
Mereka semua segera turun dari dalam mobil Roger segera mengejar Ana untuk meminta maaf dan jangan marah-marah lagi padanya. Namun sepertinya itu tak akan berhasil dilihat dari watak Ana yang keras akan sulit.
"Ana maafkan aku, kau jangan marah-marah seperti itu ya, aku sungguh minta maaf padamu jangan marah tolonglah, aku pun itu tidak disengaja tolong Ana jangan marah ya aku sungguh minta maaf padamu, aku minta maaf dengan tulus Ana"
"Sudahlah aku sedang tidak mau berbicara dengan kau, pulang saja aku tidak mau berbicara denganmu, aku tidak akan mau diajak jalan-jalan lagi olehmu, sana pulang-pulang aku tidak mau melihatmu, aku malas melihat wajahmu yang sok menyesal itu sana sana pulang saja ah "
Ana langsung saja masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya dengan sangat kencang, Roger yang akan masuk tidak jadi masuk, dia mundur lagi dan menatap kearah Inara semoga saja Inara adiknya Ana bisa membujuk Ana agar memaafkannya.
"Inara bisakah kamu membantuku untuk membujuk Ana agar dia baik-baik lagi padaku dan tidak marah-marah, tolanglah Inara sekali ini saja kau bantu aku, kalau bukan kau yang membantuku siapa lagi, tolong ya Nara hanya kau harapan ku satu satunya tak ada lagi, bisakan kau membantuku Inara "
"Aku tidak mau membujuk Ana, kau kan pacarnya pasti kau akan lebih mengerti apa yang Ana inginkan. Jadi kau bujuk Ana saja sendiri jangan apa-apa aku, apa-apa aku nanti kalau ada masalah besar kau akan bagaimana, tidak mungkin kan aku yang mengurusnya kau kan yang punya masalah dengan Ana maka selesaikan masalahnya dengan baik-baik dan bicarakan kembali, bujuklah dia, aku tidak akan bisa selalu minta maaf, jadi kau bujuk saja sendiri, aku tidak mau ikut ikutan ya "
Inara langsung masuk menyusul kakaknya namun saat dia masuk ke dalam kamar sungguh kaget, di dalam sudah ada Abian dan langsung memeluknya dengan begitu erat, kenapa tiba tiba Abian ada disini, bukannya mereka berdua sudah tidak boleh dipertemukan lagi kan sebelum hari pernikahan mereka.
"Sayang kamu dari mana, kenapa nggak ada tadi aku telfonin juga gak diangkat angkat sebenarnya kamu kemana sayang, kenapa membuatku sangat khawatir, kau kemana hah"
"Ist padahal kan kamu bisa tanya Jack atau Sandi aja mereka juga pasti nanti kasih tau, aku baik baik aja kok, kamu mau dimarahin Ana ya ada disini kamu mau tiba tiba diamuk sama dia, aku baru pulang jemput Ana loh "
"Habisnya aku khawatir sama kamu, karena kamu ditelepon nggak aktif-aktif nggak angkat-angkat makanya aku datang ke sini buat tengok keadaan kamu, waktu masuk nggak ada siapa-siapa nggak ada orang, dan aku juga gak mau hubungin Sandi sama Jack karena pacar aku itu kamu bukan mereka berdua"
"Udah aku tuh baik-baik aja tadi aku cuman jemput Ana aja, mending sekaranf kamu pulang nanti kalau misalnya ketemu sama Ana habis, kalau kamu dimarah-marahin sama dia gimana , apa lagi dia lagi kesel sama Roger nanti kamu lo yang kena getahnya, udah mending kamu sekarang pulang aja ya dari pada kamu habis sama dia"
__ADS_1
"Kenapa sih nggak boleh ketemu sebelum nikah, padahal kan nggak apa-apa ya aku tuh kangen banget tahu nggak sama kamu, sehari nggak ketemu tuh rasanya bertahun-tahun kita nggak ketemu, aku beneran kangen sama kamu sayang, aku gak bohong beneran aku kangen sama kamu, emangnya kamu gak kangen ya sama aku"
"Iya aku tau kau kangen ,tapi ditahan dulu sekarang mending kamu pulang, kalau Ana sampai tau kamu habis sama dia, udah cepetan Bi mending kamu pulang sekarang ya jangan ditunda tunda lagi pulangnya "
Tiba-tiba saja pintu terbuka dan ternyata itu Ana, Abian langsung melepaskan pelukannya dan menatap Ana dengan senyum tidak bersalahnya.
