Berbagi Suami

Berbagi Suami
Tidak bisa di sembunyikan


__ADS_3

Inara segera mengambil ponselnya dan segera mengangkat telfonnya. Dia lupa memberitahu Abian kalau dirinya pergi.


"Hallo Bi "


"Kamu dimana sayang, kenapa tidak ada dirumah aku sudah kerumah dan tak ada siapa siapa, apakah kau pergi bersama Ana "


"Maafkan aku Bi, aku pergi bersama Ana dia ingin menemui anak kecil bernaa Sean, maafkan aku tak memberitahu mu "


"Beri aku alamatnya aku akan menyusul "


Ana segera mengambil posel Inara "tenang kau tak usah khawatir, Inara bersamaku, dia tak akan kemana napa, kau jangan menempel terus pada adiku ku, aku yang akan menjaganya tak perlu kau. Kau diam saja dirumah kami tak akan lama, siapkan saja nanti makanan dan juga minuman untuk kami pulang "


"Aku bukan pembantu "


"Ya sudah buatlah dirimu sibuk, jangan menelfon terus Inara kami sedang diperjalanan dan tak mau diganggu, kalau kau sampai menganggu lagi aku tak akan segan segan akan membatalkan rsstuku"


"Baiklah baiklah jangan seperti itu, aku akan menurut aku tak akan menghubungi Inara sebelum Inara yang menghubungiku, aku akan menyibukan diriku dengan melamun kan Inara. Aku boleh kan tidur dikamar Inara sampai kalian kembali "


"Baiklah silahkan kamar Inara yang paling pojok, awas saja jangan macam macam, jangan membuat kamar adiku berantakan, awas kau kesambet dan mati nanti "


"Iya iya Ana kau sangat berisik sekali "


"Terserah aku "


Ana segera mematikan ponselnya dan memberikannya pada Inara lalu kembali fokus melihat kearah jalan.


**


Mereka semua segera turun dan masuk kedalam rumah, para penjaga kaget Ana pulang sendiri namun sekarang malah jadi dua.


"Nona Ana kenapa jadi dua, jadi saya harus memanggil apa, dan pada siapa menyebut nona Ana "


"Saya Ana, mana Sean "


"Tuan kecil dibawa kerumah sakit, dia terjatuh "


"Apa kenapa bisa, jatuh dimana "


"Kami pun tidak tau, dia sudah berumuran darah "


"Mana alamat rumah sakitnya berikan padaku "


Penjaga itu segera memberikan alamatnya dan Ana serta Inara pergi naik kedalam mobil lagi dan menyuruh Jack untuk segera menjalankan motornya.


"Jack apakah kau mau melakukan sesuatu untukku tapi kau harus mau tidak boleh menolak"

__ADS_1


"Baiklah Nona aku tidak akan menolak apa yang nona inginkan"


"Kau nanti di depan Roger harus berpura-pura menjadi pacarku. Jangan panggil aku nona panggil aku Ana ok"


"Tapi Nona "


"Tidak ada tapi-tapian aku menyuruhmu untuk menjadi pacar bohongan ku, ini adalah perintah kau tidak boleh tidak mau kau tahu kan bagaimana memperlakukan seorang pacar"


"Iya nona aku tahu bagaimana menjadi pacar pura-pura nona, aku tau dan aku siap nona "


"Baiklah bagusss "


**


Mereka semua sudah sampai, Ana masih saja memegang tangan Inara tak melepaskannya sedikit pun, lalu menanyakan pada repsesionis dan menuju kamar inap Sean.


Ana langsung masuk dan mengagetkan Roger yang sedang melamun "Anaa " Roger binggung yang mana Ana,.


Ana tanpa kata kata langsung menapar Roger "kau ini ya, bagaimana menjaga anak mu, kenapa dia bisa sampai jatuh apa gunannya kau sebagai ayah "


"Maafkan aku, aku sibuk mencarimu jadi aku tak melihat Sean yang jatuh"


"Aku sudah bilangkan jangan cari aku, jangan cari aku kenapaa kau kekeh mencariku "


Ana segera melepaskan pegangannya dan langsung memeluk Sean yang langsung berdiri.


