Berbagi Suami

Berbagi Suami
Firasat


__ADS_3

Inara dan juga Abian sudah ada dijalan raya mereka sangat bersyukur akhirnya mereka bisa selamat, meskipun barang-barangnya tidak ada yang selamat tidak apalah eh tapi ada ponsel dan juga dompet mereka meski selamat karena tadi saat membereskan barang-barang, Abian sempat memasukkan dompetnya ke dalam sakunya..


Tapi ponsel Inara yang satu lagi tidak terbawa hanya satu yang terbawa sudahlah tak apa yang terpenting nyawa mereka selamat kan, barang barang bisa dibeli kembali, kalau nyawakan mau beli dimana tak akan dapat.


"Kita istirahat dulu ya sayang kita makan dulu pasti kamu juga lapar kan kita makan di sana ya "


Inara hanya mengangguk saja dia shock dengan semua kejadian yang terjadi hari ini, kenapa harus ada laki-laki besar itu berarti firasatnya memang benar.


Kalau akan ada sesuatu yang terjadi dan benar saja kan ada laki-laki yang akan membunuh mereka, iya sepertinya akan membunuh mereka kalau bukan kenapa dia memaksa untuk masuk dan mengejar mereka sampai merusak mobil mereka juga.


Abian segera memarkirkan mobilnya banyak yang melihat kearah mobil Abian yang berlubang, namun Abian menghiraukannya saja yang penting nyawa mereka selamat.


Abian segera membawa sang istri duduk disebuab warteg karena dirinya sudah sangat lapar sekali, mau makan dimanapun yang penting tempatnya bersih dan juga enak makannya.


Abian segera memesan dan juga memesan untuk sang istri juga, bapak yang menjaga warung nya itu penasaran dengan raut wajah dua pelanggannya.


"Maaf nih kalau saya lancang bertanya pada kalian berdua, kenapa mukanya kayak yang tegang gitu habis lihat apa atuh, sama itu mobilnya kenapa bisa bolong kayak gitu kayaknya habis dipukul gitu ya dari belakang"


Abian segera melihat ke arah bapak-bapak itu "saya tadi habis dari villa yang ada di ujung sana Pak, yang dekat hutan itu bukan deket lagi tapi emang didalam hutan yang ada danaunya, tapi tiba-tiba ada orang tinggi besar kayak bawa palu gitu ngejar-ngejar kita itu siapa ya Pak sampai-sampai barang-barang kita ditinggalin gitu aja karena kita takutnya dia mau macam-macam"


"Gusti kalian teh kenapa berani berani ke sana tempat itu tuh udah lama nggak pernah ada yang datang, karena emang setiap orang yang datang kesana tuh nggak akan balik lagi emangnya kalian nggak pernah lihat ya di berita banyak banget orang hilang, apa lagi pasangan pasang gitu yang bulan madu banyak yang hilang ya rumornya sih di sana tuh ada orang kanibal tapi polisi udah pernah cari ke sana tapi nggak pernah ketemu cuman ketemu kayak tulang-tulang manusia aja"


Inara menatap suaminya dan kembali menatap kearah bapak bapak itu " tapi kita nggak dikasih tahu sama orang yang nyewainnya, katanya emang lagi kosong aja jadi kita ke sana-sana aja Pak. Dia nggak pernah bilang apa-apa dan ratingnya juga bagus"


"Ya emang gitu Neng emang ratingnya tuh bagus villa itu tuh emang enak ya bagus tempatnya asri gitu ya banyak pepohonan ada danau, tapi sebenarnya tuh di sana tuh takut banyak orang hilang di hutan itu l, makanya di daerah sini tuh nggak ada yang berani masuk hutan itu Neng .Untung aja ya kalian berdua bisa keluar kalau enggak gimana atuh"


"Iya pak untung aja saya ikutin kata-kata istri saya dia ajak terus saya pulang waktu kita main perahu dan lihat ada orang tinggi besar kayak pegang senjata tajam gitu, ya istri saya langsung ajak saya pulang dan saat kita berkemas ada yang menggendor pintu pakai palu besar gitu untungnya saya langsung kunci dulu tadi pintunya pak. Enggak saya bukain gitu aja tapi tadi ada yang ke sana lagi pak saya udah peringatin tapi mereka nggak percaya"

__ADS_1


"Untung aja sih eneng mau ajak pulang Aa, kalau nggak gimana. Ya udah biarin mereka yang nggak percaya biar rasain aja sendiri yang penting mah Neng sama aa selamat nggak kenapa-napa kan, kalau nanti pergi pergain kayak gini saran Bapak kalau mau main-main ke tempat ya kayak gitu tempat terpencil mending cari dulu deh berita-beritanya rating yang bener gitu sampai ke bawah lihat dulu tempat itu tuh emang bener-bener bagus atau gimana sekarang mah harus hati-hati di zaman kayak gini mah"


"Iya bener Pak saya sama istri saya waktu itu emang lagi buru-buru banget cari tempat, makanya nggak lihat-lihat dulu sampai bawah lihat tempatnya enak gitu dan ada danaunya kita langsung aja gitu setuju dan telepon yang punya nya ternyata gini"


"Iya sekarang mah jadiin pelajaran aja kalau nanti-nanti jangan terburu-buru kalau apa-apa pikirin dulu dengan matang dan lihat dulu semuanya tentang tempat itu, ya udah atuh sekarang mah sok makan bapak mau layanin yang lain tenang-tenang aja udah aman pokoknya mah sekarang"


"Iya pak makasih "


Abian menatap istrinya yang masih melamun, dia mengudap krpaa sang istri "makan ya sayang setelah ini kita pulang, kita pulang kerimah dan tak akan pergi kemana mana lagi"


Inara hanya mengangguk saja dan memakan makanannya sambil sesekali celingak celingkuh karena dirinya masih takut, masih takut orang itu akan kembali dan membunuh mereka berdua apa lagi mendengar kata kata dari bapak bapak tadi.


