Berbagi Suami

Berbagi Suami
Selamat lagi


__ADS_3

Adam kembali lagi kekamar dan menjatuhkan gelasnya, kamarnya kosong tak ada siapa siapa, dimana Inara kenapa Inara bisa pergi lagi.


"Kemana Inara, Inara kau dimana jangan main main dengan ku, kau sudah berjanjikan tak akan lari dari ku, kemana kau, jangan pergi dari ku, Nara kau dimana Nara kau dimana, jangan mempermainkan aku Nara, dimana kau, Inara dimana "


Adam berlari ke sana kemari mencari keberadaan Inara, dia tidak mau kehilangan Inara untuk kesekian kalinya lagi, Adam berlari ke dapur, kamar mandi, bahkan dia sudah berlari keluar namun nihil Inara tidak ada.


Malah datang mobil banyak dan keluarlah Ana dia membawa senjata bahkan anak buahnya juga membawa senjata, banyak sekali sampai sampai mengepung tempat ini, rumah ini namun entah kenapa komples hari ini begitu sangat sepi, seperti tak ada penghuninya sama sekali.


Adam yang ketakutan dia kembali lagi masuk ke dalam rumah dan bersembunyi, dirinya tidak mau ditangkap oleh Ana apa lagi sampai di penjara tidak tidak mau, dirinya tidak mau masuk jeruji besi kembali untuk kesekian kalinya dirinya tak mau itu kejadian tidak.


"Adam kau keluar sekarang, atau aku akan membakar rumah ini bersama kau, sekarang keluar dari sana jangan kau jadi pengecut keluar sekarang kau sungguh tak tau diri, jangan mengumpat didalam rumah sana, keluar sekarang Adam jangan kau sembunyi, ayo keluar sebelum kau habis terpangang didalam sana cepat keluar Adam"


Namun tidak ada jawaban sama sekali, Ana memberi lambaian tangan pada Jack " kunci semua pintu jangan sampai ada pintu yang terbuka dan kalian semua bakar rumah ini, jangan sampai ada yang tersisa aku tidak mau tahu, semuanya harus habis dan Adam juga harus habis terbakar"


Ana langsung masuk lagi ke dalam mobilnya akan pergi pulang, sedangkan Roger dia masih di sini ingin melihat apakah benar-benar anak buah Ana akan melaksanakan apa yang Ana katakan.


Jack yang sudah mengunci semua pintu itu segera mengarahkan anak buahnya untuk segera membakar rumah ini, dan benar saja dibakar Roger yang melihatnya sampai kaget, dia menghampiri Jack.


"Apa yang kau lakukan Jack apakah kau gila, didalam sana ada orang kenapa kau mengikuti perintah Ana dengan sangat mudah disana ada orang Jack kau gila ya "


"Perintah Nona mutlak dan harus segera dilakukan, jika kau tidak tahu apa-apa lebih baik diam, jika kau ingin protes protes saja pada Nona, kami tidak punya wewenang untuk memberhentikan semua ini, kau pergi saja pada nona dan berbicara padanya untuk tak membakar Adam di dalam sana"


Roger tanpa menjawabnya terlebih dahulu langsung berlari kearah mobil dan pergi meninggalkan tempat itu. Kenapa Ana begitu sadis seperti ini. Kenapa harus membakarnya apa tidak ada cara lain.


"Ayo sekarang kita pergi dari tempat ini, biarkan dia terpanggang di dalam rumah itu ayo cepat semuanya pulang, jangan ada yang diam disini ayo cepat "


Serentak mereka mengikuti apa kata-kata dari Jack dan pergi dari tempat itu. Sedangkan Adam yang ada di dalam kalang kabut dia tidak menyangka kalau Ana benar-benar akan membakar rumah ini.


Adam sekuat tenaga menutup hidungnya dan mencari cari celah untuk keluar dari rumah ini, namun tidak ada jalan untuk kabur dari sini, semuanya tertutup dan tak ada jalan sama sekali.


"Gila kau Ana, gila kau sangat berbeda dengan Nara kau iblis kau adalah jelmaan iblis, aku harus keluar dari mana aku harus keluar dari rumah, kenapa Ana membakar rumah ini, ini adalah rumah kami rumah aku dan adikmu. Kenapa kau membakarnya kau tega sekali menghilangkan kenangan dulu yang selalu aku kenang, kenapa semua kenangan ini harus hilang oleh api, dan yang melakukannya adalah Ana kakaknya Inara sendiri, kenapa harus begini "

__ADS_1


Adam berlari ke lantai bawah namun semuanya sudah terbakar, bahkan pintu saja sudah tertutup Adam kembali lagi lari ke lantai atas dan kembali masuk ke dalam kamar atas.


