
"Apakah kau yakin akan pulang sekarang Ana apakah tidak bisa nanti saja"
"Tidak bisa Roger aku harus pulang di sana pekerjaanku sangat menumpuk jadi mengertilah, aku ini bukan perempuan yang hanya diam di rumah begitu saja, aku ini bekerja dan mengurus perusahaan keluargaku dan Inara juga dia bekerja Jadi kami tidak ada waktu untuk berleha-leha jadi tolong jangan membuat Sean menahan aku kembali untuk tinggal di sini"
"Tidak aku tidak akan menahan mu lagi aku akan membiarkanmu pergi, tapi kau masih ingatkan kata-katamu tadi saat sarapan kalau kau akan membiarkan Sean datang ke rumahmu bersamaku jadi aku mau minta alamat rumahmu"
"Tak usah kau repot-repot meminta padaku Sean sudah tahu semuanya jadi kau tanyakan saja pada dia, aku pamit pulang bersama yang lainnya dan jaga Puja dengan baik jangan sampai dia melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri dan juga anakmu. Sepertinya Puja itu orangnya nekat Jadi kau jangan macam-macam padanya "
Ana turun kebawah dan berpelukan dengan Sean " aku akan merindukan kakak tapi aku tidak akan pernah melupakan kakak, tunggu aku nanti main ke rumah kakak ya. Kakak harus ada di rumah dan membuatkan masakan enak untuk nantinya ,di sana kakak juga jangan lupakan aku ya karena aku tidak mau sampai Kakak melupakanku "
"Iya sayang kakak tidak akan mungkin bisa melupakan anak manis sepertimu, sekolah dengan baik dan belajarlah dengan giat jangan sampai membuat ayahmu kecewa, selalu jadilah anak yang membanggakan orang tuamu dan di sana Kakak akan sangat senang dan bangga padamu kakak akan menunggu kunjungan ke rumah Kakak nanti"
"Baiklah kakak bersama Kak Ara dan juga Kak Jack hati-hati dijalan jika sudah sampai di rumah Kakak Hubungi Ayah ya, biar nanti aku yang berbicara bersama kakak. Aku menyayangi Kakak Dadah hati-hati kakak"
Ana melambaikan tangannya dan masuk kedalam mobil meninggalkan rumah besar ini.
" Bagaimana sekarang apakah kau sudah tenang"
"Iya aku sudah tenang Ara, betul katamu lebih baik berpamitan secara langsung dari pada tiba-tiba pergi begitu saja tanpa kabar dan membuat semua orang menjadi khawatir padaku. Untung saja kau mempunyai Ide ini untuk pulang kembali ke mari dan berpamitan dengan cara baik baik. Kalau aku tidak kemari mungkin aku tidak akan tahu keadaan Sean yang masuk ke dalam rumah sakit "
"Iya makanya nanti kalau terjadi seperti ini kembali keadaannya seperti apapun kau harus berpamitan Ana kau pun datang kemari kan dengan cara baik-baik maka pulang pun harus dengan cara baik-baik pula kan"
"Iya Ara kau benar "
Ana memeluk adiknya dengan sayang, dan Jack hanya fokus saja kejalan.
**
"Ayah rumah rasanya sangat sepi ya tidak ada kakak lagi. Kapan kita akan pergi ke rumah kakak rasanya aku jadi kangen sama kakak"
"Baru juga berpisah masa udah pengen ketemu lagi sama kakak. Nanti dong kita satu bulan lagi ke rumah kakak gimana kamu mau nggak"
" Yah masih lama dong satu bulan itu lama banget gimana kalau satu minggu lagi"
"Tidak bisa sayang Ayah banyak pekerjaan jadi tidak apa-apa ya 1 bulan lagi kita akan pergi kerumah kakak"
"Baiklah ayah aku mengerti, ayo kita masuk kedalam rumah "
"Iya ayah "
"Kalian merencanakan untuk pergi ke rumah Ana lihat saja aku tidak akan membiarkan kalian pergi begitu saja, aku akan membuat drama agar kalian berdua tidak bisa bertemu dengan kakak An kalian, apa sih yang dia punya sampai-sampai kalian itu nempel sama perempuan pembunuh itu, apa bagusnya dia, apa yang dia punya "
Puja segera ikut masuk juga, karena hari pun sudah akan malan, tak baik kan diam diluar sendirian bagaimana kalau nanti malah kesambetkan.
