
Cio pagi pagi sekali sudah ada dirumah Nana dia datang kerumah Nana jam 5 pagi, dan mamahnya Nana juga baru bangun. Untung saja kan tadi keluar mau jemur pakaian yang dirinya cucu tadi malam.
"Ya ampun pak Cio datang-datang ke rumah subuh-subuh kayak gini, mau jemput Nana apa nggak salah, Nana belum bangun jam segini nggak apa-apa emang nunggu Nana. Masa sih bos nunggu asistennya nggak enak kan"
"Nggak apa-apa tante tadi tuh emang saya sengaja datang ke sini pagi-pagi karena mau ada hal yang saya bicarain sama Nana tentang pekerjaan, soalnya kita lagi banyak banget kerjaan dan numpuk banget makanya saya pagi-pagi datang ke sini biar perginya sama-sama, kan arah rumah kita sama juga tan "
"Ya udah tante bangunin dulu Nana yah supaya dia cepat-cepat buat siap-siap"
"Nggak usah tante sebangunnya aja, saya pasti akan nunggu sebangunnya Nana aja nggak apa-apa kok"
"Ehh gak boleh kayak gitu dong, sekarang tante bangunin Nana, ayo diminum kopinya dan cemilannya dimakan maaf ya tante baru nyiapin itu aja "
"Iya tante gak apa apa, makasih lo tante segini juga "
"Iya sama sama tunggu ya "
Ibunya Nana dengan cepat segera berlari ke arah kamar anaknya setelah masuk dia langsung mengguncang-guncang tubuh Nana "Nana bangun cepetan kamu bangun itu bos kamu loh udah ada di sini tunggu kamu buat berangkat kerja. Ayo cepetan banget Mama nalu loh anak mama perempuan jam segini belum bangun, sedangkan bos kamu dia udah bangun ayo cepetan ih malu-maluin cepetan bangun" Nana langsung terbangun dengan mata yang masih terpejam "
__ADS_1
"Mama tuh jangan ngaco deh mana mungkin pak Cio jam segini udah bangun, dia itu paling telat kalau pergi ke kantor. Mamah jangan ngawur deh dan jangan bikin Nana sibuk buat mandi dan yang lain-lainnya. Nana masih ngantuk Mamah jangan aneh-aneh deh gara-gara Nana bilang kemarin pak Cio nyatain perasaannya mama jadi ribet banget deh perasaan"
"Ngapain Mamah bohong beneran dia ada di ruang tamu dia datang ke sini jam 05.00 subuh saat mamah lagi mau jemur pakaian, dia udah ada di depan pintu dan mama juga nggak tahu dia datang jam berapa ke sini, udah cepetan bangun kamu jangan malu maluin mama ya. Kamu ini anak perempuan seharusnya jam segini udah bangun . Cepetan bos kamu dari tadi nungguin kamu sekarang kamu segera bersiap ya"
Nana langsung membuka seluruh matanya dia langsung berdiri dan berlari ke arah ruang tamu dan benar saja bosnya ada di sana," ngapain coba jam segini ke sini nggak biasanya ngapain juga jemput-jemput biasanya juga nggak pernah jemput-jemput aneh deh" gumam Nana
Nana yang takut ketahuan segera berlari kembali menghindari bosnya itu, dia masuk kedalam kamar lagi dan ternyata mamahnya masih ada dikamar.
"Apa kan kata Mama juga bos kamu ada di sini, udah cepetan sekarang kamu mandi dan siap-siap buat pergi kerja, Mama juga mau masak nih cepat-cepat kalian juga harus sarapan kan, jadi cepetan jangan malu-maluin, cepet cepet sana masuk kamar mandi "
"Nana kamu nggak boleh kayak gitu bos kamu tuh udah nunggu dari pagi. Jadi kamu jangan kecewain dia ya udah cepet kamu sekarang mandi udah cepetan. Kasihan juga dia pagi-pagi datang ke sini. Siapa tahu dia mau bicarain apa gitu sama kamu. Cepetan mamah sekarang mau masak nanti Mama ke sini lagi 05.30 kamu belum siap dan masih tidur mama siram kamu pakai air satu ember"
"Iya iya Nana sekarang mandi galak banget sih "
Tanpa banyak bicara lagi mamahnya Nana langsung keluar dari kamar anaknya.
"Kenapa sih Mamah jadi galak semenjak aku kasih tahu kalau pak Cio nyatain perasaannya sama aku, aneh banget deh mama ini apa sekarang mama lebih berpihak sama Pak Cio ya . Ya siapa tahu kan lebih berpihak sama pak Cio lagi ini tuh nggak boleh dibiarin sekarang lebih baik mandi dari pada disiram pakai air dingin satu ember bisa panas dingin"
__ADS_1
Nana dengan malas malasan masuk kedalam kamar mandi, ada gerangan apa sampai sampai pak Cio datang pagi pagi jangan sampai pak Cio bujuk bujuk mamahnya untuk membuat dirinya menerima pak Cio ya jangan sampai pokoknya
***
Sedangkan Cio sendiri dari tadi menguap terus menerus, karena memang dirinya tak bisa tidur, sudah saja memutuskan untuk pergi ke rumahnya Nana saja takutnya Nana kabur terlebih dahulu dan tidak mau dijemput olehnya sekarang, dirinya harus butuh kepastian Nana akan membiarkan dirinya menjadi pacarnya atau tidak.
"Aku begitu mengantuk apakah aku tidur saja ya sebentar mungkin 1 jam sambil menunggu Nana, karena dia juga pasti lama banget siap-siap ya lebih baik aku tidur saja dulu dari pada nanti di kantor aku tak konsen dan tidak bisa mengerjakan apa-apa. Lebih baik aku tidur saja di sinilah enggak apa-apa lah malu-maluin juga nggak tahu udah berat banget nih mata rasanya kayak ada lem aja nih di dalam mata"
Cio mengambil bantal kursi dan membuka sepatunya juga, lalu mencoba membaringkan badannya, siapa tau saja dirinya bisa tertidur dengan nyenyak disini, ya meskipun hanya satu jam.
Yang terpenting sudah tidur kan, karena setelah pulang dari rumah Ana dirinya tak tidur, memikirkan apakah Nana akan mau dengan dirinya atau tidak.
Serta memikirkan tentang keadaan Livia yang begitu mengenaskan dirinya sungguh ingin mengeluarkan Livia dari sana, kasian sekali dia dikurung sepert itu, keadaanya begitu tak karuan.
Harus secepatnya mencari cara untuk mengeluarkan Livia agar dia bisa menikmati hidupnya lagi, dan juga bisa merebut hartanya kembali.
Dan tanpa Cio sadari dirinya tertidur juga sambil memeluk bandal yang ada dihadapannya., tidurnya begitu pulas sekali seperti dirumah sendiri saja begitu.
__ADS_1