Berbagi Suami

Berbagi Suami
Sangat khawatir


__ADS_3

Puja yang tidak melihat siapa-siapa dia kembali berlari dan mencari kembali keberadaan orang itu, dia harus pulang dirinya harus segera pulang tidak mungkin kalau harus di sini terus-menerus.


Dirinya tidak mau seterusnya ada di sini "aku harus mencari mereka ke mana sebenarnya mereka pergi ke mana, seharusnya kemarin malam aku datang saja kemari pasti mereka akan menerima aku dan membantuku untuk keluar dari sini bagaimana ini"


Puja melihat sebuah tangga yang sepertinya itu adalah jalan untuk ke kota, Puja segera berlari ke arah sana namun tiba-tiba ada Bu Darmih yang memegang tangannya.


"Kamu mau ke mana Puja Ibu dari tadi mencarimu tadi kau bilang ingin ke kamar mandi, namun kenapa tiba-tiba menghilang begitu saja ibu dan bapak mencarimu jangan kau macam macam dengan pergi sendiri "


"Aku ingin pulang ke kota bu, aku ingin kembali pada pacarku aku tidak bisa terus menerus di sini, aku harus pulang ibu harus mengerti sepertinya itu jalan untuk menuju ke kota, aku akan jalan kaki aku akan mencari jalan pulangku sendiri aku tidak apa-apa tidak diantar oleh ibu dan bapak aku pasti akan sampai di kota, kalian berdua tenang saja aku pasti akan baik baik saja "


"Kau jangan gegabah itu bukan jalan untuk ke kota, jika kau turun ke sana kau akan masuk jurang emangnya kau tidak trauma dengan jurang. Emangnya kamu mau hanyut lagi tidak kan itu bukan jalan untuk pulang, ayo kita pulang saja kerumah, ayo cepat ah "


"Lalu orang-orang yang ada di sini mereka pulang jalan mana Bu, aku sama sekali tidak melihat dia melewati rumah kita, maksudku rumah Ibu dari tadi dari pagi mereka jalan mana Bu. Jangan membohongi aku lagi. Aku ini bukan anak kecil aku ini orang dewasa Bu, jadi biarkan aku pergi sajalah bu "


"Iya Ibu tahu kok kamu orang dewasa. Ibu mengerti tapi mereka memang tidak lewat jalan ke rumah kita, ada jalan lain dan Ibu tidak tahu itu tembusnya ke mana. Sudahlah nanti kalau sudah saatnya kau juga akan pulang, jangan ngotot ingin pulang kau ingat kesasar tiba-tiba kau menghilang begitu saja, iya itu yang kau mau lebih baik sekarang ayo kita pulang ke rumah. Jangan seperti itu Puja nanti kalau kau sudah pulih dan sudah baik-baik saja aku pasti dan bapak akan mengantarkan pulang, tidak usah kau tiba-tiba pulang sendiri ataupun kabur dariku karena aku tidak akan menahanmu"


Puja masih diam masih tidak percaya dengan kata kata Ibu Darmih, dirinya masih takut sebenarnya apa yang ibu Darmih rencanakan untuknya, karena Ibu Darmih selalu saja menahannya untuk pergi.


Apa alasannya, apakah ada seseorang yang menyuruhnya untuk menahannya di sini selamanya, ataukah Roger yang melakukan ini, melakukan permainan ini agar dia bisa mengejar Ana sepuasnya dan tidak perlu melakukan perjanjian yang telah mereka lakukan waktu itu, kalau Roger harus menikahinya apapun yang terjadi kan.


"Kenapa kau masih di sini ayo kita pulang, kita pulang ke rumah jangan membuat aku khawatir dan Bapak khawatir kita ini memang ingin mengurus mu, kau memang benar-benar belum sembuh total .Ayo kita pulang ke rumah kita pulang ya Puja, jangan kau pulang dan tiba-tiba saja kesasar. Memangnya kau mau dimakan oleh hewan buas di sini tidak kan, disini tidak ada pemukiman lagi hanya rumahku saja yang ada di hutan ini ayo cepat"


Bu Darmih segera melepaskan pegangannya pada Puja dan berjalan mendahului Puja dan pada akhirnya Puja pun mengikuti bu Darmi.


Mau bagaimana lagi dirinya tidak bisa kabur dari sini, kalau misalnya sekarang dia lari ke tangga bagaimana kalau jadinya jatuh. Jangan sampai terjadi, takutnya bu Darmih akan mengejar dirinya.


Karena bu Darmih sama sekali tak mau melepaskannya, karena tidak masuk akal sekali, bi Darmih bilang orang yang menginap disini tidak jalan tangga katanya jalan yang lain, namun Bi Darmih tak tau, masa sih katanya dia sudah lama kan tinggal disini, seharusnya dia tau.

__ADS_1


Itu sangat membuatnya makin curiga dengan bu Darmih dan pak Surya, kenapa seperti itu, aneh kan dirinya harus mencari tau apa yang mereka sembunyikan sebenarnya.


**


Roger dan juga Ana sudah ada di bawah di depan mobil Roger. Yang terparkir "cepetan panasin mobilnya Roger aku mau pulang aku harus kerja sekarang juga, ini aku nggak bisa tunda-tunda lagi cepetan dong, lama banget sih kalau apa apa gak bisa cepet "


"Iya iya sekarang dibukain kenapa sih marah-marah terus dari tadi pengen banget cepet pulang, ini juga aku mau buka mobilnya dulu, kamu jangan terus buru buruin aku dong."


