Berbagi Suami

Berbagi Suami
Kembali membahas masa lalu


__ADS_3

Inara yang terbangun tak menemukan siapa siapa, dirinya segera bangkit dan berjalan kearah ruang tamu, ternyata Abian ada disana.


Inara hanya tersenyum kecil saja, ternyata Abian menepati janjinya, saat Inara membalikan badannya ternyata ada Ana "kau sudah pulang Ana, pekerjaan apa yang membuat mu harus pulang malam "


"Ya beginilah, biasa ada klien yang membutuhkan bantuan. Ya bagaimana lagi aku harus menemuinya dan berbicara dengannya masa iya aku tidak menemuinya itu tidak mungkin"


"Memangnya tidak bisa dilakukan nanti saja harus kemarin malam langsung Ana, malam malam lagi tak bisa ditunda ya pekerjaannya, kan bukan waktunya jam kerja lagi emangnya jam kerjamu sampai jam berapa sih tidak mungkin kan 24 jam kau bekerja, sedangkan kau adalah pemiliknya "


"Ya begitulah aku tidak pernah membatasi orang-orang yang ingin bertemu denganku, mau itu jam kerja ataupun tidak kalau mereka mau bertemu ya sudah pasti ada pekerjaan yang sangat penting, makanya mereka ingin bertemu malam-malam, ya sudahlah aku juga sudah selesaikan bekerjanya tidak usah dipermasalahkan lagi kan. Bagaimana dengan tanganmu apakah sudah baik-baik saja"


"Iya aku tahu tapi sekarang kau harus membatasi pekerjaanmu, karena hidup itu bukan tentang pekerjaan terus masa kau selama 24 jam harus mengerjai semua pekerjaanmu. Untuk apa kamu mempunyai karyawan Ana, aku hanya khawatir dengan kesehatanmu, kau juga harus memikirkan dirimu tidak untuk pekerjaan semuanya. Ya sekarang sih sudah tidak terlalu sakit seperti kemarin"


"Ya aku tahu tapi sekarang yang aku pikirkan hanyalah pekerjaan, aku bahagia seperti ini Nara. Jadi kau tidak usah khawatir aku sudah bertahun-tahun melakukan semua ini. Jika nanti tanganmu sakit lagi kau bilang padaku, kita pergi ke dokter lagi pasti ini akan lama saat kau menikah pun pasti tangan mu masi diperban seperti ini"


"Iya Ana pasti, aku juga tak menyangka akan kecelakaan seperti ini, "


"Hemm iya tak akan ada yang menduga, kau bangunkan Abian ini sudah siang apakah dia tak akan bekerja "


"Ya Ana "


Inara kembali lagi kearah Abian dan akan membangunkannya, memang sih ini masih pagi, tapi ya tetap saja bangun pagi pagi itu lebih baik kan.


**


Ana yang sedang membantu adiknya mengenakan pakaian akhirnya selesai juga "jadi kau akan kemana Nara sekarang"


"Entahlah Ana mungkin aku akan dirumah saja "


"Mending kita jalan-jalan aja yuk, kamu sebentar lagi nikahkan pasti akan banyak waktu menghabiskan bersama suami kamu dan nanti sama aku akan sulit "


"Boleh deh ayo Ana, aku gak akan mungkin lah lakuin itu, aku nggak akan mungkin sibuk sama keluargaku yang baru sedang kamu aku diemin nggak mungkin Ana, aku pasti akan selalu ada waktu buat kamu, tapi Ana tentang kamu yang mengatakan kalau kamu nggak akan nikah lebih baik pikir-pikir lagi ya, bukannya aku mau menentang tentang kamu yang nggak mau nikah, tapi aku mau lihat kamu bahagia sama pasangan kamu ,sama pilihan kamu ya mungkin akan sulit tapi setidaknya golong kamu pertimbangkan kembali jangan tiba-tiba kamu bicara tidak akan pernah menikah ya"


"Hemm akan aku fikirkan lebih baik sekarang kita pergi ya, kita jalan jalan sekarang "


"Baiklah ayo Ana ayo kita pergi sekarang "


Mereka berdua segera berjalan keluar rumah dan masuk kedalam mobil yang tentu saja Jack yany menyetirnya, karena ya Ana sedang tak ingin saja menyetir.

__ADS_1


**


Akhirnya mereka berdua sampai juga disebuah tempat yang indah dengan tanaman hijau yang membuat sejuk tempat ini "apakah kau ingat Ara kita pernah kemari "


Inara mengelengkan kepalanya "tidak aku sama sekali tak mengigatnya, memangnya kita pernah melakukan apa Ana disini "


"Tepatnya bukan kita, tapi keluarga kita keluarga kecil kita saat terakhir kalinya kita sama-sama bersenang-senang dan bermain-main di sini, dan besoknya kau menghilang bersama pengasuh itu, ya mungkin kau tak akan pernah mengingatnya karena itu sudah lama sekali sedangkan kita sekarang sudah dewasa, namun aku selalu mengingat hari terakhir kita bersama-sama dan apa saja yang kita lakukan di sini andai waktu bisa diulang mungkin pagi itu aku tidak akan tertidur lagi"