"Oh ya aku belum memperkenalkan diri aku Inara adik nya Iriana, kami kembar makannya wajah kami sama, maafkan kakak ku tiba tiba saja menamparmu, dan oh ya ini dia Jack pacar Ana "


Jack segera maju dan mengasongkan tangannya "Jack pacar Ana "


Roger mengangkat alisnya, lalu menatap kearah Ana "sejak kapan kau mempunyai pacar Ana, bukannya kau hanya mencintai Zahir dan tak mau mempunyai pacar lagi "


Ana melihat kearah Roger "dia mantan ku dan kami bersama lagi, saat aku pulang dia melamarku, jadi aku menerimanya"


"Hah secepat itukah, kau baru saja kemarin pulang belum 24 jam sudah balikan dengan mantan "


"Iya memangnya kenapa salah "


"Sudahlah Roger mungkin itu pilihan Ana " ucap Puja menegahi.


"Baiklah kalian duduk disana " perintah Roger pada Inara dan Jack mereka duduk dengan Puja.


"Satu aja pusing apa lagi dua " gumam Puja


"Apa " tanya Inara.

__ADS_1


"Tidak aku tak bicara, telingamu rusak yah "


"Jangan membentak adiku Puja "


"Aku tak membentaknya Ana, tenang saja "


"Kenapa kau bisa jatuh Sean, apa yang kau fikirkan kemana bisa sampai seperti ini "


Sean menatap Puja lalu menatap Ana lagi, "Aku hanya sedang bermain Larian larian dan mencoba mencari kakak tapi aku malah terpeleset dan jatuh begitu saja "


"Yakin tak ada mengejarku, aku rasa kau tak suak berlarian dirumah Sean, kakak tak suka kau berbohong "


"Aku berkata jujur kak, aku tidak berbohong "


"Kakak tidak percaya katakan yang sejujurnya, kalau kau memang ingin kakak selalu ada untuk mu, maka berbicaralah, jika kau ingin Kakak menghilang seperti kemarin baik lah kakak akan pergi "


"Kalian semua pergi aku ingin berbicara dengan Sean, jangan ada yang disini, semuanya pergi "


Tanpa banyak bicara mereka pergi dan menutup pintunya rapat rapat "ayo cepat katakan pada kakak, siapa yang sudah membuatmu seperti ini, kakak akan mendengarkan semua ceritamu "


"Tidak aku tidak mau, nanti orang itu akan membunuh kakak, aku tidak mau kehilangan kakak "


"Tidak akan kakak tidak akan mati, kakak ini kuat, jadi bicaralah"


Sedangkan Puja diluar dia sudah sangat gelisah takut takut Sean akan mengatakannya bisa habis dirinya.


"Baiklah kak, aku akam bicara "


"Tante puja telah mengancamku dan dia menamparku kakak, saat aku akan memberitahunya pada ayah dia mengejarku dna terjadilah kecelakaan itu, memang kecelakaan itu salahku "


"Kenapa dia menamparmu, kenapa "


"Karena aku membentaknya kakak, aku membentaknya, memang aku yang salah "


"Baiklah kakak akan memberi dia pelajaran "


Ana akan bangkit tapi Sean memegang tangan Ana dan memeluknya " idak jangan kakak Oma aku tidak mau kakak berurusan dengan dia Aku baik-baik saja aku hanya ingin Kakak jadi kakak tidak usah mau marahin tante Puja tidak usah kasihan dia nanti ayah marah pada tante puja"


Ana memghembuskan nafasnya, awas saja akan dia beri pelajaran Puja, awass saja. Sungguh keterlaluan katanya ingin menjadi ibu sambung yang baik, tapi malah seperti ini sungguh tak baik


Kalau saja Sean tak menahannya mungkin sudah habis Puja olehnya, namun dirinya akan bergerak dengan perlahan namun pasti.


Sampai sampai tak akan ada yang tau apa yang dirinya lakukan pada Puja, Semoga saja adiknya tak menghalanginya dan membuat dirinya harus mengalah dan membiarkan puja hidup dengan enak seperti itu


Puja Puja sudah diberi kepercayaaan malah seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2