Berbagi Suami

Berbagi Suami
Dimana kau


__ADS_3

"Ana itu dari tadi Roger nelpon terus, lo nggak mau angkat dulu gitu siapa tahu itu penting , ganggu banget tahu gitu lagi nonton film dan lagi ngopi kayak tapi ponsel lu bunyi terus emang lo gak sakit apa telinga dari tadi dengernya "


"Udahlah biarin aja, dia juga pasti nanyain gue di mana lagi apa, udah bobo udah makan itu aja, udahlah pertanyaan anak kecil gue juga males angkat telepon dia, gue males buat nangepin dia "


Cio meminum kembali minumannya dan mengambil ponsel Ana "gue angkat aja ya "


"Iya gimana lo aja asal lo jangan bilang kalau gue lagi ada di rumah lo, bisa-bisa dia nanti nyusul ke sini dan ajak gue pulang pokoknya gue nggak mau sampai tinggal di rumah dia, yang ada gue juga nggak akan bisa tidur diganggu sama laki-laki itu"


"Oke deh "


Cio langsung mengangkatnya "Ana kamu di mana, kok kamu nggak ada di rumah sih. Aku cari kamu loh aku mau minta maaf sekali lagi aku minta maaf ya, atas apa yang telah aku lakuin gara-gara kunci mobil ketinggalan kamu marahnya kayak gini sama aku"


"Ini gue Cio ada perlu apa lo cuma mau minta maaf aja kan sama Ana "


"Kenapa ponsel Ana bisa sama lo, di mana Ana sekarang balikin ponselnya sama Ana, gue mau bicara sama dia lo jangan asal-asalan main angkat-angkat aja ya punya orang itu gak sopan banget loh"

__ADS_1


"Kenapa bisa ada sama gue. Ya Ananya aja lagi sama gue lah. Makanya ponselnya dia sama gue, lo itu gimana sih Ana nggak masalah kok ada yang nelpon gue yang angkat. Dia nggak pernah marah ya kalau ponselnya gue pegang atau gue angkat. Jadi lu nggak usah marah-marah kayak gitu, ada perlu apa nanti gue biar sampain aja sama Ana. jangan ganggu deh gue sama Ana lagi senang-seneng nih please jangan telepon-telepon terus ya verisik tahu nggak sih lo tuh cuma bisa ganggu aja"


"Gue udah bilang kan kasihin ponsel sama Ana, dimana sekarang kalian. Gue bakal jemput Ana sekarang juga , di mana lokasi kalian berdua lo mau rebut lagi Anna dari gue ya, dulu aja Puja udah lo rebut, jadi selingkuhannya sekarang lo mau rebut Ana juga dari gue "


"Apaan sih gue itu sama Ana temen kita tuh udah temenan lama ,lo kan pacarnya Ana pasti Lo tau kan kalau gue itu temenan sama Ana. Jadi lo nggak usah ketakutan kayak gitu dong makanya kalau punya pacar tuh jagain. Bukannya lo ngejar perempuan lain pacar lo didiemin aja kayak gitu. Itu juga salah lo sendiri kan kenapa Puja bisa selingkuh, jadi untuk sekarang lo jangan ganggu gue sama Ana ya kita lagi senang-senang dan kita nggak mau diganggu sama siapa-siapa lagi dan lo juga nggak usah tahu di mana posisi Ana sekarang , dia akan baik-baik aja tanpa ada lo dia bisa jaga diri sendiri kok"


Sambungan langsung diputuskan oleh Cio, Cio kembali meminum minumannya dan memakan cemilannya, sambil mencoba fokus kembali untuk menonton.


**


"Kenapa ayah lempar ponselnya. Apakah kakak tidak mau mengangkat telepon dari ayah. Apakah kakak masih marah dengan ayah yang meninggalkan kunci mobil itu di sana, biar Sean saja yang berbicara dengan kakak"


"Tidak usah kakak yang suka kau agung-agungan itu dia sedang bermain dengan temannya, jadi kau jangan ganggu kesibukannya lebih baik kau sekarang tidur dan jangan meminta Ayah untuk menelponnya kembali, dia sedang bermain Jadi kau jangan mengganggunya kau bisa kan tidur sendiri tanpa harus ditemani oleh Kakak Ana"


"Kenapa ayah malah menjadi marah-marah padaku. Bukannya Ayah yang ingin sekali bertemu dengan kakak dan memintaku untuk membujuk Kakak agar memaafkan Ayah. Lalu kenapa sekarang Ayah marah-marah-marah padaku, Ayah tidak jadi untuk meminta maaf pada Kakak dan akan menyerah begitu saja "

__ADS_1


"Iyaa memang Ayah yang memintanya untuk kau membantu Ayah untuk membujuk Kakak agar dia kembali baik lagi pada ayah, tapi sekarang dia sedang sibuk dengan temannya lebih baik kau sekarang tidur ya. Jangan memikirkan kakak lagi dia tidak bisa diganggu. Dia sedang asyik dengan temannya jadi kalau tidurlah "


"Baiklah kalau begitu aku akan tidur ayah, ayah pun segera tidur ya biarkan kakak bermain dengan teman-temannya nanti setelah nikah pasti kakak tidak akan bisa bermain lagi dengan teman-temannya"


"Tahu dari siapa kau kalau setelah menikah kakak tidak akan bisa main lagi dengan siapa-siapa, siapa yang mengajarkanmu . Siapa yang mengatakan itu padamu ayo bilang sama ayah, siapa yang berkata seperti itu "


"Tante Puja yang mengatakan seperti itu, waktu itu dia berkata seperti itu, kalau dirinya nanti tidak akan bermain-main lagi dan akan fokus mengurus ayah dan juga aku saat nanti menikah, tapi Tante Puja itu terlalu banyak main. Sedangkan kakak kan baru juga sekarang dia main seharusnya Ayah tidak perlu marah kalau Kakak main waktu dulu saja waktu tante Puja main Ayah tidak pernah marah padanya kan"


"Iya Iya Ayah tidak akan marah dengan kakakmu itu, ayo cepat sekarang waktunya kau tidur ini sudah malam tidak baik kau jam segini masih bangun. Memangnya kamu tadi tidak lelah bermain-main seharian bersama teman-temanmu saat di pernikahan Kakak Inara, jadi lebih baik sekarang kau tidur ya. Jangan memikirkan kakak dan ayah, ayah tidak akan marah pada kakakmu itu .Ayah akan baik-baik saja"


"Baiklah ayah, ayah jangan marah ya pada Kakak aku tidak mau melihat ayah marah pada Kakak. Kasihan dia juga ingin bebas ingin bermain-main bersama teman-temannya untuk kali ini biarkan dia bermain-main bersama teman-temannya, saat nanti sudah menikah dengan ayah dia tidak akan bisa main-main lagi dan berkumpul dengan teman-temannya"


"Iya ayah mengerti sekarang kau cepat tidur Ayah mengerti, ayah akan mengikuti apa kata-kata anak Ayah ini, ayah tidak akan marah pada Kakak dan akan membiarkan Kakak bermain bersama temannya itu, sekarang kau tidur Ayah pun akan tidur ini sudah sangat malam, besok bukannya sekolah kan, ayo cepat pergi kekamar mu "


"Baiklah ayah aku tidur ayah pun segera tidur ya dadah ayah "

__ADS_1


Sean langsung meninggalkan ayahnya dan masuk kedalam kamarnya.


__ADS_2