
"Iriana apa kau akan seperti ini terus, menagis dan minum minum tak karuan di apartemen ku "
Ana mengalihkan pandangannya kearah Leo, lalu melemparkan botol minumnya dan untung saja tak mengenai Leo.
"Apa yang kau lakukan, melempar botol itu padaku, bagaimana bila aku celaka, apakah kau akan tanggung jawab Inara, apa yang kau lakukan apa kau sudah gila "
"Tidak aku tidak gila, aku ingin membunuhmu, kenapa kau bunuh Zahir dan juga ibunya, apakah kau sudah gila, kenapa dan kenapa hah, apa salahnya dasar kau gila Leo "
"Sudahlah kau jangan terputuk atas kematiannya, sudah biarkan saja itu sudah takdirnya, tadinya aku ingin membunuh adikmu Inara, tapi tak jadi, aku bunuh saja laki laki yang kau cintai, bagaimana apakah aku baik tak membunuh adikmu, tapi aku membunuh cintamu "
"Kau sungguh picik, picik sekali, kau harus mati Leo mati ditanganku, "
"Sudah kau jangan banyak bicara, segelah bersiap dan bereskan misi ketiga mua apa kau tak mau ketemu dengan adikmu itu atau tidak kau ingin aku membunuhnya dulu, baru kau mau membereskan misi ketiga mu, apa seperti itu iya "
"Jangan kau macam-macam pada adikku aku tak segan-segan untuk mengakhiri hidupmu, aku bukan wanita lemah dan akan diam saja saat kau berusaha malukai adik ku "
"Kalau kau bukan wanita lemah maka tunjukkan baru saja aku bunuh kekasih hati mu, kok sudah sedih seperti ini katanya wanita kuat seharusnya kamu melakukan misi ketiga dan membereskan semuanya bukannya malah minum-minum disini dan terpuruk tidak tahu diri, apakah kau tak ingin bertemu dengan adikmu sampai-sampai kau begini terus"
"Ya aku akan membereskan misi ketigaku, dan aku juga akan membereskan mu, lihat saja aku tak akan main main cepat kau pergi dari sini, enyahlah dari hadapan ku "
Dengan senyum kemenangan Leo pergi meninggakan Ana, Ana segera bangkit dan pergi kekamar mandi, membasuk wajahnya dan menganti pakaiannya serta membawa baju berenangnya.
Karena dia sudah menyelidiki semuanya, kalau targetnya yang ketiga dia tinggal di dekat pantai, maksudnya rumahnya dikelilingi oleh air, rumahnya ada ditengah tengah pantai dasar gila.
Dia adalah Rojer, pemilik kapal selam terbanyak dan kapal kapal lainnya, pasti Leo ingin menguasai semua itu. Baiklah akan dirinya buat permainan semua ini, pasti setelah dirinya membunuh Rojer, Leo akan datang dan mengambil semua apa yang Rojer punya.
Senyum tipis sudah tercetak dari bibir Ana, rencana yang bagus untuk membalaskan kematian Zahir dan juga ibunya, serta dirinya yang sudah muak dengan kelakuan Leo yang seenaknya dan semena mena saja.
**
Ana sekarang sudah sampai di dekat pantai dari kejauhan dia melihat dari teropong, cukup jauh masa iya dirinya harus berenang ke sana, tapi tak ada cara lain itu jalan satu-satunya.
Ana segera berjalan dengan perlahan ke sisi pantai dalam dalam dan berenang menuju ke arah sana, semoga saja dia kuat menempuh jalan yang cukup jauh dan berenang seperti ini, semoga saja tidak ada ikan hiu yang akan memakannya.
Setelah cukup jauh Anna berenang dirinya melihat bahwa sebentar lagi akan sampai di tepi rumah Roger , dengan cepat Anna berenang tanpa memikirkan lelah yang sudah dirasakan. Ini demi membalaskan dendamnya pada Leo.
Supaya dia tahu rasa kalau dirinya ini bukan lah perempuan yang lemah dan akan takut dengan perintah dirinya. Setelah sampai di dasar Ana dengan perlahan-lahan berjalan memasuki rumah besar itu.
