
"Inaraaa " teriak Adam, Inara sudah pergi bersama Iva.
"Bagimana apakah menyenangkan ditinggalkan oleh orang yang kau sayangi, oh tidak kau tidak menyayangi Inara buktinya saja kau berani berselingkuh sampai dua kali, oh ya aku lupa kau sudah koropsi dikantor ku, aku memecatmu dengan tidak hormat, atau kau mau aku masukan penjara ? Karena kau sudah berani menyakiti wanitaku kau juga akan di beklis dari semua perusahan dan tak akan ada lagi yang mau menerimamu untuk bekerja di mana pun itu berada "
"Kau itu orang kaya, kenapa mau istri orang dan menghancurkan hidupku "
"Kata siapa itu istri orang, sebentar lagi kalian akan cerai otomatis Inara akan sendiri, aku akan masuk dalam hidupnya kau jangan sampai berharap Inara akan kembali lagi padamu, dasar bodoh kau melepaksan seorang istri demi perempuan yang belum tentu menyayangimu, mereka itu hanya menyayangi uang mu saja kawan "
Setelah mengatakan itu Bian segera masuk lagi kedalam ruangan, namun Bian berpapasan dengan pengacara Inara yang bernama Ana yang memiliki wajah serupa dengan wanitanya namun dirinya tetap mencintai Inaranya. Bian diam disana melihat apa yang akan pengacara itu lakukan.
Ana segera berhenti dihadapan Adam "Inara kau kembali, kenapa pakaian mu berubah "
"Aku bukan Inara, aku adalah kakaknya Iriana, kau jangan macam macam dengan dia atau kau akan habis ditanganku "
Bian yang memang masih ada disana mendengar semua ucapan Iriana, tadi dia bilang Inara adiknya berarti selama ini Inara masih mempunyai keluarga ?
**
Iriana segera mengikuti mobil Inara, dia yakin itu adiknya meski belum dites dilab dan tes darah tapi dirinya sangat yakin kalau itu adiknya Inara Zhafira Wijaya. Mungkin banyak didunia ini yang wajahnya sama tapi dirinya yakin tak akan semirip itu kan.
Inara berhenti dirumahnya dan segera masuk kedalam rumah mengemas semua pakaian, malam ini dirinya akan menginap di hotel saja dan besoknya akan mencari kontrakan , dirinya tak akan meminta harta gono gini pada Adam. Yang terpeting dirinya bisa lepas dari Adam dan juga mempenjarakan Adam itu sudah puas untuknya.
Inara sudah mengemas semua barangnya. "Nara kamu mau kemana "
"Aku mau pergi Va, kamu jaga diri baik baik aku gak mau debat lagi sama Adam, aku cape Va, aku pengen semuanya selesai, atau perlu kamu mau ikut sama aku "
"Ya udah kamu hati hati ya, engga aku gak ikut kamu duluan aja nanti aku yusul ya, kamu kasih alamatnya aja dan aku juga minta maaf atas berbuatan ku telah menghancurkan acara ulang taun itu "
"Yaudah nanti aku kasih tau, nanti aku yang minta maaf kamu jangan khawatir, aku duluan ya "
"Iya Nara "
Nara segera keluar dan dirinya sungguh kaget saat tiba-tiba didepan matanya ada Ana yang sedang mematung "Ana kau membuat ku kaget saja, kenapa ada apa "
"Tidak, sini " Ana segera membawa semua barang Inara lalu memasukannya kedalam bagasi, mengandeng Inara untuk segera masuk dan langsung menjalankan mobilnya tanpa menghiraukan ocehan Inara yang terus saja berbicara.
__ADS_1
Iva segera naik keatas lalu mengemasi barang barangnya dan surat surat serta uangnya dia bawa semuanya tanpa menyisakan apa-apa untuk Adam.
Iva segera menyimpan surat keterangan bahwa Adam mandul dan surat perpisahan yang isinya.
Terimakasih Adam aku sudah mendapatkan semuanya dan aku meminta cerai darimu, oh ya kau tau anak yang aku kandung bukan anak mu. Kau itu mandul bukan Inara yang mandul tapi kau. Laki laki tak berguna dan hanya bisa membuat hati perempuan sakit.
Yang aku kandung adalah anak Dave kekasihku, aku mendekatimu hanya demi uang saja, mudah sekali ya menipumu..
Iva segera bergegas pergi sambil membawa barang-barangnya yang ternyata diluar Dave sudah menunggunya dengan senyum kemenangan Iva segera masuk kedalam mobil.
