
Inara selama dimobil hanya diam, menatap Bian yang hanya diam juga tak seperti biasanya. Wajah Bian juga sama sangat jutek.
Apa dirintya tadi salah bicara ya, tapi udah kok bener ga ada yang salah. Masa iya Bian marah gara-gara dirinya membicarakan Adam suaminya tak masuk akal.
Akhirnya sampai juga, Bian turun begitu saja Nara yang akan membuka pintu sudah terbuka oleh Bian sambil merentangkan tangannya. Dengan gugup Nara menerimanya lalu mengandengnya.
Selama perjalan banyak yang menatap mereka berdua, Inara yang malu segera menundukan kepalanya sambil meremas tangan Bian.
"Ada apa Nara "tanya Bian.
"Apakah kau marah denganku, aku hanya malu saja banyak menatap kita "
"Entahlah menurutmu bagaimana, tak usah malu. Jangan menunduk Nara."tegur Bian
Segera Nara mengangkat kepalanya. Ternyata disini semuanya memakai pakaian india. Apa yang menikah orang india sampai mengharuskan memakainya. Semuanya memakai sari.
Saat melihat pengantinya Nara sangat terpukau cantik sekali ditambah dengan pakaiannya juga yang tak kalah cantiknya. Sangat serasi.
Musik pun sudah ada bahkan sudah meriah disini "kamu tunggu disini ya Nara, aku akan menemui rekan kerjaku dahulu "
"Hemm Bian jangan lama-lama "
"Iya cantik sebentar ya " sambil pergi kearah temanya.
Inara yang haus segera menghampiri tempat minuman, tanpa tau itu minuman apa Nara segera menegaknya rasanya pahit, ?namun setelah tertelan semuanya rasanya pusing namun fikirannya merasa kosong sekali. Bebas tak ada beban sama sekali.
Saat mendengar suara pukulan tabla tiba-tiba saja ingin menari. Dengan semangat Nara maju ketengah-tengah membuka selendangnya lalu mengibar-ngibarkannya sambil menari mengikuti pukulan tabla.
Bahkan laki-laki sudah banyak yang mengerubungi Nara, menikmati tarian Nara dan Rani beserta Jon yang baru datang snagat kaget, saat melihat Nara sedang menari dengan lepas sambil dikerubungi.
__ADS_1
Dengan cepat Rani segera menghampiri Nara namun bukanya berhasil , Nara malah mengajak Rani menari. Rani yang tak mau segera mundur karena kan sedang hamil takut terjadi apa-apa dengan bayinya ini.
"Bos lihat bos, Nara bos " ucap Jo memberitahu Bian yang asik mengobrol.
"Ada apa dengan Nara " jawab Bian yang belum melihat kearah depan.
"Lihatlah Nara menari bos, lihat"
Bian yang kaget segera berjalan kearah Inara, sungguh kacau ini, Bian berusaha menerobos kerumunan dan alangkah syoknya Bian saat melihat Nara yang sedang menari, sambil mengigit roknya dan perutnya terlihat kemana-mana karena selendangnya sudah tergeletak begitu saja.
Bian segera mengampiri Inara dan menghalagi pandangan orang-orang pada Nara, terutama laki-laki namun Nara malah menariknya pula dan mengajaknya menari.
Abian yang sudah tak kuat karena mendengar suara tabla malah ikut menari. Bahkan banyak yang mengikutinya berpasang-pasangan sekarang yang mengigit rok Nara Bian. Malahan yang lebih heboh malah Bian mengalahkan Inara yang sedang mabuk.
Mereka semua menari dengan sangat lepas terutama Nara, bahkan Nara sudah menegak kembali alkohol tanpa Bian sadari saking lincahnya Inara yang berpindah-pindah tempat.
Bian yang jauh dari Nara tak sempat menangkapnya. Bian segera mengangkat tubuh Nara untuk dibawa pulang "Nara kau ini ada-ada saja kenapa bisa seperti ini "
Namun tak ada jawaban, Nara tidur dengan nyenyak digendongan Bian, Bian segera masuk kedalam mobil tanpa melepaskan gendongannya pada Nara, bahkan selama menyetir Bian memangku Nara.
