
"Jadi untuk apa pak Cio menyuruhku datang dan menemani pak Cio jalan-jalan seperti ini, lalu ke rumah Livia dan sekarang kita melaju lagi tak tentu arah .Ada apa dengan pak Cio sebenarnya , apakah ada masalah sampai-sampai kau ingin aku temani seperti ini"
"Yah aku ingin ada teman aku tidak mau sendiri di dalam mobil nanti kalau terjadi apa-apa denganku bagaimana, makanya aku mengajakmu tapi kan mamamu juga tidak marah aku mengajakmu jalan-jalan seperti ini, aku ingin membuat otakku sedikit dingin rasanya Panas sekali hari ini, banyak sekali masalah yang datang padaku kau tahu sangat banyak, sampai-sampai aku pusing akan memikirkan yang mana dulu"
"Kalau aku boleh tahu sebenarnya apa masalah itu, sampai-sampai pak Cio memikirkan banyak sekali masalah , apa saja itu "
"Sangat banyak sekali masalahku, pokoknya banyak sekali nanti temani aku minum ya"
"Aku tidak minum alkohol Pak"
"Aku tahu memangnya minum itu semuanya berpacu pada minuman alkohol tidak, aku tidak akan mengajakmu untuk minum alkohol tenang saja minum-minum biasa aja ya jus kayak gitu lah, tenang aja aku gak akan pernah mungkin bawa anak polos buat minum-minuman kayak gitu tentang Oke, aku gak akan pernah ngerusak kamu kok"
"Hehehe kirain gitu pak, saya kan gak tau yang saya tau yang difilm film itu kalau minum minum itu mabok pak "
"Kamu ini anak buah Ana tapi kok polos ya, sama kayak Inara adiknya polos, polos banget malahan, aku kira dengan sikap kamu yang jutek kamu sama dengan Ana, kalian sama tak berbeda "
"Aku gak jutek kok pak hanya emang akunya gini. aku tuh kalau ditanya ya dijawab kalau engga ya diem aja, mau apa juga kan pak tanya tanya sendiri, "
"Hemm ternyata gitu ya, iya iya aku sekarang tau dan ngerti ya ya, aku mengerti sekarang jadi kau sekarang mau kan minum minum dengan ku, hanya minum soda disamping pantai"
"Kenapa harus di pantai pak, banyak kan tempat lain "
"Tidak aku lebih suka disana, rasannya enak saja ada musik alami yang terbuat dari ombak dan angin sepoi sepoi yang sangat menyejukan, aku menyukainnya dan sangat senang sekali "
Nana hanya menganggukan kepalanya saja dan kembali fokus menatap yang lain, dia cuma akan menemani saja kan, hanya menemani bosnya saja yang sedang banyak masalah jadi dirinya kalau ditanya jawab kalau tidak ya diam saja seperti itulah.
__ADS_1
"Sampai ayo turun "
Cio segera turun di ikuti oleh Nana, Cio juya sudah membawa minuman apa yang dia maksud tadi, setalah itu Cio duduk disebuah jembatan bersama Nana yang ikut duduk dan menilap celannya agar tidak kebasahaan.
"Jadi apakah tak akan ada hiu atau hewan buasnya disini, apakah disini akan baik baik saja kaki ku masuk kedalam sana, apa tak akan terjadi apa apa "
"Emm tidak akan, selama aku selalu duduk disini tak ada yang terjadi kaki ku masih utuh sampai sekarang bisa kau lihat kan, aku masih mempunyai kaki dan untuh pula jadi tenang, ini ambil minum mu "
"Terimaksih akhirnya aku bisa tenang kalai begitu pak, aku tenang kaki ku ada didalam sini,"
"Tenang saja tak akan, bagaimana apakah kau sudah mempunyai pacar atau pernah berpacaran "
"Tidak aku sama sekali belum pernah pacaran karena aku tak memikirkan itu, yang aku fikirkan adalah sekolah belajar dan sekarang adalah karir ku, seperti apa yang nona Ana katakan, pacaran itu tak begitu penting lebih baik fokus belajar dan mengejar impian dari pada pacaran akan sakit hati saja dan tak mendapatkan apa apa "
"Tentu tidak pak, aku juga sama seperti orang kain ingin berubah tangga tapi jodohku belum datang saja, tuhan belum memberikan ku jodoh jadi aku masih menunggunya sampai tuhan memberikan yang terbaik "
"Tapikan harus di cari juga kali gak diem aja kayak gini. kalau diem aja percuma dong Nana, kapan kamu punya jodohnya "
"Inget pepatah pak jodoh tak akan kemana jadi jangan takut kalau gak akan dapet jodoh semua juga bakalan dapet kok , jadi tenang aja gak usah risau pak "
"Yaya susah ya kalau bicara sama anak didiknya Ana selalu ada saja jawabannya, terus kamu udah dapet belum tipe yang menurut kamu cocok buat jadi pasangan kamu "
"Belum pak, masih cari, belum ada yang cocok pak buat saya, bapak sendiri gimana apakah udah punya udah dapet "
"Belum sih saya belum dapet sama kayak kamu masih cari "
__ADS_1
Nana menganggukan kepalanya sambil memeluk tubuhnya "kenapa apakah kau dingin "
Nana mengelengkan kepalanya dan tersenyum pada Cio, namun Cio segera membuka jaketnya dan memakaikannya pada Nana "jangan sungkan aku pasti akan memberikannya padamu, kau tinggal saja berbicara pasti aku akan memberikannya "
"Aku tak dingin kok pak, sama sekali tak dingin, bapak saja yang memakainya"
Saat Nana akan membukannya, Cio langsung memeluk bahu Nana "tidak usah pakai, aku tidak dingin, jangan sampai kau nanti kenapa napa karena diriku, jadi kau tak usah khawatir ya dengan ku, kalau kau sampai kenapa napa bagaimana dengan mamah mu pasti dia akan marah padaku "
"Terimakasih pak "
Cio makin mendekatkan diri kearah Nana, dan main dekay makin dekat, Cio langsung memeluk Nana, namun karena Nana yang kaget tak sengaja mendorong Cio sampai sampai Cio tercebur kesana.
"Ahh maafkan aku pak, sungguh aku tak sengaja maafkan aku pak maaf "
Namun Cio sama sekali tak muncul dari dalan air, dia tak muncul "pak bapak dimana pak, kenapa bapak tak muncul pak , pak bapak "
Nana yang khawatir segera membuka jaket dan langsung menceburkan dirinya kesana tanpa pikir panjang , Nana mencari Cio berenang kesan kemari "pak dimana pak, pak Cio"
Namun Nana merasa seperti ada yang mengawasinya, Nana segera mengalihkan pandangannya dan "akhh tolonggg "
"Hey hey tenang ini aku Cio, ini aku Cio. bukan hewan buas aku Cio "
"Pak ngagetin aja sih, kenapa ngagetin aja, kenapa tadi gak ada terus kenapa sekarang bisa muncul lagi kenapa "
Cio mendekatkan tubuhnya dan langsung memeluk pinggang Nana dan sedikit mengangkat tubuh Nana , mereka saling pandang dan tak ada pembicaraan sama sekali mereka hanya saling pandang saja.
__ADS_1