Dia masih bingung harus pergi ke mana, sedangkan semua pintu dikunci tidak ada yang dibuka sama sekali Adam dengan sekuat tenaga memecahkan kaca kamarnya namun sulit sekali dan dengan aba-aba yang pas dia langsung meloncat dan menabrakan dirinya k kaca itu dari lantai 2.


**


Ana yang baru saja sampai di rumah tiba-tiba dipegang tangannya oleh Roger, Ana menatapnya sekilas "Apakah kau sudah gila Ana membakar orang hidup-hidup dalam rumah itu, kenapa kau sangat keji sekali pada orang lain. Kenapa memangnya tidak ada cara lain selain membakar orang itu, banyak cara yang bisa kau lakukan kenapa harus dengan cara itu, kau bisa memaksanya untuk keluar dari dalam rumah itu dan membawannya kekantor polisi, seharusnya kau jangan main hakin seperti itu Ana "


Ana melepaskan pegangan tangan Roger"sekarang kau sudah tahu kan siapa sebenarnya aku, maka apakah kau akan melanjutkan hubungan ini atau tidak, aku tidak peduli kau sudah tahu kan siapa aku sekarang, aku memang seperti ini aku sudah bilang kalau aku bukanlah perempuan baik-baik dan aku memang seperti ini bagaimana, dan aku tidak akan mau berubah demi orang lain, aku akan berubah hanya jika diriku mau dan hanya atas kemauanku saja sendiri, bukan karena desakan orang lain "


"Kenapa harus begitu kenapa kau harus membakarnya, memang tidak ada cara lain selain itu, itu akan memberatkanmu nanti kalau misalnya polisi tahu bagaimana kau akan dipenjara, kau gila kau mau dipenjara nanti Ana, kau ini seorang perempuan kenapa kelakuan mu tidak mencerminkan kalau kau adalah seorang perempuan kenapa Ana, kenapa coba "


"Ya sudah kau kembali saja ke rumah itu dan padamkan Apinya, dan kau tenang saja aku tidak akan mungkin di penjara jadi kau tidak usah takut dan tidak usah mengkhawatirkan aku , lebih baik kau sekarang pikirkan dahulu , bagaimana kau masih ingin melanjutkan hubungan ini denganku atau memutuskannya, ya saranku sih ya lebih baik kau putuskan saja hubunganmu denganku ini, hubungan yang hanya dilandasi kepura-puraan saja, kita juga baru memulai kan jika kau ingin mengakhiri ya sudah"


Ana langsung masuk ke dalam rumah untuk menemui adiknya, Jack yang baru pulang langsung menepuk bahu Roger " kau sudah lihat kan bagaimana nona Ana, jika kau memang tidak suka dengan apa yang nona Ana lakukan lebih baik kau mundur dari sekarang, dari pada kau menyesal nanti di akhir, dia memang berwatak seperti itu dan itu tidak akan pernah bisa berubah sampai kapan pun dan kau juga tidak bisa merubah apapun nantinya "


Jack setelah mengatakan itu langsung pergi namun tiba-tiba Roger berkata " aku tidak akan melepaskan Ana bagaimana pun keadaannya aku tidak peduli. Mau dia seorang pembunuh ataupun apapun, aku akan tetap menerima dia dan aku akan tetap bertahan dengannya, aku tidak akan melepaskannya juga sampai kapanpun kau dengar itu dan kau ingat ingat itu"


Jack yang tidak mau mendengarkan lagi ucapan Roger langsung pergi masuk ke dalam rumah. Biarkan saja dia melamun di sana memikirkan semuanya apa yang akan diambil setelah mendengar kata-kata dari Ana.


**


Saat Ana masuk Inara sedang diberi minum oleh Abian. Ana langsung duduk di samping sang adik "kau baik-baik saja kan kau tidak diapa-apakan kan oleh Adam. Apa maksudnya dia menculikmu dan membobol pagar belakang, ada masalah apa sebenarnya kau dengan Adam. Bukannya dia sudah tidak mengganggumu lagi ya. Lalu kenapa dia kembali mengganggumu, apa alasanya kenapa dia selalu saja memulai"


"Aku tidak tahu Ana, aku tidak tahu dia ingin kembali lagi padaku, dia tidak mau melihat aku menikah dengan Abian, dia tidak mau semua itu sampai terjadi makanya dia melakukan itu, menculik ku untuk bisa kembali lagi padanya, tapi aku sama sekali tidak mau kembali dengan Adam. Aku tidak mau Ana sampai kapanpun aku tidak akan mau kembali padanya, aku sungguh takut dia akan kembali melakukan hal ini padaku, dia orangnya sangat nekat sekali."


