
Inara hari ini pulang bersama Sandi, suasana hatinya masih tak enak dan mungkin sampai kapan pun akan seperti ini, rasanya sakit sekali di khianati oleh calon suami sendiri.
Saat dirinya sampai dirumah dia malah melihat Puja yang sedang memeluk Roger, dengan kesal Inara masuk, jadi irikan biasannya dirinya selalu dipeluk oleh Abian.
Setelah masuk kedalam kamar Inara langsung membuka ponselnya "Apa Abi tidak ada sedikitpun minat untuk menelpon ku dan menjelaskan semuanya dia hanya diam saja tak memberiku kabar ataupun apapun sungguh menyebalkan sekali"
Inara melempar ponselnya dan menatap fotonya bersama Abian " Kau sungguh menyebalkan Abi kau sudah melakukan kesalahan tapi kau sama sekali tidak mau meminta maaf padaku atau membujukku apa sulitnya sih membujuku, "
Tampa Inara sadari dia malah tertidur dan lupa dengan Abian, ya mau ingat gimana karena sudah tidurkan jadi tak akan ingat apa apa.
**
Roger melepaskan pelukan Puja dan menatap wajah Puja yang berseri seri "ada apa dengan mu "
"Tidak ada, apakah boleh aku pergi "
"Kau mau kemana "
"Aku hanya ingin menemui teman lamaku apakah tidak boleh, rasanya sudah lama "
"Perempuan "
"Begitulah, bolehkan hanya bebera jam saja "
"Baiklah kau pergi saja, kau tak pulang pun aku tak akan masalah "
"Hemm dasar kau tak peduli dengan ku jahat sekali kau "
Puja langsung pergi dan berpapasan dengan Ana yang baru pulang, mereka berdua hanya saling tatap saja, lalu puja melengos begitu saja.
Roger yang melihat Ana langsung mencekal tangan Ana "lepaskan "
"Apakah kau mengigat tentang tadi malam "
"Tidak sama sekali, lepaskan aku "
__ADS_1
"Benarkah kau melupakannya "
"Tentu aku melupakannya untuk apa aku mengigatnya sudah lepaskan aku harus membersihkan badanku yang kotor jangan menghalangiku "
Ana menghentakan tangan Roger namun lagi lagi Roger memegangnya dan menarik Ana, sampai sampai Ana terjatuh dalam pangkuan Roger.
Roger makin mendekatkan wajahnya pada wajah Ana, namun Ana langsung memegang wajah itu " aku bilang jangan pernah macam-macam padaku kau sudah melakukannya untuk kedua kalinya aku tidak akan pernah tergoda oleh mu "
"Lalu yang di dalam mobil bagaimana, bagaimana saat kau menerima bibirku dengan senang bagaimana "
Ana langsung bangkit dan pergi begitu saja masuk kedalam kamar mengunci pintunya " itu bukan mimpi aku memberikan ciuman pertamaku pada laki-laki itu benarkah. Apakah benar aku melakukan itu Ya Tuhan kenapa aku berciuman dengan pacar orang lain, mau ditaruh dimana muka ku ini saat nanti bertemu Roger kembali, kenapa aku bisa mabuk padahal aku tak pernah seperti itu. "
Ana berlari ke arah kaca dan memegang bibirnya merabanya dengan perlahan dan mengingat kejadian saat dirinya melakukan itu dengan Roger Ana langsung menepuk-nepuk pipinya.
"Jangan kau jangan ingat itu lagi Ana kenapa malah terbayang-bayang terus ingat dia adalah pacar orang lain, jangan sampai kau tergoda kembali ingat kau melakukan itu saat mabuk jadi santai saja, hilangkan rasa gugup saat di hadapan Roger, jangan sampai dia merasa menang saat melihatmu seperti ini jangan sampai, tidak tidak boleh terjadi aku harus biasa saja jangan ada gugup Jangan ada kata takut saat melihat wajahnya Aku harus menatap lurus matanya"
Ana menganggukan kepalanya lalu menyimpan tasnya dan terus saja mengaca melihat wajahnya yang memerah.
