Berbagi Suami

Berbagi Suami
Baik sekali


__ADS_3

Mereka sudah sampai dirumah tapi hujan begitu deras saat Inara membuka pintu ada yang memayunginya, saat mendongakan kepalanya itu Abian.


"Abi kamu ada disini "


"Jangan Abi dong, tadi bukannya udah panggil sayang ya "


"Heeheh gak ah "


"Kok kitu sih sayangg, tadi pas ditelfon kamu panggil aku sayangg, "


"Udah ayo kita masuk dulu ayo "


Inara sedikit mendorong Abi dan memeluk pinggang pacarnya, menyuruhnya untuk segera berjalan namun sulit.


"Panggil dulu aku sayang "


"Baiklah sayang ayo kita masuk "


"Nah gitu dong sayang, aku jadi senengkan "


Akhirnya jalan juga, sedangkan Roger dan juga Sean sudah dari tadi masuk di payungi oleh anak buah Ana.


Saat mereka semua masuk, Ana sudah berdiri dengan Arya disampingnya.


Roger yang melihat penampilan Ana sangat kaget, Ana yang dulu dirumahnya selalu memakai pakaian berwarna dress, sekarang yang dia lihat memakai jelana hitam baju hitam sepatu tinggi hitam, serba hitam sangat berbeda sekali.


"Kakak "teriak Sean dengan histeris


Lamunan Roger langsung buyar dan melihat anaknya begitu senang memeluk Ana dengan sayang.


"Apakah pekerjaan kakak sangat banyak sampai kakak tidak menjemput aku ke bandara"


"Iya sayang maafkan kakak ya, ada beberapa bekerjaan yang tak boleh kakak lewatkan "


"Baiklah aku maafkan "


Sean melepaskan pelukannya dan melihat kearah Arya, "ini siapa kak "


"Ini kak Arya anaknya om Sandi dan tante Fani "


"Hallo Arya aku Sean yey aku punya teman "


Dengan ragu Arya menjabat tangan Sean, dan dengan senang Sean memeluknya.

__ADS_1


Sungguh Arya tak menyangka kalau Sean akan memeluknya, karena dari dilu tak ada yang pernah mau berteman dengannya karena katanya ayahnya penjahat.


"Kak Arya kenapa kau diam saja, ayo berbicara padaku "


"Emm maaf aku harus memanggil mu apa "


"Panggil saja aku Sean, aku lebih senang begitu selagi aku disini kau mau kan berteman denganku, kita main sama sama, bagaimana apakah kau mau "


"Tentu aku senang sekali terimakasih Sean "


"Baiklah kalain berdua mainlah diruangan itu, tante Fani akan mengantar kalian kesana, kakak sudah menyiapkan mainan untuk kalian ayo ayo "


"Ayo ayo kak Arya kita main "


Arya dengan semangat mengangguk dan ikut berlari bersama Sean , Fani yang melihat anaknya senang menagis haru, ternyata ada yang mau bermain dengan sang anak, sungguh sangat memgharukan sekali.


**


Puja yang baru pulanh shoping merasa aneh kenapa dirumah sangat sepi.


"Bi bibi "


"Eh iya non kenapa "


"Tuan pergi bersama tuan kecil kerumah nona Ana "


"Apa kenapa aku tidak tau, kenapa tak ada yang memberitahu aku "


"Mohon maaf nona saya tidak tau, saya permisi dulu "


Puja dengan marah mengambil ponselnya dan menelfon Roger, panggilan pertama tak diangkat namun saat panggilan kedua diangkat.


