
Happy reading
Jam semakin cepat saja berlalu, Aisyah dan Reva yang sudah menunggu sahabat mereka di post satpam.
"Anne mana sih, lama banget. Tahu gini kita minta jemput Kakak lu aja, Ai," ucap Reva yang kesal menunggu Anne tak sampai sampai. Sedangkan Aisyah yang memang sedang memakan buah apel itu meneruskan makannya.
"Pacar lu juga kali."
"Coba lu telepon aja, siapa tahu langsung diangkat. Nah lu tanya dimana dia sekarang," saran Aisyah dan dianggukkan oleh Reva.
Reva mengambil ponselnya, belum juga ia membuka ponselnya tiba tiba sebuah mobil berwarna merah itu datang dari arah belakang.
"Selamat siang ibu ibu guru yang cantik," sapa seorang wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Anne.
"Siang juga Bu Dokter," balas mereka dengan wajah yang kesal.
"Lama banget sih lu. Kemana dulu hah?" tanya Reva langsung ngegas.
Anne yang mendapat pertanyaan ketus dari sahabatnya itu hanya tersenyum.
__ADS_1
"Sorry ya, tadi ada pasien sebelum gue kesini. Masuk gih, kita langsung ke Kafe," ajak Anne pada keduanya.
"Tenang aja gue yang traktir," tambah Anne yang membuat mereka tersenyum.
Entah kenapa jika ada yang mentraktir mereka itu malah membuat mereka senang. Karena itulah kebiasaan mereka sejak SMA sampai Kuliah.
Setelah mereka berdua masuk, Aisyah tanpa sengaja melihat ke ada buah mangga disana.
"Aku mau buah mangga ini boleh gak?" tanya Aisyah yang membuat Anne dan Reva melongo.
Bukan apa apa tapi buah mangga ini masih muda, apa tidak apa apa dimakan Aisyah.
"Yakin, kayaknya enak gitu. Aku mau ya," ucap Aisyah dengan suara lemas. Bahkan jika tidak diberi pasti air matanya sudah jatuh ke bawah. Kalau ke atas namanya bukan jatuh tapi melambung.
"Kamu hamil ya?" tanya Anne dengan nada penuh selidik.
"Hamil? Gak tahu tapi berberapa Minggu kemarin aku cek itu hasilnya masih negatif," jawab Aisyah dengan jujur.
"Boleh ya aku makan mangga mudanya, aku pengen banget," ucap Aisyah dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Anne yang tak tega itu memberikan mangga muda yang sudah dikupasnya tadi dan sudah berada di wadah. Bukan apa apa, karena Anne sendiri juga sedang hamil muda. Jadi masih pengen yang asem asem gitu.
"Makan yang ini aja, aku gak mau kamu makan yang masih kotor," ujar Anne dengan senyum.
"Makasih ya, Bu Dokter."
"Sama sama Bu guru. Silahkan di makan, nanti anaknya ileran lagi kalau gak dituruti kepingannya. Nanti aku juga yang disalahkan," jawab Anne dengan senyum manisnya.
Akhirnya Aisyah memakan mangga muda yang ada di wadah itu dengan lahap. Hal itu membuat Anne dan Reva hanya bisa menelan ludah mereka kasar.
"Apa gak asem ya itu mangga muda?" tanya mereka dalam hati.
Anne yang merasa ada yang aneh dari sahabatnya itu merasa bingung. Kenapa nafsu makan Aisyah sama seperti orang hamil. Apa benar Aisyah hamil. Tapi kenapa yang dibawa Abi saat itu adalah Zahra.
"Enak banget ya, Ai?" tanya Reva dan dianggukkan oleh Aisyah.
"Manis dan seger sih, walau masih ada asem dikit. Kamu mau?" tawar Aisyah pada Reva dan Anne.
Mereka berdua langsung menggeleng. Karena membayangkan betapa asamnya saja sudah membuat Reva linu. Sedangkan Anne tidak mau karena tadi ia sudah makan juga.
__ADS_1
Bersambung