Tanpa ada yang mengetahuinya satu orang pun. Ana duduk dan diam di ruangan kesayangan Roger. Menunggu kedatangan sang tuan rumah.
Saat Roger baru saja masuk dia kaget dengan kedatangan Ana yang sudah duduk di sana dengan senyum manisnya "Siapa kau ada perlu apa kau ada di ruanganku dan kenapa kau tiba-tiba saja bisa ada disini apakah kau hantu"
"Aku manusia apakah kau ingin bekerja sama denganku. Aku mempunyai rahasia terbesar Leo apa kau mau"
"Leo si brengsek itu,yang sedang mengincar kapal-kapal ku dan juga harta ku itu"
"Iya dia menyuruhku..Oh tidak apakah kau ingin bekerjasama dulu bersama ku, baru aku akan memberitahumu apa rencana Leo bagaimana"
"Baiklah aku akan ikut rencanamu, apa tuh rencana"
"Leo menyuruhku untuk membunuhmu tapi dia juga sudah membunuh Zahir. Aku ingin balas dendam juga padanya jadi maukah kau nanti berpura-pura mati dibunuh oleh ku dan memancing Leo ntuk masuk ke sini. Lalu kita akan mengepungnya berdua kita akan membunuh dia, kalau tidak aku saja yang membunuhnya kau tenang saja serahkan semuanya padaku"
__ADS_1
"Wow ternyata pacarmu dibunuh oleh dia, kau yakin akan menghianati Leo dan malah membantuku. Coba kau fikir fikir lagi semuanya "
"Tentu aku yakin aku ingin dia mati, dari dulu yang aku mau dia mati, kau kenapa begitu santai melihat aku ada disini pembunuh yang akan mengakhiri nyawa mu"
"Karena kau seorang perempuan aku tak yakin kau bisa membunuhku dengan sangat cepat dan baik, mungkin bisa saja aku yang membunuh mu "
"Baiklah akan aku buktikan bahwa aku bukanlah perempuan yang kau pikirkan, kau lihat bagaimana caranya aku membunuh Leo dan anak buahnya dengan sekejap"
"Baiklah aku akan melihat sehebat apakah dirimu seorang perempuan yang mengaku sangat hebat,kalau telepon Leo sekarang dan pancing dia ke sini lalu foto kan aku yang sudah mati dibunuh oleh mu, tapi pura pura jangan bunuh aku beneran "
"Baiklah kau berbaring biar aku pura-pura menusukmu atau kau apa gitu biar dia percaya"
"Baiklah aku akan berbaring ini perintah pertama yang aku mau dari seorang perempuan aku akan menurutinya."
Roger segera berbaring dan Ana tanpa diduga-duga oleh Roger dia menggores tangannya dan mengoleskan darahnya ke leher Roger , ke bajunya Roger dan perutnya Lalu setelah itu Ana merobekan horden ruangan Roger dan membelit darah tangannya menggunakan horden tadi.
"Apa kau gila melukai diri sendiri "
"Tidak aku tidak gila ini sudah bagian dari rencana, jadi kau tenang saja aku tidak apa-apa aku baik-baik saja aku bukan perempuan lemah, apa mau darah mu saja "
"Baiklah aku akan menurut , aku memejamkan kedua bola mataku ini. Ayo kecepatan foto aku"
Ana hanya tersenyum melihat kebodohan dan kepolosan Roger. Sepertinya kalau di bunuh dia akan lebih gampang tapi sekarang dia berbalik akan membunuh Leo jadi di fotonya Roger dan dikirimkan kepada Leo si brengsek itu.
Leo yang mendapatkan foto Roger yang sudah berlumuran darah dengan senang segera menelpon Ana dan tertawa senang melihat musuhnya akhirnya mat.