Bian membawa Nara kerumahnya tak mungkin kalau mengantarkan Inara pulang kerumahnya. "kamu jahat mas, kamu jahat, kenapa kamu duain aku, aku sakit hati aku hancur. Bahkan sampai sekarang aku hancur mas hiks hiks kau sudah tak mencintaiku lagi mas, kamu jahat jahat " racau Nara dengan mata yang masih tertutup.
Abian yang khawatir segera menepikan dahulu mobilnya lalu melihat keadaan Inara, air matanya mengalir deras namun matanya masih tertutup "berikan padaku Nara rasa sakit itu, agar kau tak merasakannya " ucap Bian sambil memeluk erat Inara dan mengelap air mata Nara.
"Jahat mas, jahat kamu, aku disini setia sedangkan kamu bermain dibelakangku, hatiku ku sakit mas apa tak bisa seperti dahulu. Aku lelah mas lelah. Aku cemburu mas kamu perhatian pada Iva aku sakit mas saat kau memukulku karena wanita itu karena ibumu, kau sudah berubah bukan seperti suamiku yang dahulu. Aku ingin semuanya kembali seperti dahulu mas " racau Nara kembali.
Bian yang mendengarnya sangat kasihan dengan Inara bahkan ingin sekali dirinya sekarang juga merebut Nara dari suami sialannya itu. Kenapa Inara masih mencintai suaminya padahal sudah disakiti sedemikian rupa.
"Tenang Nara, kau sebentar lagi akan bahagia dengaku, jangan menangis. Hatiku sakit saat melihat air matamu mengalir seperti ini"sambil mencium air mata Nara.
__ADS_1
"Apakah kau sangat mencintai suamimu itu Nara, sampai sekarang terbawa kedalam tidurmu. Apa sepenting itu Adam untukmu Inara. Apa aku bisa mengantikannya. Izinkan aku untuk membuat hatimu fikiranmu hanya tertuju padaku hanya mencintaiku saja " lanjut Bian sambil mengangkat dagu Nara.
Menatap bibir Nara yang terbuka sedikit namun sangat mengoda untuknya. Perlahan-lahan Bian mendekatkan bibirnya sambil memejamkan kedua matanya.
Pertama hanya sebuah kecupan dan sekarang berpindah menjadi sebuah ******* lembut, Bian sangat menikmati ciumannya itu. Sampai-sampai engan untuk melepaskan , namun karena takut meninggal dan tak bisa hidup bahagia dengan Inara, Bian segera melepaskannya.
"Huf sabar Bian, sabar burung ya sebentar lagi kau akan terpuaskan " ucap Bian berbicara pada burungnya.
**
"Sekarang mana mas bos dan Nara " tanya Rani pada suaminya.
"Sepertinya bos membawa pulang Nara deh sayang, ada-ada aja Nara ini. Kenapa coba dia menegak alkohol "
"Mungkin dia tak tau itu alkohol sayang, Nara itu perempuan baik-baik seperti ku mana tau tentang alkohol dan sejenisnya kau ini bagaimana sih" marah Rani.
"Iya iya sayang maaf, jangan marah dong, aku kan hanya bicara saja. Jangan buat aku tidur diluar lagi ya sayang "
"Iya iya tapi kamu jangan selalu asal berbicara saja ya, aku sekarang sendirian disini tak ada Nara. Kalau gini mending aku tadi tak ikut mas "
"Iya iya sayang, terus aku sama siapa, kamu tega tinggalin suamimu yang tampan ini dipesta seperti ini sendirian. Kalau ada yang culik aku gimana coba. Nanti kamu ga punya suami terus anak kita gimana ga pinya anak " cerocos Jo.
"Siapa juga yang mau culik kamu, makan aja banyak yang ada penculiknya kehabisan uang karena memeliharamu"
"Aku bukan hewan sayang "
"Haahaha maaf sayang " sambil pergi meninggalkan suaminya sendirian.
"Tunggu aku syaangg"
__ADS_1