
Sandi selama perjalanan tak hentinya tersenyum, celingak celinguk melihat kearah sekitar, dirinya sudah membeli banyak mainan dan camilan untuk sang anak dan istrinya.
Sebelum berangkat nonanya Ana memberikannya uang 10 juta, sungguh baik sekali, dirinya ditolong oleh orang baik seperti dia . Sungguh tak menyangka kan.
"Tunggu ayah nak, ayah sebentar lagi akan sampai sayang, tunggu ya "
Sandi memarkirkan mobilnya dan turun dari dalam mobil, melihat kesekitar dan mulai melihat kearah pekarangan rumahnya dan kesekitanya pula.
Bahkan banyak yang menatapnya, Sandi mengetuk pintu rumahnya"mah mamah, Fani, Fan "
Tiba tiba keluar seorang wanita, dia mengercitkan dahinya saat melihat Sandi "siapa ya "
"Kamu gak inget aku ya sayang, "
Fani membelalakan mata "Mas Sandi, mas Sandi kan "
"Iya aku pulang "
Fani langsung memeluk suaminya menangis sesegukan "mas aku kira kamu kemana saat aku menegok mu kepenjara katanya kau sudah dibebaskan tapi kenapa kau tak langsung pulang "
"Ayo ayo kita masuk dulu, Arya dimana Fan "
Fani menganggukan kepalannya memberikan sang suami jalan untuk masuk "Arya masih tidur mas, dia juga alhamdullilah bisa sekolah lagi berkat uang yang kamu beri waktu itu "
"Alhamdullilah aku senang, berarti Arya kelas 4 sekarang "
"Iya mas kamu kemana dulu sebenarnya "
" Maafkan aku sayang mas ditebus oleh seorang wanita kaya dan dijadikan anak buahnya sekarang mas tinggal disana, malahan mas diberikan mobil dan tempat tinggal di paviliun dekat rumahnya, semua yang bekerja disana memang diberikana tempat tinggal oleh dia "
"Ya allah alhamdullilah Fani ikut senang, Fani senang kalo mas dapat pekerjaan dan menjadi lebih baik lagi, baik sekali orang itu aku ingin sekali berterimakasih padanya "
"Iya mas juga bersyukur, kamu tahu dia menyuruh Mas untuk membawa mu serta Arya kesana untuk tinggal bersama mas, apakah kamu mau kita pindah ke sana sama-sama"
"Beneran mas dia ngebolehin aku sama Arya tinggal sama kamu"
__ADS_1
"Iya beneran kamu beresin semua barang kamu, aku akan membangunkan Arya "
"Iya mas " dengan senang Fani segera masuk kedalam kamar dan segera mempeking barang yang perlu dia baw.
Sedangkan Sandi dia kembali kedalam mobil dan membawa semua mainan untuk anaknya.
Saat semuanya sudah terambil disimpannya mainan itu dan Sandi duduk didekat sang anak.
"Arya, Arya bangun sudah siap ayo bangun "
"Hemm nanti mah 5 menit lagi "
Tiba tiba saja Arya mengernyitkan dahinya lalu membuka kedua bola matanya dan dihadapannya sudah ada ayahnya "ayahhh, ini benarkan ayah "
"Iya ini ayah sayang, apakah kau senang "
"Iya ayah senang "
Arya memeluk ayahnya dengan erat namun Sandi fokus pada tangan sang anak yang lebam, dilepaskannya pelukan itu.
