Berbagi Suami

Berbagi Suami
Memohon


__ADS_3

Dokter sudah keluar dari dalam kamar Inap papih Abian "Bagaimana dok, keadaan papih saya "


"Beliau sudah siuman, silahkan masuk, tuan nyonya "


"Baik terimakasih dok, "


Mereka semua segera masuk dan melihat ayahnya yang tersenyum pada mereka.


"Papih jangan tinggalin mamih lagi, mamih gak bisa kalau harus tanpa Papih. Papih jangan sakit terus dong mamih sama siapa nanti"


" Iya maafin papi mih, papih juga nggak tahu bakal kaya gini . Bian papih pengen minta satu lagi permintaan sama kamu"


"Apa papih pengen minta apa dari Bian, kalau Bian bisa pasti Bian akan kabulkan apa yang papih mau "


"Papih pengen lihat kamu nikah, Kapan kamu sama Inara nikah papih tahu kamu masih mencintai Nara dan Inara Apakah kamu mau menikah dengan anak Papi yang satu ini"


"Tentu Nara bersedia, tapi Nara harus tunggu Ana, Ana belum pulang Nara nggak bisa gitu aja langsung nikah tanpa adanya Ana apa papih tidak keberatan "


"Baiklah papih akan coba menunggu, menunggu kakak mu pulang dan Bian apakah kau bersedia menikah dengan Inara"


"Tentu aku mau, papih ini tak usah ditanya aku pasti mau menikah dengan Inara, papih ini deh "


"Kamu ya Bian, kalau yang gini gini aja kamu ngercep "


Bian hanya tersenyum dan menepuk bahu Inara pelan.

__ADS_1


***


Livia yang diluar segera pergi saat mendengar Abian akan menikah dengan Inara "kenapa sih susah banget dapetin hati orang tua Abian, aku udah kurang baik apa coba, masa iya aku harus bunuh mereka berdua kan gak mungkin, ayo berfikir Livia berfikir "


Selama keluar dari dalam rumah sakit, Livia berbicara sendiri sampai sampai banyak yang menjauhinya. "apaan sih mereka ini, emang aku apa dijauhin kaya gitu awas aja "


Masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan rumah sakitu ini, saat Livia sampai dirumah dia bertemu dengan ayahnya yang sedang makan bersama bi Sen.


"Ayah ini gimana sih bi Sen itu istri ayah atau pembantu sih. Makan aja udah satu meja gak salah "


"Livia jaga ucapan mu, bi Sen ini udah urus kamu dari kecil saat kau masih bayi, kenapa sih kamu sama satu orang aja gak bisa hormat, untuk apa ayah menyekolahkan mu jika kau seperti ini, gagal aya gagal mendidik anak seperti kau. Seharusnya ayah tak mengeluarkan mu dari rumah sakit jiwa, iya seharusnya tidak, kau sungguh anak durhaka "


Livia yang marah akan menarik ayahnya, namun tak berhasil malah tangannya yang dipengang dan ditarik "Bi bawa kunci kamar bawah tanah "


"Baik pak "


"udah kau diam aku sudah muak denganmu ayo Livia "


"Bi San buka "


Bi San dengan patuh membukannya, lalu membantu majukannya memegang Livia. Sedangkan ayah Livia langsung memasung Livia disana.


"Ahhh lepaskan ayah, lepaskam aku. Aku tak mau dikurung seperti ini tidak mau. Tidak "


"Diam kau. Lebih baik kau disini. Jangan banyak bicara dan jangan banyak bergerak diam lah disini. Ayah tak akan melepaskan mu sampai kau sadar ingat itu "

__ADS_1


Pintu segera dikunci dan livia dia berteriak teriak ingin dilepaskan, memang dari dulu sebelum dimasukan kerumah sakit jiwa Livia selalu di pasung disini karena selalu mengamuk, namun karena ayahnya ingin Livia sembuh makannya dimasukan kerumah sakit jiwa.


Tapi ternyata tak berubah ubah sama sekali masih saja begitu tak ada bedannya.


"Pak apa tidak apa apa nona Livia di kurung kembali, apa dia tak akan semakin mengamuk dan nanti marah pada bapak, saya takut nanti bapak malah dicelakai oleh nona Livia"


"Bi San tenang saja, saya tak akan membiarkan semua itu terjadi, jadi bibi bantu saya menjagannya, jangan sampai bibi termakan bujuk rayunya ya bi "


"Baik pak, bibi akan berusaha semampu bibi "


**


"Aku harus keluar dari sini, tak mungkin aku membiarkan Inara dan Abi bahagia begitu saja tidak tidak tidak , itu jangan sampai terjadi aku tak mau, dan aku tak sudi melihat mereka bahagia begitu saja tidakkkk " teriak Livia.


"Non " ucap bi San yang membawa nampan makanan


"Apa bibi akan menolongku, Ayo cepat lepaskan aku be, aku harus pergi aku nggak bisa gini terus, bibi orang satu-satunya yang baik sama aku , ayo lepasin aku ya jangan egois kaya ayah yang pasung aku kayak gini. lepasin aku bi bantu ayo "


Bi San segera duduk cukup jauh dan menyimpan nampan dihapan Livia. " Saya kesini disuruh bapak buat nganterin makanan buat non Livia. Mohon maaf saya tidak bisa melepaskan non Livia tanpa perintah dari bapak, saya tidak mau melakukan kesalahan yang sama lagi, jadi lebih baik non minta maaf aja sama Bapak agar nona segera dilepaskan dari sini. Saya tidak mau gegabah melepaskan Nona begitu saja Maafkan saya Nona"


Livia melihat nampan itu, lalu membantingnya di hadapan bi San "Kalau bibi masih tidak mau memberikan kebebasan padaku maka aku tidak akan menerima makanan yang di sajikan pada ku lagi, biarkan aku mati saja disini. Bibi saja sudah tidak peduli denganku bukannya Bibi sudah menganggapku seperti anak bibi sendiri. Kalo begitu kenapa Bibi sekarang melakukan ini . Seharusnya Bibi melepaskan aku tidak ikut campur dengan ayah memasungku seperti ini. Bibi jahat bibi jahatt aku tak mau bertemu dengan bibi lagi "


"Jangan begitu Non, emang nona Livia sudah seperti anak Bibi, tapi bibi tidak bisa membantah apa kata-kata Bapak. Ubah dulu saja sikap mu yang seperti ini pasti bapak akan luluh dan memaafkan Nona, lalu melepaskan mu pula. Tinggalkan masa lalu Nona yang menyedihkan itu, kembalilah membuka lembaran baru. Bukannya Nona sudah berjanji pada Bapak akan jadi anak baik dan menurut tapi kenapa sekarang malah membantah lagi dan makin menjadi-jadi saja"


"Masa bodoh Bi, aku ingin Lepas kalau tidak aku kehilangan Abi aku kehilangan masa depanku, apa mau Bibi aku seperti ini terus, aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai aku ingin mengejar dia Bi. Jangan halangi aku ayo bantu aku nanti jika ayah marah aku yang akan menanggungnya bibi sayang kan padaku. Ayolah bi lepaskan aku. Aku sudah meminta baik-baik pada bibi "

__ADS_1


"Maaf non saya tidak bisa, saya tidak bisa melepaskan no begitu saja. Setelah non berani melukai bapak saya tidak mau itu terjadi lagi "


Bi San bangkit dan pergi meninggalkan ruangan itu. "awas saja, aku akan membalas semuanya, aku akan menghabisi kalian berdua lihat saja "


__ADS_2