Berbagi Suami

Berbagi Suami
Berantem aja sih


__ADS_3

Inara dan yang lainnya sudah memesan makanan dan seperti biasa Cio dan juga Nana dia mereka malah bertengkar memperebutkan makanan.


"Enak aja ini pesenan saya pak, bapak kan tadi pesen ini steak ayam dan saya steak ini daging sapi jadi beda ya ini punya saya, bapak makan aja punya bapak "


"Saya salah makan, saya gak suka ayah, ayo tukeran "


"Gak mau, bapak besen lagi aja sana saya gak mau tukeran sampai kapan pun, bapak aja sana sana beli lagi "


"Nana kamu pelit banget ya, saya potong gajih kamu "


Nana langsung memutar pirinya dan memberikannya pada Cio "bagus akhirnya berhasil juga, masalah gajih aja langsung gercep "


"Ya iyalah siapa sih yang mau gajih dipotong cuman gara gara makanan aja, bapak tuh ngeselin banget ya "


"Bodo "


"Udah udah jangan berantem terus mending sekarang kalian makan aja, kalau berantem terus kapan habisnya tuh makanan jadi lebih baik sekarang makan " tegur Abian.


"Iya ini juga mau makan kali "


Mereka memakan makanan mereka masing masing, sedangkan Abian sesekali menyuapi Inara yang meski awalnya Inara tidak mau tapi bagaimana lagi calon suaminya itu terus mengacungkan makanannya dan dirinya harus memekannya.


Tiba tiba saja ada seorang perempuan yang duduk disamping Cio " Cio udah lama loh nggak ketemu maaf ya ganggu"


Cio segera melihat perempuan itu dan membelalakan matanya "Alex kamu ada disini "


"Iya aku baru aja datang ke sini, kangen tau gak sih aku sama kamu, dan kebetulan kita ketemu disini, udah lama banget kan kita gak ketemu, kemarin aku club yang biasa kamu datengin, tapi kok kamu gak ada sih, gak kayak biasannya kamu gak ada di club kemana sih "


Cio melihat Nana sekilas lalu memeluk Alez sekilas, saat melihat Nana lagi dia masih sibuk dengan makanannya " pantesan kirain aku tuh kamu tuh ke mana. Aku lagi banyak kerjaan nih jadi nggak ada waktu buat datang ke sana"


"Gitu ya kapan-kapan kita main ya atau enggak kamu sekarang ke klub gitu nanti kita ketemu aja di sana ,gimana mau nggak atau kita mau jalan-jalan ke mana gitu habisin waktu sama-sama dong ,mumpung aku belum balik lagi ke sana ke Amerika, kita nggak akan ketemu lagi lama lagi aku juga pasti ke sininya antara ya berapa tahun lagi, karena kerjaan aku tuh banyak, ya sama kayak kamu, aku juga pulang kesini mau ketemu sama teman teman aku yan ada di indonesia, karena kalian kan gak pernah datangin aku ke Amerika "


"Oke deh kita ketemuan malam ini ya. Tunggu aku di sana aku pasti datang temenin kamu di tempat biasa, di ruangan yang sama agar lebih nyaman saja dan privasi kita terjaga, ya gimana mau gak "


"Oke deh siap, ya udah aku pergi dulu dan semuanya maaf ya aku ganggu bay bay "


Setelah kepergian Alex Cio kembali lagi melihat Nana namun tetap saja dia anteng dengan makananya dan sama sekali tak terganggu dengan kedatangan perempuan tadi, perempuan yang mengajaknya ke club.


Sedangkan Inaracmelihat gerak gerik Cio yang sepertinya memang tertarik dengan Nana, dari tadi nengok Nana terus seperti ingin melihat ekspresi Nana akan bagaimana kalau melihat dirinya berbicara dengab perempua lain.

__ADS_1


**


Sedangkan keadaan Puja sendiri sekarang dia sedang berjalan jalan dihutan sendirian sambil membawa kayu bakar karena memang dirinya disuruh, "ist kenapa sih kehidupan ku yang berkecukupan dan juga bahagia malah jad kayak gini, malah aku jadi sengsara dan kayak gini "


"Seharusnya aku gak ketemu sana Cio, atau aku gak usah susul Roger karena yang pasti Roger akan balik lagi kan, gara gara Ana sih sebenernya ini, kalau saja Ana tak muncul dalam hidup Roger dan juga Sean mungkin semua ini tak akan terjadi "


"Puja apakah kau sudah mengumpulkan kayu bakarnya "


Puja melihat kearah belakang ternyata ibu ada disana, dirinya disuruh untuk memanggil mereka ibu dan bapak, sudahlah turuti saja dari pada ribetkan.


"Iya ini bu sudah Puja sekarang kesana "


Puja dengan malas masalan segera menghampiri ibu Darmih, dan setelah Puja ada dihadapa Bu Darmih, bu Darmih mengambil alih dan membawa kayu kayu bakar itu.


