
Ana sudah ada didalam rumah sakit malahan sekarang dirinya sudah ada dikamar inapnya Cio, dia melihat ada Nana yang sedang tidur dikursi tak jauh dari Cio.
"Maafkan aku Cio tak bisa menjagamu, aku bukannya tak mau tapi aku juga masih di pusingkan dengan Puja yang belum ketemu "
"Tak apa Ana aku mengerti, kenapa Puja masih tak ditemukan, aku sungguh merasa bersalah dengan kejadian ini, kalau saja kami tak bertengkar mungkin tak akan seperti ini "
"Memangnya kenapa, kau bertengkar kenapa, apa yang kalian bicarakan sampai kau bisa seperti itu "
"Aku akan berbicara dengan Roger, tentang perselingkuhan ku dengan Puja, kau tau kan aku mempunyai hubungan tersembunyi dengan Puja, aku rasannya lelah bersama Puja, dia terlalu mengekangku untuk selalu ada untuknya, hanya untuknya saja, bahkan Nana saja asisten ku sendiri dia ancam aku sudah sangat kesal sekali dengan sikapnya, entah harus bagaimana lagi diriku ini "
"Jadi gara gara itu Puja membuat mobil mu masuk kedalam jurang, aku sudah bilang kau jangan mencintai perempuan yang sudah mempunyai pasangan, apakah kau sudah gila melakukannya dengan Puja yang kau tau dia sudah mempunyai pacar san sebentar lagi akan menikah, kau harusnya dari awal memikirkan dahulu konsekuensinya, memang aku sudah mengetahuinya tapi aku tak mau ikut campur urusan kalian bertiga. "
"Ya aku tergoda entahlah aku ini laki laki yang selalu saja membutuhkan ************, saat ada perempuan yang sukarela memberikannya padaku, aku mau mau saja, bahkan aku tak memikirkan kalau Puja adalah teman masa kecil ku, yang aku tau aku terpuaskan olehnya, karena dia juga sedang kesepian, Roger pacarnya malah mengejar mu, makannya dia memberikan tubuhnya untuk ku "
Ana hanya bisa diam belum bisa menjawab, entahlah dirinya pusing dengan orang yang berselingkuh, entah harus bagaimana menasehati orang selingkuh, selalu saja dalam sebuah hubungan ada perselingkuhan, kenapa harus ada itu, kenapa seorang perempuan dan laki laki tak bisa setia pada satu orang saja kenapa ?
"Aku jadi pusing dengan mu Cio, sekarang kau sudah mendapat sebuah musibah yang besar mungkin ya, kau seharusnya berubah, merubah dirimu untuk menjadi lebih baik dan tak memikirkan tentang ************ saja, kau pikirkan masa depanmu, kau benci pada ayahmu sampai kau menyuruhku untuk membunuhnya, tapi dirimu sendiri mencerminkan apa yang ayahmu lakukan, apakah kau tak sama dengan mu, kau sangat sama dengannya "
"Aku melakukan itu karena aku benci dengan wanita yang hanya butun uang dan menjual diri pada laki laki, makannya aku selalu mempermainkan perempuan seperti itu dan Puja teman masa kecilku adalah salah satunya, aku benci dengan perempuan seperti itu, perempuan seperti itu sudah menghancurkan hati ibuku, sampai dia sakit sakitan hanya karena memikirkan ayahku yang seperti itu "
"Iya aku tahu alasannya seperti itu, tapi kau cobalah berubah untuk tak selalu menyangkut pautkan perempuan murahan dengan ayahmu dan berfikir kau harus balas dendam pada mereka, tidak usah ibumu akan membencimu jika kau melakukan apa yang ayah mu lakukan dengan bermain perempuan, sana sini masuk, kamar sana sini, cobalah kau berubah mencari seorang perempuan yang memang kau cintai dan perempuan itu memang mencintaimu dan hanya bisa setia padamu dan kau juga harus setia pada dia, kau sudah diberikan musibah ini maka kau berubahlah sekarang kita berdoa saja untuk Puja semoga saja dia ditemukan "
"Iya aku akan mencoba untuk berubah Ana, kenapa kau tak dari dulu berkata seperti ini padaku "
"Aku sudah berapa kali berbicara ini padamu, tapi kau tidak pernah mendengarkanku, masuk telinga kanan keluar telinga kiri, kau itu selalu saja begitu kalau Alaku nasehati dan sekarang kau berkata seperti itu apakah kau ingin ku pukul" sambil mengepalkan tangannya.