**
"Kenapa Inara tak pulang pulang dan tak mengabariku, aku sudah lama menunggu dikamarnya, dihubungi juga tak bisa "
Abian yang jenuh segera keluar rumah dan berpapasan dengan Sandi yang tersenyum padannya, Abian segera memberhentikannya.
"Apakah kau orang baru "
__ADS_1
"Iya tuan saya baru disini "
"Pantesan aku baru melihat mu, baru berapa hari kau kerja "
"Baru hari ini tuan, saya di perintahkan untuk menjaga nona Ara tapi sampai sekarang saya tak melihatnya "
"Menjaga calon istriku "
"Jadi nona Ara calon mu "
"Iya dia calon istriku, kenapa Ana menyuruhmu menjaga Ara "
"Em maaf tuan saya tidak bisa bicara, tuan bisa menayakan langsung pada nona Ana "
"Baiklah-baiklah aku tahu kalian semua ini anak buah Ana yang penurut jadi tidak akan mungkin ada satu orang pun yang memberitahu aku ,selain Ana bosnya. Baiklah kau segeralah bekerja lagi perkenalkan aku Abian calon suaminya Inara adik dari Iriana bos mu itu "
"Aku Sandi, oh yah bahkan aku tak mengenal bosku, aku tak tau wajahnya "
"Waw kenapa bisa "
"Entahlah aku ditawari kerja oleh bos Jack untuk menjadi anak buah Nona Ana dan menjaga Nona Ara itu yang kau tau "
Abian mengeluarkan ponselnya dan menunjukan foto Inara "ini adalah Ara, tapi aku tak punya foto Ana, wajah mereka sama, karena mereka kembar, jadi kau nanti jangan sampai tertukar tapi bedanya, Ana berpendampilan tomboy dan Ara dia angun selalu memakai gaun dan tutur katanya pun lembut, kalau Ana itu sedikit kasar dan blak blakan "
"Heyy apa maksud mu, kau menjelek jelekan ku Abian didalam rumahku sendiri "
"Baru juga diomongin, kau lihat sendirikan "bisik Abian.
"Cari saja sendiri, Sandi ayo ikut aku "
Sandi mengangguk dan mengikuti langkah Ana beserta Jack pula, Abian segera keluar dan ternyata kekasihnya da diluar sedangn berjalan kedalam rumah.
"Sayaaanggg kau akhirnya pulang " Abian langsung memeluk Inara dengan erat
"Lebay sekali " celetuk Ana yang tiba tiba saja sudah ada disamping mereka berjalan kearah mobil
"Ye sirik aja tu anak "
"Kamu kenapa gak hubungin aku sayang, kenapa katanya mau bilang saat pulang, kenapa ini tidak "
"Maafkan aku bi, ponsel ku mati dan saat akan menghubungimu tak keburu "
"Jangan kau ulangi lagi "
"Jangan dipeluk lagi, adiku ku bukan bantal guling " celetuk Ana kembali sambil masuk kembali kedalam rumah.
Abian melepaskan pelukannya dan cemberut kearah Inara "lihat kakak mu menyebalkan sekali "
"Sudah sudah ayo kita masuk Abi, jangan diluar ayo ayo "
Abian hanya mengangguk dan memeluk bahu calon istrinya, bermanja manja pada Inara kapan lagi kan.
