
Abian segera melepaskan pelukannya pada Inara "kau ini apa sih. Aku tidak melakukan hal mesum " jawab Bian dengan sedikit kesal karena diganggu oleh Jonathan asistesnya.
"Tetap saja itu menurutku pelukan itu adalah mesum bos, mataku yang suci ini ternodai. Harus aku bersihkan "
"Suci dari mana, sedangkan dirimu saja sering menatap punya istrimu jangan munafik "
"Iya iya deh bos selalu benar dan aku selalu salah "
"Ya sudah ada perlu apa kau asisten durhaka "
"Ini loh bos durhaka aku ingin meminta tandatanganmu "
"Baiklah mana sini kemarikan dokumennya"
"Ini tuanku " sambil menunduk seperti dikerajaan.
Inara yang malu segera pergi, untuk keruangannya bersama Rani. Aduh kenapa coba bisa ketauan gini sama Jo. Kan jadi malu.
***
Sedangkan dirumah Iva sedang menelfon Dave pacarnya "jadi bagaimana apa kamu sudah berhasil menjebak Adam sayang " tanya Dave disebrang sana.
"Belum Dave, mungkin hari ini, soalnya kemarin aku bertengkar dengannya. Jadi itu bukan waktu yang pas "
"Baiklah kau beri saja Adam minuman beralkohol dia sangat suka itu. Biarkan dia minum sampai teler setelahnya kau siap-siap untuk menyiapkan berkas dan juga cap tanganya "
"Baiklah Dave akan aku lakukan malam ini, tapi aku sangat merasa bersalah pada Nara, dia baik padaku sedangkan aku dulu sangat jahat padanya. Aku akan memberikan uang dari penjualan rumah dan tanah apa boleh Dave "
"Tentu jika itu akan membuat rasa bersalah mu menghilang aku tak apa. Aku tak ingin kau terus terusan merasa bersalah "
"Baiklah terimakasih Dave. Entahlah setelah memberikan uang ini aku akan merasa lega atau tidak namun setidaknya Inara berhak atas uang ini "
"Iya sayang iya, sekarang kau segera istirahat ya. Jangan stres-stres terus jaga anak kita "
"Iya Dave pasti, apa kau sudah dapat foto Adam dan juga Shinta "
"Sudah sayang, sekarang akan aku kirim padamu ya"
"Baiklah terimakasih Dave "
"Iya sama -sama aku matikan dulu ya telfonya "
"Iya Dave, dadah "
"Dadah sayang "
__ADS_1
Percakapan pun usai, tak lama Dave banyak mengirimkan foto-foto Adam dan Shinta ada juga yang berbentuk rekamana. Iva segera saja mengirimkannya kepada Inara. Tak lupa dengan rekaman penyiksaan Inara yang selalu dirinya rekam. Ternyata sekarang berguna.
Setelah semuanya selesai Iva segera membaringkan badanya "semoga itu akan membantumu untuk lepas dari Adam Nara "
***
Inara yang sedang bekerja segera melihat ponselnya yang dari tadi bergetar. Banyak sekali pesan yang Iva kirim padanya. Inara segera mengeceknya ternyata dalamnya adalah bukti-bukti perselingkuhan Adam dan Shinta. Jadi benar mereka selingkuh. Nara hanya bisa tersenyum getir.
"Kenapa Nara. Kau tak apa " tanya Rani yang khawatir.
"Aku tak apa Rani, Iva sudah mengirimkan semua bukti-buktinya."
Rani segera mendekati Nara "apa boleh aku melihatnya Nara"
Nara segera menyerahkam ponselnya. Rani melihat satu persatu sampai mengeleng-gelengkan kepalanya tak habis fikir dengan Adam, saat melihat foto perempuan selingkuhan Adam sampai kaget. Perempuan inikan Shinta.
"Jadi suamimu selingkuh dengan orang sekantor juga " tanya Rani.
"Iya dia selingkuh dengan teman baikku dulu. Tak habis fikir aku pada mereka. Dulu saja Shinta mendukung hubunganku dengan Adam namun dia sekarang malah menghianatiku "
"Kamu jangan sedih ya. Aku yakin dibalik semua ini ada hikmahknya aku akan membantumu sampai selesai. Aku kirim ya data-datanya ke ponselku untuk aku print dan aku akan membuat janji temu dengan temanku ya "
"Iya Rani kau kirim saja, terimakasih kau mau membantuku "
"Iya sama-sama Nara, nanti kita datang bersama-sama keperusahan temanku ya. Tenang dia pengacara hebat pasti akan menang kita "
**
Didalam ruangan Abian sangat kesal dengan tingkah suaminya Nara. Kembali selingkuh dasar laki-laki tak punya hati. Bian segera menelfon seseorang.