"Kenapa kau ada di sini. Aku sudah bilang kau jangan kemari dulu cepat kau sana pulang, nanti juga ada waktunya kalian bertemu jadi sekarang cepat kau pulang, atau kau ingin pernikahan ini gagal iya kau mau itu terjadi "
"Tidak Ana aku tidak mau pernikahan itu gagal. Aku hanya ingin bertemu dengan Ara, karena dia tidak bisa dihubungi makanya aku datang ke sini takut terjadi sesuatu pada Inara, aku khawatir padannya Ana "
"Adikku baik-baik saja, dia baik-baik saja dan tidak ada yang terjadi padannya jangan jadikan itu sebagai alasan. Lebih baik kau sekarang pulang atau aku akan menelpon ibumu dan Ayahmu supaya mereka memarahimu karena kau telah datang kemari "
" Ya sudah sekarang kau keluar atau aku yang mengusirmu sekarang juga, aku akan mengusur mu keluar"
"Ya sudah aku sekarang pulang, dadah sayang nanti kita ketemu ya waktu hari H, kamu nanti harus jadi pengantin yang cantik pokoknya aku tunggu hari itu deh, dadah sayang aku akan pulang kau jangan rindu ya padaku, biar aku yang rindu karena rindu itu berat "
"Udah cepetan sana pulang malah dramastis lagi, cepetan ini beneran ya pengen di usir dengan cara tidak baik ya, baiklah aku akan melakukannya "
"Iya iya ini pulang sendiri kok, galak banget sih jadi perempuan, sekarang pulang kok jangan marah marah lagi ya Ana, aku pulang kok jadi kamu tenang aja karena aku akan pulang "
Abian segera keluar dari kamar Inara dengan mata yang masih menatap Inara, malah sampai menabrak pintu, Abian mengusap kepalanya yang sakit .
__ADS_1
Abian langsung berjalan fokus ke depan dan meninggalkan kamar kekasihnya itu, masih ingin bertemu tapi bagaimana lagi Ana sudah sangat marah.
Lihatlah wajahnya yang menyeramkan seperti akan memakannya sajakan, menakutkan sekali wajah Ana itu, untung saja dirinya menikahi adiknya bukan menikahi Ana kalau tidak habislah dirinya.
Setelah itu Ana langsung saja pergi dari kamar Inara. Entahlah dia mau apa tiba-tiba masuk dan tiba-tiba saja keluar.
Sepertinya dia sudah tahu kalau ada Abian di sini makanya langsung datang kemari kan, kalau Ana tak tau dia tak akan kembali lagi kesini.
Abian menutup pintunya dan berjalan dengan lesu ke arah mobilnya , tiba tiba bahunya Abian segera membalikan badannya ternyata itu adalah Roger yang wajahnya 11 12 saja sepertinya, sepertinya Roger sedang perang dunia dengan Ana.
"Lagi marahan sama Ana ya makannya ada disini, gue aja ini baru aja diusir sama Ana gara gara temuin Inara, jahat banget ya Ana. Lo emang bisa bertahan ya sama perempuan kayak Ana yang galaknya minta ampun, nanti gimana kalau lo tiba-tiba ditonjokin gitu sama dia. Kenapa sih gara-gara apa dia marah sama lo sampai-sampai lo nggak diterima ke rumahnya, masalah apa sih yang terjadi"
"Ya gimana lagi gue udah terima kok nasib gue kayak gini, gue udah cinta udah sayang susah mau galak mau gimana pun ya udah gue juga ini baru aja dimarah-marahin , gara-gara kunci mobil ketinggalan di tempat penginapan kita jadi gini deh, Inara pun gak mau bantu gue buat bujuk Ana. Jadi mau gimana lagi gue harus bujuk dia sendirian tapi dengan cara apa, dia wataknya kayak gitu bisa-bisa gue dihajar habis-habisan kan kalau terus minta maaf sama dia"
"Apa lo nginep di penginapan sama Ana berdua, terus lo gimana malam nggak ditonjokin gitu sama dia atau digebukin atau kalian saling bacok gitu di sana"
"Gila ya enggaklah nih badan gue masih utuh, gue masih hidup kan nggak ada yang luka, kalau iya kita berantem pakai senjata udah mati tau gak sih gue, gue juga gimana nih caranya mau minta maaf sama Ana, susah dia kalau kayak gini jadinya mau minta maaf juga jadi takut gitu, takut malah makin marah gitu kan "
"Sabar ini ujian kalian juga kan baru pacaran, jadi pasti banyak ujian sabar aja nanti juga dia baik sendiri kok, Ana itu bukan kayak perempuan-perempuan lain yang mudah dibujuk, dia itu susah banget dibujuk hati-hati loh sulit banget buat dapetin hatinya seutuhnya, dari tampangnya aja susah banget tuh Ana buat deket sama laki-laki dan lo bisa dapetin dia aja kan udah bersyukur, ya kan dapat Ana gitu kan cantik juga dia, tapi bar bar aja sih dan gampang marah banget, mending balik aja dari pada disini kan "
"Yah gue juga ini mau balik, gue juga mau mikirin cara bagaimana minta maaf sama dia " mereka segera memisahkan diri dengan Abian yang naik mobil dan juga Roger yang pulang ke rumahnya
__ADS_1