Berbagi Suami

Berbagi Suami
Dia dalangnya


__ADS_3

Setelah mempersiapkan semuanya Ibu Adam duduk dan memberikan apel pada anaknya


"Ayo bu ceritakan "


"Baik nak sebentar ya ibu akan membenarkan duduk ibu dulu "


flasback on


"Ehh ada Livia Adam nya masih tidur "


Livia tak bicara dia langsung duduk dan menatap Adam " kenapa ya tante aku bekerja sama, sama anak tante malah jadi rugi harus biayain dia, belum lagi aku pusing dengan kehidupan aku ini, kenapa sih kirain aku kerja sama , sama anak tante tuh bakal nguntungan aku tapi malah merugikan juga ya, aku habis uang hanya untuk berobatnya saja pusing aku pusing ah "


"Kamu ini harus banyak berjuang dong, namanya juga berjuang demi cinta kan kamu cinta banget sama Abian, ya inilah yang harus kamu bayar. Untung aja Adan kuat dan bisa tahan peluru peluru itu dan sampai sekarang masih hidup kamu harusny bersyukur , kalau aja Sandi gak ada mungkin Inara udah mati dan kamu juga sekarang udah sama Abian bahagia, yang sabar dong semua ini butuh perjuangan. Kalau kamu emang cinta sama Abian inilah perjuangannya, kamu harus hadapin semuanya kamu juga kan udah pakai Adam sebagai tameng. Ya mau gimana lagi Anak tante kan segitu juga mau kerja sama , sama kamu "


"Ya tetep aja saya juga udah keluarin anak tante kan sama aja kok, kenapa jadi itung-itungan kayak gini seharusnya saya yang itung-itungan saya udah keluarin uang banyak buat keluarin Adam, terus kasih kalian rumah mobil semuanya yang kalian mau, harusnya saya yang hitung-hitungan bukan Tante, jadi tante jangan seolah-olah Adam itu pahlawan. Dia itu emang kerja sama saya, saya juga bayar jadi tenang aja Tante gak usah banyak bicara kayak gitu deh, udah mah kesel lihat Inara sama Abian di pantai ini lagi tante bicaranya kayak gini. Tante bisa gak sih diajak bicara yang baik-baik, jangan nyeritain kalau Adam tuh seolah-olah emang kesatria "


"Apa kamu lihat Inara sama Abian di pantai, ya ampun gimana perasaannya, kamu pastikan sakit hati makanya kamu harus cepat-cepat singkirin Inara, kalau mereka nikah gimana kayaknya sih sebentar lagi mereka menikah ya, lihat aja dong Inara udah deket banget kan sama ibunya Abian, Ana juga udah dekat sama Abian, jadi apa lagi yang harus mereka bicarain. Ya udah mereka nikah aja, gimana nanti kamu kalau lihat mereka menikah kamu gak akan nangis kan kamu gak akan jerit-jerit kan di sana, ya ampun tante jadi sedih deh "


"Hemm iya juga gimana kalau mereka menikah, ist apa yang harus aku lakuin, aku gak mau melihat mereka bahagia dan menikah, gak aku gak mau, aku maunya Abian nikah sama aku, gak aku gak mau sampai Abian nikah sama Inara, gak mauu "


"Yaudah kalau kamu gak mau Abian nikah sama Inara gimana kamu mau gak dengerin rencana tante, ini pasti akan sangat menguntungkan sekali buat kamu, gimana gimana kamu mau gak dengerin apa rencana tante, ini the best banget kamu juga pasti akan sama Abian selamanya dan gak akan ada yang memisahkan kamu sama Abian nantinya, gimana gimana mau denger gak "


"Ini bener bener nguntungin aku gak, kalau enggak aku gak mau, tante jangan bohongin aku ya aku gak suka di bohongin, lihatlah rencana rencana dari anak tante semuanya gagal, apakah rencana dari Tante ini gak akan gagal. Lihatlah dia sudah memberikan beberapa rencana tapi tak ada satu pun yang berhasil. Apakah nanti kalau Tante yang memberikannya akan berhasil, aku jadi ragu dengan apa yang akan nanti Tante berikan, takutnya sama saja seperti Adam malah merugikan aku ke depannya, gimana ini merugikan atau tidak "


"Yaudah sih kalau kamu gak mau dengerin rencana dari tante gak apa apa, tante sama sekali gak rugi, tapi kamu pasti akan menyesal karena kamu akan kehilangan Abian, laki laki yang kamu cintai, dia akan pergi dari hidup mu selamanya dan kau tak akan mempunyai kesempatan lagi untuk mendapatkan Abian, aku yakin kau akan menangis melihat pernikahan mereka dan juga nanti mereka akan bulam madu dan mempunyai anak uhh rasanya tante tak sabar menunggu itu, menunggu Inara dan Abian bahagia sudah menikah "