"Hebat sekali kau Ana dalam sekejap kau bisa membunuh Roger. Tunggu aku, aku akan kesana dan mengambil semua aset yang Roger punya kau hebat aku bangga"
"Baiklah aku tunggu kau di sini jangan lama aku ada di ruangan Roger dan kau masuk saja ke sini jangan takut Roger sudah mati"
Aku ingin kau menyuruh anak buahmu untuk tidak ikut campur, buat mereka tidak ada di depan rumahmu aku akan buktikan kalau aku bisa membunuh anak buah Leo, dengan cepat dan tugasmu adalah membunuh Leo jika kau butuh bantuan Ku Teriak lah kalau tidak teriakan Namaku"
" Namaku Iriana kau bisa memanggilku Ana jika mau" sambung Ana
"Baiklah Ana aku akan menuruti apa maumu, aku akan menyuruh anak buahku untuk tidak berjaga hari ini. Awas saja jika kau nanti berubah pikiran dan malah membuat Leo menang"
"Tidak akan aku bukan perempuan yang ingkar janji aku akan melakukan apa yang menurutku benar dan tidak akan melakukan apa yang menurut aku salah. Jadi kau tak usah khawatir tentang itu"
" Baiklah Ana aku akan pergi ke sana dulu menyuruh gerombolan itu untuk pergi maksudku anak buahku"
"Baiklaj silahkan "
setelah Roger pergi Ana segera mempersiapkan alat untuk membunuh semua anak buah Leo , pasti mereka akan ikut semua karena akan membawa kapal-kapal Roger yang sangat banyak ini dan hartanya pun.
Pistol, belati dan banyak lagi yang Ana simpan akan dirinya habisi satu persatu orang-orang itu, setelah Leo masuk ke dalam dan bertemu dengan Roger.
Ana segera berjalan keluar dan diam di atas rumah Roger dia akan membunuh dari atas agar dirinya terlindungi tentunya. Jaga jaga saja, belum siap mati soalnya.
**
Leo yang baru datang segera masuk ke halaman rumah Roger dia bingung kenapa sangat sepi "Apakah Ana membunuh semua anak buah Roger tapi baguslah itu akan lebih gampang untuk mengambil apa yang aku mau"
__ADS_1
Leo segera masuk tanpa didampingi satupun anak buahnya, mereka hanya bergerombol di tengah halaman Roger. Mereka sedang melihat situasi dan melihat-lihat kapal-kapal yang akan mereka curi dan akan menjadi milik bosnya tentunya.
Leo masuk kedalam dan alangkah kagetnya dia melihat Roger yang sedang duduk dengan senyum angkuhnya.
"Apa kabar apakah kau baik-baik saja, kau sungguh pengecut menyewa seorang pembunuh bayaran untuk membunuh ku. Iriana yang kau suruh untuk membunuh Ku. Sungguh kau tidak baik menyuruh perempuan membunuh seorang laki-laki"
Saat Leo akan keluar pintu sudah terkunci otomatis oleh Roger "Mau ke mana kau. Apakah kau mau kabur begitu saja apakah kau sekarang menjadi pengecut Leo, hadapi aku lawan satu-persatu. Aku tidak mau melibatkan Iriana untuk hal ini jadi ayo kita bertengkar. Siapa yang menang dan itu akan mendapatkan harta ku"
Sedangkan Ana yang di atas loteng dia sedang bersiap mengeluarkan pistolnya malahan sekaligus 2, tanpa diketahui oleh anak buah Leo dia langsung menembaknya satu persatu anak buah Leo.
Mereka yang menyadari balik menyerang Ana, namun sama sekali tak mengenai Ana, dengan cerdik Ana berpindah-pindah tempat dan dia menembaki satu persatu anak buah Leo. Setelah yakin bahwa mereka mati Ana egera turun dengan perlahan.
Lalu mengecek semua ruangan Roger. Apakah masih ada anak buah Leo Namun ternyata semua sudah mati. Apakah hanya segitu anak buah Leo tidak ada lagi.
Di ruangannya Roger sedang berkelahi dengan Leo, sedang adu jotos dan tentu memakai pisau pula mereka berkelahi tidak dengan tangan kosong, namun dengan alat masing-masing yang mereka bawa dari saku celananya mereka.
