Berbagi Suami

Berbagi Suami
Tak menyalahkan dia


__ADS_3

Kembali Inara memimpikan anak kecil itu, kali ini Inara tak binggung dia langsung memeluk anak kecil itu dengan sangat erat.


"Maafkan Ibu yang tidak tahu kalau kau adalah anak Ibu, maafkan Ibu yang tidak tahu dan tidak mengerti atas semua ucapanmuna ibu sekarang mengerti kenapa kau selalu ada dalam mimpi ibu"


Anak kecil itu hanya tersenyum dan mengusap wajah Inara dengan sayang.


"Akhirnya Ibu tahu kalau aku pernah ada dan hidup bersama ibu, tapi aku tidak bisa lama-lama dengan ibu, sekarang ibu sudah mengetahui semuanya aku pergi ya. Ibu jaga diri ibu baik-baik"


Inara langsung memeluk anak kecil itu dengan sangat erat sekali, dia tak ingin melepaskannya namun tiba-tiba anak itu langsung melepaskan pelukannya dan menatap Inara dengan senyum manisnya.


"Waktuku sudah habis aku pergi ya ibu, suatu saat kita akan bertemu lagi"

__ADS_1


"Tidak jangan tinggalkan ibu lagi nak kita sama-sama ya dengan ayah kamu kita sama-sama"


Namun anak itu mengelengkan kepalanya, lalu melambaikan tangan dengan senyum manisnya, Inara tak bisa mengejarkanya hanya bisa diam melihat anak itu pergi dengan perlahan lahan dan Inara langsung terbangun.


Dihadapannya sudah ada Abian, Abian dengan sayang langsung mengusap peluh Inara " apakah kau ingin mendatangi makam anak kita"


Inara langsung menatap Abian dan menganggukkan kepalanya, ia sangat ingin ke sana ingin datang pada sang anak dan melihat di mana anaknya beristirahat.


"Maafkan aku sayang, karena telah menyembunyikan ini semua darimu bukannya aku ingin membuatmu tidak tahu tentang masalah ini, maksudku kami semua ini kami lakukan untuk kebaikanmu, kita semua tidak mau mengganggu kesembuhanmu nanti, ada saatnya kita akan memberitahu kamu tapi ternyata ada yang lebih dulu memberitahunya. Aku tidak menyangka ada yang tahu selain keluarga kita siapa yang memberitahumu sayang"


"Iya aku mengerti sekarang, aku mengerti tapi aku masih kecewa dengan kalian semua. Sepertinya kamu tidak usah tahu bi siapa yang memberitahu aku, yang terpenting aku sekarang tahu kan kalau aku pernah mengandung dan akan menjadi seorang ibu tapi itu tidak terjadi"

__ADS_1


"Kenapa kau berkata seperti itu. Maafkan aku juga yang telah hilaf melakukan itu bersamamu sampai-sampai kau mengandung, maafkan aku, aku tidak akan pernah melakukan itu lagi sebelum kita menikah"


"Yah aku pun salah kita sama-sama salah tapi aku tidak pernah menyalahkan anak yang pernah aku kandung, aku tidak sama sekali menyesal telah mengandungnya. Aku senang bisa ada dia di dalam perutku namun Tuhan lebih menyayanginya dan ingin menjaganya di sana aku mengerti semuanya"


"Baiklah sayang jika kau tidak menyesalinya aku sangat berterima kasih kau mau menerima anakku itu, aku akan menunggumu di luar kau bersiap-siaplah ya, aku akan menunggumu di luar"


Inara mengganggu dan Abian langsung keluar dari kemar Inara, perlahan menutup pintunya setelah Abian pergi tak terasa air matanya mengalir begitu saja mengingat kepergian sang anak yang begitu cepat.


Namun dirinya harus ikhlas menerima semua ini, ini sudah takdir yang diberikan oleh Allah untuk dirinya mungkin Allah menegurnya karena telah melakukan perzinahan dengan Abian.


Ya mungkin ini adalah hukumannya karena mereka berdua berani melakukan itu sebelum menikah, seharusnya itu tak terjadi tapi kembali lagi dia tidak pernah menyesal telah mengandung anak yang sekarang sudah tenang di alam sana.

__ADS_1


Yang salah adalah dirinya dan Abian bukan anaknya, dia tak tau apa apa, orangtuannya yang salah.


__ADS_2