
Nana yang sedang tertidur dibangunkan oleh seseorang, matanya begitu berat dan dirinya tak mau diganggu " apa sih mama, Nana tuh masih ngantuk ada apa jangan bangunin Nana kayak gini Nana masih mau tidur mamah "
"Cepat aku sudah bilang kan kau harus ikut denganku. Sudah aku bilang aku akan menunggumu sampai kau bangun ini sudah jam 09.00, bahkan lebih ayo kita harus berangkat sekarang kau jangan tidur terus, aku kan sudah memerintahkanmu untuk ikut bersamaku"
Nana langsung terbangun dan melihat Cio ada di hadapannya, Nana langsung berbaring lagi dan menutup seluruh badannya menggunakan selimut "aku udah bilang kan aku nggak mau ikut, pak Cio pergi aja sendiri. Emangnya nggak bisa pergi sendiri kan bisa ngapain juga harus ajak-ajak aku, nanti aku di sana cuma jadi obat nyamuk aja, aku nggak mau aku lebih baik tidur dari pada dengerin musik yang berisik banget di telinga. Lebih baik aku tidur aja"
"Nggak bisa ayo cepetan kita pergi sekarang, aku juga udah beliin baju buat kamu, sepatu dan segalanya dan mamah kamu juga udah izin"
Nana langsung terbangun dan langsung pergi keluar kamar mencari mamahnya, ternyata ada diruang tamu "Mamah kan udah aku bilang kalau ada Pak Cio bilang kalau aku tidur dan aku nggak mau pergi kemana-mana. Mamah tadi katanya Iya tapi sekarang kok tiba-tiba ada pak Cio di kamar aku"
"Hehehe Iya maaf Mamah tadi tergoda banget pokoknya bos kamu itu ganteng banget, jadi makannya mamah lulu sama dia, udah cepet kamu ganti baju dan pergi sama Pak Cio ya kasihan dia udah nunggu kamu dari tadi, dia dateng dari jam 08.00 loh udah nungguin kamu bangun tidur, tapi nggak bangun-bangun ya udah Mamah suruh aja dia ke kamar kamu dan bangunin kamu"
"Mamah ini ya bisa-bisanya disogok sama ketampanannya dia. Mamah kan udah janji sama Nana buat nggak tergoda. Nyebelin ya mamah, aku pengen diam di rumah aku pengen tiduran pengen nonton film, gak mau pergi pergi mamah tuh ya bisa bisanya gitu "
"Udah sana cepetan ganti pakaian dan kamu capcus pergi sama dia udah cepetan jangan nyalahin mamah "
Nana dengan kesal masuk kedalam kamar dan menatap Cio dengan sebal "gimana bolehkan mamah kamu juga udah setuju cepetan ganti baju kamu "
"Yaudah bapak keluar jangan ada disini dong aku mau ganti baju, masa bapak mau disini tungguin aku nya "
"Iya awas aja kamu jangan tidur lagi "
"Iya gak akan udah bapak keluar aja "
Cio mencolek dagu Nana dan langsung pergi keluar dari kamar dan menutup pintunya, sedangkan Nana langsung mengusapnya dan mendumal tak karuan.
"Kenapa sih mamah iya iya aja nyebelin deh, mama itu nggak konsisten jadi kan aku harus pergi kayak gini padahal aku tuh nggak mau pergi"
__ADS_1
Tiba tiba pintu diketuk "udah belum Nana "
"Belum lah ganti baju itu lama Pak Cio tunggu aja kalau kelamaan ya udah pergi aja sendiri, jangan tunggu aku "
"Baiklah aku akan menunggu mu sampai kau beres tenang saja aku akan menunggu mu "
**
Nana dan juga Cio sudah ada didalam club Nana bahkan menutup telingannya karena musik yang sangat besar ini, mereka masuk kedalam sebuah ruangan VIIP dan Alex sudah ada disana.
"Cio akhirnya dateng juga kenapa lama "
"Tadi nunggu Nana dulu"
"Oh dia pacar kamu yang sekarang"
"Gitu ya tapi dia minum alkohol gak, karena aku cuman pesen itu aja, soalnya aku kira cuman kita berdua aja yang akan ada disini "
"Tenang aja tante nggak usah khawatirin sama Nana, Nana bisa pesan sendiri dan Nana bisa cari minuman yang cocok sama Nana, jadi tante sama pak Cio silakan saja minum-minum yang banyak"
"Kenapa kau memanggilku tante aku tidak sebegitu tua, aku masih muda "
"Oh iya maaf Mbak karena kan yang aku tahu pastinya Mbak itu seumuran kan sama Pak Cio jadi kan dia juga udah tua sama aja kan, "
Nana langsung duduk dipojokan sambil memainkan ponselnya bahkan Nana mengunakan handset agar tidak terdengar suara apapun.
"Asisten kamu kok nggak sopan banget ya Cio"
__ADS_1
"Udah dia mah kayak gitu, kita kan ke sini mau ketemu mau ngobrol-ngobrol, bukan mau bahas tentang asisten aku kan, dia emang kayak gitu udah nggak usah hirauin dia, sebenarnya dia itu baik cuman yang emang ceplas-ceplos aja orangnya"
"Gitu ya tapi lebih baik ya saran aku Cio lebih baik kamu cari lagi asisten yang lebih baik, kayaknya dia tuh kurang banget etitude-nya nanti malah malu-maluin kamu aja, kalau aku ya jadi kamu udah aku pecat dia dari awal"
"Udah kata aku juga emang kita mau bahas dia, dia itu kinerjanya bagus banget. Jadi aku nggak mungkin ya pecat dia gitu aja udah kita minum aja"
"Oke deh ayo "
Mereka berdua minum minum sedangkan Nana yang sudah jenuh melihat kearah mereka, dan mereka sedang berciuman bibir, Nana yang melihatnya malah merasa jijik.
"Tuh kan kata aku juga apa, aku datang ke sini cuman di jadiin nyamuk aja, mereka malah masra mesraan sedangkan aku di pojokan gini kayak anak hilang, lebih baik aku turun ke bawah aja dan cari minuman yang cocok buat aku dari pada lihat yang kayak gini males banget nanti kalau mereka sampai buka baju gimana, aku di sini mau jadi saksi mata gitu nggak banget deh"
Nana langsung berdiri dan keluar dari dalam ruangan itu sungguh dirinya tidak mau menjadi saksi mata, apa lagi melihat adegan-adegan yang dewasa dirinya belum siap.
Nana selama di di bawah hanya celingak celinguk saja bingung harus kemana, tiba tiba ada yang menoelnya "Hai kamu mau kemana "
Nana melihat laki laki itu " Aku ingin membeli minuman di mana ya"
"Kau baru pertama kali ke sini ya ayo aku akan antarkan dirimu"
"Baiklah ayo terima kasih memang aku baru pertama kesini "
"Baguslah " ucap orang itu sambil menyeringai
Sedangkan Cio yang baru sadar segera melepaskan tautanya "kenapa Cio "
Cio segera melihat kearah belang dan Nana tak ada, dengan cepat Cio keluar dari ruangan itu tanpa mendengarkan teriakan Alex "kemana anak kecil itu kenapa dia kabur tiba tiba tiba "
__ADS_1
Cio mencoba menghubunginya namun sama sekali tak diangkat.