Inara menghembuskan nafasnya, memegang tangan Ana dengan tangan yang satunya " aku hanya ingin kau kembali mengingatnya saja Ara, bukan karena aku ingin membuat mu menyesal atau apa, aku hanya ingin mengenang semua ini saja di saat keluarga kita sedang baik-baik saja sedang harmonis bahagia namun tiba-tiba sekejap saja semua itu berubah. Semuanya hancur bahkan keluarga kita tidak ada kata harmonis lagi"


"Iya aku tahu karena kehilangan aku kau menjadi korban dari kekerasan orang tua kita, dan juga keegoisan mereka maafkan aku Ana, kalau saja semua itu tidak terjadi mungkin kau tak akan seperti ini kan jadinya, dan kau juga mungkin takkan terauma untuk menjalani sebuah pernikahan"


"Tidak ini bukan salahmu ini hanyalah sebuah takdir mungkin saja tuhan ingin takdirku seperti ini, sudah lah kenapa kita malah jadi membahas yang sedih sedih kita kan di sini mau senang-senang kau ingin aku belikan apa biar aku mencari sesuatu"


"Emm terserah aku saja, aku pasti akan memakannya "


"Baiklah tunggu disini jangan kemana mana "


Inara mengangguk dan Ana langsung pergi meninggalkan Inara sendirian, sedangkan Jack dia tak ikut disini dia hanya diam dimobil menunggu nona nonanya.


"Ada apa dengan tangan mu "


Inara langsung mengalihkan pandangannya dan menatap kesampingnya ternyata itu Adam.


"Kenapa setiap aku berada di tempat asing kau selalu ada"


"Ini tempat umum memangnya aku tidak boleh ada di sini, aku pun tidak tahu kenapa bisa bertemu denganmu saat aku akan duduk ternyata kau yang ada disampingku "


"Ya aku tahu karena dunia ini sangat sempit"


"Aku bertanya padamu ada apa dengan tanganmu, mengapa apakah terjadi sesuatu sampai-sampai tanganmu harus diperban seperti itu, apakah pacarmu itu tidak bisa menjagamu dengan baik sampai-sampai kau celaka seperti itu"


"Ini kesalahanku bukan kesalahan pacarku. Memangnya dulu saat kita menikah kau bisa menjagaku dengan baik tidak kan, bahkan menjaga hatiku saja kau tidak bisa hal yang paling mudah menurutku menjaga hati pasangan sendiri kau saja tidak bisa kan "


"Iya aku tahu aku bersalah, aku minta maaf aku tidak bisa menjaga hatiku dengan baik dan hanya untukmu saja. Maaf aku memang salah dan aku sudah menyadari semuanya namun apakah kau tidak bisa memaafkanku dengan tulus , dan mencoba untuk kembali menata semuanya dari awal, aku tahu kau akan menikah aku tahu tapi setidaknya bisakah kau memberikan aku sedikit kesempatan"


"Dulu aku sudah pernah memberi kamu kesempatan dengan bertahan menjadi istrimu, meskipun aku diduakan tapi kau kembali mengecewakanku dengan kau berselingkuh dengan Shinta. Perempuan mana yang tidak kecewa dengan suaminya yang seperti itu. Aku sudah menerima kau menikah lagi dengan Iva dan akan mempunyai seorang anak, tapi kau tidak pernah memanfaatkan semua kesempatan yang aku berikan"

__ADS_1


Inara menatap Adam lalu kembali menyelesaikan pembicaraanya " dan kau tadi berkata ingin aku memaafkan mu dengan tulus, aku dari awal sudah memaafkanmu dengan sangat tulus, tapi maaf untuk kembali memberikanmu kesempatan dan untuk kembali menjalin hubungan apa lagi berumah tangg denganmu aku tidak bisa Adam, aku sangat tidak bisa aku tidak siap untuk kau kecewakan lagi kau pernah mengkhianatiku dan mengecewakanku bisa saja kau nanti akan melakukan hal yang sama lagi"


Adam memegang tangan Inara , namun Inara segera melepaskannya "semua orang itu bisa berubah Nara, aku bisa berubah untukmu. Aku bisa menjadi laki-laki yang kau inginkan, aku bisa merubah semuanya hanya untuk bisa kembali denganmu saja, aku tahu kesalahanku itu sangat fatal bahkan sangat-sangat fatal dan tidak bisa dimaafkan, tapi setidaknya berikan aku kesempatan untuk bisa bersamamu kembali dan menata semuanya dari awal lagi"


"Lalu dengan ibumu bagaimana apakah kau tidak berpikir sebelum mengatakan ini semua, ibumu sangat membenci aku bahkan sangat-sangat membenci aku, dan tidak mau menerima aku sebagai menantunya saat dulu. Apa lagi sekarang dia tidak akan mungkin menerima aku, aku tidak mau kejadian yang sudah sudah terulang kembali dan aku tidak mau mengulangi masa laluku"