**


Ana yang sedang meminum tehnya tiba tiba saja gelasnya terjatuh, dia langsung mengambil semua sepihan kaca itu dan mengenai tangannya " Ada apa ini kenapa tiba-tiba aku seperti ini, apakah Inara baik-baik saja apa dia tidak kenapa-napa"


Ana tidak menghiraukan tangannya yang berdarah dia langsung mencoba menghubungi ponsel adiknya namun tidak diangkat, kembali Ana mencoba untuk menelpon adiknya dan diangkat.


"Tolong aku, tolong tolong siapa saja tolong aku dan suamiku terjebak di sini, tolong kami terluka ada orang yang ingin melukai ku "


"Ini siapa kenapa ponsel adikku ada padamu kalian di mana Ini siapa, kenapa kau yang memang ponselnya "


"Aku tidak tahu keberadaan adikmu aku menemukan ponsel ini dan saat ada yang menelpon aku langsung mengangkatnya, tolong tolong kami berdua kami terjebak di sebuah Villa tolong ada orang yang ingin membunuh kami ahhh jangan" tiba-tiba sambungan mati


"Hallo apakah kau baik baik saja, hallo siapa saja apakah kau baik baik saja, kenapa tiba tiba mati seperti ini, siapa saja tolong angkat "


Ana yang makin khawatir dengan keadaaan adiknya satu satunya segera menelfon ponsel Abian dan untungnya langsung terhubung " dimana Inara kenapa ponsel Inara diangkat oleh orang lain. Sebenarnya apa yang terjadi"

__ADS_1


"Inara dia tertidur di sampingku sekarang kami sedang menuju jalan pulang, ada sesuatu yang terjadi makanya kami pulang lebih cepat Inara baik-baik saja kami berdua baik-baik saja. Ada apa Ana kamu menelponku"


"Syukurlah kalau kalian baik-baik saja, aku tadi menelpon ponsel Inara tapi yang menjawab orang lain dan dia bilang kalau dia sedang diincar oleh seseorang dan akan dibunuh. Sebenarnya apa yang terjadi, sampai rumah kau harus menjelaskan di mana villa itu dan apa yang terjadi sebenarnya di sana"


"Baiklah Ana kami akan menjelaskannya semuanya di sana. Kami baik-baik saja dan aku juga tidak tahu siapa yang mengangkat ponselnya Nara karena ponsel Inara yang satu lagi memang tertinggal di rumah itu, kejadiannya begitu cepat bahkan pakaian kami barang-barang kami tak sempat kami selamatkan, kami langsung saja pulang dari pada nyawa kami yang melayang"


"Baiklah barang-barang itu bisa kalian beli lagi yang terpenting nyawa kalian kan yang selamat, tidak apa semua itu tertinggalm Ya sudah cepat pulang aku khawatir dengan keadaan adikku kenapa kalian bisa datang ke tempat seperti itu"


"Ya kami pun tidak menyangka kalau kami bisa datang ke tempat seperti itu, Ya sudah aku matikan dulu aku akan fokus menyetir agar supaya cepat-cepat pulang ke rumah"


Sambungan pun terputus Ana yang sudah tenang kembali duduk dan melihat tangannya yang berdarah. Untung saja adiknya tidak apa-apa.


Ana langsung mencuci tangannya tanpa mengobatinya sedikitpun, namun tiba-tiba ada yang mencekal tangannya "tanganmu berdarah seharusnya kau mengobatinya bukan mencucinya saja kalau infeksi bagaimana"


"Itu tidak akan apa-apa Roger aku baik-baik saja Ini hanya luka kecil bukan luka dalam yang sampai harus aku obati dengan teliti "


"Tetap saja ini adalah luka, luka tetap luka dan harus diobati sekecil apapun luka itu kau harus mengobatinya, "


Roger langsung membawa Ana duduk dan mengambil P3K lalu mengobati tangan Ana yang berdarah memberikannya plester dan selesai


"Sudah selesai kalau apa-apa kalau melakukan apa apa. Jangan ceroboh ya melakukan apa-apa itu harus dengan teliti"


"Aku tahu dan kau tidak usah memperhatikan aku. Ini hanya luka kecil ini tidak ada apa-apanya dengan luka yang pernah aku rasakan. Jadi mau kau datang ke rumahku"


"Memangnya calon suamimu tidak boleh datang ke rumah calon istrinya, tadi hanya sedang lewat dan melihatmu sedang montar-mandir di luar makanya aku menemuimu ada apa apa, apa ada sesuatu yang terjadi sampai-sampai wajahmu khawatir seperti ini. Apa yang terjadi bisa kau ceritakan padaku siapa tahu aku bisa membantumu "


"Tidak semuanya baik-baik saja aku tidak perlu bantuan siapa-siapa aku bisa membereskan masalah aku sendirian, jadi kau tidak perlu khawatir ya sudah kau pulang saja sudah kan kau mengobatiku "

__ADS_1


"Emangnya kau tidak mau berterima kasih padaku aku sudah mengobatimu loh "


"Memangnya aku minta untuk diobati tidak kan untuk apa aku berterima kasih"Ana langsung bangkit dan meninggalkan Roger sendirian di sana.


__ADS_2