimu aku keluar "


Ana hanya mengangguk saja, setelah sang adik pergi Ana membaringkan badannya, "Huff apa yang aku ambil benar, apa keputusan yang aku ambil sungguh benar atau akan membuatku makin sengsara "


"Semoga saja Roger memang jodohku dan dia tak akan mengecewakan ku, dan akan menjadi suaminya yang baik dan perhatian, serta tak akan pernah menduakan aku, apa lagi jangan sampai ada pertengkaran lagi diantara kami nantinya"

__ADS_1


Ana membuka seluruh pakaiannya dan masuk kekamar mandi dirinya harus segera membersihkan diri dan kembali keluar untuk berkumpul dengan yang lain, jangan sampai mereka curiga.


__ADS_2