Roger segera mengodok sakunya tapi tidak ada lalu membuka tasya namun tidak ada kunci itu "ada apa tidak ada kuncinya hilang kau lupa membawanya atau kau sengaja menyimpannya di rumah itu supaya kita kembali lagi ke sana, dan menginap kembali disana iya kua melakukan itu kan, tebakan ku benarkan "


"Aku sama sekali tidak menyembunyikannya, kuncinya memang tidak ada Ana, sepertinya memang tertinggal karena aku tadi buru-buru memasukkan semua barang-barangku, karena kau sudah meninggalkan aku, yasudah kita kembali lagi ke sana ya Ana, kita ambil kunci mobilnya dari pada kita disini teruskan "


"Tidak mau kau kembali saja sendiri aku tidak mau naik lagi ke sana dan capek lalu turun lagi, aku tidak mau lebih baik aku dari tadi menelpon saja Jack dari pada seperti ini, mungkin saja aku sekarang sudah diperjalanan pulang dan tidak terjebak seperti ini bersama mu, aku juga menyesal telah ikut dengan mu, ketempat sepi seperti ini "


Ana mengeluarkan ponselnya, namun sinyal sungguh tidak ada satupun sinyal tidak ada, lalu sekarang harus apa selain pasrah saja.


"Iya tidak ada sinyal gara-gara kau membawaku ke tempat seperti ini, aku sunggung menyesal tau tidak aku menyesal sekali"


"Ya sudah aku akan naik ke atas kau tunggu di sini ya. Aku akan kembali lagi kau jangan khawatir aku pasti akan kembali, jangan kemana-mana tetap di sini dan aku akan kembali lagi ke sini untuk menjemputmu. Maksudku aku akan kembali lagi ke sini dan kita pulang aku salah menyebutnya, Oke tunggu aku akan keatas lagi kau tenang ya "


"Tidak aku tidak mau aku lebih baik pulang saja, ya nanti di jalan raya mencari taksi dari pada sekarang kamu naik ke atas begitu akan membuat lama lagi dan membuat aku menunggumu. Aku tidak mau lebih baik aku pulang sendiri, dari pada dengan dirimu "


Ana kembali meninggalkan Roger, sedangkan Roger masih pusing harus naik ke atas mengambil kunci mobil atau mengikuti Ana, mobilnya ditinggal di sini.


Apa tidak akan apa-apa ya lebih baik tinggal saja lah, dari pada dirinya kehilangan anakan nanti dirinya bisa menyuruh orang orangnya untuk mengambil mobilnya yang tidak ada kuncinya ini.


Masalah kunci saja bisa tertinggal dasar dirinya ini pelupa sekali untung bukan ponsel yang tertinggal, itu akan lebih bahaya bukan ponselnya yang dirinya khawatirkan datanya yang dirinya khawatirkan itu.

__ADS_1


"Tunggu aku Ana , aku akan ikut dengan mu jangan meninggalkan ku terus Ana, pelan pelan saja jalannya Ana, aku mau kemana, apakah kau mau lari maraton sampai cepat cepat seperti itu "


Namun tiba-tiba Ana langsung melempar tasnya. Untung saja Roger bisa menangkapnya "gara-gara kau aku harus membawa tas besar itu. Jadi kau saja yang membawanya aku tidak mau membawanya itu sangat berat, aku tak mau membuat punggungku sakit, kau saja yang bawa karena itu tas mu"


"Baiklah karena aku cinta padamu aku mau membawakan barang-barangmu, tenang saja aku dengan sukarela membawa tas mu ini, kau haya perlu jalan dan aku yang membawa semuanya "


**


Sedangkan Inara dia masih mencoba untuk menelpon kakaknya, kenapa sama sekali tidak aktif nomornya, ke mana sebenarnya kakaknya ini kenapa bisa menghilang. Katanya cuma satu hari tapi sampai sekarang belum pulang seharusnya dia sudah pulang kan pagi-pagi sekali.


Inara segera keluar rumah dan mencari Jack ternyata dia ada di depan"Jack kemarilah, aku ingin bertanya padamu "


Jack langsung berlari kecil dan menghampiri Nara "ada yang bisa saya bantu nona, apa yang anda ingin tanyakan padaku "


"Mana ana kenapa dia belum pulang, kata kau dia hanya sehari seharusnya hari ini dia sudah pulang kan, ponselnya pun tidak bisa dihubungi. Apakah dia baik-baik saja ke mana sih sebenarnya dia "


"Aku juga tidak tahu nona dimana lokasinya, nona Ana sama sekali tidak memberitahu saya di mana lokasinya, sekarang saya juga sudah mencoba untuk menelpon nona Ana tapi dia tidak sama sekali mengangkatnya, dan memang tak aktif nomornya nona "


"Ya sudah ayo kita mencarinya aku sangat khawatir dengan keadaan Ana, aku takut terjadi sesuatu padanya Ayo cepat kita cari Jack kita tak bisa diam saja seperti ini "


"Baik nona ayo mari saya akan mengantarmu, ayo nona "


Inara mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil dengan Jack yang menyetir , sungguh dirinya sangat khawatir dengan keadaan kakaknya yang tidak pulang.


Memang ini belum siang masih pagi tapi tetap saja khawatir, takut terjadi apa-apa pada kakaknya itu, apa lagi berangkat berdua dengan Roger.


Bagaimana kalau terjadi sesuatu meskipun kakaknya bisa bela diri. Tapi tetap saja dia itu seorang perempuan yang jika dia bertengkar dengan laki-laki itu pasti akan kalah, karena laki-laki itu tenaganya lebih dari seorang perempuan, jadi jangan sampai terjadi apa apa dengan kakaknya.

__ADS_1


__ADS_2