Livia langsung mengebrak meja dan menatap ibunya Adam " tante kalau bicara tuh dijaga jangan seenaknya bicara kayak gitu, itu gak akan pernah terjadi Abian akan selamanya menjadi pasanganku dan Inara dia hanyalah pengganggu, jadi tante jangan semena-mena kalau bicara, aku tidak suka tante aku yakin mereka berdua tidak akan menikah dan hanya aku saja yang akan menikah dengan Abian, tidak ada perempuan lain jika aku tidak bisa memiliki Abian maka perempuan lain pun tak boleh memiliki "


Dalan hati ibunya Adam dia berkata, bukannya kebalik ya kamu kali yang jadi pengganggu hubungan Abian sama Inara malah membalikkan fakta Inara yang ganggu hubungan kalian berdua . Dasar perempuan gila gak punya otak.

__ADS_1


Dia ini pastinya gampang dikelabui, aku harus membuat dia membunuh Inara ya dia nanti yang dipenjara dan anak ku akan baik-baik saja. Biarkan saja perempuan ini dipenjara dan membusuk di sana.


Dia terlalu terobsesi dengan laki-laki itu dan ini adalah peluang besar untukku menghancurkan Inara dan Abian sekaligus , setelah kematian Inara mungkin Abian akan sedih dan gila mungkin nanti Livia dan Abian akan menjadi pasangan gila yang serasi.


Ya aku harus melakukan itu, aku harus membuat Livia mau mendengarkan apa kata-kataku, aku tidak boleh lengah dan aku harus berhasil dengan apa rencanaku, tanpa mengotori tanganku sama sekali atau mengotori tangan anakku sama sekali.


Aku tidak mau anakku celaka lagi, jadi lebih baik aku mengorbankan perempuan gila ini saja, dia kan bodoh pasti akan lebih gampang dibodohi dan mau mendengarkan apa yang aku rencanakan.


Dia terlalu polos dan terlalu bodoh aku akan membuat dia makin membenci Nara dan makin memanas manasinya dengan pernikahan Abian dan juga Inara, aku harus berhasil.


Rencanaku pasti akan berhasil semuanya harus berhasil tak boleh ada yang gagal dan nanti jika dia sudah ditangkap polisi aku akan mengambil semua hartanya untuk diriku dan untuk anakku.


Ya begitu saja itu akan lebih menyenangkan aku tidak perlu kerja anakku tidak perlu kerja hanya untuk mendapatkan uang yang banyak, aku harus lakukan itu semua demi uang.


Semua demi keselamatan anak ku dan juga uang, memang didunia ini tak ada yang gratis tapi dirinya akan melakukan itu semua demi uang hanya demi uang.


Livia yang melihat ibu Adam melamun dan tak menjawab, hanya senyum senyum saja sendiri, Livia segera menepuk pipinya "apa yang tante fikirkan kenapa sampai senyum senyum seperti itu, ada apa ini, kenapa ada apa dengan tante apa ada hal yang serius dan membuat tante bahagia "


Livia langsung membuang pandangannya dan melihat kearah lain, dirinya masih memikirkan apakah harus mengikuti rencana ibu Adam atau tidak, kalau misalnya tidak bagaimana dengan hidupnya, bagaimana.


Apakah akan berhasil atau akan gagal seperti rencana rencana Adam yang tak ada hasilnya, mereka kan ibu dan anak pasti akan sama hasilnya tak akan ada bedanya sedikit pun.


Apa keputusannya ya, apakah harus mengiyakan saja dan mendengarkannya, lebih baik aku mendengarkannya saja dulu lah, mau jadi atau tidak nantinya terserah dirinya saja lah.


"Kenapa apakah kau masih ragu dengan rencana tante, sudah tante bilang rencana tante ini pasti akan berhasil dan takkan pernah mengecewakan, kau dengarkan saja dulu apa yang tante bicarakan, kalau kau setuju ya kau lakukan kalau kau tidak setuju ya sudah jangan kau lakukan, tapi kau harus siap-siap melihat Inara dan Abian bahagia dan kau hanya terpuruk di pojokan melihat kebahagiaan mereka, aku memberikan ini karena kasihan saja dengan dirimu yang selalu mengejar Abian tapi terhalang oleh Inara, jadi ya seperti ini kau tak bisa melakukan apa-apa kan hanya bisa diam di belakang layar dan melihat bagaimana kemesraan mereka berdua"


"Apa rencananya tante ceritakan padaku, aku akan mendengarkannya ayo tante bicarakan padaku "


Akhirnya kau kena juga dengan jebakanku, hebat juga ya aku, hebat sekali, siapa dulu dong ibunya Adam pasti akan hebat

__ADS_1


"Tante ayo cepat apa rencananya "


