Berbagi Suami

Berbagi Suami
Sudah percaya dan melepaskannya


__ADS_3

Abian yang masih mengatur nafasnya segera menghampiri Ana "apa Ana yang terjadi "


"Dia sudah tau semuanya "


"Maksudnya tau apa, "


"Dia sudah tahu kalau dia mengandung dan anak kalian tidak bisa diselamatkan, dia tahu dan aku tidak tahu sama sekali siapa yang memberitahunya, karena aku tidak berbicara padanya sepertinya ada yang menelponnya sampai-sampai dia tahu tentang itu"


"Bukannya yang tahu hanya keluarga saja dan teman-teman terdekat kita saja Ana, kita pun kan sudah berbicara pada mereka untuk tutup mulut dan tak berbicara pada Inra sebelum nanti dia benar-benar sembuh baru kita bicara. Siapa orang itu apakah Adam ? "


"Entahlah aku pun tidak tahu yang terpenting sekarang adalah temui Inara dan berbicara padanya, bujuk dia agar tidak terus menangis nanti kalau misalnya lukanya makin parah bagaimana cepat kau bujuk dia untuk masalah itu biar aku yang pikirkan"


"Baiklah Ana "


Abian dengan perlahan membuka pintu dan melihat Inara yang masih menangis dengan masih memeluk bingkai foto itu, Abian duduk disamping Inara dan mengusap rambutnya.


"Mau apa kamu kemari aku ingin sendiri. Aku tidak mau ditemui oleh siapa-siapa"


"Kau tahu saat aku mengetahui kalau kau mengandung dan tidak selamat anak kita tidak selamat aku pun sama sepertimu, seperti ini terpuruk dan tidak tahu harus menyalakhkan siapa "

__ADS_1


"Kenapa kalian semua tidak memberi tahu aku, malah menyembunyikannya dariku, kenapa saat aku menceritakan kalau aku memimpikan seorang anak kecil kalian hanya diam saja dan tidak memberitahuku sama sekali"


"Inii demi kebaikanmu"


Inara langsung menghadap Abian dan menatapnya dengan wajah marahnya " kebaikan apa seharusnya aku ibunya yang lebih tahu dari awal kalau aku sudah mengandung dan anakku sudah tiada. Seharusnya aku yang lebih tahu seharusnya aku yang diberi tahu terlebih dahulu bukan orang lain kenapa kenapa malah aku orang terakhir yang mengetahui kalau aku mengandung dan anakku tiada kenapa Abi kenapa kebaikan apa"


"Ini demi kebaikan kamu , demi kesembuhan kamu sayang kamu habis aja selesai operasi, kita gak mungkin tiba-tiba kasih tahu kamu kalau kamu lagi ngandung, terus anak kamu gak ada kita gak mungkin kasih tahu itu, nanti saat kamu udah sembuh bener kita pasti akan kasih tahu "


"Kita hanya ingin kamu sembuh terlebih dahulu baru kita akan beritahu semuanya menceritakan semuanya sama kamu, bukannya kita ingin menyembunyikan semua itu dari kamu tapi kita semua ingin yang terbaik buat kamu. Kamu ngerti kan aku tahu kalau aku ada di posisi kamu aku juga bakal marah kayak kamu, bakal nangis bakal nyalahin semua orang tapi balik lagi ini demi kebaikan kamu "


"Kalau kita gak sayang sama kamu kita enggak akan ngumpetin ini kita tuh sayang sama kamu. kita semua sayang sama kamu makanya kita lakuin ini supaya kamu fokus dulu dalam kesembuhan kamu baru kita akan memberitahu yang sebenarnya"


Abian langsung memeluk Inara dengab erat "Aku juga sama sayang kehilangan, sama kehilangannya seperti kamu. Aku juga sakit saat mengetahui itu semua tapi mau bagaimana lagi itu sudah takdir dari Allah, yang harus kita lakukan sekarang hanyalah ikhlas dan mendoakan yang terbaik untuk anak kita, mendoakan agar dia selalu ada di sisi Allah subhanahu wa ta'ala"


"Kita jangan berlarut-larut dalam kesedihan aku pun sama seperti kamu tapi jangan seperti ini sayang menangis terus-menerus tidak baik yang ada nanti anak kita malah sedih melihat ibunya menangis begini"


Tangis Inara malah makin kencang dan membuat Abian makin khawatir, saja Abian dengan sabar mengusap punggung Inara dengan perlahan-lahan, sampai suara tangis itu berhenti dan tak terdengar lagi.


Saat Abian lihat ternyata Inara tertidur dengan cepat Abian segera memangkunya dan memindahkannya ke tempat tidur, Abian hanya diam menatap Inara, dirinya juga kasihan melihat Inara seperti ini.

__ADS_1


Bukan hanya Inara yang seperti ini, tapi dirinya juga sama seperti Inara, dirinya juga sama tak bisa menerima tapi mau bagaimana lagi, dirinya harus iklas dan bisa menguatkan Inara agar bisa mengiklaskan semuanya.


Tiba tiba saja pintu terbuka dan menampakan Ana yang tersenyum pada Abian, ini kali pertamanya Ana tersemyum pada Abian, sampai sampai Abian tak menyangka dan befikir kalau ini hanyalah sebuah mimpi saja.


Ana duduk disamping satunya lagi dan mengusap kening Inara dengan sayang " aku sekarang menjadi tak ragu lagi padamu ternyata kau memang mencintai adikku dengan tulus, saat dia sedang terpuruk kau tidak meninggalkannya dalam masalah apapun kau tidak meninggalkannya, maka dari itu kapan orang tuamu akan kemari dan kita bisa membicarakan pernikahan dirimu dan juga Inara. Aku sudah yakin padamu "


Abian langsung mendongak dan menatap Ana dengan tidak percaya, ini Ana tidak kesurupan kan tiba tiba berkata seperti itu.


"Jadi kapan " tanya Ana sekali lagi


"Secepatnya aku dan kedua orang tuaku akan kemari untuk membicarakan pernikahan aku dengan Inara, tapi sepertinya untuk saat ini tidak bagus Ana, kau lihat keadaan Inara sedang seperti ini rasanya dia tidak akan mau jadi kita tunggu saja sampai Nara benar-benar sembuh dan dia bisa menerima atas kehilangan anak kita berdua. Sebenarnya aku pun tidak bisa menerima semua hal itu tapi mau bagaimana lagi kalau aku sama seperti Inara yang ada takkan ada yang bisa memberi semangat pada Inara"


"Iya aku tahu aku disini akan menunggu kedatanganmu bersama orang tuamu, aku sudah yakin kalau kau bisa menjaga Inara dengan baik dan tak akan pernah menyakitinya seperti suaminya terdahulu mantan suaminya. Aku tidak mau kejadian itu sampai terulang lagi dan membuat dia kembali sakit dan sakit sudah cukup kesakitannya, dia juga perlu bahagia aku titip dia padamu aku mempercayakan semuanya padamu dan aku yakin kau bisa menjaganya"


Setelah mengatakan itu semua Ana langsung pergi kembali dan meninggalkan Abian serta Inara untuk berdua saja dikamar.


Sedangkan Abian dia sangat senang akhirnya Ana percaya padanya dan tidak meragukannya lagi, semoga saja Ana akan selalu percaya padanya bahwa adiknya akan baik-baik saja di tangannya dan tak akan terjadi apa-apa pada adiknya nanti.


Dirinya akan menjamin semuanya, kebahagian Inara dam juga materi Inara, dirinya akan menjamin semuanya.

__ADS_1


__ADS_2