"Halo Roger kenapa kau tiba-tiba saja pergi dan tak mengabariku sama sekali"


"Sean mendadak ingin pergi ke rumah Ana makanya aku tak berbicara jujur padamu, kalau berbicara pastinya kau tidak akan membiarkan kami berdua pergi dan melarang kami dengan berbagai cara kan, aku sudah tahu dan aku bisa menebak apa yang akan kau lakukan nanti"


"Kau itu pikirannya terlalu dangkal padaku harusnya kau bicara padaku jangan seperti ini kau menganggapku pacar kan"


"Tentu aku menganggapmu, namun tak ada waktu untuk bertengkar dengan mu jadi aku lebih baik pergi tanpa berbicara padamu, yang ada nanti akan ribet dan penuh drama, aku yakin kau tak akan mungkin membiarkan aku dan Sean begitu saja pergi, kau pasti akan membuat berbagai kegaduhan, apakah ada yang ingin kau bicarakan kembali padaku "


"Aku akan nenyusul mu "


"Untuk apa kenapa kau mau kemari, jangan sampai kau menyusulku, Ana tidak akan mau menampungmu, jadi jangan macam macam datang kemari "

__ADS_1


"Tapi aku mau kesana, aku mau pergi kesana titik, meskipun nanti Ana tak menerimaku aku tak pedulu, aku akan pergi kesana dan menyusul mu serta anak ku "


"Hah kau menganggap Sean anak mu sejak kapan, apa karena dia kemari untuk menemui Ana makannya kau mengakuinya "


"Tidak juga, kenapa sih kamu sama aku curigaan terus, mana alamat rumah Ana "


Saat Roger akan menjawab ponselnya sudah direbut oleh seseorang, saat Roger melihat orang itu ternyata adalah Ana.


"Ada apa dengan mu Puja kenapa sangat mengganggu "


"Aku mengganggu wajar aku adalah pacarnya. Lalu apakah aku salah mengganggu pacarku sendiri dan kau bukan siapa-siapanya dengan tidak sopannya merebut ponsel Roger kan "


"Aku merebut ponselnya karena kami semua sedang makan kau dengan tiba-tiba langsung menelpon, kami semua kelaparan menunggu Roger yang tak kembali untuk melanjutkan makannya karena di sini tidak sopan, kalau menghabiskan makanan terlebih dahulu "


Ana memberikan ponselnya pada Roger dan akan pergi, namun Roger menarik Ana, sampai samapi Ana dipojokan oleh Roger.


Roger membelai wajah Ana, mengusapnya dengan perlahan, lalu akan menciumnya namun belum juga sampai Ana sudah menendang ******** Roger.


Roger langsung memegangnnya dan berjongkok sakit sekali "aku bukan Puja jadi tidak aakn terpancing hanya dengan belain mu saja "


Ana langsung melenggos pergi meninggalkan Roger, dengan jantung yang tidak karuan, hampir saja kan terbuai, bisa bisa malukan nanti kalau ketemu Roger lagi.


"Sial sekali, benar Ana memang berbeda dengan perempuan lain, aku makin tergoda saja dengan Ana, baiklah aku akan berjuang untuk mendapatkannya, awas saja kau Ana, aku tak akan melepaskan mu, dan aku tak akan pernah mau mengalah meskipun dengan pacarmu Jack si muka datar itu "


**


"Sean kenapa kau mau berteman dengan ku "


"Emm sepertinya tidak ada alasan, aku berteman dengan siapa saja, memangnya kenapa kak Arya, kenapa kau berkata seperti itu "


"Tidak aku hanya ingin tai saja, karena saat aku sekolah dulu didesa tak ada yang mau berteman denganku, mereka menjauhiku dan bahkan menganggap aku tak ada "


"Kenapa mereka seperti itu, sungguh jahat kalau aku ada diposisi mu aku akan menghajarnya, ayo ceritakan kenapa mereka begitu padamu "


"Apakah setelah kau tau faktanya kau akan tetap bermain denganku "


"Tentu aku akan tetap bermain denganmu apa pun kendalanya "


"Baiklah ayahku dulu orang jahat dan pernah membunuh orang, makannya semua orang membenci keluargaku, " Arya langsung menundukan kepalanya tak mau menatap Sean takut takut Sean langsung menjauhinya.


Namun fikiran Arya salah Sean langsung merangkulnya "aku tidak akan menjauhimu, ayahmu kan yang melakukannya bukan dirimu, jadi tak ada masalah, aku akan berteman denganmu sampai kapan pun, aku tak akan meninggalkan mu, tapi kau pun sama jangan meninggalkan ku, kau harus menjadi temanku "


Arya yang senang menganggukan kepalanya dan memeluk Sean saking senangnya.

__ADS_1


__ADS_2