"Baiklah rencananya adalah kau terus awasi Inara di kantor pastikan Si Sandi itu tidak akan masuk dan mengawasi Nara terus menerus. Nah kau datangi saja ruangannya lalu kau kunci dan membawa pisau kau tusuk saja perutnya beres kan, kalau kau tidak ingin dia hidup ya kau terus aja tusuk-tusuk dia dan bawa barang bukti itu jangan sampai kau meninggalkan jejak sedikitpun, lalu kau pergi lagi dari kantor Abian, itu akan lebih mudah kan di sana tidak akan ada orang yang mengetahui itu dirimu, pakai masker saja kau kesananya "


"Lalu bagaimana dengan karyawan lainnya, masa mereka masih ada disana lalu kalau misalnya tiba-tiba Inara berteriak mereka tahu dong, gimana sih Tan kalau kasih rencana itu yang bener dong jangan asal-asalan kayak gin, emang gampang nusuk orang itu. Ya enggaklah Tan itu butuh perjuangan dan kita harus berani"


"Ya maka dari itu kita diciptakan oleh Tuhan mempunyai otak, apa sulitnya sih kamu menyemprotkan seperti obat bius gitu pada semua orang pasti mereka akan pingsan. Kau hanya perlu memakai gas oksigen itu loh atau apa gitu supaya nutup hidungmu agar tidak terkena, itu pasti mereka akan pingsan kau lakukan saat di jam istirahat saja, idak-tidak jangan-jangan di jam setelah masuk istirahat pasti mereka semua akan ada didalam kantor akan lebih gampang"


"Sepertinya terlalu banyak resiko tan apakah itu akan berhasil. Apakah itu akan menguntungkan ku seutuhnya atau akan merugikan ku seperti biasanya "


"Ya kan kata tante juga mau kamu lakuin atau tidak itu terserah kamu aja. Tante gak akan maksa-maksa kamu buat lakuin itu tante cuman kasih rencana aja sama kamu, biar kamu gak buntu gitu dan biar kamu juga gak sakit hati lihat Abian nikah sama Inara. Emang kamu mau lihat mereka nikah gitu Lihat mereka bahagia, sedangkan kamu gak bisa bahagia sama laki-laki yang kamu cintai. Emang kamu mau kayak gitu , kalau Tante si Ogah ya kalau jadi kamu mending tante bunuh aja perempuan itu, kalau misalnya di penjara ya udah nanti kan kita keluar lagi dan bisa kita dapatin laki-laki itu lagi, ini kan demi cinta kamu"


"Entahlah aku masih ragu. Aku takut gagal semua rencananya terlalu beresiko tan aku harus menusuk Inara kalau dia boneka ya gak akan ngelawan, itu orang pasti dia akan ngelawan teriak atau gimana gitu tan "


"Ya udah sih kalau kamu gak mau jalanin rencana tante ya udah jangan aja, kalau kamu masih ragu gak usah nanti malah kamu nyesel lagi. Ya udah kamu lihat aja nanti pernikahan Inara sama Abian kamu yang sabar aja nanti lihat mereka menikah. Jangan merengek nanti sama Adam dan nyuruh dia untuk bunuh Inara, itu kan pilihan kamu sendiri Adam kan sekarang lagi sakit mana mungkin bisa bantu kamu"


"Udah deh saya pulang dulu Tan saya pikirin dulu rencana itu. Apakah saya harus lakuin atau enggak saya masih pusing dan masih ragu rencana-rencanaan dari anak tante saja gagal apa lagi ini dari ibunya kan bisa aja sama gagalnya"


"Ya udah gimana kamu aja hati-hati aja di jalannya jangan sampai nanti kamu ngelamun dan mati di jalan"


"Kalau bicara tante gak bisa di saring ya "


Livia langsung pergi dari ruangan Adam dengan kesal dan menutup pintu cukup keras, Ibu Adam hanya tersenyum saja dengan kepergian Livia.


"Aku yakin kau pasti akan melaksanakan apa yang aku bicarakan tadi rencanaku itu. Kau terlalu bodoh dan kau terlalu dibutakan oleh cinta pasti kau akan melaksanakan semua itu aku yakin aku yakin 100% kau akan melakukannya bodoh"


flasback off


"Wah wah cerita ibu sangat panjang dan ibu hebat sekali bisa membuat dia melakukannya juga. Pokoknya kita seperti tak tahu apa-apa saja Bu. Jika dia datang Ibu bilang saja ibu kan tidak menyuruh hanya memberikan rencananya saja sama dia"

__ADS_1


"Iya Ibu akan berbicara seperti itu, tenang saja kau jangan takut ibu akan dipenjara karena Ibu yakin Ibu tidak akan terbawa-bawa, karena tak ada bukti sedikit pun kan Livia hanya mendengar kata-kata Ibu saja, tidak merekamnya. Ya udah biarin aja dia sekarang jadi buronan pasti dia lagi dicari sama polisi sama anak buahnya Ana juga pasti dia akan habis di tangan Ana "


__ADS_2