"Hehehe tidak tidak aku sama sekali tak mau kau pukul, maafkan aku, aku dulu hanya ingin memuaskan apa yang aku mau dan aku ingin melihat bagaimana perempuan itu hancur tiba tiba saja aku hancurkan, seperti Puja sekarang aku tiba tiba tak slera lagi dengannya dan aku ingin menghancurkan hubungannya dengan Roger, aku ingin dia merasakan apa yang ibuku rasakan, dan aku malah membuatnya celaka dan hilang begitu saja "
Ana duduk di tempat tidur Cio dan menatap semua luka Cio yang sangat banyak, kasian juga ya temannya ini, banyak luka ditubuhnya dan terbaring tak berdaya.
Tiba tiba saja Nana bangun dan melihat ada nonanya disana, Nana langsung pergi kekamar mandi dan kembali lagi menghampiri nonanya yanga da disana.
"Apakah kau terganggu denganku Nana sampai kau bangun "
"Tidak nona aku tidak terganggu, "
"Baiklah jika kau ingin pulang dulu tak apa, maafkan aku telah membuat dirimu malah jadi menjaga Cio disini, seharusnya aku meminta seseorang saja yang menunggu Cio "
"Tak apa Nona aku sama sekali tak keberatan aku adalah asistenya pak Cio jadi tak masalah untuku, untuk menjaga tuan Cio, aku sungguh senang bisa menjaga pak Cio "
__ADS_1
"Senang kau senang menjaga orang ini "
"Emm ya maksud ku aku senang bisa menjaga pak Cio, karena merasa aku berguna untuknya sebagai karyawannya nona begitulah nona, sulit aku menjelaskannya, oh ya apakah anda ingin kopi atau apa gitu biar saya membelikannya, sekalian saya mau beli makan nona "
"Baiklah jika kau tak keberatan tolong belikan aku kopi ya, aku sedikit mengantuk dan pekerjaan ku sedang banyak "
"Baiklah nona saya akan membelikannya, jangan terlalu banyak bekerja yang harus nona fikirkan adalah kesehatan nona "
"Iya Nana aku tau, tapi mau bagaimana lagi banyak sekali pekerjaan ku, jadi aku mau tak mau harus melakukannya , sudahlah kau cepatlah pergi kekantin "
"Baik nona "
Nana segera keluar dari ruangan itu dan pergi kekantin belakang yang ada dirumah sakit ini.
"Sepertinya kalau kau bersamanya akan cocok Cio, tapi aku sudah memperingati Nana agar tak bersama mu, aku takut kau malah mempermainkan Nana lagi, dan aku tak akan rela kalau kau sampai melakukannya, jadi kau jangan berani beraninya mendekatinya. "
"Kau ini bagaimana sih Ana, tadi katanya aku cocok bersama Nana, tapi sekarang kau mengancam ku jangan sampai aku mendekati Nana, bagaimana kalau aku tertarik dengan anak didikanmu itu bagaimana, apakah kau akan memisahkan kami berdua ,apa kau akan melakukan itu "
"Ya mungkin aku akan mempertimbangkan nya dulu ,antara memisahkan mu atau membiarkan mu bersamanya, kalau kau memang mencintai Nana dengan benar dan hanya dia satu-satunya yang kau cintai, mungkin aku akan melepaskannya tapi jika kau bermain-main dengannya dan hanya ingin selangkannya saja dan mempermaikannya saja mungkin aku akan menghabisimu "
"Waw waw aku jadi takut nih, tenang saja aku tak akan tertarik dengan Nana, dia anak kecil aku tak akan mau bersamanya aku hanya tertarik dengan wanita dewasa yang seksi dan juga mengoda, Nana terlalu tertutup untuk ku, jadi aku lebih baik mencari yang lain saja "
"Benarkah kau tak akan tertarik dengannya, baiklah jika suatu saat kau tertarik padanya aku akan memintamu untuk bersujud padaku dan mencium kaki ku, bagaimana apakah kau setuju dengan apa yang aku katakan, bagaimana bagaimana "
Mereka melanjutkan dengan mengoborol ngobrol hal lainnya dan sesekali tertawa dan banyak lagi.
