
"Ana kita berhenti dulu lah jangan buru-buru. Aku sangat lelah aku ingin istirahat dulu kenapa harus buru-buru istirahat dulu ya, capek banget minum dulu atau apa dulu gitu, kita makan dulu atau apa gitu jangan terus jalan lah capelah"
Ana melihat ke arah Roger dan kembali berjalan "Kalau begitu kau saja yang di sini, aku mau pulang aku ingin cepat-cepet pulang kenapa kau membawaku ke tempat terpencil seperti ini, bahkan taksi pun tak ada yang lewat ke sini, kau ini bagaimana sih kalau memang mencari tempat untuk liburan jangan yang seperti ini juga, lihat kan kunci mobil tidak ada dan aku harus menunggu kau naik ke atas tidak aku tidak mau dan sekarang malah jadi jalan kaki dan tidak ada sama sekali saksi yang lewat"
"Sudah aku bilang kan tadi aku akan mengambil kuncinya. Kau hanya perlu menunggu tapi kau tidak mau, jadinya seperti ini tunggu dulu lah Ana kita istirahat dulu jangan terlalu buru-buru. Memangnya mau ke mana apakah pekerjaanmu begitu penting sampai-sampai kau harus cepat-cepat pulang"
Ana langsung memberhentikan langkahnya sampai-sampai Roger menabrak punggung Ana, namun Ana sama sekali tidak terjatuh"aku sudah bilang kan aku ini bukan perempuan yang bisa kau ajak kemana-mana, aku ini perempuan yang harus bekerja dan menafkahi semua orang, aku harus membayar pekerja aku dan aku juga harus membayar yang lainnya, jadi kau jangan meremehkan aku, jika kau ingin jalan-jalan jauh dengan seorang perempuan kau cari pacar yang lain saja"
Roger segera bangkit dan mensejajarkan langkahnya dengan Ana "bukan begitu Ana, aku tahu kau sangat banyak sekali bekerja tapi setidaknya luangkan waktu untuk dirimu sendiri, aku tahu kau bekerja untuk membayar karyawanmu yang begitu banyak sekali, tapi setidaknya luangkan waktu untuk dirimu beristirahat, lalu untuk apa gunanya ada karyawan kalau kau masih setiap hari bekerja. Bos itu bisa libur kapan saja"
"Nah ini pemikiran yang jelek aku tidak suka laki-laki seperti ini yang meremehkan pekerjaan, kau ini punya perusahaan lalu kau seenaknya libur kapan saja mau kapan perusahaanmu itu maju, jadi jangan berbicara lagi aku tidak mau berbicara denganmu l. Sudah aku bilang aku harus bekerja. Aku tidak mau melewatkan satu hari pun tanpa bekerja aku hanya libur hari Minggu saja itu saja cukup"
"Iya iya aku tidak akan bicara lagi, beneran ini kita mau terus jalan nggak mau istirahat dulu gitu Ana ya biar nggak terlalu capek gitu kan. Ini perjalanan masih jauh istirahat dulu ya sebentar aja 5 menit 5 menit kita minum dulu aja atau makan makanan ringan dulu deh ya Ana ya please "
"Udah aku bilang enggak ya enggak kalau kamu emang mau istirahat ya istirahat aja aku bilang aku nggak mau, kenapa sih maksa banget"
__ADS_1
Ana melihat jam tangannya ini sudah jam 10.00 pagi dirinya sudah berjalan 2 jam tapi masih tidak menemukan taksi sama sekali, apakah dirinya harus berjalan sampai rumah seperti ini, tidak mungkin namun tiba-tiba ada mobil di depannya dan mengklaksonnya, Ana berhenti dan melihat orang itu yang keluar ternyata adiknya yang datang.
Inara langsung berlari dan menghampiri kakaknya "Kau kenapa berjalan seperti ini anak. Kenapa kok main-main ke tempat yang begitu jauh seperti ini mana mobilnya Roger, kalian berjalan kaki pulang sebenarnya apa yang terjadi sih"
"Entahlah dia meninggalkan kunci mobilnya di sana. Aku tidak mau kembali lagi ke tempat itu, aku harus menaiki tangga yang sangat banyak sekali aku tidak mau dan menunggu dia, sama saja bohong, bodoh sekali dia sampai bisa melupakan kunci mobilnya"
"Akhirnya Inara kau datang juga, kami sudah lelah berjalan dan dari tadi kami sama sekali tidak menemukan taksi tapi untungnya kau datang untuk menjemput kami berdua sungguh aku sangat bersyukur denganmu yang datang kemari terimakasih Nara "
Inara hanya mengangguk kan kepalanya dan kembali menatap kakaknya, sambil menggenggam tangannya " ya udah kita pulang aja yang sekarang, kita pulang dan beristirahat pasti kaki kalian sakit sekali kan "
An hanya diam saja di dalam mobil dia tidak mau berbicara dengan Roger, mengesalkan sekali dirinya ikut dengan Roger sampai-sampai harus berjalan kaki seperti ini, dasar laki-laki kurang ajar .
Membawanya ke tempat yang antah berantah dan malah meninggalkan kunci mobilnya begitu saja, seharusnya sebelum pulang itu mengecek dulu semuanya bukannya malah pergi-pergi saja.
"Ana apakah kau baik-baik saja, kau sepertinya sangat kesal sekali"
__ADS_1
"Aku baik-baik saja Nara. Aku sungguh baik-baik saja tapi aku tidak akan mau lagi pergi dengan laki-laki ini, dia itu membawaku ke tempat yang seperti ini tapi tidak bisa bertanggung jawab saat pulang aku menyesal telah ikut dengannya, aku tak akan pernah ikut lagi denganya "
"Apa Ana, aku ini bertanggung jawab hanya saja tadi kuncinya ketinggalan aku kan akan kembali lagi dan bertanggung jawab untuk mengantarmu pulang sampai rumah, tapi kau sendiri kan yang tidak mau, tidak mau kembali lagi ke sana dan malah ingin pulang berjalan kaki aku sudah bertanggung jawab loh Ana"
"Diam Roger aku tidak berbicara denganmu, aku hanya berbicara dengan adikku saja, di sini tidak ada yang mengajak mu bicara jadi kau diam saja kalau mau makan makan saja, jangan sambil berbicara aku tidak mau mendengar suaramu aku sudah bilang kan aku tidak mau mendengar suaramu"
Roger langsung bungkam dan kembali fokus memakan makanannya. Sudahlah dari pada berdebat dengan Ana, lebih baik makan saja, perutnya akan terisi dan akan kembali semangat.
"Apakah kau ingin makan Ana,kita akan mampir dulu ke tempat makan, sepertinya kau belum makan "
"Tidak usah Ara, kita pulang saja aku harus mengerjakan semua pekerjaan yang sudah aku tinggalkan, kita harus segera pulang sekarang juga kau juga seharusnya tidak keluar rumah, kau itu sebentar lagi akan menikah satu minggu lebih lagi kau akan menikah. Kau harus diam di rumah tak boleh kemana-mana"
"Iya maaf Ana aku hanya khawatir saja dengan keadaanmu, makanya aku keluar rumah dan mencarimu karena kau sama sekali tidak ada mengabariku. Makanya aku pergi untuk mencarimu"
"Iya aku tahu Maafkan aku yang telah membuatmu repot seperti itu"
__ADS_1