"Aku bisa berbicara dengan ibuku, aku bisa menyelesaikan semuanya, kalau kau memang keberatan jika ibuku ikut campur kita tidak serumah kita pergi jauh dari ibuku, aku melakukan itu semua untukmu asalkan kau kembali lagi padaku, asalkan kau bisa menerima aku seperti dulu lagi aku siap meninggalkan semuanya hanya untuk dirimu Nara"


"Seperti janjimu dahulu bahkan aku sangat ingat dengan kata-katamu yang itu, kau sudah pernah berjanji itu padaku namun pada akhirnya apa kau lebih mementingkan dan memilih pendapat ibumu kan, dan kau mengikuti apa kata-kata dari ibumu tanpa melihat dari sisiku terlebih dahulu. Apakah aku akan menerima jika kau menikah lagi setidaknya kau berbicara padaku atau meminta izin untuk menikah lagi dengan perempuan lain. Bukannya tiba-tiba kau selingkuh dan membawa perempuan itu ke hadapanku dan dia sedang mengandung kita balikkan saja kalau kau ada di posisiku bagaimana kau juga pasti tidak akan menerimanya "


"Iya aku tahu Nara, aku salah aku memang salah tidak berbicara dahulu padamu dan kalau pun aku berbicara padamu kau tidak akan mengizinkannya tidak akan pernah merelakan aku untuk menikah dengan perempuan lain hanya untuk keturunan saja, aku yakin kau tidak akan mengizinkan itu makannya aku tidak berbicara padamu"


"Memangnya ada perempuan yang ingin diduakan ditigakan tidak, mungkin ada tapi aku tidak mau aku bukan perempuan yang lapang dada bisa menerima untuk berbagi suami, aku tidak bisa Adam hatiku tidak setegar perempuan di luar sana yang bisa menerima suaminya menikah lagi, aku tidak bisa dari awal aku sudah bilang kan bahkan sebelum kita menikah aku sudah bilang kalau aku tidak mau diduakan, tapi nyatanya kau menghianati semua janji-janji kau padaku"


"Iya aku tau aku bodoh aku bodoh Nara aku sangat bodoh sampai akhirnya kau meninggalkan aku, aku sudah menyia nyiakan mu, aku sungguh minta maaf padamu, dan aku tak akan melakukan itu lagi "


"Iya Adam aku memaafkanmu, aku dengan lapang dada memaafkanmu dengan tulus dan tidak akan pernah ada dendam dalam hatiku untukmu, namun sekali lagi aku minta maaf. Aku tidak akan bisa kembali lagi padamu dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa kembali lagi padamu"


"Sekarang kau percaya pada Abian. Apakah kau yakin dia akan setia padamu dan tak akan pernah menduakanmu seperti aku nantinya. Apakah kau percaya dengan laki-laki baru yang baru kau kenal sedangkan aku kau sudah mengenalku dan kita sudah berumah tangga"


"Aku tahu Abian adalah laki-laki baru dalam hidupku, tapi aku yakin dia tidak akan pernah selingkuh atau menduakanku seperti dirimu, karena orang tuanya tidak akan mungkin menyuruh Abian untuk menikah lagi dengan perempuan lain nantinya, karena hubungan kami ini direstui dan ibu serta Ayah Abian menerimaku dengan keadaanku yang seperti ini. Jadi aku yakin Abian tidak akan pernah mungkin menyakiti aku. Mungkin sudah sampai sini saja pembicaraan kita karena tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Terima kasih untuk waktunya dulu dan terima kasih kau pernah mencintaiku dengan tulus "


Inara langsung pergi dari sana sedangkan Adam hanya bisa diam saja tak bisa mengejar Inara, karena dirinya sudah mendengarkan jawabannya, Inara tak mau dengan nya, tak akan mau lagi.


Inara dan Ana berpapasan "Ara kenapa kau tidak menunggu ku disana malah jalan-jalan seperti ini, aku sudah bilang kan kau tunggu aku, aku takkan lama tadi aku mengantri jadi ya mungkin cukup lama ya aku meninggalkanmu sendirian di sana"


"Tidak Ana, aku hanya ingin jalan-jalan saja aku tadi bosan duduk terus, aku ingin melihat-lihat yang lain kamu membeli apa sepertinya banyak sekali yang kau beli Ana "


"Ya aku membeli banyak makanan , ayo kita kembali ke tempat duduk kita yang tadi, dan aku akan menjelaskan apa saja yang aku beli "


"Tidak lebih baik kita cari tempat yang lain ya yang lebih sejuk dan lebih enak saja gitu, di sana sudah terlalu banyak orang kita cari tempat yang agak sepi aja Ana agar kita leluasa untuk mengobrol apapun itu dan tak ada gangguan"


"Apa yang terjadi apakah ada sesuatu yang terjadi, sampai-sampai kau pergi dari tempat itu apakah ada seseorang yang menemuimu di sana, apakah ada orang berbahaya disana "


"Tidak ada satupun orang yang menemuiku Ana, tidak aku hanya ingin mencari tempat yang lain ya agar aku tahu tempat-tempat ini dan mengingat semua tentang kenangan kedua orang tua kita dan kita waktu kecil"


"Baiklah ayo mari kita cari tempat yang lain Nara, seperti apa katamu disana terlalu banyak orang "

__ADS_1


__ADS_2