**
Nana yang akan berbelok kearah kantin malah melihat orang yang sepertinya dirinya kenal sedang duduk dan melamun, Nana segera menepuk bahunya, ternyata benarkan itu orang yang dirinya kenal itu Roger.
"Tuan Roger ada disini, apa mau menengok Cio "
Roger mendongakan kepalanya menatap sekilas kearah Nana lalu kembali membuang mukanya kearah lain " sejak kapan kau mengetahui kalau Puja dan juga Cio selingkuh "
"Apa maksudnya "
"Kau adalah pacarnya Cio, apakah kau sudah tahu kalau Cio dan Puja berselingkuh atau kau dan Cio hanya membuat drama seolah-olah kalian berdua itu berpacaran dan kau sudah mengetahui kalau mereka berdua selingkuh dan berpura-pura menjadi sepasang kekasih di hadapanku saja. Apakah seperti itu Nana"
Nana tak menjawab dia hanya diam saja, tak tau harus menjawab apa binggung, kenapa tiba tiba Roger bertanya seperti ini padannya, apakah dia sudah mengetahui semuanya, tentang pak Cio yang menjadi selingkuhannya Puja.
__ADS_1
"Jawab aku Nana, ya atau tidak, aku hanya ingin tau jawabannya, jangan kau sembunyikan lagi, jangan kau sembuyikan lagi dari ku, aku sudah tau semuanya "
"Aku tidak berhak untuk berkata apa-apa tentang hubunganku dan juga Cio, lebih baik kau tanyakan saja pada Cio apakah benar dia berselingkuh dengan pacarmu Puja, aku tidak mau ikut campur lebih baik kau tanyakan langsung pada orangnya, karena aku tidak mau salah bicara atau malah membuat masalah ini makin rumit dan rumit "
"Kau adalah pacarnya Cio, kenapa kau sama sekali tak ada ekspresi terkejut atau apa gitu. Apakah kau benar hanya berpura-pura bersama Cio untuk mengelabuiku saja, agar aku tidak curiga dengan hubungan Puja dan Cio. Apa benar kau melakukan itu Nana. Kalau iya aku sungguh tidak menyangka perempuan semanis dirimu sebaik dirimu, bisa mau menyembunyikan sebuah rahasia, rahasia perselingkuhan Cio dan juga Puja "
Nana yang tak mau ikut campur lebih banyak lagi dia kembali lagi keruangan inap Cio, dia akan memberitahu nonanya, Nana segera mempercepat langkahnya, bahkan dia langsung berlari dan membuka pintu ruangan dengan cepat dan menutupnya kembali.
"Ada apa dengan mu Nana " tanya Ana
"Nona Nona sepertinya tuan Roger menguping apa yang nona dan pak Cio bicarakan, apakah kalian tadi membicarakan tentang perselingkuhan pak Cio dan juga nona Puja ? "
"Ya kami membicarakan itu memangnya kenapa "
"Tuan Roger sudah mengetahuinya dan menanyakan semuanya padaku, namun aku sama sekali tak menjawabnya aku langsung pergi, aku tidak mau ikut campur tentang masalah ini "
"Baiklah kau tenang saja Nana , aku akan menjelaskan pada Roger sekarang "
Ana segera pergi, dia berlari dan mencari keberadaan Roger namun tak ada orangnya, Ana langsung keparkiran mobil dan mencari mobil Roger ada diujung, dengan langkah lebarnya Ana segera kesana dan masuk kedalam mobil itu, ternyata Roger sudah ada didalam dan hanya diam saja.