Arya segera menutupinya dan mengelengkan kepalanya"ayo jujur pada ayah ini kenapa "
"Aku berkelahi ayah "
"Kenapa, kenapa kau berkelahi "
"Teman temanku selalu membuliku, katanya ayah ku seorang penjahat dan dipenjara tak akan pulang kembali, katanya ayahku tak pantas hidup ayah, kenapa mereka begitu jahat pada Arya, padahal Arya tak pernah berbuat nakal pada mereka"
Sandi kembali memeluk anaknya "maafkan ayah nak, maafkan ayah yang sudah membuatmu seperti ini, ayah janji mulai sekarang tak akan ada yang berkata seperti itu lagi padamu, ayah janji tak akan ada lagi, lihat ayah membawa apa untuk mu"
Sandi kembali melepaskan pelukannya dan menghapus air mata sang anak "ayah membelikan aku mainan sebanyak ini "
"Iya sayang apakah kau suka "
"Sangat suka ayah aku suka sekali, banyak sekali ayah, aku suka terimakasih yah ayah, aku sungguh sangat senang ayah baik sekali "
__ADS_1
Arya menegok kearah jendela rumahnya dan melihat ada mobil "ayah ayah itu mobil siapa ayah mobil siapa "
"Itu mobil bos ayah, apakah kau ingin mencobannya "
"Tentu ayah Arya mau naik ayah ayo "
Sandi mengangguk dan segera mengikuti langkah anaknya yang sudah berlari keara mobil, banyak ibu ibu yang mengerubungi mobil itu.
"Eh Sandi udah pulang, kenapa cepet bukannya masih lama ya, ini bawa mobil, mobil siapa apa nyuri ya, pasti nyurikan sekali orang jahat pasti akan jahat "
"Ibu ibu kalau bicara bisa di kondisikan, saya bisa keluar karna ada orang baik yang bantu saja, dan ini mobil bos saya, jadi ibu ibu tidak usah asal bicara "
"Mana ada yang mau keluarin penjahat gak akan mungkin, mana bpkbnya, mana stnknya gak percaya tuh "
Sandi menghembuskan nafasnya mengeluarkan surat surat yang dia bawa. "ini silahkan ibu ibu lihat ada suratnya kan, jadi tolong jangab memandang keluarga saya sebelah mata, memang saya dulu jahat namun saya manusia yang bisa berubah kapan saja, jadi tolong jangan mengunjing keluarga saya terus "
"Ayo Arya masuk "
Arya mengangguk dan masuk kedalam mobil, disusul Sandi, Sandi segera melajukan mobilnya dan pergi jalan jalan bersama anak satu satunya.
Dirinya betuntung karena mendapat istri yang setia dan anak yang baik, padahal dirinya seorang penjahat.
"Siapa coba orang baik yang ngeluarin s Sandi, padahal biarin aja dia didalam penjara biar membusuk, biar tau rasa dia, "
"Iya bener ya, gak pantes dia ada disini, gak pantes keluar dari penjara, kita usul aja yu ke pak Rt suruh usir keluarga mereka nanti takutnya malah jadi petaka buat kita "
"Iya bener yo yo "
Fani yang dari tadi mendengarkan percakapan ibu ibu rempong keluar dari rumahnya " ibu-ibu tidak perlu pergi ke pak rt karena kami semua akan pergi dari kampung ini, jadi tak usah repot-repot untuk mengusir kami ibu-ibu, memang kami ini orang miskin dan tidak layak untuk tinggal di sini, memang suami saya itu orangnya jahat tapi apakah harus ibu-ibu melakukan semua ini pada suami saya, suami saya sudah mulai menyadari kesalahannya jadi tolong ibu ibu jangan membut suami saya marah dan malah melakukan kejahatan lagi "
"Bagus deh kalau mau pergi, jadi kita kan aman di sini nggak ada penjahat lagi nggak ada keluarga miskin lagi, kita seneng loh Kamu pergi sama suami kamu dan anak kamu semoga suamimu nanti di kota yang baru tidak jadi penjahat lagi dan membunuh orang"
"Amin ibu-ibu terima kasih atas doanya, saya pastikan kami sekeluarga tidak akan kembali lagi ke mari terima kasih atas semua bantuan yang pernah ibu-ibu bantu pada keluarga kami, dan mohon maaf sekali atas kelakuan suami saya dulu" Fani menutup pintunya dan mengusap air matanya.
"Ah pasti juga nanti dikota baru bakal jadi penjahat dan bakal jadi pembunuh lagi, kita lihat aja pasti nanti ada beritanya "
__ADS_1