
Adam yang baru pulang kerja langsung saja menyimpan tas kerjanya dengan kesal "bi San buatin saya kopi "
Namun tak ada batang hidung bi San bahkan tak ada menghampirinya sama sekali " bi Sannn "
Tiba tiba bi San datang dengan tergopoh gopoh "ya maaf tuan Adam ada apa "
"kamu ini dari tadi ke mana saja sih, saya panggil-panggil telinga tuh dipakai capek saya teriak-teriak manggil kamu sekarang juga cepat jangan pakai lama buatkan saja kopi"
"Maaf tuan tadi saya buang sampah terlebih dahulu. Baik saya akan buatkan sekarang"
Adam hanya mengibas ngibaskan tangannya saja dan menyandarkan kepalanya.
"Kenapa nih anak ibu yang sukses dan ganteng ini "
"Buu rencana kita gagal "
"Maksudnya rencana yang mana ya, maksud kamu rencana yang mana rencana kita kan banyak banget "
"Rencana buat Inara menyalahkan semua keluarganya dan membuat dia merasa bersalah atas kehilangan anaknya itu loh bu yang aku telepon Inara manas-manasin dia dan kasih tahu yang sebenarnya, kalau anaknya itu sudah mati saat tadi aku temui dia, ya kebetulan aja gitu kan mau cek-cek ada gak sih dia ternyata ada di luar waktu ditanya dia baik-baik aja bahkan kayaknya tuh gak ada kesediaan banget di mukanya, kayaknya keluarganya udah jelasin lagi deh sama dia gimana dong Bu kita tuh gagal terus deh perasaan enggak sama Livia enggak sama ibu sama aja kan"
__ADS_1
"Masa sih bisa gagal ibu kan udah bilang sama kamu hati-hati bicaranya jangan sampai kamu lebih-lebih atau kurang-kurangi, kamu udah bener kan dengerin semua kata-kata ibu itu masa sih dia gak merasa kehilangan anaknya gak mungkin deh "
"Beneran Bu dia biasa aja bahkan saat tadi ketemu aku dia berani banget udah ah pusing aku"
Bi San datang dan segera menyimpan kopinya Adam segera meminumnya namun segera menyemburkannya "Bi San itu sebenarnya bisa gak sih buat kopi ini gak enak banget pahit pakai gula gak sih sebenarnya"
"Pakai Tuan Adam malahan saya memberikan gula sesuai apa yang Tuan katakan dan selalu sama seperti yang selalu saya buatkan buat tuan"
"Tidak ini berbeda sangat tidak enak, kau ini tidak becus jadi pembantu lebih baik aku mencari lagi dari pada kau tidak ada gunanya dan tidak becus melakukan apa-apa, kau ini sebenarnya niat kerja gak sih membuat kopi saja tidak bisa apa lagi mengerjakan yang lain, keluarga Livia keapa betah sekali mempekerjakanmu yang tidak bisa melakukan apa-apa cepat buatkan aku lagi kopi yang benar dan yang enak jangan seperti ini pahit"
"Baik Tuan"
"Tidak itu berbeda Bu. Ibu ini bagaimana sih Adam sudah bilang itu berbeda tidak sama, seharusnya ibu tahu, sudahlah aku pusing bu, lebih baik aku pergi saja kekamar lah "
Ibu Adam hanya menggangkat bahu dan kembali menyeruput kopi. Enak kok seperti biasa manis gak pahit ya enak aja gitu Ini anaknya Adam entah kenapa marah-marah gak penting dan bilang gak enak. Padahal sama aja ada-ada aja tuh anak.
**
Ana yang masih ada didalam ruangan tiba tiba dapat telfon dari ibu nya Bian " Halo Tante selamat sore"
__ADS_1
"Halo sore maaf nih tante ganggu waktu kamu, tadi Abi pulang katanya kamu udah benar-benar percaya sama anak tante nih. Tante juga sebenarnya udah ada niatan buat datang ke rumah dan mau nentuin kapan pernikahan Inara dan juga Bian, tapi tante masih takut ,takutnya Inara masih trauma dan belum bisa nerima gitu. Jadi gimana nih menurut kamu tante mau datang nih besok malam ke rumah boleh gak ya kita obrolin dulu aja semuanya gitu perlahan , tapi kamu jangan kasih tahu Inara kita buat surprise aja buat dia pasti dia senang deh"
"Oh iya Tan emang aku tadi bilang sama Bian tante sama Om gitu mau ke sini kapan ya sambil silaturahmi aja gitu, ya Tan ya kita obrolin semua aja kan aku juga pengen yang terbaik buat adik aku, aku juga udah pengen lihat dia bahagia dan aku juga udah percaya sama Abian. Kalau dia emang bisa benar-benar jaga adik aku dengan baik kan lebih cepat lebih baik ya kan, aku juga takut ada yang macam-macam lagi sama Inara kan nanti kalau udah sama Abian dia akan ada yang lebih jagain lagi"
"Ya alhamdulillah kalau kamu udah percaya sama anak tante, kita bicarain semuanya ya di sana nanti besok malam , tante juga pengen cepet-cepet tuh lihat Inara sama Abian bahagia. Mereka kan udah lama ya pacaran dan banyak banget rintangannya yang mereka lalui ya semoga saja nanti saat sudah menikah berumah tangga mereka akan baik-baik saja bahagia dan tak ada gangguan sedikitpun ya"
"Iya tan amin amin "
" Ya sudah tante matikan dulu ya maaf ya tante ganggu waktu kamu , paling Tante nanti ke rumah kamu jam 07.00 lah malam aja sama Om sama Abian. Selamat sore Ana"
"Enggak kok Tante enggak ganggu sama sekali. Iya aku tunggu tante datang ke rumah ya selamat sore Tan"
Setelah sambungan terputus Ana tersenyum senang akhirnya sang adik bisa bahagia, semoga kebahagiaannya kembali ya mungkin dia sudah kehilangan anaknya tapi sekarang digantikan dengan kebahagiaan yang lebih lagi.
Akhirnya adiknya akan berumah tangga dan mempunyai orang yang bisa menjaganya sampai tua nanti, dirinya percaya Abian tidak akan pernah menghianati adiknya seperti Adam.
Ya sepertinya harus belanja nih ya harus belanja barang-barang untuk sang adik dan juga jamuannya masa tidak ada apa-apa kan.
Ana dengan semangat segera membereskan pekerjaannya dan keluar dari ruangannya. Dia sangat senang sekali tak sabar rasanya menyambut kedatangan kedua orang tua Abian dan membicarakan tentang pernikahan sang adik yang sudah dia dambakan sejak lama.
__ADS_1
Itulah salah satu yang bisa membuatnya bahagia, untuk kebahagiaan dirinya itu tak penting yang terpenting sekarang adalah kebahagiaan sang adik dan untuk kebahagiaannya itu yang terakhir, mungkin dirinya akan merasa senang melihat adiknya menikah karena dirinya tidak akan pernah menikah sampai kapanpun.