"Kau menjemputku Roger "
"Iya tadinya aku ingin menjemputmu Ana, tapi aku malah mendengar kau berbicara dengan Cio tentang hubungan gelap antara Puja dan juga Cio, ternyata selama ini kau mengetahuinya ya, kenapa kau tidak berbicara pada ku dan mengakatakan semuanya kalau Puja dan juga Cio mempunyai hubungan, apakah kau ingin melindungi sahabatmu itu sampai-sampai kau membohongi aku, ya aku tahu aku bukanlah temanmu aku hanyalah orang asing. Jadi kau tak mungkin mau mengatakan itu semua padaku, kau pasti akan melindungi teman mu itu "
"Bukan seperti itu, tapi aku tidak mau ikut campur masalah tentang kau Puja atau pun Cio, aku memang mengetahui tentang perselingkuhan Cio dan Puja, tapi aku sama sekali tidak mau ikut campur dan menjadi orang pertama yang berbicara padamu tanpa ada bukti sedikit pun, jadi lebih baik kau tahu sendiri kan jadi saat nanti kau menyudahi hubunganmu dengan Puja kau tidak menyalahkan orang yang telah memberitahumu kalau Puja itu selingkuh dengan Cio, hanya itu yang aku mau, aku tidak mau terlibat dalam masalah hubungan orang lain "
"Iya aku tahu kau tidak ingin ikut campur tatang masalah aku atau pun Puja, tapi setidaknya kau beri tahu aku kalau mereka mempunyai hubungan gelap di belakangku, kalau begitu aku bisa memutuskan hubungan ku dengan Puja lebih awal dan tak akan seperti ini, aku mencari bukti sendirian "
"Sebenarnya ini bukan Puja saja yang salah, tapi dirimu juga kau yang pertama membuat Puja menjadi berselingkuh dengan Cio, kau telah mengejar-ngejarku dan membuat Puja menjadi melakukan perselingkuhan dengan Cio, kau harusnya intropeksi dirimu dulu jangan langsung menyalahkan Puja tentang perselingkuhan mereka, awal perselingkuhan itu karena dirimu juga kan, bukan semuanya kesalahan Puja "
Roger sama sekali tidak menjawab dia hanya diam saja dan memikirkan apa kata-kata Ana. Apakah benar awal dari perselingkuhan ini karena dirinya yang tidak perhatian lagi dan tidak menganggap Puja sebagai pasangannya.
Apakah benar, tapi memang itu yang dia rasakan kalau dirinya sudah mulai tak tertarik lagi dengan Puja, karena memang sesungguhnya dirinya tak terlalu mencintai Puja.
Dirinya melakukan ini karena mempunyai sebuah janji pada ayahnya Puja, kalau dirinya akan menikahi Puja tapi sepertinya memang dirinya tak akan mungkin bisa menerima Puja seutuhnya menjadi pasangannya.
Ana yang tak mendapatkan jawaban sama sekali dari Rojer segera keluar dari dalam mobil itu dan menutup nya dengan perlahan.
Dirinya akan membiarkan Rojer untuk memikirkan semua apa yang telah dirinya katakan, supaya dia sadar dan tak menyalahkan terus Puja dan memojokkan nya terus, dia juga harus sadar karena awal dari masalah ini adalah dirinya bukan orang lain.
__ADS_1
Setelah Ana keluar dari dalam mobilnya Roger memegang kepalanya dan masih tak bisa menyalahkan dirinya, kalau semua kelakuan Puja itu terjadi karena dirinya sendiri.
Tidak ini bukan salahnya ini kemauan Puja yang memang tidak pernah cukup dengan satu laki-laki saja, ya dirinya tak pernah salah sama sekali.