**
"Cio apakah kau gila membawaku ke kolam renang saat akan malam seperti ini, jangan sampai aku nanti malah sakit "
Cio tanpa canggung membuka pakaian Puja dan hanya menyisakan pakaian dalamnya saja.
"Ayo kita masuk "
"Penganggi aku "
"Baiklah kau jangan takut ayo "
Puja memegang tangan Cio dan Cio menariknya dengan perlahan makin ketengah makin ketegah "bagaimana dengan pacar mu itu ,saat mengetahui kau akan pergi "
"Seperti biasa dia biasa biasa saja tak ada reaksinya, aku rasa memang dia sudah tak peduli lagi dengan ku Cio, dia acuh sekali padaku, aku sungguh kesal dengannya tapi untungnya ada kau yang selalu menghiburku. Ada apa kau tiba-tiba mengajakku kemari"
"Aku hanya ingin membuatmu rileks saja di sini sepertinya berenang adalah salah satu cara untuk membuatmu tenang kau kan dulu sangat senang bermain-main di dalam air masa sekarang kau malah takut"
__ADS_1
"Itu dulu Cio bukan sekarang aku sudah berubah aku tak suka lagi main air, aku lebih suka main diranjang "
"Ahaha kau ini, fikiranmu sekarang cuman ranjang saja apakah kau sudah mencoba melakuaknnya didalam air, apakah sudah bersama pacar mu itu "
"Pernah aku pernah melakukannya saat kami liburan dirumahnya yang ada dipantai "
"Hemm baiklah kita ulangi kembali tapi ini berbeda , dengan laki laki berbeda "
"Baiklah aku jadu penasan dan ingin merasakannya bersama mu, rasanya akan seperti apa "
Cio membuka bra Puja mengalungkan tangan Puja pada lehernya, lalu Puja langsung mencium bibir Cio, Cio langsung melepaskannya.
" Kenapa kau yang memulainya, biar aku yang lakukan Kau hanya perlu diam dan mendesah saja untukku tidak untuk laki-laki lain hanya untukku"
Sekarang Puja yang menyender, pertama Cio mencium kening Puja beralih pada bibir dan yang terakhir menyesap lehernya dengan kuat, dan tangannya dibawah tidak tinggal diam, meraba kesana kemari.
Puja hanya bisa mendesah saja diperlakukan seperti ini, bersana Roger selalu saja dirinya yang memulai dan harus dirinya juga yang mengakhiri, tapi ini tidak dirinya yang dipuaskan dan rasannya nikmat sekali.
**
"Mana Puja kenapa dia tidak ikut makan apakah dia belum pulang" tanya Ana
"Tidak tahu aku dia pergi bersama temannya mungkin nanti dia akaan makan pula dengan temannya sudah biarkan saja dia bersenang-senang"
"Kau sungguh tidak peduli dengan pacarmu sendiri seharusnya kau mencarinya dan menelpon dia terus-menerus karena khawatir dengannya, tapi kau hanya santai dan berkata seperti itu pacar macam apa sebenarnya kau ini, baru jadi pacar aja udah kayak gini. Apalagi nanti jadi suami makin menjadi-jadi aja kayaknya"
" Aku cuman mau bebas ini aja biar enggak terkekang"
"Yang ada kalau gitu dia merasa tidak diperhatiin sama sekali sama kamu kalau kamu memang tidak mau benar-benar dengan Puja jangan mengikatnya seperti ini"
Saat Roger akan menjawab ponsel Inara berbunyi namun Inara mematikannya dan kembali berbunyi, namun kembali Inara matikan.
" Kenapa kau tidak mengangkatnya Ara "
"Hanya orang asuransi saja Ana tidak penting sudah ayo kita makan saja, nanti saja kalian melanjutkan ngobrol-ngobrol nya setelah makan tidak baik kan sedang makan malam berbicara"
__ADS_1
"Benar tuh dengarkan Ana "
Ana langsung mendelik dan fokus pada nasinya dasar Roger.