Terus saja berkelahi Ana yang memang bisa membuka pintu itu hanya bisa melihatnya dengan bosan, mereka ini kenapa tak ada satupun yang mati dengan cepat. Ana mengeluarkan belatinya dan melemparkannya ke arah Leo.
Lalu menembakkan beberapa pelurunya ke arah jantung Leo dan Leo langsung tumbang begitu saja, tak butuh lama membunuh Leo.
"Kenapa kau yang jadi membunuh Leo. Seharusnya aku Ana. Kenapa kau mengambil alih semuanya"
"Aku bosan melihat kalian yang berkelahi seperti itu lebih baik aku langsung membuatnya mati. Sudahlah keluarkan anak buahmu suruh mereka membawa semua mayat-mayat ini untuk dibuang kalau tidak berikan pada buaya"
"Apakah kau sudah membunuh anak buah Leo semuanya"
"Tentu aku sudah membunuhnya, coba kau lihat keluar dan bagaimana aku membunuh mereka dengan begitu cepat, bahkan kalian saja belum selesai berkelahi tapi aku sudah membunuh mereka satu persatu dan tak ada yang tersisa satu pun. Ayo aku Perlihatkan bagaimana mayat-mayat mereka berserakan di halaman rumahmu"
Roger segera mengikuti langkah Ana untuk melihat ke halamannya dan benar Roger begitu melihat banyak sekali mayat tergeletak di halaman rumahnya, anak buahnya pun keluar dan bertepuk tangan melihat Ana yang keluar dengan Roger "hebat hebat sekali hebat" ucap salah satu anak buah
"Ayo kalian semua bawa semua mayat-mayat ini. Kumpulkan dan nanti aku akan memerintahkan lagi pada kalian apa yang harus dilakukan lagi, yang terpenting kumpulkan saja dulu, di sana di dalam ruangan ada bosnya juga bawa"
"Baik tuan kami akan membawanya"
"An aku tak menyangka kau begitu hebat maafkan aku tadi di awal aku sudah meremehkanmu. Ternyata kau sangat hebat bisa membunuh orang sebanyak ini apakah kau ingin menjadi anak buahku"
"Tidak aku hanya ingin pulang, aku ingin bertemu dengan adikku. Apakah kau bisa mengantarkan aku pulang dengan kapal mu ini akan lebih cepat saja, aku tidak bisa membiarkan adikku sendirian lagi dia pasti banyak yang mengancam bisa kan"
"Kau mempunyai adik masih kecil kah dia"
"Tidak dia adalah kembaranku. Aku mempunyai kembaran identik kami tak ada bedanya yang membedakan kami hanyalah sifat sikap dan perilaku saja itu saja jika kau ingin tahu itu pun"
"Baiklah aku jadi ingin tahu bagaimana adikmu itu.Apakah benar seperti apa yang kau katakan begitu mirip dengan mu. Ayo masuk dulu ke dalam rumah aku akan menjamu mu, karena kau telah membantuku dan menyelamatkan nyawaku"
"Baik tapi kau akan mengantarkan ku kan"
"Tentu aku akan mengantarkan mu. Bahkan aku akan mengantarkanmu sampai rumah apa kau puas"
"Tentu tapi tidak perlu sampai rumah juga,tidak apa-apa aku tidak mau sampai kau tahu rumahku"
"Tapi aku ingin melihat adikmu, seberapa mirip kalian jadi ayolah, sudah Jangan pikirkan itu dulu sekarang masuk lah dulu ke dalam rumah beristirahatlah aku tahu kau lelah berenang dari ujung sana ke sini, aku tahu kau itu berenang mana mungkin kamu menggunakan perahu atau semacamnya tidak mungkin"
__ADS_1
"Kau tahu saja apa yang terjadi padaku ya sudahlah aku pun lelah "
Mereka berdua segera masuk ke dalam rumah dan Ana diberikan baju oleh Roger dan itu entah baju siapa namun Ana menerimanya saja, baju gaun yang cantik berwarna kuning dan ada bunga-bunganya juga dirinya merasa seperti Inara saja, karena style dirinya itu bukan seperti ini , hanya celana kaos dan jas mungkin.