
Tiba tiba dokter keluar dan menatap mereka semua "maaf apa saya bisa berbicara dengan suaminya dengan keluarganya, "
"Suami "tanya Ana
"Iya ini ada kabar gembira dan kabar buruk "
Mereka segera merapat kearah dokter dan saling pandang "coba kau katakan dokter apa yang terjadi saya kakaknya Ana, coba kau katakan "
"Baiklah saya akan memberikan kabar baik terlebih dahulu, nona Inara selamat dan sekarang sudah bisa di pindahkan keruangannya, oprasinya lancar dan untuk kabar buruknya, maafkan saya, saya tak bisa menyelamatkan anak yang sedang dikandung oleh nona Inara "
Tiba tiba saja mata Ana langsung menatap Abian dengan penuh kemarahan.
"Baik dok terimakasih " ucap Cio mewakili semuanya
Setelah dokter pergi Ana langsung mendorong Abian dan menarik pakaiannya "kenapa bisa adik ku mengandung, kau yang telah melakukannya, aku sudah bilangkan kau jangan membawa adik ku untuk selalu menginap dengan mu, kau lihat akibatnya adik ku hamil saat sebelum kalian menikah, kau anggap adik ku apa, apa kau menganggapnya perempuan gampangan hah, apa yang kau fikirkan kenapa kau tega melakukan ini hah "
"Maaf kan aku Ana, aku khilaf aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan, aku berjanji akan bertanggung jawab kau tak perlu risau dan takut, aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan, aku berjanji padamu, aku akan bertanggung jawab "
"Aku tak suka dengan apa yang kau lakukan pada adik ku, kau menganggapnya seperti perempuan nakal saja, aku kecewa padamu Abian, aku sudah sangat percaya padamu, tapi pada akhirnya aku malah kecewa, kecewa berat atas kelakuan mu pada adik ku "
__ADS_1
Ana segera melepaskan cengramannya dan pergi begitu saja di ikuti oleh Jack, mamihnya Abian langsung menarik sang anak dan menyuruhnya duduk.
"Kenapa Bi, kenapa Bi, kamu sampai melakukan itu, kenapa bisa kenapa kamu harus mengecewakan kami semua, kalau aja papih kamu denger pasti dia bakal sedih banget, kamu udah tau kan kalau kalain belum sah belum menikah, bukannya kamu sudah berjanji tak akan melakukan *** bebas kembali, tapi apa kebuktiannya kau melakukannya kembali, apakah kau melakukannya pada perempuan lain juga "
"Tidak Mih tidak aku hanya melakukannya pada Inara saja, kami hanya melakukannya sekali mih, aku tak mungkin menghianati Inara mih, Abi sudah bilangkan Abi akan setia pada satu perempuan saja , Abi tak mungkin mengkhianati Inara, tidak mungkin "
Mamih Abian mengambil nafas banyak banyak lalu menghembuskannya dengan kasar "setelah Inara sadar kita langsung mengadakan pernikahan, mamih akan berbicara pada Ana nanti, mamih yang akan mengaturnya, mamih sungguh kecewa dengan mu Bi, mamih kecewa mamih membebaskan mu berpacaran seperti itu karena mamih percaya kamu tak akan membuat mamih kecewa, namun pada akhirnya mamih malah kecewa dengan mu Bi "
Abi tak menjawab dia sedih anaknya, calon anaknya malah meninggalkannya, kenapa harus ada musibah ini, ini gara gara Livia gara perempuan gila itu anaknya tak ada anaknya yang belum lahir harus meninggal karena kekejaman Livia.
Sekarang dirinya tak bisa berfikir apa apa, hanya bisa diam dan menahan rasa marahnya pada Livia, perempuan yang sudah membuat anaknya mati, awas saja jika nanti ketemu Livia akan habis ditangannya, awas saja habis perempuan itu.
**
Jack mencoba untuk menenangkan nonanya, mengusap ngusap punggungnya agar lebih tenang dan tak terbawa emosi, "Semua sudah terjadi, jadi nona harus bisa menerimanya, jangan seperti itu nona, kita tau mereka salah tapi bagaimana lagi nasi sudah berubah menjadi bubur kita tak akan bisa merubahnya kembali "
"Iya aku tau Jack aku tau, tapi kenapa kenapa harus seperti itu, kenapa aku gagal menjadi seorang kakak, aku gagal seharusnya aku menjaganya tapi malah seperti ini, aku gagal Jack aku gagal seharusnya aku membatasi mereka, aku malah sibuk mengurusi orang lain, kau malah sibuk mengurusi kehilangan Puja, masalah Puja dan Roger "
"Padahal aku masih punya tanggung jawab yaitu adik ku sendiri, ini semua salahku, salah ku Jack kalau saja aku __"
__ADS_1
Jack langsung mendekatkan jari telunjuknya pada bibir Ana untuk memberhentikan ucapan Ana, "tidak nona jangan salahkan diri anda sendiri, ini bukan salah mu, semua ini bukan kesalahan mu, jadi aku jangan seperti itu ya nona "
Ana hanya diam saja tak mengangguk atau mengeleng dia hanya diam sambil menundukan kepalanya, sekali lagi Jack memberanikan memeluk nonanya, yang sedari kecil selalu bersamanya.
Dan nonanya menerima tanpa ada penolakan sama sekali, bahkan kali ini sang nona memeluknya juga, membagi rasa sakit yang selama ini dirinya pendam.
Namun tiba tiba saja ada yang menarik bahu Jack sampai sampai pelukan itu terlepas dan membuat Jack dan juga Ana kaget.
Ternyata itu adalah Roger, Roger langsung memukul Jack dan itu membuat orang orang yang ada disana menatap dengan heran ada apa sebenarnya ini, ada apa sebenarnya.
Ana segera menarik pakaian Roger dan mendorongnya "ada apa dengan mu, ada apa kau tiba tiba memukul Jack dia tak salah apa apa, kau gila ya datang datang melakukan itu, sungguh aku tak habis fikir ya "
Ana langsung membantu Jack bangun dan mereka langsung pergi meninggalkan taman itu, dan orang orang juga langsung bubar meninggalkan taman itu, mereka takut malah terbawa bawa nantinya.
Roger menatap kepergian mereka berdua, tadinya dirinya akan melihat keadaan Inara karena berita tentang penusakan Inara sudah ada di tv dan ada di setiap stasium tv, makannya dirinya kemari sambil sekali melihat Ana, melihat keadaannya dan akan menenangkan Ana.
Namun yang dirinya lihat adalah Ana malah berpelukan dengan laki laki lain, dia malah melakukan itu, hatinya langsung panas dan membuatnya langsung ingin menghajar laki laki itu, ternyata itu adalah Jack.
"Kenapa kau Roger sampai ceroboh seperti itu, seharusnya kau tahan jangan terbawa emosi, jadinya kayak gini kan, jadinya kau akan dibenci oleh Ana, sial akan sulit lagi mendekatinya, dia kan sudah sangat sulit didekati ditambah lagi dengan aku yang menghajar orang kepercayaannya "
__ADS_1
Roger segera berjalan kearah dalam dan akan pergi keruangan Inara saja, biarlah kalau ada Ana seperti tak terjadi apa apa saja lah, yang pentingkan niatnya dirinya baik ingin melihat keadaan Inara, semoga saja dia baik baik saja.