__ADS_1
**
" Baiklah sekarang kau sudah keluar dari penjara itu bagaimana perasaanmu apakah kau senang"
" Iya saya sangat senang Terima kasih nona, Akhirnya saya bisa bertemu dengan anak dan istri saya"
"Baiklah jika kau senang aku juga menyuruhmu untuk menjadi anak buahku namun ada peraturannya"
"Apa itu nona "
"Aku tidak mau ada penghianatan sedikitpun jika kau berhianat padaku, taruhannya adalah nyawa Anak dan istrimu aku sudah tahu mereka tinggal di mana berada dimana aku tahu semuanya, data dirimu anakmu, istrimu semua keluargamu, jadi aku tidak mau kau sampai macam-macam padaku atau berbuat licik padaku apakah kau mengerti"
"Baiklah Nona aku mengerti aku akan setia seumur hidup pada Nona dan tidak akan menghianati Nona sedikitpun "
" Baguslah pekerjaanmu hanya menjaga adikku saja Inara dengan nyawamu dan dengan sepenuh hati, jika kau mati karena adikku aku pasti akan bertanggung jawab dan mengurus anak istri dan keluargamu sampai anakmu kuliah dan bisa membiayai keluargamu sendiri bagaimana"
" Tentu aku akan menjaga Adik Nona dengan nyawaku sendiri dan aku akan mengabdi selamanya pada Nona anak dan juga Nona Ara "
" Baiklah aku tidak perlu mengetes mu lagi karena aku sudah tahu pekerjaanmu dipenjara sangat bagus saat membuat Adam menderita di san, musuhmu adalah Adam kembali dia ingin menghancurkan hidup adikku Kembali jadi kau harus lebih hati-hati dia bekerja sama dengan Livia yang kejiwaannya terganggu akan sedikit sulit"
"Siap Nona aku akan melaksanakannya dengan sangat baik aku akan bekerja semaksimal mungkin, tapi apakah aku boleh bertemu dengan anak dan istriku terlebih dahulu nona"
"Aku beri kau waktu dua hari untuk bertemu dengan mereka. Jika perlu kau bawa saja mereka ke sini dan tinggallah di paviliun belakang aku tidak akan merasa keberatan atau masalah dengan hal itu"
"Baik nona baik Terima kasih atas bantuanmu terima kasih aku pamit pergi dulu"
"Baiklah "
Ana keluar dari dalam ruangannya dan akan istirahat dahulu, badannya sangat sakit.
"Sandi " panggil Jack
"Iya bos "
"Bawa mobil ini untuk membawa anak istrimu kemari mulai hari ini mobil ini akan menjadi milikmu, kau akan pergi kemana-mana dengan mobil ini untuk mengintai Nona Ara dan mengawasinya dari jauh"
"Baik Bos baik bos terimakasih bos atas semua bantuannya aku sangat berterimakasih "
Sandi pergi dari dalam ruangan dengan hati senang, akhirnya dirinya bisa bertemu dengan keluarnya dengan anaknya, pokoknya hidupnya akan kembali dimulai dan ini awal yang bagus.
Keluarganya akan kecukupan, anaknya akan sekolah seperti anak yang lain, semuanya akan baik baik saja dan terkendali.
**
"Ayo sayang buka mulutmu, sebelum tidur kau harus makan dahulu jangan sampai perutmu kosong, perjalanan kalian sangat jauh sekali. "
"Iya Abi kau pun harus makan, ayo buka mulutmu "
Abian hanya menurut dan membuka mulutnya lalu menguncah makanannya dengan senang.
Ana yang memang melewati ruang makan hanya bisa mengitip dan tersenyum senang "aku berharap kau Abian tak menghianati adiku, kau bisa membahagiakannya selalu dan membuat Inara selalu senang "
__ADS_1
Ana lalu masuk kedalam kamarnya dan menutup pintunya, dirinya sudah tenang, Abian mencintai adiknya malahan sangat mencintainya jadi tak ada lagi keraguan dalam dirinya lagi pada Abian setelah melihat perjuangan Abian.