"Ya aku tahu kau tak akan mungkin mau kembali lagi padanya, dan aku pun tak akan pernah mengizinkannya , aku akan memperketat lagi penjagaan dan aku akan membuat pagar yang lebih kuat dan kokoh lagi agar tidak dibobol oleh siapapun itu. Adam sungguh-sungguh nekat sekarang kau istirahat saja dan kau Abi jika ingin menginap ya menginap tapi kau tidur di kamar tamu saja, jangan disini aku tidak mau kejadian yang lalu terulang kembali "


"Ya Ana aku akan beristirahat nanti setelah Inara tertidur, aku akan menjaganya dulu "


"Baiklah aku akan ke kamarku dulu aku merasa sangat lelah sekali, aku ingin istirahat dan ingin tidur , rasannya badanku sangat lelah sekali "

__ADS_1


Setelah Ana pergi Abian segera membantu Inara untuk segera berbaring dan tertidur "sekarang kamu tidur ya tenang di sini ada aku , aku nggak akan kemana-mana nanti aku tidur di kursi kamar kamu aja ya, aku akan temani kamu, ayo sekarang tidur ya "


"Nggak usah kamu tidur di kamar tamu aja, nanti badan kamu sakit-sakit loh Bi, semuanya kan sudah baik baik saja jadi lebih baik kau istirahat saja dikamar ya "


"Nggak nanti aku tidur di sini aja, aku nggak mau terjadi sesuatu sama kamu udah kamu tidur aja ya jangan mikirin apa-apa lagi, Adam nggak akan mungkin datang ke sini lagi l, ya udah ayo cepat tidur, aku tunggu kamu ya "


Adam mengusap ngusap rambut Inara sambil sesekali memijat kepalanya, agar ya dia merasa rileks saja sedangkan Abian memikirkan bagaimana nasib Adam di sana.


Loh kok dia jadi mikirin nasib Adam, ya udahlah biarin aja dia mau digimanain sama Ana yang penting Inara sudah kembali ke sini, dasar tuh keterlaluan banget si Adam ada-ada aja enak aja mau rebut calon istrinya.


Kalau saja tadi tak terdesak dirinya ingin sekali memukul Adam, namun itu akan menghambat waktu mereka untuk kabur, sudahlah yang terpenting sekarang Inara sudah ada dirumah kembali.


**


"Ya sebentar tunggu kenapa gak sabar banget sih, sekarang dibuka pintunya, sabar sabar harus jalan dulu kali "


Ibu Adam membuka pintunya dan alangkah kagetnya saat anaknya tergeletak dengan luka yang cukup serius.


"Adam ya ampun ayah ayah kemana ayah liat Adam ayah, kemari lihat Adam , ayah ayah kemari ayah , Adam ayah Adam ayah, tolong tolong siapa saja tolong, ayah cepat kemari ayah "


"Ada bu, jangan berteriak ini sudah malam jangan berteriak seperti itu ada apa "


"Adam ayah lihat Adam ayah, dia luka luka ayah, lihat anak kita, dia terluka ayah "


"Astaghfirullahaladzim ya Allah ada apa angkat-angkat Adam bu, kita bawa ke rumah sakit Adam Adam sadar Adam sadar jangan kau seperti ini, Adam sadar Adam sadar Adam , Adam bangun Adam "


Namun Adam tidak sadar sama sekali. dia tergeletak begitu saja sedangkan ibunya Adam sudah menangis melihat keadaan anaknya yang seperti ini.


Selalu saja celaka ada apa sebenarnya dengan anaknya, apa yang terjadi dia tadi hanya izin keluar untuk membeli nasi goreng tapi kenapa pulang-pulang seperti ini.


Apa ada yang memukulnya namun ini bau terbakar apa ada yang membakar anakanya, apa yang terjadi sebenarnya "Adam bangun jangan tinggalkan ibu Adam, bangun Adam jangan seperti ini, ibu tak akan bisa hidup tampa mu Adam, bangun Adam "

__ADS_1


"Ibu tenang jangan membuat ayah tegang, ibu diam saja "


__ADS_2