"Bagaimana apakah aku sudah mengigat jalan jalan dihutan ini "


"Tidak bu jalannya sangat banyak dan memusingkan sekali, sampai sampai aku pusing dan satu lagi jalannya juga sama sekali tak ada bedannya "


"Nanti juga kamu hafal ingat ingat saja secara perlahan, kau tau di ujung sana ada air terjun dan sebuah penginapan yang sangat indah sekali "


"Masa bu apakah kita boleh kesana "


"Ya percuma dong ibu kasih tau aku, tapi pada akhirnya gak bisa dimasukin "


"Iya ibu hanya memberitahu saja, siapa tau nanti kalau kita punya uang kita bisa kesana "


"Oke deh bu, bapak mana ya bu kok gak kelihatan sih "


"Bapak lagi kekota cari benih buat tanaman kita yang dibelakang rumah "


"Oh gitu ya bu kapan kapan aku boleh ikut ya "


"Boleh tapi bapak ke sananya jalan kaki, gimana kamu mau ikut sama Bapak kalau keadaannya seperti itu, ya lumayan jauh sih"


"Emm aku fikir fikir dulu deh bu, kayaknya kalau jalan aku belum mampu deh"


Dalam hati Puja mendumal, enak saja aku disuruh jalan kaki, gak banget deh males banget, bisa bisa kaki aku sakit terus kalau aku kenapa kenapa gimana gak ada yang bantuin.


Tapi aku gak mungkinkan terus ada disini yang ada aku bisa mati karena kesusahan aku harus pulang dan pergi sama Roger aku harus perbaiki semuanya, aku harus perbaiki hubungan aku dengan Roger jangan sampai berantakan seperti ini.

__ADS_1


Aku masih berminat menjadi nyonya besar, meskipun nanti Roger tak mencintaiku yang terpenting aku bisa hidup demgan banyak harta dari pada seperti ini kan.


"Ini Puja ambil ya "


"Apa ini bu "


"Kamu bersihkan jamur ini ya, dikamar mandi itu, nanti bawa pada ibu, kita makan ini hari ini, ayo cepat nak jangan menunda nunda lagi takut nanti keburu gelap ayo ayo"


Puja segera mengambilnya dan pergi kekamar mandi alangkah kagetnya Puja saat semua permukaan kamar mandi itu penuh dengan lumut, Puja langsung keluar dan menutup hidungnya.


"Gak salah ini tempat bau banget dan itu ijo ijo gak banget deh ah, aku gak mau deh masuk sini, gak jiji banget sih, gak pernah diberesin apa ini kamar mandi atau dibersihin gitu kenapa jorok banget sih kenapa"


"Puja sudah nak ayo cepat ibu akan memasaknya "


"Ist berisik baget deh, gak sabar banget deh dari tadi cuman suruh suruh aja dia enak tinggal terima hasilnya aja sedangkan aku harus melakukan ini itu"


Sambil menutup hidungnya Puja masuk dan membersihkan jamur itu dengan cepat dan lasung berlari kembali keluar dari kamar mandi "sungguh menjijikan dasar jorok, sekali seumur umur aku baru memasuki kamar mandi seperti ini "


**


Inara dan juga Nana yang sedang ada dikamar mandi sama sama sedang mencuci tangan, tadi sekalin mereka mau buang air kecil jadi sama sama.


"Kayaknya Cio suka deh sama kamu Nana, dari tatapannya aja udah kelihatan loh, masa sih kamu gak merasakan semua itu "


Nana langsung menatap Inara dan mengelengkan kepalanya "gak mungkin deh Nara. Pak Cio nggak mungkin punya perasaan sama aku, kita aja sering berantem. Mana mungkin bisa dia suka sama aku. Kamu ini ya suka ada-ada aja deh"


"Ya bukan gitu emang kelihatan banget kok kalau dia suka sama kamu, dari tadi saat dia berbicara dengan perempuan tadi yang bernama Alex dia terus saja menatapmu, namun kau hanya fokus dengan makananmu saja. Aku yakin dia memang mencintaimu dan menyukaimu Nana, coba kau lebih perhatikan lagi Cio, meskipun kalian sering berantem sepertinya itu memang salah satu cara Cio untuk mendekati kamu deh "


"Jika Itu memang benar aku tidak mau karena hidupku akan sangat berisik dan akan sangat diatur olehnya, apa lagi pak Cio laki-laki yang suka sekali gonta ganti pasangan dan dia suka sekali mempermainkan perempuan, jadi aku tidak mau aku tidak mau menjadi korbannya untuk yang ke sekian kalianya, aku tidak mau sampai terjerumus dengan dia "


"Kau tahu Abian dulu sama seperti Cio tapi sekarang dia berubah, laki-laki jika sudah menemukan perempuan yang memang sangat cocok dengannya dan dia juga mencintainya mereka akan berhenti dan mencoba untuk berubah untuk dirinya sendiri dan juga untuk pasangannya, ya yang aku tahu sih seperti itu ya, dari yang aku lihat dari Abian "


"Benarkah tuan Abian yang dulu begitu , masa sih aku sangat tidak percaya, dia itu sepertinya sangat setia sekali padamu, aku sampai tak menyangka kalau dia dulunya sama seperti pak Cio, pantesan mereka bisa berteman ya karena mereka sama "


"Kalau kau masih tidak percaya kau coba tanya pada Cio, mereka itu memang pemburu perempuan awalnya sih aku pun tidak mau, takut dipermainkan oleh Abian, tapi lama-lama aku melihat kalau dia memang ingin serius denganku, makanya aku sampai sekarang menjalin hubungan dengannya dan aku percaya kalau dia tidak akan kembali lagi kepada Abian yang dulu dan dia akan setia terus padaku"


"Wah tapi hebatnya itu dirimu bisa merubah dirinya menjadi lebih baik, hebat deh nanti deh aku coba-coba tanya sama Pak Cio tapi nggak deh yang ada aku malah berantem sama dia. Ya udah yuk Nara kita keluar aja dari sini kasihan mereka pasti nunggu kita"


"Ya udah ayo kita keluar"

__ADS_1


Mereka kembali berjalan sama sama, sambil sesekali tertawa entah sedang membicarakan apa, sepertinya sangat seru sampai mereka begitu kan.


__ADS_2