Untungnya pada deringan pertama langsung diangkat "Bagaimana apakah kau sudah menguras uang Adam sampai dia koropsi dikantorku "
"Tenang saja bos, aku sudah melakukan semua perintahmu. Dia sudah menggunakan uang perusahaan. Coba kau cek saja data-data yang dia kirim pasti ada yang berbeda "
"Baiklah pekerjaan mu bagus, jangan mengecewakan aku. Jangan sampai kau jatuh cinta padanya dan berubah haluan nantinya "
"Tidak akan bos, tenang saja "
"Baik, kembalilah bekerja "
"Siap bos"
Panggilan pun berakhir Bian hanya bisa tersenyum licik. Berhasil semua rencananya. Tak ada yang gagal sedikit pun. Ini hanya sendikit pembalasan yang dirinya lakukan pada lelaki brengsek itu lihat saja nanti.
**
__ADS_1
Inara yang sudah pulang bekerja segera membawa belanjaannya dia membawa banyak sekali makanan untuk dirinya dan juga Iva. Kan sekarang hari pertamanya gajihannya. Tak menyangka gajihnya akan sebesar ini dirinya kira hanya 2-4 jt tapi ini lebih dari itu.
Inara segera menatanya diruang tamu "Va Iva kamu dimana " teriak Inara mencari keberadaan Iva.
Iva yang mendengar suara teriakan Inara segera keluar dari kamar dan perlahan-lahan turun dari kamarnya "Iya Nara ada apa"
"Ayo sini. Aku membeli banyak makanan untuk kita berdua aku baru gajihan pertama " Inara segera membantu Iva untuk berjalan keruang tamu segera mereka berdua duduk lesehan dibawah.
"Wah banyak banget Nara "
"Iya dong ini untuk merayakan aku yang udah kerja, ayo makan Va sepuasnya ya. Kalau perlu kita habiskan berdua "
Iva mengangguk dan mereka berdua segera memakan berbagai makanan yang ada dihadapan mereka sampai kenyang. Setelah makanan itu habis dan membuat mereka sangat-sangat kenyang. Sampai menyenderkan tubuh mereka berdua dikursi.
"Va kamu sebentar lagi lahiran ya " tanya Inara.
"Iya Nara aku sebentar lagi nih. Udah berat banget perut aku"
"Kamu yang sabar, sebentar lagi kebahagian akan mendatangimu. Kamu harus selalu jaga anak ini ya "
"Iya pasti Nara, apa kau mau pegang dia sering bergerak dan menedang-nendang loh "
"Apa boleh Va "
"Tentu peganglah " ucap Iva sambil membawa tangan Inara kearah perutnya. Inara segera mengusapnya dan benar didalam sama bayi itu menendangnya. Inara sampai kaget dan berkaca-kaca.
"Apa aku akan merasakan mengandung seperti ini Va "
"Tentu saja, kelak kamu akan merasakan apa yang aku rasakan. Nanti saat sudah bercerai dengan Adam. Carilah laki-laki yang sangat sangat mencintaimu. Aku yakin kamu akan mendapatkan laki-laki yang lebih dari Adam "
"Tapi aku setelah bercerai dengan Adam, tak ingin mempunyai pasangan lagi, aku trauma aku takut nantinya sifat dan sikapanya seperti Adam. Jadi aku tak tau akan bisa merasakan seperti mu atau tidak "
"Jangan berbicara seperti itu Nara, kamu harus menikah lagi. Memang kebahagian bukan karena menikah saja namun saat kau menikah lagi dengan orang yang tepat kau akan lebih-lebih bahagai kembali. Apalagi saat mengadung sepertiku ini pasti kau akan bahagia sekali. Aku akan selalu mendoakanmu. Semoga kau mendapatkan laki-laki baik yang bisa mengayomimu dan menyayangimu lebih dari menyayangi dirinya sendiri "
"Amin Va, amin makasih atas nasihatmu dan doamu. Aku akan mencobanya nanti, tapi mungkin akan lama "
"Wah wah enak sekali ya kalian berdua makan-makan sedangkan aku bekerja sendirian " tiba-tiba Adam datang dan berbicara seperti itu.
Iva dan Inara segera bangkit "Ya itu sudah keharusanmu menafkahi kamu berdua. Apalagi sekarang akan nambah lagikan istrimu menjadi 3 " jawab Iva.
"Apa maksudmu hah. Kalau bicara kemana saja " bela Adam
"Kan itu memang kenyataannya mas. Jangan mengelak kau ini selalu saja berbohong pada kami. Apa dua istri tak cukup " sela Nara.
"Sudahlah aku akan masuk kamar saja kalian berdua sungguh sudah gila " setelah mengatakan itu Adam pergi.
__ADS_1
Nara dan Iva saling pandang lalu tersenyum senang sudah memojokan Adam.