Setelah mobil itu pergi datang mobil Adam dan juga Bian, Adam segera masuk kedalam rumah dan kosong rumahnya ini. Adam segera naik keatas dan ada sesuatu yang mecolok sebuah kertas yang dihias dengan cantik.
Adam segera membaca surat itu wajahnya sudah berubah dengan merah "sialan Iva, kau sungguh keterlalun " teriak Adam sambil menyobek kertas itu.
Adam segera berlari keberangkas ternyata uang, surat surat penting tak ada semuanya "dasar kau wanita pencuri Iva " Adam segera mengacak ngacak semua barang yang Ada lalu bergegas kembali untuk pergi kerumah ibunya.
Bian yang masih diluar segera menelfon Inara karena khawatir "Hallo Nara kau dimana "
"Hallo Bian, aku sedang bersama Ana, kau tak usah khawatir aku baik baik saja"
"Baiklah Bian "
Segera bercakapan itu berakhir. Ana segera mengalihkan pandangannya kepada Inara lalu kembali fokus kejalan "kau ada hubungan apa dengan Bian "
"Aku dan dia hanya teman, mau kemana kita "
"Kerumahku untuk sementara kau dirumah ku saja "
"Apa aku tak merepotkan mu, lebih baik kau antar saja ke hotel "
"Tidak sama sekali jadi kau tenang saja, aku akan menjagamu "
Inara hanya menganggukan kepalanya saja, lalu diam, kenapa Ana menjadi jutek ya, kemarin kemarin dia baik deh.
Inara dan Ana segera turun dan Ana segera mengelurkan semua barang Inara membawanya kedalam kamarnya.
__ADS_1
"Gantilah pakaian mu setalah itu kita tidur "
Inara hanya menurut saja setelah selesai menganti pakainnya dan juga menghapus makeupnya Inara segera kembali dan duduk di tempat tidur, berbarengan dengan kedatangan Iriana yang sudah juga berganti pakaian.
"Apakah kita tidur seranjang "
"Iya, kenapa kau keberatan "
"Bukan aku hanya takut kau yang keberatan, kalau kau tak mau aku bisa tidur dibawah "
"Kenapa denganmu ini tidurlah denganku, apakah boleh aku memeluk mu "
Mereka berdua sudah berbaring berhadap-hadapan "tak ada maksud apa-apa aku hanya sedang merindukan sodara kembarku, boleh kan "
"Memangnya sodara kembarmu kemana "
"Dia hilang "setelah mengatakan itu Irina segera memeluk Inara dan tertidur, Inara yang merasa nyaman segera ikut terlelep juga, dirinya sangat nyaman sekali ada didalam pelukan Ana.
**
Pagi tiba sekarang semua orang terdekat Inara ada diruangan sidang dengan Inara ada didepan dan bersama Adam pula. Disana ada Bian, Rani, mamih, papih, Jon dan dikubu Adam hanya ada orang tuanya saja tak ada Shinta.
Wajah Inara sangat tegang sekali takut takut dirinya tak bisa bercerai dengan Adam. Sekarang tinggal mendengar putusan dari hakim.
"Dengan ini menyatakan bahwa gugatan perceraian oleh saudari Inara Lathifa kepada Adam Putra telah dikabulkan. Dan untuk gugatan kasus kdrt dan juga perselingkuhan yang dilakukan oleh Adam Putra kepada Inara Lathifa telah disetujui dan akan dipenjara selama 6 tahun. Semua tuntutan saudari Inara Lathifa kepada Adam Putra telah disetujui " ucap pak hakim sambil memukul palu.
Inara saat mendengar itu sampai menangis , akhirnya dirinya bisa terlepas dari Adam dan bisa hidup bahagai, setelah pak hakim pergi Inara segera bangkit dan memeluk mamih Bian dengan erat, berpindah pada Rani, dan pada Ana yang sudah membantunya.
Bian yang melihatnya juga senang, semuanya senang, atas keberhasilan kasus Inara. Akhirnya semuanya tak sia sia.
Adam yang ada disebrang bersama orang tuanya sangat geram sekali, saat Adam akan diborgol Adam tiba-tiba mengambil pistol dan menembakannya kearah Inara "Mati kau Nara " dor tembakan dilayakangkan oleh Adam.
Inara segera melepaskan pelukannya lalu menatap dadanya dan...
Maaf ya kalau ada kata kata yang salah, saat percakapan pak hakimnya. Mohon dimaklumi.
__ADS_1