
Nana yang kebingungan harus menelfon siapa dan pergi kemana hanya diam dikamarnya "Apa yang Pak Cio lakukan dengan nona Ana. Kenapa mereka bisa bersama apa mereka mabuk-mabuk bersama , di mana apa yang harus aku lakukan. Apakah aku harus datang ke rumah Pak Cio mungkin saja mereka di sana, ya dari pada aku sekarang diam saja tidak mungkinkan aku menelpon pengantin baru yang ada aku akan mengganggu mereka"
Nana langsung pergi ke arah lemarinya dan memakai baju hangat serta celana panjang dia membawa tas ponsel dan yang lainnya, lalu pergi tanpa berpamitan sama sekali pada ibunya yang pasti Ibunya sudah tertidur nyenyak "aku harus naik apa , aku harus naik apa ya naik sepeda Mama aja. Iya naik sepeda Mamah pasti Mamah nggak akan marah, iya bener naik itu sajalah "
Nana segera mengambil sepeda mamahnya dan mengoesnya dengan kencang, dimalam hari seperti ini malah keluarkan dirinya ini, karena begitu khawatir dengan keadaan nona Ana. Bagaimana kalau diapa-apakan oleh Pak Cio, dia kan bukan laki-laki baik kalau sedang mabuk pasti akan pasrah pasrah saja kan.
Karena jalanan yang begitu sepi membuat Nana lebih leluasa dan juga cepat sampai di rumah Pak Cio, dia langsung memarkirkan sepedanya dan masuk langsung, pak satpam juga sudah tahu siapa Nana.
Jadi tidak usah bertanya, dia langsung masuk ke dalam rumah dan alangkah kagetnya saat melihat Nona Ana dan juga pak Cio sedang tertidur di lantai dan yang satu lagi di kursi.
"Ya Allah aku capek-capek ke sini ternyata mereka sedang tidur anteng-anteng kayak gini, capek banget naik sepeda Ih kesel deh mereka cuman tidur-tidur kayak gitu aja"
Nana langsung pergi kedapur dan mengambil minum karena begitu haus sekali.
Nana kembali lagi keruang tamu dan melihat film yang masih menyala dan Nana melanjutkan saja menonton lumayan kan dari pada sekarang pulang lagi kerumah yang ada cape lagi.
Nana mengambil bantal dan berbaring dikursi yang satunya lagi, "lebih baik aku tidur sajalah disini, aku lebih baik tak pulang dari pada cape bulak balikan "
Nana berdiri lagi membuka tasnnya dan juga sepatunya lalu berbaring lagi "nah gini enakan lebih leluasakan "
Nana langsung memejamkan matanya tadinya mau nonton tv namun tidak jadi, ngantuk jadi lebih baik bobo aja deh.
__ADS_1
**
Inara terbangun dan melihat jendela yang sudah terbuka, Inara melihat kesekitar ternyata suaminya sudah terbangun dan tersenyum padannya"kau pagi ini ingin apa sayang "
"Aku ingin es krim coklat yang ada marshmallow nya"
Abian segera mendekat dan memberikan apa yang Inara mau, Inara segera mengambilnya dan langsung memakannya, namun tiba tiba Inara baru ingat kenapa tiba tiba suaminya tau dan langsung ada dihadapannya.
"Kenapa tiba-tiba ada, aku kan baru juga mengatakan hari ini kenapa tiba-tiba sudah ada di hadapanku dan aku sudah memakannya, apakah kau melakukan sulap "
"Emm sepertinya begitu, aku sudah melakukan sulap. Bagaimana kau senang kan aku bisa mengabulkan apa yang kau mau dengan sekejap, ini juga tiba-tiba ada kan di hadapan mu suka kan dirimu "
"Iya aku suka Bi, sangat suka kau sungguh hebat dan aku suka ini, apakah kau bisa melakukan hal seperti ini lagi nanti "
Abian duduk disamping sang istri mengambil es krimnya dan menyuapinya pada sang istri dan Inara pun hanya bisa menurutinya saja, memakannya dengan senang.
Mulai hari ini hidupnya berubah. mulai hari ini saat bangun tidur dirinya akan menemukan sang suami, mulai hari ini jadinya akan disibukkan kembali untuk mengurus suaminya, dirinya kembali menjadi ibu rumah tangga, menjadi seorang perempuan yang dibutuhkan sangat senang sekali bisa melakukan itu untuk laki-laki yang dirinya cintai.
"Kenapa Sayang kau malah senyum-senyum. Aku sedang menyuapi mu es krim tapi kau malah senyum-senyum seperti itu, emangnya aku lucu ya saat sedang menyuapi mu es krim"
"Bukan gitu aku senang aja gitu akhirnya kita bisa sama-sama dan kita bisa menjalin rumah tangga. Aku senang aja bisa sama kamu lagi ya kita bisa sama-sama"
__ADS_1
"Aku pun senang banget bisa sama kamu tau gak sih, senengnya itu gak bisa dijelasin "
"Kau mengapa tak memakan es krimnya enak tau "
"Tidak aku memakan yang ada disini saja "
Abian langsung menyambar bibir sang istri dan mengemutnya seperti permen dengan sangat perlahab dan hati hati, dirinya tak mau melukai sang istri, jadi harus perlahan saja.
**
Roger yang sudah dari pagi ada dirumah Ana terus saja menghubunginya namun sama sekali tak diangkat oleh Ana, sebenarnya dia itu kemana, kenapa sama sekali tak diangkat.
"Kau sedang apa tuan pagi pagi disini "
"Ke mana Ana pergi bersama Cio. Kenapa dia belum pulang juga sampai sekarang apa yang sedang mereka lakukan, kenapa tak pulang "
"Saya tidak tahu Tuan ke mana nona Ana yang pasti dia pergi bersama Tuan Cio tapi saya tidak tahu pasti dia pergi ke mana, karena dia tidak memberitahu saya seharusnya anda lebih tahu di mana nona Ana karena anda kan pasangannya pacarnya. Jadi anda tau pasti dimana nona Ana saya hanyalah seorang pekerja saja "
"Yah memang aku pasangannya tapi dia sama sekali tidak berbicara padaku, kau kan selalu mengikuti Ana kemana-mana tapi sekarang kau sama sekali tidak tahu di mana dia, Apakah kau sedang bersekongkol dengan Ana agar aku tidak tahu apakah Ana menyuruhmu untuk tidak memberitahu aku di mana keberadaannya bersama Cio"
"Saya tidak tahu jika anda ingin tahu di mana nona Ana telepon saja Pak Cio atau tidak telepon langsung nona Ana berkali-kali, saya tidak tahu di mana beliau dan saya sama sekali tidak bersekongkol apa-apa dengan nona Ana, jika kau memang benar-benar dibutuhkan oleh nona Ana dia pasti akan memberitahu di mana keberadaannya, jadi jangan membuat saya emosi di pagi hari seperti ini. Jika anda memang ingin mencari nona Ana cari saja sendiri jangan membuat saya menjadi pusing seperti ini dan menjadi marah"
__ADS_1
Jack langsung saja pergi meninggalkan Roger " Kenapa jadi lebih galak dia dibandingkan aku , seharusnya aku dong yang marah-marah padanya bukan dia yang marah-marah padaku, lalu tiba-tiba pergi begitu saja dasar Bodyguard tidak tahu diri , tidak sopan itu tiba-tiba pergi saja begitu, padahal aku sedang bertanya"